
aku memang org baru dalam divisi produksi ini. sebelum nya aku di divisi pemasaran. dan setiap laki - laki yang baru akan di rayu oleh mita untk jatuh kedalam pelukan nya.
"maaf mbk aku sudah mempunyai istri dan service istri ku sangat memuas kan jadi aku tidak perlu kamu" dengan lantang aku menyampai kan nya karna aku tidak mau terus - terusan mita akan menganggu ku. aku hanya ingi bekerja dengan baik.
aku mulai menyicil kebutuhan untuk membangun rumah kecil kami. sekarang aku jarang pulang seminggu sekali karena aku harus berlembur untuk mengumpulkan pundi - pundi rupiah agar rumah kami dapat berdiri tegak.
bagaimana dengan Dewu, tentu dia akan cemberut. seperti saat ini di akhir pekan pun aku tetap bekerja.
gawai ku berbunyi.
"bang, tadi pagi aku ke pasar beli cela dalam dan BH baru" Dewi bertukar pesan dengan ku.
"ada renda nya gak" tanya ku. memanh aku senang kalau dewi memakai dalaman yang ada renda nya membuat aku makin bergairah untuj menaiki Dewi.
"ada bang, aku beli 2 warna merah dan hitam, biar sexi" Dewi kembali membalas pesan ku.
"pakai nanti ya saat aku pulang, semoga kamu tidak datang bulan " tambah ku.
"nggak bang,aku sudah datang bulan kan minggu kmren"
aku meminta izin untuk melanjutkan tugas ku agar aku dapat bertukar kabar lewat vidio kalau aku sudah selesai bekerja.
Jam 10 malam aku baru selesai mengerjakan semua pekerjaan lembur ku.
aku membaringkan badan ku di kasur keras ini, menutup mata dan membayangkan keluarga ku, ank ku dan istri ku Dewi tentu nya.
dan aku Lupa kalau aku akan melakukan panggilan vidio dengan Dewi.
sekali belum di angkat, mungkin Dewi sedang tidur
saat panggilan ku akan ku akhiri ternyata Dewi mengangkat panggilan ku.
di sana aku lihat Dewi sedang tersenyum manja menyambut panggilan ku. bagai kan oase di padang pasir aku menatap Dewi sungguh paras nya seperti dewi - dewi CANTIK
__ADS_1
"bang, kok baru menghubungi ku"
"kerjaan ku byk sekali sayang" jawab ku
setelah berbincang cukup lama dan meluapkan kerinduan di dada aku mengakhiri panggilan vidio dengam Dewi istriku.
ku lihai gawai ku. menunjuk ka pukul 01. 15 dini Hari. sungguh aku tidak bisa tidur bayang - bayamg Dewi menunggu ku dengan setia selalu mengusik pikiran ku.
ku putuskan untuk pulang, untuk memuntas kan hasrat ku, rasa rindu ku padanya. ku pakai jaket tebal ku untuk menghalau angin malam yang menusuk kuli. ku pacu sepeda motor ku memecah jalanan hutan.
beruntung nya ini akhir pekan tengah malam pun byk karyawan atau warga yang menghabis kan waktu untuk memancing. jadi sepanjang perjalanan aku tidak terlalu kesepian.
puk 3 dini hari aku sampai di rumah mertua indah, lebih cepat satu jam memang akrena aku memacu kuda besi ku dengan kecepatan di atas rata - rata. hanya Dewi yang bersemayam di pikiran ku. mengingat lingery nya ya belum sempat dia pakai di tambah dua set daleman merah dan hitam yang akan dia persembah kan untuk ku.
ku ketuk jendela dimana kami mengistirahat kan diri kami, sambil ku panggi pelan nama Dewi.
"dek, adk abang datang" ku dengar Dewi menyahuti
"bang Adit" tanya nya kaget
" buka pintu dek"
tak lama kemudian pintu rumah di buka dan ku lihat bidadari ku berdiri dengan pakaian tidur nya yang tipis.
"bang" Dewi langsur menghambur ke pelukan ku.
"salim dulu kek dek, abang pulang ini" sahut ku
"kangeen bang" Dewi berbicara dengan manja dan bergelayut di lengan ku.
"capek bang" tanya nya.
"nggk, semua demi dapat melihat Dewi ku capek jadi hilag" jawab ku, sembari membuka sepatu cross ku.
__ADS_1
Dewi melipir ke dapur untuk membuat kan aku kopi hitam seperti biasa nya.
"kopi bang" Dewi menyuguhi kopi dengan sedikit menunduk dapat aku lihat dua daging bergerk diana seiring gerakan dewi.
ku tiup kopi itu, dan ku resapi rasa pahit nya yang membuat aku menjadi kuat untuk begadang!!!
"ayok masuk dek" aku mengajak Dewi berjalan beriringan ke peraduan kami dengan aku merangkul Dewi
"bang... sudah 2 hari ini air di sini kalau pagi - pagi dingin sekali, sedingin Es. yakin abang mau mandi pagi - pagi" tanya Dewi pada ku.
"masih ada kompor kan dek, kamu bisa rebusin aku air panas kan untuk mandi" Dewi hanya tersenyum simpul.
"mau pakai yang mana mas, lingery atau pakaian dalam yang baru aku beli tadi" Dewi memberikan pilihan.
"lingery belum pernah aku melihat secara lamgsung dek" jawab ku jujur.
tidak lama, Dewi mulai mengganti pakaian nya di kamar mandi. memang kamar ku ini ada kamar mandi nya biar Dewi tidak terlalu jauh kalau akan ke kamar mandi malam - malam, soal nya kamar mandi terletang di belakang dekat denga dapur dan tempat mertua ku tinggal.
aku dapat memastikan saliva ku mengeces turun saat melihat tubuh molek Dewi mendekati aku.
"Bang, bagaimana" Dewi bertanya manja pada ku seraya dia berjalan perlahan mendekati ku.
"cantik dek" hanya itu yang dapat keluar dari bibir ku.
"boleh kita mulai dek, tanya ku"
Dewi membuka permainan, kita menumpah kan rasa rindu yang sudah tidak bisa di bendung lagi.
kami layak nya sepasang pengantin baru yang merasakan candu.
apa bila ada yang menanyakan kenapa hubungan kita selalu awet dalam menginjak 7 tahun perkawinan ini adalah, jika kami berselisih faham dan rujuk nya kami adalah begelut di atas Ranjang, esok hari semua sudah baik lagi.
aku marah Dewi tidak.akan segan - segan mengajak aku tempur begitu pum sebalik nya aku akan mengajak Dewi bertempur. walaupun dengan sedikit pasaan.karena wanita memang selalu ingin di paksa.
__ADS_1
tapi semua nya akan berjalan seperti biasa Dewi akan memberikan pelayanan terbaik dan aku pun begitu.