
.
.
.
.
Kosong kembali caption Anggrek.
*******
Minggu pagi yang cerah dengan semburat matahari menerobos jendela kamar, Sinar keemasan matahari menyinari meja nakas tempat undangan ku letakkan.
Besok acara penyerahan penghargaan itu akan di langsungkan. Degup jantung sudah terasa dari sekarang.
Aku kembali mengeliat malas di tempat tidur. Pagi ini tubuh berasa lelah. Sepertinya kegiatan padat berapa hari lalu baru terasa sekarang.
Trrrttt.. Trrrttt
Telepon ku berdering menampilkan nama Dion di layar, Tumben dia video call.
"Halo,"
"Ya ampun kamu baru bangun tidur, Nggrek?" malas amat calon bini ku,"
"Berisik, Aku banyak kerjaan kemarin jadi berasa capek hari ini. Gak usah bilang calon bini. Males, Calon mu banyak!"
"Calon ku banyak tapi cuma kamu yang jadi maharani di hati ku, Anggrek Maharani,"
"Basi ah Dion!! Ada apa sih?"
"Nggrek berkat harapan mu, Akhirnya aku berhasil mendapatkan perannya!! Berhasil Nggrek, Berhasil. Setelah ratusan kali casting. Akhirnya aku berhasil!!"
"Aku bukan berharap kali tapi emang yakin bakalan dapat, Kamu emang bisa menjiwai peran playboy karena memang keseharian mu gitu!"
"Ah kamu tega amat sama mantan, Nggrek. Jadi untuk sekarang aku stay di Jakarta ya. Tolong kabarin Mila, Aku sudah kirim pesan tapi belum ada balasan,"
"Baik, Sekali lagi selamat ya, Dion."
"Makasih calon bini ku,"
"Dion!"
Dion melambaikan tangan sambil cengengesan. Kabar gembira juga untuk ku minggu ini. Setelah tahu latar belakang kehidupan Dion, Semoga ini langkah untuk masa depan dia.
Ratusan kali casting baru sekarang berhasil mendapatkan peran. Mungkin tuh anak sebelumnya casting jadi pria setia.
Sambil bermalasan di atas kasur, Jemari ku bermain di atas layar melihat perkembangan sosial media.
Selanjutnya netra ku melihat akun Arga Danumarya, Foto secangkir kopi dengan latar sungai kecil dan pepohonan rimbun. Sepertinya dia sedang berkemah atau mungkin di resort dengan konsep alam terbuka.
Aku tidak perduli dimana dia berada yang pasti ikut berkomentar seperti pacar halu Arga lainnya. Arga memang memiliki banyak penggemar yang berkhayal menjadi kekasihnya. Orang-orang yang selalu penasaran siapa kekasih Arga.
...Ajak Aku dong Arga...
Dikarenakan sosial media ku sudah centang biru, Banyak yang ikutan mengomentari. Ah Arga dia mempesona, Mungkin aku juga akan ikutan frustasi kalau putus dari pria seperti Arga.
Detik selanjutnya aku menelan saliva. Teringat mantan Arga lah yang sekarang menjadi tunangan Bian. Ada hantaman keras di dada, Sakit.
__ADS_1
********
Pagi ini aku kembali berada dalam padat lalu lintas. Jika sebagian besar orang menganggap minggu adalah hari libur maka bagi ku, Minggu merupakan hari padat. Pengunjung banyak datang saat weekend.
Ku arahkan mobil ke butik, Di sana sudah terparkir mobil Doni. Ada Tania yang baru turun, Ketika melihat ku yang baru selesai memarkirkan mobil, Tania tampak canggung. Sedangkan Doni tersenyum ke arah ku.
"Hai, Ehem..." aku pura-pura berdehem menggoda pasangan baru ini. Sudah hampir dua tahun, Doni menunggu kepastian ku. Sudah sewajarnya dia beralih ke wanita lain.
"Anggrek apa kabar? sudah lama tidak terlihat di gerai frozen food,"
"Iya, Don sejak Miepa membuka kemitraan dan cabang baru. Fokus ku banyak tertuju ke sana," aku melirik ke arah Tania.
"Pantasan kamu jarang ke sini," Tania pura-pura merengut. Dia kembali riang seperti biasa setelah melihat ku menyapa mereka dengan ramah. Aku basa-basi sebentar lalu bergegas memasuki butik. Memberi waktu untuk Tania dan Doni.
"Anggrek kalau kamu ada waktu, Bisa ke Jakarta bertemu supplier dan penjahit kain langsung?"
"Harus ketemu ya,Nat?"
"Iya, Aku mengenalnya dari teman papa. Dia merekomendasikan untuk bekerjasama. Aku gak bisa pergi karena kasihan anak ku,"
"Baiklah nanti aku akan mengantar jadwal untuk itu ya,"
"Oke Anggrek, Oh ya penjualan kita mulai naik bulan ini,"
"Benarkah?"
"Iya, Beberapa item sudah sold out."
"Syukurlah," aku sumringah membaca laporan yang diberikan Natasha. Kabar gembira lagi hari ini.
"Anggrek, Berapa hari lalu kamu jalan dengan Kenzo ya?"
"Kami sedang keluar bersama Gege, Saat melewati alun-alun aku heran dengan pasangan yang menggunakan dress dan suit gitu. Niat banget outfit membeli jagung bakarnya, Tahunya kalian."
"Haha, Kami baru makan malam di Rosemary,"
"Hmmmm... Dinner romantis,"
"Tidak, hanya makan malam biasa bahkan aku bertemu Cahya, Dia mengamuk saat aku berjalan dengan Kenzo,"
Selanjutnya pembicaraan mulai melantur kemana-mana. Termasuk tentang Tania dan Doni, Hati ku merasa senang dengan Tania dan Doni. Setidaknya Jeno menemukan calon sosok ibu yang periang dan baik hatinya.
Menjelang siang, Aku segera kembali ke Miepa meninggalkan butik.
******
Kepala ku sedikit pusing, Sepertinya aku butuh istirahat. Besok merupakan acara penting dalam hidup yang teramat sayang ku lewati.
"Hai Anggrek, kamu kenapa? muka mu pucat,"
Cleo yang berpapasan dengan ku diparkiran menyapa sedikit khawatir.
"Tidak apa-apa hanya sedikit pusing. Nanti istirahat aja di atas,"
"Iya istirahat saja dulu jangan kemana-mana sampai benar-benar pulih,"
"Makasih, Cleo."
Cleo memasuki mobilnya dan berlalu. Di Miepa Rika menanyakan hal yang sama. Berarti wajah ku memang beneran pucat.
__ADS_1
"Rika, Aku mau istirahat di atas dulu ya,"
"Iya, Kak Anggrek. Kak Anggrek sepertinya kurang istirahat mungkin bisa tidur sebentar membuat segar."
"Iya tampak pucat lho kak," Andi menimpali.
"Iya, Makasih ya Rika dan Andi,"
Aku menuju lantai atas, Sepanjang itu pula. Pikiran ku mengembara untuk membuka restoran khusus mie.
Menu dengan mie buatan kami dari bahan alami. Berbagai varian mie dibuat nantinya, Mie ayam, Mie Aceh, Mie celor Palembang, Ramen. Mie dalam kemasan kering yang bisa di racik sendiri di rumah. Ah pikiran ku enggan beristirahat.
Aku mengunci pintu ruangan, Membaringkan diri di sofa dan mulai terlelap. Aku tertidur cukup lama ketika terbangun sudah menjelang sore. Tubuh pun kembali segar. Ternyata memang kurang istirahat, Tidur dengan kualitas baik memulihkan kembali energi.
Tok.. Tok..
Segera aku merapikan diri lalu mempersilakan untuk masuk. Rika memasuki ruangan sambil membawa plastik dari apotik, Ada rasa geli di hati ternyata dia begitu perhatian.
"Kak Anggrek tadi ada orang mengantarkan bingkisan dari apotik untuk kak Anggrek,"
"Eh bukan dari kamu ya? Aku enggak pesan lho,"
"Enggak tahu juga dari siapa kak tapi dia memberitahu ada catatan di dalamnya,"
"Oh, makasih Rika."
"Iya kak, Rika keluar dulu ya. Banyak pembeli yang datang,"
"Oke... Rika"
Aku duduk di kursi sambil membuka bingkisan dari apotik. Napas ku tertahan ketika membuka bingkisan yang didalamnya terdapat vitamin dengan merek yang biasa dipesan oleh Bian untuk ku.
...Semoga lekas pulih ya...
...Jangan lupa makan...
...Jangan lupa istirahat...
...Jaga kesehatan...
...Jaga hatimu ya...
Jantung ku berdegup kencang refleks tangan ku meremas kertas yang berisi pesan dari seseorang.
Dia yang selama ini mengingatkan hal yang sama. Merek vitamin yang biasa sering dia berikan, Kata-kata yang sama kecuali satu kata baru. Jaga hatimu, Dia adalah Bian Prasetya.
Dia menyuruh ku menjaga hati, Di saat dia bersama Tasya. Aku mendengus kesal, Rasanya ini kembali menghantam telak.
Sejurus kemudian aku tersadar, Bian tahu kondisi dan keadaan ku. Padahal aku sama sekali tidak memposting di sosial media, Dua hari ini bahkan sosial media ku hanya berisikan endorse.
Apakah dia ada di sini atau seseorang memberi tahunya? Siapa?
Aku melempar kesal kertas dari Bian. Di saat aku sedang berusaha melupakan dia. Di saat itulah Bian selalu memberi pertanda bahwa dia masih ada.
Apa mau mu?
*****
Kalau mau othor seperti biasa saja. Kalian pasti sudah tahu kan? ðŸ¤ðŸ˜‚
__ADS_1