Viral

Viral
104. Jakarta masih hari ke-2


__ADS_3

...Perjalanan hidup ku membawa kembali...


...pada laut yang bergejolak...


********


Aku menyiapkan diri semaksimal mungkin. Tadi siang kembali ke salon lagi dan malam ini, Menghabiskan lebih lama untuk make-up, Aku menggunakan dress selutut dan kets. Lebih santai saja.


Dion tidak memberi peluang untuk bersedih, Dia menjemput ku sebelum jam tujuh malam di parkiran. Akun gosip masih memberitakan dengan asumsi dari para netizen.


Satu foto dengan banyak imaginasi liar berkembang.Ternyata orang bisa menjudge dengan mudahnya.


"Sebenarnya kalau di tempat kita palingan 10 menit sudah sampai, Nggrek tapi sekarang sudah satu jam baru tiba," gerutu Dion.


"Iya, eheemm.. uhuk," serak suara ku karena menangis lama tadi siang.


"Kamu patah hati ke tiga kalinya dan viral kembali, Nggrek. Untung wajah mu gak kelihatan, Semua komen sedang pada ngarang siapa cewek di bahu ku," kata Dion sambil nyengir.


"Arga gak marah lagi ya?" tanya ku karena wajah Dion sudah tidak sepanik tadi siang.


"Tidak, Katanya sudah terlanjur dan itu bukan kesengajaan. Nanti juga mereda, Aku sudah klarifikasi di story. Mana pada komen skuter lagi, Selebritis kurang terkenal,"


"Haha, Sabar nanti juga bakal ngetop pas film-nya booming," kataku sambil membuka pintu mobil. Entah mobil siapa yang digunakan Dion. Aku tidak mau memikirkan lagi karena pertemuan dengan idola bertahun lamanya akan terjadi.


Kami berjalan bersama Dion, Beberapa pasang mata melirik ke arah aku dan dia. Dion memang tampan, Dia bahkan lebih menarik dari Bian dan Kenzo. Aura bintang secara alami ada dalam diri Dion.


"Mejanya paling sudut, Nggrek. Itu yang sedang menunduk sambil maen handphone dan menggunakan topi, Arga,"


Kaki ku terasa lemas, Setelah bertahun lamanya aku mengaku pacar online-nya. Keajaiban di jaman modern terjadi, Bertemu dengan Arga Danurmaya.


"Arga, Fans mu datang," ucapan Dion mengalihkan atensi Arga dari handphone.


Dia mengangkat kepalanya, Sepasang mata coklat hazelnut menatap ku. Senyuman ramah terukir di wajah tampannya. Arga jauh lebih tampan dari foto, Aku terpesona. Dion harus mendorong ku untuk duduk.


Meja yang dipilih Arga di sudut coffe shop menempel dinding. Posisi ku di sebelah dinding, Berhadapan dengan Arga. Dion berada di sebelah Arga.


"Kejadian siang tadi hanya sebuah insiden kecil ya Anggrek?" tanya Arga, Dia menatap ku lekat. Membuat salah tingkah.


"Iya, Arga," jawab ku, Aku nyaris tidak bisa berkata banyak. Hanya mampu memandang dengan penuh pesona, Sepanjang Arga bercerita aku menimpali. Dia pandai membawa suasana kaku menjadi cair.


Aku bahkan tidak menyentuh makanan dan minuman saking bahagianya. Mata ku menatap lekat ciptaan tuhan yang indah di depan mata. Dion berkali-kali berdehem meminta perhatian.


Pandangan ku terganggu ketika ada telapak tangan turun naik di depan wajah, Refleks aku menoleh dengan ekspresi tak percaya Bian duduk di sebelah ku.

__ADS_1


"Produser eksekutif kita sudah datang. Kamu mau aku perkenalkan, Nggrek?" tanya Arga dengan senyum simpul.


Aku menatap Dion meminta jawaban tapi dia malah pura-pura sibuk dengan jus-nya. Kenapa ada Bian disini?


"Eh gue cabut dulu ya, Kalian lanjutkan!" kata Arga sambil menepuk bahu Dion.


"Anggrek, Kami pamitan ya," Dion menatap ku serba salah. Dia berada di posisi maju kena, mundur pun sama.


"Sobat ku baik banget kok, Nggrek. Kamu aman bersama dia, Kami pergi dulu ya" Arga menepuk bahu Bian. Aku hanya terbengong melihat mereka berdua menjauh.


...___----____---____...


"Kak, Kamu kok disini?" protes ku karena pertemuan ini diluar perkiraan ku.


"Kamu tidak suka aku disini? siang tadi aku mendapat kabar tentang hubungan mu. Jadi aku langsung memesan tiket. Ini dari bandara lho, Aku hanya membawa pakaian di tubuh saja. Kamu tega menanyakan kenapa aku disini,"


"Bukan itu tapi kenapa bisa disini?"


"Sudah dijelaskan tadi, Anggrek. Tadi siang Cleo menunjukkan berita di akun gosip, Aku bisa tahu itu kamu, Nggrek. Saat itu juga aku menelpon Arga meminta penjelasan. Dia lalu mencari tahu dengan kamu dan Dion,"


Aku memalingkan wajah, Kenapa bisa terbentuk rajutan saling terkait seperti ini.


"Ketika Dion mengatakan temannya yang merupakan fans berat Arga mau ikut syuting bernama Anggrek. Dia sengaja mau menggoda ku, Arga tahu aku sampai rela pergi ke kota kalian demi kamu, Nggrek. Eh justru kamu mau bertemu dia di Jakarta, Rencananya ketika kalian selesai bertemu Arga baru mengabarkan tapi insiden siang tadi membelok rencana," jelas Bian.


"Kamu baik-baik saja, Nggrek? makan dulu yuk, Dari tadi kamu memandang Arga. Sampai tidak sadar aku datang. Setampan apa sih Arga? apakah aku tidak setampan dia?" cecar Bian.


"Iya aku makan dulu ya, Kak" jawab ku menghindar rasa malu karena ketahuan menatap Arga tanpa henti. Bian memperhatikan aku makan membuat jengah.


"Kamu enggak makan, Kak?"


"Tidak, Aku tadi sempat makan di bandara,"


"Iya, Kak,"


Selesai makan, Aku bersiap pulang dan memesan taksi online.


"Aku bisa mengantar mu, Nggrek!"


"Gak usah kak, Aku naik taksi online saja,"


"Jangan sudah malam. Dari siang tadi aku sudah meminta Arga membawa mobil ku. Dia pulang dengan Dion,"


Bian menarik tangan ku, Aku mencoba menepisnya tapi dia semakin erat mengenggam. Kami menuju parkiran, Menuju ke mobil sport dengan warna terang. Dan itu ternyata mobil Bian, Untuk pertama kali aku naik mobil mewah.

__ADS_1


Aku tidak banyak bicara begitu pula Bian. Mobil melaju dalam padatnya jalanan ibukota.


"Kak, Kamu tahu aku menginap di hotel mana? tidak selama ini lho perjalanannya," aku baru sadar kami salah jalan. Jakarta bukan kota ku, Aku buta dengan jalan di sini.


"Aku tak tahu, Kan kamu gak kasih tahu,"


"Haaahh!! Balik kak kayaknya bukan ini,"


"Yaaa sudah terlanjur, Nggrek. Ini sudah mau sampai,"


"Sampai mana?"


"Rumah keluarga ku, Kamu nginep sana ya. Besok kita berkenalan dengan keluarga ku," jawab Bian yang membuat jantung ku mau copot.


"Tidak kak, Balik kak. Antar aku pulang! teriak ku panik dan menarik lengannya. Dia sengaja melakukannya. Kami memasuki perumahan mewah yang berjajar rapi.


Aku teringat salah satu channel youtuber yang suka mengulas rumah mewah para pesohor negeri ini. Sekarang aku akan berada di salah satu rumah mewah yang kami lewati.


Bian mengambil tangan ku dari lengannya. Mengenggamnya erat, Dia tahu aku panik karena telapak tangan ku dingin. Kami sudah memasuki gerbang salah satu rumah.


"Kak, Besok saja ketemu. Jangan nginep di rumah kalian. Aku tidak membawa pakaian ganti, Ya.. bukan malam ini," rayu ku pada Bian.


"Tidak, Besok aku tahu kamu akan pulang, Kamu bakalan membohongi ku," tegas Bian.


Dia bisa membaca pikiran ku, Keengganan untuk bertemu dengan keluarganya.


"Kak, Aku kan perempuan sepertinya kurang pantas menginap di rumah pria lain walaupun itu rumah keluarganya,"


"Kamu menginap di rumah Tasya malam ini, Orangtuanya sedang di luar negeri,"


"Apa!"


Bukan kah aku selalu mengatakan berada bersama Bian selalu penuh gejolak. Baru berapa jam saja jantung ku sudah berdetak cepat. Mobil rupanya sudah terhenti.


"Itu Tasya, Aku sudah mengatakan kepadanya. Kamu nanti pinjem pakaian Tasya ya,"


Aku keluar dari mobil dengan deretan mobil mewah. Di ujung deretan tampak seorang gadis tinggi, berambut coklat panjang, putih seperti pualam. Dengan rok selutut dan kaos oblong, Kecantikan masih memancar. Dia tersenyum ramah seperti seorang putri Disney.


"Kamu kebangetan, Kak. Aku belum siap,"


"Kapan kamu siap? kamu selalu tidak siap dengan ku padahal kamu masih mencintai ku. Jadi aku selalu yang akan menyiapkan kamu, Anggrek,"


*************

__ADS_1


Pagi minggu, Aisssh deketan up ya. 😁😁


__ADS_2