Viral

Viral
POV (Kenzo)


__ADS_3

...When our friends talk about you...


...All it does is just tear me down...


...Cause my heart breaks a little...


...When I hear your name...


Saat teman-teman kita membicarakanmu


Semua itu hanya menyakitiku


Karena hatiku hancur


Saat kudengar namamu


...**********...


When i was your man dari Bruno Mars mengalun di mobil, "Apakah kalian bisa menggantikan sekarang juga lagu ini?" kata ku kesal pada Bima dan Arya yang duduk di kursi depan.


"Kenapa? memangnya kamu mau mengganti lagu apa?" tanya Bima sambil melirik Arya di sebelahnya.


"Tak sengaja lewat depan rumah mu, Ku melihat ada tenda biru. Di hiasi indahnya janur kuning. Eh kawinan crazy rich menggunakan tenda biru sama janur kuning gak, ya?" tanya Arya setelah melantunkan lagu yang ku dengar dari jaman TK dulu.


"Arya! kesabaran ku ada batasnya," hardik ku dengan kesal.


"Haha... Lagunya tua banget, Jaman aku belum lahir kayaknya," Elang menimpali pembicaraan kami. Dia termuda di antara kami, Tahun ini usianya 23 tahun.


Elang merupakan pemenang dalam ajang kompetisi wirausaha muda berkarya tahun ini. Ajang kompetisi yang sama, Dimana aku juga pernah menjadi pemenangnya.


Kompetisi tahunan tingkat nasional, Tahun ini akan diselenggarakan di kota ini.


"Sabar, Bro... Kami kehilangan kamu sejak ditinggal kawin. Masa tidak menghadiri acara wirausaha muda berkarya. Kota kita beruntung menjadi penyelenggara tingkat nasional untuk kompetisi ini. Ayolah, Bapak ketua... Kehidupan profesional dan pribadi harusnya dipisahkan?!" pungkas Bima mencoba menetralisasi keadaan.


Penghelatan akbar untuk acara ajang wirausaha berkarya tahun ini akan dilangsungkan minggu depan, Dari 10.200 pendaftar. Menghasilkan 25 pemenang wirausaha inovatif dari lima kategori, Elang masuk kategori wirausaha kreatif. Dia mengembangkan e-commerce yang memasarkan produk kerajinan tradisonal. Mendesain ulang kerajinan  tradisional menjadi kekinian.


Elang menjadi CEO muda bersama e-commerce 'Kiplak', 5.000an pengrajin sudah tergabung dalam e-commerce Kiplak sendiri. Awalnya dia merangkul perajin daerah kami, Lambat laun pengrajin kota lain banyak bergabung bersama Kiplak. Sedangkan dulu aku pemenang dalam kategori boga untuk kompetisi wirausaha muda berkaya.


Acara ini rencananya akan di hadiri profesional muda dan CEO Inspiratif indonesia. Beberapa diantaranya pernah masuk dalam daftar 150 CEO inspiratif muda Asia versi majalah bisnis dan finansial internasional.


"Tidak aku tak akan hadir," jawab ku sambil memalingkan wajah ke jendela.


"Kamu takut ketemu, Anggrek?" tanya Arya sambil menoleh ke belakang.

__ADS_1


Bima berdehem, Elang memilih diam. Wajah ku memanas, Nama itu berapa bulan terakhir menjadi pantang untuk disebutkan. Jika terpaksa Bima akan menggunakan kata 'Dia itu" sebagai pengganti nama Anggrek.


"Kita sudah sampai," Bima memecahkan suasana. Kami segera turun dari mobil, Sebenarnya aku enggan untuk datang tapi sudah lama tidak bertemu dengan teman-teman.


Kami mengunjungi resort baru Arya, Terletak tidak jauh dari air terjun. Tempat cocok bagi pecinta alam yang ingin menikmati hari dengan menikmati keindahan air terjun.


Kami telah tiba di restoran resort, Arya mengenalkan manager resort-nya. "Cantik ya? Namanya Venus, Cocok banget dengan orangnya. Dia belum married lho, Ken," kata Arya ketika Venus berlalu dari kami.


"Ken, Kamu hanya perlu membuka sedikit mata. Wanita dari tua sampai muda pada ngantri  untuk menjadi istri mu," tandas Arya sambil menggelengkan kepala.


Dia sebenarnya masih merasa sikap ku  berlebihan menanggapi ditinggal kawin mantan. Komentar Arya keluar ketika untuk sekian kalinya aku mengutarakan untuk mundur jabatan sebagai ketua himpunan.


"Aku berharap kamu mencalonkan diri sebagai walikota, Untuk periode berikutnya atau wakil walikota," komentar Bima membuat kening ku berkerut. Aku berharap dia tidak mencetuskan ide ini depan papa. Politik sampai sekarang belum menyentuh minat ku.


Tiba-tiba Arya tertawa tertahan. "Kamu bisa masuk tajuk berita dengan judul 'walikota jomblo pertama indonesia',"


"Haha...," tawa membahana Elang menggema di restoran resort.


Bima menggaruk tengkuknya sambil memalingkan wajah ke arah Arya dan Elang, Aku tahu dia memberi kode pada Arya supaya diam. Elang pura-pura sibuk dengan handphonenya. Tindakan spontan tadi membuat Elang tampak tak enak hati.  Aku memalingkan wajah jengkel dengan ulah Arya, Dia membuat panas kepala dan hati.


Mereka tidak tahu, Aku nyaris melamar Anggrek kalau bukan kondisi papa mungkin acara lamaran sudah berlangsung. Selanjutnya hanya selisih tiga bulan dari itu, Aku hendak merajut kembali hubungan yang putus. Mama benar aku terlalu keras memaksa Anggrek untuk mengurangi aktivitasnya. Sayang belum sempat mengutarakan hal itu, Anggrek justru mengatakan dia akan menikah.


Mata bening yang selalu bersemangat itu mengatakan dengan nada tanpa beban. Seakan itu bukan masalah, Dia tidak tahu sudah menghancurkan apa yang ada di hati. Untuk mengalihkan perubahan emosi dan ekspresi, Aku berpura- pura menikmati pembicaraan dengan Tasya saat itu.


Tidak mungkin, Aku terlibat langsung dalam acara pernikahan gadis yang masih ku cintai. Kalau bukan karena janji yang pernah ku ucapkan untuk membantunya, Tentu saja akan ku tolak saat itu permintaan Anggrek.


Aku lalai tak memperhitungkan secara serius keberadaan Bian, Siapa menyangka dia adalah seorang profesional muda.


Terlalu abai pada keberadaanya membuat ku tak mawas, Walau sempat memperingatkan Danar yang merupakan kakak Bian, tapi tak ku lanjutkan secara serius.


Salah satu penyesalan ku ketika memutuskan Anggrek di Jakarta, Mengabaikan saat dia memohon untuk memperbaiki kekurangannya. Ego ku terlalu tinggi. Saat itulah aku yakin Bian mengambil kesempatan.


"Kamu hanya takut bersaing dengan istri mu, Takut jika istrimu menjadi lebih tinggi. Seorang wanita yang baik akan pandai menempatkan diri. Jika itu terjadi dalam keluargamu, Mama yakin Anggrek salah satu wanita yang bisa menempatkan diri," kata mama ketika aku mengutarakan batal melamar Anggrek.


Dorongan dari Mama lah yang membuat aku berniat kembali bersama Anggrek.


Apa daya  ternyata sudah terlambat, Anggrek berpaling. Sakit hatiku, Semudah itu dia melupakan hubungan kami. Membuat yakin pada prasangka, Memang Anggrek belum sepenuhnya melupakan sosok Bian.


Sepertinya lelaki inilah yang mendampingi Anggrek ketika dia patah hati dengan Adiwarna, Karena Bian adalah kekasih Anggrek setelah Adiwarna.


Apapun yang mau di katakan sudah terlambat, Tak ada gunanya menyesali keadaan. Sukar ku percaya Anggrek berniat mengenalkan ku pada Tasya agar bisa melupakan dia.


Aku belum siap, Semua masih membutuhkan waktu. Gadis itu memang menarik dan banyak hal yang bisa dibicarakan bersama dia, tapi menyenangkan dalam komunikasi bukan bearti bisa menjadi kekasih.

__ADS_1


Ada ruang di hati yang bekerja tanpa pernah kita ketahui kemana arahnya. Itulah yang terjadi, Walau banyak wanita yang mendekati ku. Belum ada yang menyentuh hati, Aku bukan pemilih seperti kabar yang sampai ditelinga. Butuh *chemistry *untuk menjalin hubungan.


"Ken, Kamu mau minum apa? yaa... melamun dia!" sentak Bima pada bahu ku.


"Kesambet nanti, Bang. Mau malam nih bentar lagi," timpal Elang. Aku tersadar kembali, sedang berkumpul bersama mereka. Aku harus melatih konsentrasi, Bisa kacau kalau begini.


"Aku tidak melamun. Cuma lelah saja," elak ku sambil membuka kacamata. Memijit kening dan pangkal hidung.


"Permisi, Maaf mengganggu. Pak Arya, Buket bunga anggrek diletakkan dimana ya?" tanya Venus sambil menunjuk buket bunga anggrek yang dibawakan oleh seorang pegawai toko.


"Arrgghh....!" aku beranjak meninggalkan mereka ber-empat. Menuju kamar yang telah di siapkan Arya di resort miliknya.


Terdengar teriakan Arya, "Woiiiii... ini kembang! cuma kembang bukan orangnya. Nama kembangnya Anggrek, Lhaaaa dia kabur lagi,"


Terdengar kembali lantunan Bruno Mars.


When our friends talk about you, all it does is just tear me down


'Cause my heart breaks a little when I hear your name


It all just sounds like ooh, ooh, ooh, hoo


Mm, too young, too dumb to realize


That I should have bought you flowers


And held your hand


Should have gave you all my hours


When I had the chance


Take you to every party 'cause all you wanted to do was dance


Now my baby's dancing


But she's dancing with another man


My pride, my ego, my needs, and my selfish ways


Caused a good strong woman like you to walk out my life


Now I never, never get to clean up the mess I made, oh

__ADS_1


And that haunts me every time I close my eyes


__ADS_2