Viral

Viral
120. Kisah ku (Penutup)


__ADS_3

...Aku mengikhlaskan kehilangan...


...Menghargai apa yang ada...


...Mensyukuri apa yang ku miliki...


...Menyiapkan diri untuk apa yang dinanti...


...*******...


Perjalanan hidup ku sudah menapak di angka 28 tahun. Dalam usia ini, Aku sudah mendapatkan suami yang mencintaiku tanpa syarat. Dia tidak sempurna, Begitu pula diriku. Kami telah di karunia seorang putra tampan bernama Deniz. Sekarang usianya menginjak 12 bulan.


Dalam hidup yang sedang dijalani, Aku sudah pernah dikhianati, di cintai, di putuskan lalu kembali di cintai. Tak ada yang perlu di sesali untuk semua yang terjadi dalam perjalanan cinta ku. Semua adalah 'pewarna' dalam kisah ku.


Ada arah yang mengarahkan kehidupan. Terkadang aku begitu bijak menyikapi permasalahan hidup, Ada kalanya aku bertindak bodoh, atau ada masanya aku merasakan keterpurukan. Hanya satu yang selalu ku pegang. Tinggalkan dan lupakan yang menyakiti mu.


Aku sudah memaafkan pengkhianatan kedua orang terkasih, Karena pengkhianatan mereka aku justru berada di titik yang tak pernah ada dalam mimpi sekalipun.


Video ku viral ketika hati dilanda kerisauan dan logika terkalahkan. Aku berbagi hal pribadi di sosial media. Berkat itu juga, Dalam kesempatan langka bagi seseorang yang bukan siapa-siapa, Aku menjadi bintang tamu dalam reality show.


Sekejap followers ku bertambah, Dari situlah jalan hidup ku dimulai. Mengantarkan aku menemui mereka yang menawarkan cinta. Aku meninggalkan dia yang mengkhianati cinta ku, Memilih menjauh dari masa lalu.


Aku tak pernah terus menerus menangisi kegagalan, Bagi ku menyeret langkah terus berjalan ke depan. Jauh lebih baik daripada meratap hal yang sama tiap hari.


Karena cinta bukan saja datang dari pasangan, Ada cinta dari keluarga dan sahabat.


Bersabarlah bagi yang belum menemukan cinta sejati. Anggaplah waktu belum berpihak, ketika telah tiba waktunya. Apapun yang terjadi dia tetap kembali pada mu.


Terus lah melangkah dengan segenap jiwa dan raga, Selalu bersyukur pada lembaran hari yang memberikan kesempatan menorehkan kisah.


Ku torehkan semangat, keberanian, tekad, rasa syukur, kesabaran, potensi. Semua yang ada dalam diriku di kerahkan sampai batas maksimal, Dalam menorehkan setiap kisah mengisi lembaran kehidupan.


Hari ini aku memotong pita peresmian pabrik mesin produksi mie, Di lain waktu aku berada dalam pembukaan restoran cabang Miepa di kota lain, Pada saat lain aku menghadiri talkshow dalam wawancara di TV Daerah, Hadir sebagai pengusaha muda.


Dukungan dari suami ku, Baik materi maupun moril. Membuat cita-cita ku satu persatu terwujud.


Di suatu kesempatan bersama Natasha, Kami mengikuti fashion week untuk butik A&N. Bersama Kira dalam mangemen selebgram yang dia dirikan. Aku turut andil membagi kisah keseharian.


Terkadang aku di Jakarta, lalu ke kota lain kemudian kembali ke kota ku. Menjumpai orangtua kami yang tinggal berdua di rumah. Suatu hari aku dan Bian akan merasakan hal yang sama. Begitu lah roda kehidupan berjalan.


Hari ku selalu padat dengan kegiatan dan ketika tiba di rumah. Aku tetaplah seorang ibu rumah tangga, Istri dan ibu bagi anak ku.


Bersama Bian, Kami mendiskusikan tentang pendidikan Deniz. Apakah akan mengikuti home schooling atau sekolah normal. Diskusi yang menyisakan tawa ketika Deniz bahkan baru belajar merangkak. Masih terlalu cepat untuk menentukan.

__ADS_1


...*******...


"Sayang, Aku nanti akan pensiun lebih awal dalam usaha dan menikmati hasil. Ketika Deniz mulai masuk sekolah," kata ku di balkon rumah. Sambil memandang pantai.


"Kamu bisa berhenti atau mengurangi sesuai keinginanmu ya, Sayang. Aku selalu mendukung mu," Bian mendekap ku dari belakang.


"Sudah Kak, Nanti di lihat orang,"


"Kamu pikir ada yang berniat melihat menggunakan teropong?" sanggahnya santai.


Ya... Rumah yang tidak terlalu jauh dari pantai ini, Memang sedikit tertutup. Kami membelinya dan membangun rumah kedua.


"Kamu tahu setiap keluar dari sini, Selalu ada yang melihatmu," jawab ku. Bian memang tidak mengalami perubahan bearti, Dia tetap imut di usia 29 tahun.


"Apakah itu dilarang? sudah sewajarnya orang melihat," tanya heran. Aku terdiam, Ya dia tampan dari lahir mungkin bukan hal aneh menjadi perhatian.


"Aku yang melarang,"


"Kamu cemburu ya, Dulu aku harus menekan rasa itu," dia menggoda ku dan tentu saja aku tahu kemana arah pembicaraan Bian.


"Oh ya, Apakah kamu akan menghadiri penghargaan 'Insan TV'? Film Arga dan Dion meraih banyak nominasi dan mereka berdua juga berpotensi mendapatkan penghargaan,"


"Tentu saja, Kamu juga harus hadir. Deniz nanti bisa bersama mama Lusy dan Om Setya. Mereka merindukan Deniz,"


"Terimakasih, Sayang," dia mengecup lembut kepala ku.


"Tapi apakah rencana kita bisa dijalankan sebelum acara penghargaan itu? pergi dengan menggunakan camper van? tanya Bian menatap penuh harap.


"Tentu saja, Bukan kah ini impian mu?"


"Iya... Dan juga keinginan mu melihat semua yang ada di wallpaper?" balasnya tak mau kalah.


Aku tertawa, Dia masih mengingat keinginan ku. Kami memang belum pergi liburan sejak honeymoon lalu.


Terlalu banyak keinginan dan urusan dalam PT. Maharani Cemerlang, Pekerjaan Bian dan euforia kami sebagai orangtua Deniz membuat liburan ke luar kota dan negeri tertunda.


Pembicaraan kami terhenti ketika mendengar suara tangis Deniz. Dia sudah terbangun dari tidur siang, Aku dan Bian bergegas menghampiri putra kami. Mengambil alih dari babysitter.


"Sayang, Ajak Deniz ke pantai yuk,"


"Ayo, Deniz mari ikut papa," Bian menggendong Deniz dan meletakkan di pundak. Deniz tertawa riang sambil menggoyangkan kaki mungil nan gempal. Mengabaikan kekhawatiran mamanya.


"Hati-hati sayang," aku segera mengambil alih Deniz dari Bian ketika menaiki motor. Pantai memang tidak terlalu jauh dari rumah. Kami biasa menggunakan motor matic menuju ke sana.

__ADS_1


Aku tidak mau ribet dan mengubah gaya hidup. Tidak membutuhkan waktu lama, Kami telah tiba di bibir pantai.


Bian segera mengambil kamera, Mendokumentasikan aku yang memegang kedua tangan Deniz. Melatihnya berjalan, Deniz memang sudah bisa berjalan tertatih. Kali ini dia menapak kakinya di pasir pantai.


Ocehan dari Deniz terdengar lucu di telinga, "Ma.. Ma..," dia menghampiri ku yang sengaja menjaga jarak agar kaki gempal semakin terlatih melangkah.


"Pa.. pa.. papaaa..," Bian tak lelah mengajarkan Deniz yang ku sambut dengan tawa. Sampai sekarang Deniz belum pernah memanggil Papa.


Bian tampak gemas, Dia mengendong Deniz sambil mencium perutnya. Membuat Deniz kegelian.


"Kamu harus mengajarkannya, Sayang,"


"Iya, tapi Deniz lebih suka mama," ledek ku.


"Sama! papa juga suka mama. Gimana malam ini, Ma?" rayu nya, aku mencubit pinggang Bian. Dia masih sama ketika menggoda.


...*******...


"Semua sudah siap, Ma? tanya Bian memastikan semua peralatan kami lengkap.


"Sudah sayang? tapi kita masih tidur di hotel kan?"


"Tentu saja, Ini anggaplah semi petualangan,"


Aku tertawa, Ya hari ini kami akan berjalan bersama Deniz menggunakan camper van. Rute yang kami ambil di daerah Jawa, Menginap di hotel. Bukan petualangan murni di alam terbuka.


Pertimbangan Bian karena pergi bersama Deniz dan aku pribadi yang belum pernah menikmati perjalanan seperti ini. Apalagi ketika melirik ke belakang.


"Sayang, Dari tadi mobil itu mengikuti kita terus di belakang?" tanya ku khawatir.


"Ya... Papa mengirimkan 'orang'nya untuk menjaga kita,"


"Benar-benar petualangan," kata ku menahan tawa.


"Tak apa, Setidaknya kita bisa berpura-pura mereka tidak ada, Anggaplah kita tetap berjalan bersama,"


"Baiklah, Papa Bian,"


Ya... Kami akan menempuh perjalanan bersama. Aku menyempatkan diri membuka sosial media. Melihat followers yang bertahan sekian tahun setelah video viral.


Mereka lah yang mengikuti perjalanan hidup ku. Entah sampai kapan mereka akan menyimak kisah hidup ku yang pasti mereka, Membuat ku memilah hal baik saja yang akan di sampaikan.


Pada akhir kisah ku kali ini, Aku menemukan jati diri sendiri, cinta keluarga yang saling menguatkan, sahabat yang tulus, cinta seorang suami. Membuat perubahan status dari seorang gadis, Istri lalu menjadi ibu.

__ADS_1


Perjalanan hidup keluarga kami akan berlanjut. Begitu pula perjalanan kalian, Terimakasih telah mengikuti kisah ku.


__ADS_2