Viral

Viral
73. Semua hanya masalah waktu


__ADS_3

Cepat atau lambat


aku pasti akan menemukannya


hanya masalah waktu


kapan waktu pertemuan


itu akan datang


Caption Anggrek memang tidak membahas secara rinci apa yang dimaksud tapi sebenarnya dia merujuk pada siapa jodohnya.


********


Mobil ku mengarah ke rumah Natasha dan Gege, Setelah memarkirkan mobil. Aku memasuki rumah dengan Natasha yang baru selesai mandi dan mengendong putranya.


Aku melihat perjalanan hubungan Natasha dan Gege, Dari awal mereka pacaran, foto prewedding, menikah, hamil dan mempunyai putra.


Sedangkan aku disini masih dengan kisah cinta yang memutar seperti gasing. Entah kapan berhenti di titik seperti sahabat ku.


"Halo, Tante Anggrek." Natasha memainkan tangan putranya yang sedang terkantuk-kantuk.


"Halo juga ganteng, Tidurin dulu, Nat. Aku bisa menunggu."


Natasha menimang buah hatinya yang tidak lama kemudian tertidur. Dia masuk ke kamar memindahkan putranya ke box bayi, Asisten rumah tangga Natasha meletakkan segelas kopi dan pancake.


"Aku kangen jalan dan mengobrol sama kamu tante Anggrek," Natasha menghampiri dan langsung duduk disebelah ku.


"Maaf gak bisa sering datang kesini, Aku sibuk ngurus Miepa,"


"Iya, Aku turut senang Miepa makin berkembang. Nggrek maaf ya tentang Bian,"


"Sudahlah gak perlu dibahas sampai kamu jadi gak enakan gini, Sejak jadi seorang ibu sekarang kamu lebih keibuan,"


"Iyalah, Gawat kalau sampai kebapakan. Nggrek, Aku mau bicara serius nih. Menyampaikan pesan seseorang."


"Tentang apa?"


"Tania,"


"Kenapa? jangan bilang dia mau berhenti jadi admin butik kita,"


"Isssh jangan sampai deh. Ini tentang Doni dan Tania,"


Natasha memberi jeda pada cerita ketika melihatku tampak berminat. Dia melanjutkan ceritanya.


"Saat ulang tahunmu, Putra Doni kan deket banget sama Tania. Aku sempet melihat Doni bicara sama pegawai mu di frozen food. Kalau gak salah namanya Mila lalu si Mila menghampiri Tania."


Aku mulai bisa menebak, Mila disini menjadi mak comblang. Pantasan saja Tania cerita kalau pegawai di frozen food memuji Doni sebagai duda keren, baik dan sopan. Lengkap dengan segala usahanya yang sukses.


Mila pasti menambahkan bumbu cerita karena tidak mungkin Doni melakukan hal itu. Aku mengakui sebenarnya cerita Mila tentang Doni memang benar. Disini Mila mengemas dengan lebih baik lagi, Tercermin cara Tania bercerita tentang Doni.


"Lalu, Nat?"

__ADS_1


"Doni berapa kali mengirim pesan pada Tania tapi belum terlalu di respon Tania. Dia tidak enak dengan mu, Nggrek. Khawatir ada kesalahpahaman."


"Lanjutkan saja, Nat. Aku dari awal tidak memiliki perasaan dengan Doni. Dulunya dia memang cinta monyet jaman remaja tapi sekarang kami hanya teman. Aku tahu Doni adalah pria normal terlebih dia sudah pernah menikah,"


"Iya pastinya, Si Gege saja puasa 40 hari kemarin sudah gelisah. Apalagi Doni sudah hampir dua tahun, Haha,"


"Dasar kamu, Nat. Aku tidak paham masih polos seperti selembar kertas yang lugu,"


"Entar kalau kamu menikah bisa tahu sendiri, Nantinya gak usah pacaran langsung menikah saja. Hal baik kenapa ditunda,"


"Aku juga maunya gitu, Cariin jodoh buat ku,"


"Sama Dion saja. Ganteng tuh,"


"Ogaaahh,"


Kami berbincang tentang banyak hal lalu aku pamit pulang untuk menemui Kira. Dia sudah berhasil menemukan tiga pemenang challenge ucapan ulang tahun ku.


*********


Aku menemui Kira yang menunggu di ruangan pribadi ku di Miepa. Kira membuka laptopnya.


"Kak Anggrek aku sudah menemukan tiga pemenang utama dan tiga pemenang harapan,"


Aku bersyukur Kira tidak mengungkit video yang di kirimkan Bian. Apa yang diperbuat Bian menurut pandangan orang lain pasti tidak etis karena dia tunangan gadis lain.


Aku memutar video yang dipilih Kira dan menyetujuinya. Mereka kreatif sekali membuat konten ucapan bahkan aku tidak sempat memikirkannya.


"Aku setuju dengan pilihan mu, Kira"


"Iya Kira makasih ya,"


"Kira kerjakan dulu ya. Laporan bulan ini sudah Kira kirimkan ke email ya, kak"


"Makasih Kira,"


Aku menyenderkan diri di kursi, Sosial media ku terbantu dengan keberadaan Kira tetapi untuk yang lainnya aku mengerjakan sendiri cash flow dari semua usaha ku.


Sepertinya aku harus mempekerjakan admin yang mengurusi hal ini. Semakin kesini aku keteteran, Nanti aku akan sharing dengan Cleo bagaimana caranya membuat managemen sederhana untuk usaha sepertiku.


******


Aku turun ke lantai satu Miepa untuk menjumpai Dion, Dia hendak pergi ke Jakarta mengikuti casting film.


"Keberangkatan pukul berapa, Dion?"


"Sore jam lima, Anggrek ini hadiah untukmu. Sorry baru bisa kasih, Baru dapat rejeki."


"Jadi merepotkan, Dion. Aku jadi gak enak nih."


"Sini balikin lagi kalo gak enakan,"


"Enak saja," Aku menyesal basa basi dengan Dion. Dia tergelak melihat reaksi ku.

__ADS_1


"Do'ain ya Nggrek kali ini sukses. Kalau aku jadi aktor, Kamu pasti aku lamar."


"Bohong ah, Kamu pasti tebar pesona kemana-mana,"


"Ya ampun kalo sekarang kamu mengajak balikan juga. Aku mau kok, Nggrek. Seneng banget dapat istri rajin cari duit kayak kamu. Aku molor, Kamu kerja,"


"Amit-amit,"


Aku menghujani Dion dengan cubitan. Dion menghindar sambil tertawa tetapi selanjutnya dia terdiam ketika melihat Cleo berjalan ke arah kami.


"Nggrek itu siapa, Cantik ya."


"Cleo pemilik ruko ku ini,"


"Kalau aku jadi aktor hits, Cewek cantik kayak Cleo pasti bakalan aku jadiin istri ku,"


"Asem ya barusan tadi mau melamar ku,"


"Haha ampun, Nggrek. Jangan buat aku memar dengan cubitan mu. Aku cabut dulu ya, Taksi online sudah menelpon nih."


Dion setengah berlari menghampiri taksi online yang sudah menunggu. Dia akan pergi menjemput cita-citanya menjadi aktor.


"Siapa?" Cleo menunjuk Dion dengan dagunya.


"Oh, Dia temanku,"


"Hmmm bukan pacarmu karena sering melihat kalian bersama."


"Enggak kok hanya teman,"


"Ganteng ya,"


"Memang iya,"


Aku melihat pancaran mata Cleo yang penuh arti. Apakah dia menyukai Dion? andai itu benar mereka pasangan serasi. Dion memang memiliki daya tarik fisik yang menawan pada pandangan pertama.


Sikap supel dan ramahnya sering membuat wanita yang tidak tahu kepribadian aslinya akan terbawa perasaan.


Kalaupun benar Cleo menyukai Dion atau sebaliknya berarti hari ini, Dua pria yang dulu pernah menyukai ku sudah berpaling.


Doni dengan Tania dan Dion dengan Cleo. Entah mereka akan bersama atau tidak. Tidak ada yang tahu walau untuk Dion aku tidak tahu pasti karena sepertinya tingkah laku ibunya sedikit banyak mempengaruhi penilaian terhadap sosok seorang istri atau ibu untuk dirinya nanti.


Aku juga tahu pria yang menaruh hati pada ku dan tidak mendapatkan balasan. Tidak mungkin terus mengharapkan aku, Ada saatnya mereka berpaling untuk mencarikan pasangan yang mencintai mereka juga.


Aku sendiri juga tidak tahu akan berlabuh pada siapa. Entah siapa yang akan menjadi jodoh ku nanti. Apakah aku harus bertanya pada rumput yang bergoyang.


"Anggrek, aku duduk dulu ya mau pesan mie dengan kuah daging kalian." Suara Cleo membuyarkan lamunan ku.


"Eh iya, Cleo kebetulan kamu disini aku mau sharing bentar mengenai manajemen mengelola karyawan dan admin untuk UMKM seperti ku. Aku menarik kursi di hadapan Cleo.


"Oh boleh saja aku akan membantu sebisa ku,"


Jika saat ini kehidupan percintaan ku hanya berjalan di tempat maka aku akan memastikan usaha ku terus berkembang karena banyak yang menggantungkan kehidupan dalam usaha yang sedang ku jalankan

__ADS_1


*****


Semangat sahur semuaa 😍🥰🤗


__ADS_2