Touch My Body

Touch My Body
Seseorang


__ADS_3

"Jam berapa pesawatnya, Jac?"


Jacob melirik jam tangannya sebelum menjawab. "Masih ada tiga puluh menit lagi, Beb. Kenapa?"


"Nggak. Aku mau ke toilet dulu bentar."


"Eh, mau aku temenin nggak?" tawar Jacob.


"Nggak usah. Toiletnya cuma deket, kok. Kamu tunggu di sini aja, aku nggak lama."


"Ish, tapi aku juga, kan pengen, Beb."


Anna mengernyit. "Pengen apa?"


"Pengen masuk sama kamu di toilet. Kali aja bisa satu ronde di dalem," canda Jacob tertawa geli.


"Ck, dasar!" Anna beranjak, tidak mau menggubris ucapan nyeleneh suaminya.


Anna meletakkan tas tangannya di dekat Jacob dan hanya membawa sebuah bedak kecil di tangan.


"Bener nggak mau aku temenin?" tawar Jacob lagi menahan Anna.


"Nggak usah. Aku nggak mau di grebek orang gegara kelakuan kamu yang mesumm!"


"Tapi aku, kan mau—"


"Nggak usah ngadi-ngadi, Jac!" potong Anna menepis tangan Jacob.


"Udah, aku mau ke toilet dulu." Anna berlalu, pergi meninggalkan pria berlesung pipit itu dikursi tunggu.


Jacob tidak sempat mencegahnya dan hanya pasrah saat Anna semakin jauh menuju toilet yang terletak di ujung ruang tunggu tempat keberangkatan pesawat mereka.


Anna masuk ke dalam toilet tanpa rasa curiga. Dia tidak sadar ada seseorang yang tengah mengawasi dia dan Jacob sejak tadi dan ikut masuk ke dalam toilet setelah memastikan dua pria berbadan besar yang ikut dengannya berdiri di depan pintu toilet.

__ADS_1


Mereka diberi tugas untuk melarang siapa saja yang mau menggunakan tempat tersebut. Seseorang itu menunggu sampai Anna selesai melakukan apa yang ingin dia lakukan di dalam toilet, hingga wanita yang memakai terusan sebatas pahanya keluar dari bilik toilet.


"Aaa...!" pekik Anna terkejut.


"Halo kucing kecil," sapa seseorang itu tersenyum sinis.


Anna mundur, takut melihat pria yang selama hampir setahun ini tidak pernah bertemu dengannya lagi.


"L-lo ... mau apa Lo?!" ucapnya terbata.


"Kenapa, Na? Lo nggak kangen sama gue, hm?" Pria itu perlahan mendekati Anna tidak peduli dengan wajah ketakutannya.


"Jangan deketin gue! Gue nggak suka Lo deket-deket gue!"


Pria yang Anna teriaki tersenyum, berhenti sejenak sebelum kembali mendekati Anna yang tersudut di dinding toilet.


"Kenapa emangnya kalo gue deketin elo?" Bukannya dulu Lo paling seneng gue deketin dan gerayanginn?"


"Brengsek! Mundur nggak Lo!" pekik Anna berusaha terlihat berani.


"Nggak usah marah-marah, Na. Lo malah bikin gue sangee liat Lo marah-marah gini." Mata yang paling dibenci Anna menatapnya penuh nafsuu.


Seakan sedang menjelajahi tubuhnya, pria yang dengan susah payah Anna tinggalkan menatapnya seperti seorang mangsa. Anna tahu pria gila ini akan melakukan apa saja yang dia mau jika sudah menatapnya seperti itu.


"Kenapa Lo makin cantik gini sih, Na? Abis Lo ngilang sekarang Lo balik dan makin bening begini."


Anna berdecih, menepis kasar tangan pria yang ingin menyentuh pipinya. "Jangan sentuh gue, Josh! Gue bukan milik Lo lagi!"


Tawa menggelegar terdengar memenuhi toilet. Josh, mantan kekasih kejam Anna entah bagaimana bisa mengetahui keberadaannya di sini.


Anna sedikit menyesal karena tidak mengiyakan tawaran Jacob yang ingin mengantarnya ke toilet tadi.


Anna memutar otak, berpikir keras harus melakukan apa sebelum Josh bersikap kasar padanya.

__ADS_1


"Jadi sekarang Lo mau bilang Lo milik pria yang cuman jago sembunyi di ketek bokapnya?!" Josh tertawa meremehkan.


"Lo harusnya tahu, Na. Lo nggak akan bisa bebas gitu aja dari gue! Hidup Lo udah jadi milik gue dari dulu sampe sekarang!" Wajah sinis Josh seketika berubah menjadi sangar.


Seringai yang paling ditakutkan Anna memenuhi wajah Josh. Anna tahu pria itu akan bertindak tidak terkendali sebentar lagi.


"Jangan gila Lo, Josh! Hidup gue bukan milik siapa-siapa!"


"Oh, yah? Lo lupa gue yang ngambil keperawanan Lo?! Gue yang pertama kali nyentuh elo, Na! Gue juga yang bikin Lo bisa hidup enak selama ditinggal bokap Lo! Lo lupa semua yang gue kasih sama elo dan nyokap Lo?! Lo udah jadi lontee gue, Na...!" Suara meninggi mengakhiri ucapan Josh yang meradang mendengar perkataan Anna.


Bagaimanapun Anna hanya miliknya, cuma miliknya seorang. Tidak ada yang bisa mengambil apa yang menjadi miliknya. Anna akan tetap bersamanya sampai dia bosan dengannya.


"Jaga omongan lo, Josh! Yang pertama bukan berarti Lo bisa milikin gue dan perlakuin gue seenaknya! Gue bukan lontee seperti yang Lo omongin!" pekik Anna berapi-api.


Sedikit tersulut dengan hinaan Josh yang sengaja membuatnya semakin terluka dan membenci pria iblis di depannya, Anna mendorong Josh begitu tangan Josh ingin merengkuhnya. Dia dengan cepat berlari, mendekati pintu toilet.


"Bangkee ... mau ke mana Lo lontee!" Josh mengejar Anna menarik tangannya dan mendorong Anna kembali ke dalam.


"Lepasin gue! Tolong...!" Anna berteriak sekuat mungkin, berharap Jacob akan mendengar suaranya.


Kembali dia berteriak dengan suara yang memenuhi toilet dalam ruang tunggu bandara. "Tolong...!"


"Nggak ada gunanya Lo teriak-teriak di sini Anna. Nggak ada yang bakal dengerin suara Lo!" Josh maju, menjambak rambut Anna dan mendorongnya ke dinding.


"Gimana kalo kita main bentar di sini? Lo pasti kangen, kan sama punya aku yang selalu bikin Lo basah?" Josh menahan tubuh Anna, menghimpitnya dan menarik terusan Anna ke atas dan mulai menyentuh bokong Anna yang hanya tertutup dalamannyaa.


"Brengsek! Lepasin gue Josh...!" Anna berontak, tidak terima tangan kotor mantan kekasihnya menyentuhnya lagi.


Josh sudah menarik dalamann Anna hingga robek dan mulai menyapukan jari-jarinya di kelembutan Anna yang polos.


"Teriak aja terus, Na. Abis ini Lo cuman bakal mendesahh nggak berhenti kayak biasa." Josh mulai membuka celananya sembari menahan Anna yang terus berontak membelakanginya.


Wanita yang mulai putus asa itu menitikkan air mata, takut akan kembali diperkosa oleh Josh. Anna takut semuanya akan benar-benar terlambat dan hidupnya akan semakin hancur setelah ini.

__ADS_1


"Jangan lupa sebut nama gue, Na. Gue seneng setiap kali denger Lo nyebut nama gue." Suara berat menginginkan wanitanya mengawali desakan memaksa Josh ditubuh Anna, seringai mendamba tergambar jelas diwajahnya.


Nafas yang menderu membaui ceruk leher Anna menjadi hal yang paling Josh suka sejak mereka bercinta pertama kali.


__ADS_2