Viral

Viral
85. Singkirkan itu dari ku


__ADS_3

...Hidup selalu menawarkan pilihan...


...pilihan yang menentukan...


...jalan kehidupan...


Sebuah bisikan yang kembali menggema dalam relung hati Anggrek.


*****


Andai kalian tahu apa yang ku rasakan saat ini, Semua perasaan bercampur satu. Aku bahkan tak bisa menerjemahkan lagi apa yang ku rasakan.


Aku meletakkan cangkir kopi di gelas. Mulai mengerahkan konsentrasi membaca surat perjanjian sewa dibawah tatapan Bian. Dia bertopang dagu sambil tersenyum. Tangan satu lagi mengetuk pelan pinggiran meja.


"Perjanjian sewanya mau dibawah tangan atau perjanjian notariil?"


"Dibawah tangan saja, Kak Bian!" aku tetap menunduk membaca setiap baris kalimat. Tak berani memandangnya.


"Kamu percaya kalau perjanjiannya dibawah tangan?"


"Iya, Kak Bian,"


"Iya apa?"


"Iya aku percaya sama kak Bian,"


"Apa.. Kamu bilang apa? aku tak mendengarnya,"


"Iya aku percaya sama kak Bian," aku menelan ludah, Dia sengaja melakukannya. Setelah aku berkata lantang bahwa dia tak menepati janjinya. Kemudian aku harus menelan kembali semua kata terucap. Ketika kebenaran menghantam keras pendirianku.


"Apa lagi yang kamu percaya dari ku?" aku mengerutkan kening dan mengalihkan pandangan dari surat perjanjian ke wajah Bian.


"Kamu ingin aku mempercayai apa lagi, Kak Bian?" aku berkata lemah sambil menandatangani surat perjanjian sewa properti Bian. Sejujurnya aku malu menuduhnya tidak melakukan apapun dengan percaya diri.


"Kamu menggemaskan saat seperti ini, Rasanya aku ingin menerkam mu tapi tunggu ketika waktunya tiba dan kamu telah sah menjadi milikku. Apa yang menarik dari Kenzo dibandingkan aku?"


Oke aku kehabisan napas dan keringat dingin membasahi telapak tangan ku. Bian mulai mengeluarkan sisi lainnya yang belum pernah ku lihat.


......-----......


"Pasti ada keistimewaan dari setiap orang, Kak Bian. Tidak bisa membandingkan satu dengan lainnya,"


"Dia istimewa menurut mu? pertemukan aku dengannya, Biar aku menilai sendiri."

__ADS_1


Aku menarik napas dan menghela pelan. Mengisi rongga dada agar pikiran ku kembali jernih. Bian mulai bermain kata. Setiap yang ku ucapkan akan menjadi boomerang. Aku harus kuat kalau tidak dia akan terus seperti ini.


"Bagaimana dengan Tasya, Mengapa sekian lama setelah lamaran dan bertunangan kalian belum menikah?"


"Aku tidak menginginkannya sebagai istri. Aku menyayangi Tasya sebagai teman dan adik bagi ku. Aku tidak mau memberi dia harapan semu, Pertunangan kami telah batal,"


"Semudah itu?" aku nyaris tidak mempercayainya, Setelah drama perjodohan yang membuat Bian melepaskan sebagian haknya sebagai keluarga Prasetya. Diikuti hubungan kami yang kandas hanya berakhir begitu saja.


"Semudah itu? menurut mu mudah? apakah aku mengatakan pembatalan pertunangan dan lamaran itu sesuatu yang mudah?"


"Tidak, Kak Bian" aku merutuk diri karena kembali melakukan kesalahan lagi.


"Aku tahu ada yang salah ketika bertemu Tasya. Dia mengalami depresi karena patah hati. Sebuah 'sakit' yang tidak kentara, Semua menganggap akan pulih dengan pernikahan aku dan Tasya."


Bian menyeruput kopinya "Tapi aku tahu itu bukan memecahkan masalah, Aku lah yang mendorong Tasya menemui psikiater untuk memeriksa kesehatan mentalnya. Selama di Jakarta aku menemani dia menjalankan terapi untuk memulihkan kondisi psikisnya,"


"Oh,"


"Aku menempatkan diri menjadi 'anak baik yang patuh' semua hak ku dikembalikan papa. Aku kembali membangun usaha sendiri, Bekerja bersama Arga Danumarya termasuk menyingkirkan seorang penganggu, Sambil menjagamu dengan menempatkan Cleo. Dia bertugas membantu mengembangkan usaha dan menjaga mu sesuai permintaan ku,"


"Aku menyiapkan kamu untuk masuk dalam keluarga Prasetya. Maafkan aku tidak bermaksud tidak baik mengatakan ini tapi pahami kelemahan keluarga ku adalah melihat seseorang dari apa yang mereka punya. Itu adalah masalah dan aku mencari solusinya,"


"Kamu mengatakan seorang penganggu tadi, Siapa?"


"Cleo mengatakan Dion selalu datang menemui mu. Aku tidak menyukai kabar itu, Terlebih Cleo mengirimkan seseorang untuk mengikuti kalian saat berjalan bersama. Rasanya aku ingin membanting handphone melihat foto betapa romantisnya kalian minum kelapa berdua."


"Arga sedang dalam proses pembuatan film dimana aku adalah produser eksekutif yang turut membiayai film Arga. Cleo sudah mencari tahu profil Dion, Dia tertarik dalam bidang entertainment. Secara sangat kebetulan Arga rupanya pernah terlibat dalam iklan deodoran bersama Dion,"


"Hah.. Maksud mu ada andil kamu Dion lulus casting di film Arga?"


"Iya kamu benar, Selain memang bakat Dion. Arga tak sembarangan memilih pemeran dalam filmnya. Arga di film terbaru juga menjadi produser,"


"Aku menyiapkan dan memperbaiki semua hal atas kesalahan ku lari dari masalah. Tasya adalah anak kedua dari keluarganya, Dia memiliki kakak laki-laki berkebutuhan khusus seusia ku. Dikarenakan sindrom yang dideritanya dia tetap menjadi kanak-kanak di usia dewasa. Tasya adalah harapan orangtua, Tuan putri yang menjadi tumpuan orangtua dan kakaknya,"


"Semua kamu lakukan sendirian?"


"Danar membantu ku,"


"Cleo berhasil menjalankan perintah ku untuk membantu usahamu, Kamu cerdas Anggrek. Semua bantuan tak akan berguna jika ditangan orang yang salah. Kamu berhasil, Di saat bersamaan usaha ku berjalan lancar, Tasya dinyatakan pulih dari depresi dan dia akan melanjutkan mengambil gelar masternya yang tertunda. Persiapan meneruskan kerajaan bisnis keluarganya,"


Bian menatap ku lekat "Tasya tidak tertarik untuk menikah saat ini, Dia mulai memahami tanggung jawab besar. Aku pun sudah mempunyai usaha mandiri sekarang. Keluarga kami mulai melonggarkan pilihan yang akan kami ambil,"


Bian berdiri lalu dia menarik stool sofa dan meletakkan di samping kursi ku.

__ADS_1


"Aku menyiapkan kamu agar memasuki keluarga Prasetya. Aku tidak bisa memilih terlahir dari keluarga mana. Hal yang tidak ku sukai adalah keluarga ku menilai seseorang dari apa mereka punya. Aku tahu tidak ada pilihan selain menyiapkan kamu agar bisa masuk dalam keluarga kami,"


"Penerimaan bersyarat!" aku mendengus kesal teringat penerimaan terbuka dan tanpa syarat dari keluarga Kenzo.


"Aku menyukaimu dari seorang Anggrek yang sedang patah hati, Memiliki booth mungil bernama pentol unyu, Dia seorang rapuh saat itu bahkan harus menderita sakit karena ingin tampil sempurna, Kenzo mengenal mu saat usaha mu sudah jauh dan berkembang, Kamu sudah menjadi pengusaha muda. Dia tidak menemanimu dari nol, Anggrek Maharani,"


"Apakah kamu mengungkit kebaikan yang ditanamkan oleh mu, Kak Bian?"


"Kamu mengatakan penerimaan bersyarat. Aku mengingatkan itu dari keluarga ku tapi secara pribadi aku mencintaimu apa yang ada di dalam dirimu. Tidak ada syarat dalam cinta ku"


Aku menelan saliva tak tahu apa yang harus ku katakan. Bian menuntaskan permasalahan dari akar tanpa ada bentrokan. Dia mengenal medan permasalahan lalu mencari cara menyelesaikannya.


"Kenapa dari dulu tidak kamu lakukan justru melarikan diri ke sini?"


"Sempat terbersit pikiran itu tapi jika aku tidak pernah melarikan diri ke sini. Kita tidak akan pernah bertemu. Inilah garis kehidupan yang harus aku tempuh, Garis yang membawa ku bertemu wanita yang ku cintai dan justru membawa aku menyelesaikan masalah dalam keluarga,"


"Iya garis kehidupan," aku mengangguk menyetujui.


"Aku sudah pernah membicarakan kamu ke kakek Danny dan Tasya. Mereka tertarik bertemu, Aku ingin memberikan kejutan dalam waktu dekat ini kepada mu, Anggrek tapi justru kejutan dari mu yang ku terima,"


Bian menarik tangan ku sebelum aku tersadar. Dia meletakkan telapak tangan ku di atas telapak tangannya. Menggenggam erat tangan ku dan memutar kursi sehingga kami saling berhadapan.


"Aku marah besar karena Kenzo luput dari pengawasan Cleo. Dia tidak menyangka awal Kenzo mengajak Miepa dalam bazar, Kemudian berinisiatif mengajukan mu sebagai tokoh inspiratif merupakan awal hubungan dekat kalian. Cleo berpikir hanya hubungan profesional,"


"Kenapa ketika semua selesai kamu tidak langsung kesini, Kak Bian? sehingga tidak perlu hal ini terjadi,"


"Anggrek, Aku baru saja menyelesaikan masalah ini. Untuk memberitahu kalau aku masih ada untukmu. Ku kirimkan semua 'pertanda'. Hal itu supaya kamu tahu hati ku masih untuk mu, Bukan kah aku pernah meminta kamu menjaga hatimu?"


Tubuh ku terasa lemas banyak hal yang dia lakukan untuk ku. Mengapa baru ku ketahui saat ini.


"Kau pucat, Sayang,"


"Ya, Maafkan aku kak Bian. Aku telah salah menilai mu,"


"Kamu bisa menebus kesalahan mu dengan melakukan satu hal untuk ku. Satu saja, Mau kah kamu melakukannya untuk ku. Satu hal saja?"


"Ya, Kak Bian. Setelah banyak hal yang kamu lakukan. Katakan satu hal apa yang harus aku lakukan,"


Bian mengenggam tangan ku lalu dia meraih jari manis yang melingkar cincin dari Kenzo.


"Singkirkan ini dari jari tangan mu dan kembali kepada ku, Anggrek Maharani."


*******

__ADS_1


Happy Reading ya ❤❤


Share juga kalo kalian sempat 😂😂


__ADS_2