Viral

Viral
80. Memulai Komitmen bersama Kenzo


__ADS_3

Ketenangan mengalir indah


sepanjang hari


sepanjang waktu


membuat perasaan nyaman


tanpa riak


******


Malam ini aku sedang bersama Kenzo di restoran pantai kota. Aku menyempatkan diri pergi ke pusat perbelanjaan untuk membelikan hadiah untuk Kenzo. Pilihan ku jatuh pada sebuah dompet kulit dengan monokrom klasik khasnya.


Dia berulang tahun ke-26 dan mengundang berapa teman dekatnya. Kami hanya berenam, Ulang tahun yang dihadiri juga Bima pemilik restoran Rosemary, Bima datang bersama istrinya. Seorang wanita berwajah ayu.


"Kamu tidak memperkenalkan kepada saya, Ken. Siapa wanita di samping mu?" Dina istri Ken menatap ku dengan senyuman ramahnya.


"Namanya Anggrek, Perkenalkan mbak Dina. Istri bang Bima," Kenzo memperkenalkan ku kepada Dina.


"Hanya itu tanpa embel-embel di belakang?" pancingan Dina disambut tawa Bima dan teman Kenzo lainnya. Membuat wajah Kenzo memerah begitupula aku yang menjadi salah tingkah.


Mereka lebih dewasa dari kami. Menjadikan aku dan Kenzo sasaran empuk untuk malam ini. Kenzo tampaknya nyaman berteman dengan usia terpaut di atasnya.


"Maafkan mereka yang iseng ya, Anggrek. Selain teman ku. Mereka juga partner bisnis, Malam ini ada yang mau kami bicarakan, Sehubungan dengan restoran baru ku. Dikarenakan mereka juga mengajak pasangan maka aku mengajak mu juga,"


"Pembicaraan serius tapi kenapa berbarengan dengan ulangtahun mu?"


"Susah mencari waktu untuk bertemu, Terkadang momen seperti ini lah membuat kami memaksa meluangkan waktu bertemu,"


Kenzo lalu meninggalkan aku bersama Dina dan pasangan temannya. Kami perempuan duduk bersama membicarakan banyak hal.


Dari skincare, gosip artis sampai berakhir dengan bisnis pasangan. Mereka tak hentinya menggoda ku dengan Kenzo. Berkali ku bilang kalau hubungan kami sebatas teman.


"Ken tak mungkin memperkenalkan 'hanya' seorang teman kepada kami," Aura istri teman Kenzo sama sekali tidak mempercayai penjelasan ku.


"Mungkin saat ini teman, Kedepannya kita tidak pernah tahu," mbak Dina tertawa kecil sambil mencolek pinggang ku.


Aku hanya tertawa pasrah karena mengelak pun mereka tak mempercayai apa yang ku sampaikan. Percuma saja menjelaskan.


Bersama meraka yang berusia di atas 30an ternyata memiliki pembicaraan yang lebih luas. Terlebih menyangkut urusan keluarga dan 'dapur'.


Tak terasa pembicaraan Kenzo dan kedua temannya selesai. Kami memutuskan pulang dengan pesan dari mbak Dina untuk bertemu kembali.


"Nanti kita bertemu kembali ya, Selamat ulang tahun sekali lagi Ken. Terimakasih makan malamnya,"


"Semoga karena bertemu kalian begitu susahnya,"


"Tidak akan susah kalau pertemuan itu untuk menghadapi kawinan kamu nanti, Eh bukan kawinan tapi pernikahan. Kalau kawinan kita datang bisa gak jadi hahaaa," Aura tertawa dengan celetuk iseng yang justru berhasil memancing tawa lainnya.


Aku dan Kenzo hanya bisa terdiam lalu cengar-cengir. Kami berpisah dengan teman Kenzo diparkiran.


"Nggrek maaf ya mereka iseng semua, Harap maklum kadang candaannya sedikit beda,"


"Aku suka, Mereka ramah semua,"


"Iya makasih ya sudah mau menemani dan juga untuk kadonya,"


"Iya sama-sama,"

__ADS_1


Aku tiba di rumah dengan tubuh remuk redam. Selain karena banyaknya pekerjaan akhir-akhir ini. Ditambah pertanda dari Bian yang tak pernah berhenti, Seakan dia takut aku melupakannya.


Padahal memang itu yang akan aku lakukan. Apalagi yang diharapkan dengan seseorang yang telah bertunangan.


Setidaknya tanpa Bian, Kehidupan ku menjadi tenang kembali. Usaha ku berjalan lancar bahkan aku bisa berteman baik dengan Kenzo.


Banyak hal menyenangkan yang ku peroleh dari pertemanan dengan Kenzo. Dari penghargaan, berkenalan dengan relasi yang berkecimpung di dunia yang sama. Ditambah poin utamanya aku bisa memberi pelajaran kepada Cahya.


Semua ini tidak akan terjadi jika aku bersama Bian. Mengorbankan perasaan untuk meraih yang lebih. Apakah kalian berpikir itu jahat? bagi ku tidak. Masa depan tidak akan ku letakkan pada orang yang salah.


Seseorang yang pernah terhempas dua kali. Tidak akan melemah kembali apalagi menangisi kisah cinta yang kandas. Aku bukan perempuan seperti itu, Tidak aku tak mau lagi.


Aku meraih bantal pisang kesayangan lalu kembali terlelap. Memberikan tubuh istirahat cukup setelah seharian bekerja.


*******


Hari-hari ku diwarnai kesibukan. Memperluas dapur Miepa dan frozen food. Menyewa ruko sebelah gerai frozen food, Mengatur kemitraan dan menambah pegawai untuk akunting. Sebagian besar banyak terbantu oleh Cleo.


Aku beruntung berkenalan dengan orang seperti Kenzo dan Cleo.


Ditambah membuat video konten untuk sosial media, Memproduksi pakaian dengan brand aku dan Natasha.


Saat ini juga aku duduk bersama mama Kenzo menghadiri pembukaan restoran baru Kenzo. Tidak jauh dari pantai tempat dimana aku terakhir bertemu Bian.


Mama Kenzo rupanya dokter spesialis kulit di klinik kecantikan langganan ku. Dia mengetahui perkembangan wajah dari kusam saat putus dengan Adi. Sampai glowing ketika penghasilan ku mulai bertambah.


"Anggrek sudah lama tidak ke klinik,"


"Iya, Dok akhir-akhir ini pekerjaan sedang banyak jadi belum sempat ke klinik,"


"Jangan panggil dokter panggil tante saja," mama Kenzo merangkul pundak ku.


Ada perasaan menenangkan dari rangkulan mama Kenzo. Sebuah perasaan diterima.


Kehidupan kembali tenang, Aku dan Kenzo memang belum memiliki komitmen apapun. Dia mengenalkan aku dengan keluarga, temannya dan mereka menerima dengan tangan terbuka.


Dewo lah yang masih menantikan abang kesayangannya, Bian. Kenzo yang menyukai pertemanan dengan usia terpaut diatasnya, Memang tidak bisa bergaul dengan Dewo.


Apa yang diberikan oleh Kenzo adalah sebuah rasa ketenangan. Sebuah rasa yang yang tak pernah hadir dalam kehidupan bersama Bian. Kata-kata pedas dari si kembar dan papanya, penolakan mereka akan kehadiran ku.


Aku mulai perlahan melupakan bayangan sosok Bian. Meneguhkan diri bahwa masa lalu tidak akan menjadi masa depan. Pemberian Bian pun mulai jarang diterima. Hanya aneh sekali Bian belum menikah sampai detik ini.


********


Layar handphone menyala menampilkan notifikasi video call dari Kenzo. Secepat kilat aku mengambil face mist untuk menyegarkan wajah, memulas lipstik lalu merapikan rambut dengan jari.


"Halo, Anggrek sedang sibuk?"


"Biasa saja, Ken. Ada apa?"


"Makan siang dimana?"


"Belum tahu, Ken"


"Di kafe Black and White yuk kalau mau setengah jam nanti aku jemput,"


"Boleh, Ken. Aku tunggu ya."


"Iya Anggrek, Bye see you,"

__ADS_1


"Bye, Ken."


Kenzo menepati janji menjemput ku, Dia mengenakan kemeja bergaris warna biru muda, celana jeans serta kets. Tampak lebih santai dari biasa.


Bersama Kenzo berat badan ku sedikit naik. Dia menyukai wisata kuliner dari berbagai warung makan, Cafe, Restoran sampai food street. Semua tempat sering kami kunjungi.


Beberapa karyawan black and white memperhatikan kami dengan intens ketika datang. Dulu saat bersama Adiwarna ada perasan tidak percaya diri ketika ada yang memperhatikan aku dan Dia.


Berbeda saat ini, Sekarang walau aku tidak secantik Natasha atau Cahya. Sebagai pemilik butik sudah terbiasa memilah pakaian yang akan dijual, Menempah kemampuan ku memadupadankan pakaian.


Aku juga bisa dikategorikan wiraswasta muda dengan usaha yang mulai berkembang. Sebagai selebgram, Akun sosial media ku saat ini sudah centang biru.


Hal ini bukan bermaksud menyombongkan diri tapi lebih bentuk menghargai diri sebagai individu. Sebagai seorang yang pernah merasa perlakuan tidak adil atas penampilan fisik. Ditambah hubungan percintaan yang kandas.


Ada masa dimana harga dan kepercayaan diri terkikis. Aku hanya memaksakan diri melangkah untuk meningkatkan kualitas diri. Sekarang aku percaya saat bersama Kenzo termasuk fase terbaik dalam hidup ku.


"Ken dulu di coffe shop black and white aku mempunyai barista favorit tapi entah kemana dia sekarang,"


"Pindah kerja sepertinya, ya. Aku tidak mengenal pemilik cafe black and white ini. Jadi tidak bisa bertanya kalau ada yang kehilangan barista favoritnya,"


"Haha... Kamu bisa aja,"


"Nggrek, Ada yang ingin ku bicarakan" suara Kenzo terdengar berat. Aku menyiapkan diri untuk pembahasan lanjutan.


"Aku menyukai menghabiskan waktu bersama mu, Kamu bisa menjadi seseorang yang bisa diajak bertukar pikiran,"


Apakah kalimat ini sebagai ajakan untuk meningkatkan hubungan? aku bergumam dalam hati.


"Iya, Ken. Aku juga menyukai banyak hal saat bersama mu. Banyak hal positif yang ku dapatkan saat ini bersama mu,"


Aku tidak berbohong hal ini, Dari Kenzo banyak yang ku pelajari dan dapatkan. Termasuk atas inisiatif Kenzo lah penghargaan pemuda inspiratif tahun ini ku dapatkan.


"Anggrek, Maukah kamu memberi kesempatan kepada ku untuk kita saling mengenal sebelum kita menetapkan komitmen?"


Jujur saja bahasa yang digunakan Kenzo kedengaran ambigu dan formal di telinga ku.


"Maksudnya?"


"Kita sudah dewasa, Nggrek. Aku mau kita saling mengenal diri masing-masing. Tentang prinsip hidup kita, Keluarga juga apa yang mau kita lakukan saat bersama kedepannya nanti,"


"Hmm...,"


"Kedengaran bertele-tele ya, Nggrek. Hanya saja dalam lingkup pergaulan ku. Saat menikah dengan wanita yang memiliki karier cemerlang ada beberapa poin yang berbeda. Jika suatu saat kita menikah nanti, Kesibukan mu bertambah. Apakah akan fokus pada keluarga atau usaha mu, apakah akan menunda mempunyai anak. Harus dibicarakan dari awal,"


"Iya kamu benar" aku menyadari juga kesibukan saat ini terkadang menyita waktu dari pagi sampai malam.


"Iya, Aku tak mau nanti akan ada kendala. Bagaimana jika ada waktu kita bisa menghabiskan dengan memasak bersama, Nggrek. Tenang saja kita akan mencari resep yang tidak dijual di Miepa. Aku tidak mau nanti kamu mengira aku mencuri resep mu,"


"Haha bahkan aku tidak berpikir demikian,"


"Siapa tahu,"


Ada tawa ketika Kenzo mengatakan itu. Dia memperkerjakan chef di restorannya. Jelas tidak perlu mengambil resep dari ku.


Selanjutnya kami berbincang banyak hal. Memang bersama Kenzo adalah sebuah ketenangan tanpa riak. Semua berjalan tenang mengalir dengan lancar.


******


Tenang. tenang

__ADS_1


otor juga akan tenang ketika diberikan like, vote dan komentar 🥰❤❤


__ADS_2