
nama ku PRAMA ADITIYA, orang orang biasanya memanggil ku adit. aku sudah menikah dengan kembang desa pujaan ku namanya Dewi. Dewi adalah seorang gadis desa biasa dia hanyah lusan menengah atas tapi Dewi pandai mengurus anak - anak ku dan memanja kan ku.
aku mempunyai dua anak (sepasang) anak ku yang pertama laki - laki bernama Prama Ramadhan karena dia memang Rama terlahir saat Nuzurul Qur'an alias 17 Ramadhan. Rama itu lah panggilan nya, kini dia berusian 5 tahun dan sudah bersekolah TK kecil
sedang kan adik nya bernama Prama Sukma Dewi, kami memanggi gadis kecil itu dengan panggilan Sukma. sukma berusia 2 tahun .
betapa luar biasanya istri ku dapat mengurusi ke dua anak ku yang jarak usia nya tidak terpaut jauh.
aku bekerja di perkebunan sawit . di kecamatan Rumbai ,kota pekanbaru Riau. mulai dari bujang aki bekerja di sini.
aku tinggal di rumah mertua ku, karena di sana seperti itu lah adat nya. bagi pengantin baru yang belum punya rumah akan menghuni rumah mertua nya.
seminggu sekali aku akan pulang di akhir pekan untuk melihat ke dua anak ku dan melepas rindu akan belaian istri ku.
istri ku sungguh lah pemain yang Hebat di ranjang, tidak cukup satu kali permainan dalam semalam,pasti istri ku akan meminta double bisa jadi sampai triple. dia selalu bilang Bekal untuk satu minggu di tinggal.
sebai laki laki tentu saja aku sangat senang memiliki istri yang pandai Di dapur juga pandai di kasur.
seperti pagi ini istritku sudah menghubungi ku via aplikasi whats up
"bang, aku tunggu kamu" dia mengirimi ku gambar dia memakai lingeri.
kadang - kadang aku berfikir dari mana dia bisa mendapat kan pakaian seperti itu.
"iya, adk sayang tunggu abang pulang. sore nanti abang jalan dari sini" tidak lupa emoticon hati dan kecupan bibir aku semat kan di sana
handphone ku berdering kembali
"abang tidak suka ya dengan pakaian yang adk pakai" kembali lagi Dewi menghubungi ku.
__ADS_1
aku sudah panas dingin mengontrol luapan gairah yang membuncah di dada ku. sebagai seorang pria normal tentu pose menantang seperti itu membuat ku tak karuan
"bukan abang tidak suka dek, tapi abang sekarang sedang bekerja. abang takut tidak konsentrasi akan terus membayang kan adk dalam dekapan abang" balas ku.
gawai ku sudah berhenti berbunyi. aku mencoba untuk kembali berkonsentrasi ,menyelesaikan pekerjaan ku dan pulang
jarak antara tempat kerja ku dan rumah mertua luman jauh. aku akan menempuh perjalanan selama 3jam menggunakan sepeda motor makanya aku tidak bisa setiap hari pulang.
di sini aku tinggal di mess yang di siap kan perusahaan ku. perusahaan ku bergerak di bidamg pertanian lebih jelas nya di perkebunan sawit.
setiap butir sawit itu adalah pundi - pundi rupiah yang akan di kumpulkan para petani dan perusahaan ku mengolah sawit itu menjadi minyak - minyak.
Ku angakt kan tangam ku ke atas, ke samping kiri dan kanan sekedar mengendur kan otot - otot yang tegang tadi.
kembali lagi gawai ku berbunyi ku lihat di sana nama Dewi istri ku begitulah ku beri nama Dewi istri ku di dalam daftar kontak telepon genggam ku. Dewi sendiri yang memberikan nama itu.
Ku raih gawai ku dan ku buka. lagi - lagi dia menanyakan kapan aku pulang, dia sudah pegal menunggu ku.
ku balas pesan nya dia, dan tak lupa ku bubuhi dengan gambar bahwa aku baru saja selesai bekerja. aku meminta Dewi untuk lebih sabar menunggu kehadiran ku.
Tiga jam berlalu tiba lah aku di rumah mertua ku,ku ucap kam salam dan dapat ku lihat ke dua buah hati ku berlari pada ku seraya menyebut nama ku
"papa papa papa papa" teriak nya.ku rentang kan tangan ku, ku pekuk buah cinta ku karena memang aku pun merasakan rindu yang mendalam pada mereka ber dua.
di belakang ke dua buah cinta ku. aku melihat bidadari surga ku berdiri, Dewi tersenyum simpul dia menghampiri ku, "kamu tidak kangen aku bang" tanya nya
"salim dulu" kata ku lalu ki kecup puncak kepala nya dan ku bisik kan "aku rindu kamu melebihi kamu rindu aku"
seketika dewi menangkup wajah ku dan mendarat kan kecupan hangat di bibir ku
__ADS_1
"ada anak - anak " aku berbicara agak menaikan voleme suara ku.
memang aku masih satu rumah dengan mertua ku. tapi rumah mertua ku mengisi bagian rumah belakang. rumah mertua ku ini besar sekali untuk seukuran nenek dan kakek yang mengisi rumah. tapi walau bagaimana pun aku ingin tetap mempunyai rumah jadi aku selalu bekerja keras mengambil lembur di kantor.
selesai sholat isya dan bencengkrama dengan mertua ku, aku pamit masuk ke dalam kamar karna aku memang sangat lelah. perjalanan rumbai ke kota bukan lah jarak yang dekat.
seperti biasa Dewi menina bobo kan dulu anak - anak setelah itu giliran menina bobokan aku.
pintu kamar sudah di ketuk, aku tahu itu Dewi. dia datamg dengan segelas kopi Hitam. memang sengaja Dewi ini jika sudah lama tidak bertemu dengan ku dia akan meluapkam semua rasa rindu nya malam itu dan 2 malam yang akan datang.
aku pun sebagai laki - laki tentu menyambut dengan hangat.
"Baaaang" Dewi memegangi dada ku dengan suara yang manja tapi suka.
tapi aku tetap pura - pura tertidur.
Dewi tidak gentar meraih apa yang menjadi hak nya. sekarang dia merangkak naik ke atas tubuh ku yang tertidur terlentang.
dewi mulai memutar pinggang nya di atas ke dua paha ku.
"baaang, aku merasakan nya. adk kamu bangun bang" suara dewi terdengar sensual.
aaaaaarrrrrghhh aku pun tak sanggup lagi menaham sesuatu yang sudah lama aku pending.
ku balikan badan Dewi, ku ***** bibir tipis nya
"aku makan kamu dek" bisik ku di telinga nya.
setiap minggu kami seperti pengantin baru. rintihan Dewi menguasai ruangan semakin membangun kan Gairah ku.
__ADS_1
tak bosan bosan aku menciumi Dewi, semakin aku melayang kan ciuman semakin Dewi liar beraksi.