Viral

Viral
Bab VI


__ADS_3

tiba saat nya di hari minggu aku membawa mobil baru kami ke rumah mertua.


"assalamualaikum" Dewi berteriak sesaat dia menuruni kendaraan baru kami


"waalaikum salam" perempuan renta di dalam sedikit berlari membukakan pintu.


kaget itu yang aku lihat dari raut wajah nya.


"buk" aku menyalami mertua ku


"gimana kabar nya bu" aku kembali bertanya pada ibu mertua ku


ibu mertua ku masih berdiri terkaget kaget kalau sekarang anak menantu dan cucunya selain sudah punya rumah punya mobil juga


"Alhamduliah, kalian sudah mempunyai mobil dan rumah" mertua ku yang sedari tadi termenung kini angkat bicara.


"Wi kamu akan ke rumah mertua mu juga kan " tanya ibu nya Dewi.


"tentu lah bu" jawab dewi mantap.


setelah bercengkrama mengobrol ngaler ngidul akhir nya aku pamit untuk beristirahat. aku dan Dewi menempati kamar yang dulu kami pakai.


sudah lama hasrat ku tidak tersalur kan sekarang aku pun tidak berharap mendapat jatah dari Dewi sudah terbiasa kami tidur saling memunggungi. kalau dulu aku saling memunggungi langit dan dewi memumggungi ranjang atau sebalik nya.

__ADS_1


rindu sih akan desahan Dewi yang sudah lama tidak aku rungu. sekarang hanya dengkuran halus nya saja yang aku dengar.


tidur di ranjang yang sama tapi meluk guling. begitulah Dewu sekarng kalau dulu dia akan menyambut baik aku tapi sekarang memberi layanan pada ku saja harus ada bayaran nya.


pintu kamar berderit, aku tahu Dewi yang datang, dia membawa secangkir kopi hitam yang selalu dia suguh kan sebelum kita begelut dengan indah nya cinta yang kita miliki.


"bang, ini kopi nya" aku terbangun dan meniup kopi itu perlahan


"sudah lama dek kamu tidak menyugihi kopi dan susu" sembari aku menunjuk susu ke dada Dewi


Dewi hanya tersipu malu.


"sekarang abang minta berpa, adk kasih" Dewi seperti biasa kalau akan memulai pertempuran di ranjang akan manja


"iya abang, adk akan layani abang dengan baik" jawab Dewi sensual sekali.


"bang terima kasih mobil nya, kini adk tidak malu di komplek bang, kita sudah punya mobil" Dewi mulai melancarkan aksi nya.


Dewi menyimpan kopi nya itu di samping nakas dimana ranjang kita berada.


yang tadi hanyalah kecupan kini berubah menjadi tautan yang panas. aku benar - benar tidak bisa mengontrol libido ku yang aku tahan lebih dari sebulan ini.


ku ***** Dewu denga sedikit agak kasar, ku lepas semua baju nya. dan menyisakan pakaian dalam nya saja.

__ADS_1


aku kaget ternyata pakaian dalam yang dulu pernah dia beli belum dia pakai sekali pun sekarang dia memakai itu. sungguh berarti Dewi masih menganggap aku spesial..


daleman berenda berwarna merah itu ku lepas dan ku lempar k sembarang arah.


kini Dewi berada di atas ku mencoba mengambil alih permainan panas di ranjang ini.


hentakan nya membuat dada ku bedebur saling memburu mencari puncak kenikmatan duniawi.


rintihan Dewi dan hujan Deras malam ini membuat aku cepat menemukan kenikmatan itu.


erangan ku menutup pergulatan malam ini.


tak henti - henti nya ku cium pucuk kepalanua dan ku lantun kan terima kasih.


"sama - sama" jawab nya


"capek ya bang" dewi bertanya pada ku


aku hanya menggeleng


"kita kan keja sama, saling bertukar posisi" jawab ku.


kini kecupan di bibir menutup pertempuran malam kami yang berlangsung hampir 2 jam

__ADS_1


kami pun tertidur sampai adzan subuh berkumandang.


__ADS_2