Touch My Body

Touch My Body
I love You, Lan...


__ADS_3

"Lo nggak pa-pa, Lan?" Rama menarik Mulan keluar dari dalam kolam dengan baju mereka yang sama-sama basah.


Dress berbahan satin milik Mulan seketika membuat tubuhnya tampak sempurna di mata Rama yang sontak membola melihatnya.


Lekukan tubuh seksi dengan dua dadanya yang besar membuat jiwa lelaki Rama meronta. Sial! Harusnya mereka tidak pakai acara jatuh ke dalam kolam segala, gumamnya.


"Dingin banget, Ra. Kita masuk aja, yah?" pinta Mulan mengusap lengannya yang polos, membuat dadanya menyembul makin terbentuk sempurna.


Rama tanpa sadar menelan salivanya kasar membuka jasnya dengan cepat. "Pake ini dulu, Lan. Gue bakal gila kalo kelamaan liatin Lo!" ucapnya memakaikan jas ke bahu Mulan.


"Gila apaan, sih maksud Lo? Gue udah kedinginan Rama, ayo kita masuk aja...," pinta Mulan lagi mulai menggigil.


"Iya, iya. Ayo masuk." Rama merangkul Mulan, membawanya ke dalam kamar mereka yang terletak di lantai dua kapal.


Beruntung tidak ada siapa-siapa di sana yang melihat ketidakberuntungan pasangan suami istri itu. Mereka pun masuk ke dalam kamar dengan keadaan yang basah kuyup.


"Mending kamu langsung mandi air hangat, Lan. Takutnya besok kamu sakit," ucap Rama mulai membuka kemejanya.


"Yaudah, trus kamu gimana? Kamu juga, kan basah, Ra?" tanya Mulan tidak enak.


"Gue bisa pake kamar mandi di luar, tenang aja. Cepet masuk, keburu masuk angin Lo nanti."


"Tapi diluar, kan dingin, Ra. Mending Lo aja yang duluan mandi. Gue gampang, hal kayak gini nggak bakal bikin gue sakit." tolak Mulan makin tidak enak hati.


Kesalahannya yang mengakibatkan sampai mereka berdua basah seperti ini, Mulan tidak mau Rama sampai sakit karena keteledorannya tadi.


"Ya ampun, Lan. Gue kuat kali, gue bukan tipe cowok yang gampang sakit. Udah Lo aja yang mandi duluan, gue gampang pokoknya!" sahut Rama bersikeras.


Merasa dirinya bertanggung jawab dengan drama apes yang terjadi pada mereka, Mulan membuka jas yang dipakaikan Rama, mendorong pria itu masuk ke kamar mandi.


"Kalo gitu kita mandi sama-sama aja," ucap Mulan tanpa berpikir panjang.

__ADS_1


Rama seketika mematung dengan hati yang tidak percaya. Mandi bersama katanya? Apa Mulan sadar dengan apa yang baru saja dia ucapkan?


"Ma-maksud Lo apa, Lan? Mandi bareng? Kita, kan—"


"Udah nggak usah ngebantah. Lo mandi di shower biar gue tampung air di bathtub. Gue mau berendam nggak lama di sana." potong Mulan mendorong Rama berdiri di bawah shower.


"Cepet mandi sebelum masuk angin," perintah Mulan berbalik menuju bathub.


Rama merasa Mulan sengaja mengerjainya. Mana mungkin mereka mandi bersama seperti ini, membayangkan tubuh polos Mulan di belakang sana sudah membuat badannya panas dingin apalagi jika mereka benar-benar dalam keadaan yang polos. Ah ... dia bisa benar menjadi tidak waras, batinnya.


"Jangan ngintip yah, Ra. Gue mandi dulu!" ucap Mulan mulai membuka dress merahnya.


Tidak bisa menahan diri lebih lama lagi, Rama bergegas membuka pakaiannya membersihkan dirinya di bawah air shower yang mengalir. Dia harus menetralkan pikiran anehnya sebelum keinginan duniawinya semakin merasuk.


Namun bukannya pikiran itu pergi, bayangan Mulan dari balik kaca pembatas sedang membuka dress-nya terlihat sangat jelas di sana. Rama mendengus dengan hati yang kesal. Mulan miliknya, sudah sepantasnya wanita itu menjadi miliknya seutuhnya.


Dengan keberanian yang dia kumpulkan, Rama keluar dari bilik shower, mendekati Mulan yang sudah setengah jalan membuka dress-nya tanpa curiga.


"Ra...!" pekiknya gugup.


"Kenapa, tadi katanya mau mandi bareng?" bisik Rama ditelinga Mulan.


"Ta-tapi, kan nggak gini juga, Ra. Gue—"


"Yang namanya mandi bareng, yah gini, Lan." potong Rama masih berbisik. "Sini gue bukain dress-nya." Rama menarik setengah dress yang masih menutupi sebagian tubuh Mulan, hingga tersisa penutup berenda merah di bawah sana.


Dada Mulan yang tanpa penutup apapun memudahkan Rama menggenggamnya dari belakang. Desahann kecil terdengar keluar dari bibir Mulan yang semakin gugup merasakan tubuh polos Rama menempel erat di punggungnya.


"Boleh yah, Lan?" izin Rama masih menggenggam satu bukitnya dengan lembut.


Mulan hanya diam dengan pikiran yang kacau. Bagaimana mungkin dia menolak sentuhan Rama yang sudah lama dia inginkan juga? Masih jelas dalam ingatannya sentuhan-sentuhan halus dan memabukkan Rama mempermainkan tubuhnya.

__ADS_1


Mulan tidak bisa menampik jika dia pun rindu dengan sentuhan suaminya yang kini mulai memijit pelan dadanya dengan nafas yang memburu terasa di tengkuknya.


"Tolong jangan tolak gue yah, Lan. Kita suami istri sekarang, udah sepantasnya kita ngelakuin ini atas nama cinta." Rama membalikkan badan Mulan, mengangkat dagunya dengan satu jarinya.


"I Love you, Lan." sambung Rama menatap dalam wanita di depannya.


"Aku cinta kamu, sekarang dan sampe nanti...." Rama langsung menyambar bibir Mulan, mengutarakan apa yang dia rasa untuk wanita itu melalui pagutan lembutnya.


Tautan yang terasa berbeda dari tautan mereka sebelumnya sedang mereka rasakan. Rama tahu hatinya sudah menjadi milik Mulan seutuhnya. Rasa berdebar dengan hati yang terasa penuh oleh kata cinta untuk Mulan, semakin meyakinkan Rama untuk menjadikan Mulan sebagai wanita terakhirnya dalam hidup.


Cinta ternyata bisa membuat hal yang sering dia lakukan dulu bersama wanita lain sebagai pelampiasan nafsunyaa, bisa berubah senikmat ini. Rama merasa jantungnya akan meledak merasakan dadanya bergemuruh hebat seiring pergulatan bibir mereka yang makin panas.


Tangan yang sedang mendekap tubuh Mulan dengan erat, mulai beranjak menyapu sudut permukaan kulit Mulan yang halus. Rama perlahan membawa mereka menuju puncak dengan sapuan dan pagutann yang tidak berhenti memuja satu sama lain.


Puas menjelajahi mulut Mulan, Rama menggendong istrinya bak bayi koala membawanya keluar menuju ranjang tanpa melepaskan tautan bibir mereka.


Rama meletakkan Mulan dengan hati-hati ke atas ranjang dengan tangan yang kembali menggerayangii tubuh mulus Mulan. Perlahan namun pasti Rama turun mengecup leher jenjang Mulan, meninggalkan jejak-jejak cintanya di sana dan terus turun berhenti di dua dadaa besar Mulan yang sempat dia sesapp beberapa kali waktu lalu.


Mulan merasa tubuhnya ikut menegang merasakan sapuan lembut lidahh dan bibir Rama yang bergantian memainkan ujung puncaknya dengan lihai. Rama menopang tubuhnya dengan satu tangan yang lain asik meremass gemas puncak dadaa Mulan yang menantang.


"Mmm...." Lenguhann tertahan lolos dari bibir Mulan.


Rama tersenyum, mengangkat kepalanya kembali mencium bibir tipis istrinya. Tangannya menarik penutup terakhir yang masih menutupi benda inti Mulan, melemparkannya jauh ke lantai. Rama dengan cepat turun kebawah, membenamkan dirinya di sana tidak sabar.


"Ahh...." Mulan mencengkram seprei seiring lidah panjangg Rama menyapu bersih sudut intinya.


Kedua tangan pria itu bahkan menahan pinggul Mulan untuk memudahkannya masuk mengecapi bagian sempit itu sekali lagi. Rasa manis dan nikmat menjadi satu setiap kali Rama bermain-main di bawah sana.


Mulannya memang enak dan memabukkan, Rama semakin tidak sabar untuk menembus benda sempit itu dengan miliknya yang perkasa.


To be continued....

__ADS_1


__ADS_2