
Rumput tetangga lebih hijau?. Benarkah demikian atau karena kamu terlalu fokus pada rumput milik tetangga sehingga lupa merawat rumput mu sendiri?
Jika Kamu terlalu fokus pada apa yang dimiliki oleh orang lain tanpa sadar kamu mengabaikan apa yang kamu miliki.
*************
Hari kelima setelah tubuh Ku ambruk karena diet kemarin akhirnya Aku merasa fit kembali dan dua kilogram yang hilang kemarin sekarang telah kembali berkat makanan dari Bian dan Mama yang terus menerus menyuruh Ku makan. Sia-sia sudah perjuangan diet dua kilogram kemarin.
Aku tiba di butik dan melihat Natasha sedang berbincang dengan karyawan. Wajahnya ceria melihat kedatangan Ku.
"Akhirnya kamu kembali, Nggrek". Dia mencubit gemas kedua pipi Ku.
"Gendut lagi ya". Aku memanyunkan bibir sok imut.
"Saat ini pikirkan mengenai kesehatan tubuh dulu. Pulihkan apa yang berharga dalam tubuh kita. Kalau Aku sampaikan ide ini kamu marah nggak,Ngrek?".
" Tentang apa?". Aku menarik kursi mendekat ke arah Natasha yang sedang duduk di sebelah lemari.
"Mina nanti gantung homedress motif macan ini di mannequin sebelah lemari ya". Natasha lalu menarik Ku ke atas. Aku menghentakkan kaki kesal kalau tahu akan ke lantai atas tadi. Tidak perlu juga menarik kursi ke arah Natasha.
"Aku mau buat content di youtube tentang bahaya diet ekstrim. Kamu mau membagikan pengalaman mu gak,Nggrek?". Kami telah tiba di ruangan pribadi Aku dan Nat di lantai dua butik
"Ntar Aku dibully lagi". Aku masih merasakan trauma dengan kata pedas mengenai bentuk tubuh Ku.
"Makanya Aku menanyakan kesediaan kamu,Nggrek. Kalau keberatan juga ya tidak perlu kamu terlibat".
Aku menatap Nat, dia memiliki tubuh tinggi dan ramping. Wajah Natasha mungil v-shape, rambutnya kecoklatan dan bergelombang. Dia cantik dan berasal dari keluarga berada. Natasha anak seorang dokter spesialis dan ibunya pengusaha katering. Kakek Natasha juga salah satu pengusaha lokal yang cukup terkenal di daerah kami.
"Kamu tidak pernah berada dalam posisi ku, Natasha. Dari kecil mungkin pujian cantik sudah biasa kamu terima. Kamu tidak pernah di bully karena penampilan. Tidak perlu juga kerja keras seperti ku, orangtua mu sudah membekali kamu dengan beberapa usaha".
__ADS_1
Sebenarnya aku ingin menambahkan dia juga memiliki suami yang kaya. Gege memang bekerja di perusahaan telekomunikasi, tidak banyak yang tahu sebenarnya dia putra seorang pengusaha terkenal di kota kami. Gege merahasiakan latar keluarganya karena Ibu Gege istri kedua pengusaha tersebut.
Dari istri pertama, ayah Gege memiliki tiga orang putri. Gege merupakan putra tunggal dari istri keduanya. Suatu saat nanti usaha ayah Gege yang merupakan distributor tunggal pemasok produk homecare di daerah kami akan diberikan kepada Gege.
Natasha juga merupakan pemilik beberapa minimarket yang diberikan oleh Kakek Natasha kepada dirinya. Dari minimarket inilah Natasha berkenalan dengan Gege. Keseharian Natasha dan Gege memang tampak santai tidak menonjolkan latar keluarga masing-masing.
"Setiap orang mempunyai masalah masing-masing sesuai kapasitas dirinya. Aku juga mempunyai masalah pastinya hanya saja berbeda dengan kalian". Natasha menyibak rambut kecoklatan indah miliknya, matanya bersinar jenaka melihat Ku.
" Huhhh memangnya masalah mu".
"Karena aku cantik dan lumayan kaya jadi justru masalah mu merupakan kebalikan dari masalah yang aku hadapi".
Aku mendengus jengkel. Privilege keluarga dan penampilan fisik rupawan jelas merupakan keberuntungan besar. Untuk seorang seperti ku mencapai titik mempunyai usaha walau masih skala kecil dan memiliki rumah serta mobil dengan penghasilan sendiri sudah merupakan pencapaian tinggi. Butuh kerja keras memperolehnya.
Jika diandaikan aku dan Natasha menuju perjalanan keluar kota. Kami memulai keberangkatan dari kota dan jam yang sama. Natasha menggunakan pesawat sedangkan aku menempuh perjalanan melalui kereta. Tentu Nat lebih tiba duluan daripada diriku.
"Aku sebenarnya kesulitan mendapatkan teman dan pasangan yang melihat diriku sebenarnya. Sedari sekolah dan kuliah seringkali aku dimanfaatkan oleh orang lain, kesibukan orangtua pun terkadang menuntut ku untuk mandiri. Mereka jarang berada di rumah". Natasha menarik napas dalam-dalam.
"Serius Nat?". Aku baru tahu masalah lalu Natasha untuk yang ini.
"Apalagi sekarang, Papa harus menangani pasien covid 19. Kamu tahu kan terkadang ada isu miring mengenai tenaga kerja kesehatan belum lagi usaha katering mama yang nyaris mati suri. Sekarang kan acara jarang dilakukan, pernikahan pun tidak mengundang banyak tamu".
"Tapi kamu mempunyai usaha minimarket, Nat".
"Memang iya tapi kedua adikku masih kuliah Nggrek, Aku ikut membantu membayar biaya kuliah mereka saat ini. Roda kehidupan kadang diatas, kadang dibawah"
Aku menganggukkan kepala. Natasha setahun lebih tua dari ku. Ternyata dia juga memiliki masalah.
"Keluarga ku kan bukan taipan atau konglomerat Anggrek. Aku yakin juga konglomerat juga mempunyai masalah tentunya hanya saja skalanya berbeda ma kita". Natasha terkekeh.
__ADS_1
"Apalagi Gege, stigma istri kedua di masyarakat kan tidak terlalu bagus makanya dia tidak menunjukkan jati dirinya".
Sekarang Aku memahami semua individu tentu ada masalah tersendiri dengan skala berbeda.
"Baiklah aku bersedia membagikan pengalaman satu minggu itu walaupun hanya satu minggu rasanya sudah cukup membuat ku kapok".
"Satu minggu saja sudah membuatmu pingsan nyaris saja kamu dirawat di rumah sakit untung cepat ditangani". Aku mengiyakan Natasha gara-gara diet kemarin sudah dua minggu Aku tidak BAB. Diet sembarangan memang bisa menganggu metabolisme tubuh.
**********
Aku baru dari rumah Natasha setelah selesai melakukan pengambilan video untuk youtube. Mobil Ku melaju ke Miepa. Hari ini aku mengambil alih Miepa dari Mama karena tidak terbiasa dengan ritme kerja di Miepa, Mama jadi ikutan drop sekarang sedang istirahat di rumah.
Bang Ipul, Rika, Andi dan dua karyawan Miepa lainnya sudah menunggu ku didalam. Aku sedikit heran karena pintu ruko Miepa sudah tertutup setengah.
"Bu". Bang Ipul melirik ke arah Rika dan yang lainnya. Selanjutnya dia tampak takut berbicara. Rika berinisiatif mengambil alih.
"Kak Anggrek, pegawai kita Andi dan Kakak diisukan terkena covid. Semua jadi takut untuk kesini. Mereka takut tertular".
Aku terkejut mendengar berita ini. Kami selalu menerapkan prosedur kesehatan secara maksimal. Karyawan ku mengenakan masker dan sarung tangan. Selain masker non medis mereka juga menggunakan masker medis karena Aku tahu masker non medis per-4 jam sebaiknya diganti jadi di Miepa Aku menyediakan masker medis.
"Darimana kalian tahu?".
"Temanku yang memberitahu, Kak. Mereka menerima pesan seperti ini". Aku membaca pesan yang memberitahu informasi bahwa aku dan Andi merupakan Orang tanpa gejala tetapi tidak menjalani isolasi bahkan disebutkan disitu kalau Aku di rawat di rumah sakit dalam keadaan kritis.
Aku mengurut dada. Gara-gara diet sembarangan dan turun dua kilogram harus menerima kabar seperti ini. Demi langsing Aku harus merugi seperti ini.
Memang mulut manusia tidak bisa dikendalikan yang harus kita kendalikan adalah mental untuk siap menerima perkataan yang dilontarkan dari orang lain.
Jika tidak bisa menutup mulut orang lain untuk tidak berkata sembarangan. Gunakan tangan kita untuk menutup telinga dari mendengar perkataan yang diucapkan sembarangan.
__ADS_1
******