Viral

Viral
103. Jakarta hari ke-2 (Dua kutub magnet)


__ADS_3

...Dua kutub magnet...


...kutub berbeda akan mendekat...


...kutub yang sama akan tolak menolak...


*******


06:00 wib


Sabtu pagi, Kenzo memberi kejutan. Subuh tadi dia mengirim pesan kalau tadi malam menginap di hotel yang sama.


Kami akan melewati sarapan di restoran yang berada di roof top hotel, Ada kolam renang infinity yang menghadap langsung ke pusat kota Jakarta.


Dari atas ketinggian hotel, Pemandangan kota terlihat jelas. Kenzo menyukai restoran yang ada di roof top. Dimana dia bisa berada di tempat lebih tinggi untuk memperluas jangkauan pemandangan.


"Aw..." lempengan besi panas dari catok rambut mengenai pipi. Membayangkan romantisnya sarapan bersama Ken membuat konsentrasi buyar.


Aku menggunakan midi dress motif floral, sling bag, sepatu flat dan memoles make-up flawless. Ken menyukai tampilan girly, Apa salahnya menyenangkan dia yang sudah jauh datang.


Ketika keluar dari lift netra ku melihat Kenzo berdiri tidak jauh dari pintu masuk. Dia tersenyum, Ken mengenakan kemeja yang ku belikan.


"Maaf sudah menunggu," ucap ku yang di balas dengan gelengan kepala, Pertanda dia belum lama menunggu.


Aku mengekori langkah Kenzo, Kali ini menu yang ku ambil sama dengan Ken. Dia membantu ku membawa sarapan, Ken tidak banyak bicara dan lebih diam dari biasanya. Ada sedikit kehilangan dengan bawel-nya.


"Makasih ya, Ken sudah menyusul ku," aku berkata riang. Suasana pagi di rooftop dengan pemandangan kota Jakarta dan pengunjung hotel yang berenang, Menyegarkan pikirkan ku.


"Iya, Anggrek," jawab Ken dengan tenang dia memasukkan irisan roti tawar ke mulut. Kenzo terus menunduk selama makan. Selagi aku bercerita tentang kebaya yang dipesan dan kerjasama dengan bu Tari, Supplier kain kami.


"Kamu cantik sekali pagi ini," puji Ken.


"Terimakasih, Sayang," jawab ku senang karena pagi ini aku memang berdandan khusus untuk Ken.


"Anggrek ada yang ingin aku sampaikan mengenai hubungan kita," ujar Ken membuat senyum ku memudar.


"Tentang apa, Ken?"


Ken menarik napas, Dia mengalihkan pandangan ke arah gedung tinggi di sekeliling kami.


"Anggrek, Selama kita menjalani hubungan. Aku merasa kita memiliki kesamaan, Sebuah kesamaan yang membuat ku merasa justru inilah yang membuat kita menjauh,"


Ken kembali menatap ku, Netra coklat dibalik kacamata itu memancarkan sesuatu yang berat.


"Kita adalah dua kutub magnet yang sama, Nggrek. Tak akan pernah bisa saling mendekat, Selalu tolak menolak. Kita mencintai pekerjaan, Impian, mengisi hari dengan mengukir masa depan, menikmati hari dengan terus bekerja. Kita sama Anggrek," jelas Ken dengan suara tertahan.


"Kenapa kesamaan ini membuat kita menjauh Ken?" serak suara ku, Hancur sudah kebahagiaan yang ku bayangkan pagi tadi.


"Karena kita tak akan pernah bisa saling dekat. Kamu dengan cita-cita dan impian sendiri. Begitu pula aku, Bagaimana kita bisa saling melengkapi ketika jiwa raga justru sibuk dengan bekerja. Aku tidak bisa membayangkan jika kita berumah tangga, Waktu hanya dihabiskan di luar di rumah,"


Ken menghirup perlahan coklat hangat, "Aku ingin kamu mengurangi kesibukan untuk menyeimbangkan aku nantinya tapi kamu tidak akan bisa. Kemarin malam aku bisa melihat pancaran diriku dalam dirimu, Anggrek. Kamu akan melakukan apapun untuk meraih impian mu,"


"Ken, Ini karena kita belum menikah. Semua akan berubah pada waktunya," terang ku mencoba membuat Kenzo paham.


"Habit...!! Tidak bisa dirubah begitu saja. Maafkan aku, Anggrek. Pengalaman masa kecil mungkin secara tanpa sadar membentuk pandangan ku tentang sosok seorang ibu. Aku bukan saja mencari calon istri tapi calon ibu. Kamu baik, Nggrek. Aku memulai komitmen diantara kita karena banyak hal yang sama tapi ketika berjalan. Kesamaan inilah yang justru menjadi pemicu pertengkaran kita,"

__ADS_1


"Jadi Ken, maksud mu?" tanya ku menggantung karena tidak berani mengungkapkan kesimpulan dari penjelasan panjang Ken.


"Kita berjalan sendiri sekarang, Anggrek. Kita tidak bisa bersama. Dua kutub magnet yang sama tidak akan pernah bersatu. Aku sudah sampaikan ke mama dan papa. Jujur mereka marah dan malu tapi ini lebih baik daripada saat menikah nantinya,"


"Iya, Ken." aku mengigit bibir bawah. Menahan pedih, Hati ku terasa diremas begitu kuat. Memberikan rasa sakit yang kembali datang.


Ketiga kalinya cinta ku kandas. Siapa yang mengatakan aku beruntung mendapatkan pria mapan dan tampan, Tidak! mereka hanya berlabuh lalu pergi kembali. Membawa potongan hati.


"Maafkan aku, Anggrek. Jangan marah pada ku, Aku tak sanggup jika itu kamu lakukan,"


"Ken, Jika aku menuruti mau mu. Melepaskan semua yang ku lakukan saat ini. Apakah kamu mau menerima?"


"Tidak Anggrek, Hari ini kamu lepas. 5 tahun kemudian mungkin kamu akan menyesal dan menyalahkan ku, Jangan ya Anggrek,"


"Mengapa kau katakan disini? di rooftop, Kamu tidak memahami perasaan ku. Aku menyangka kamu sengaja memberi kejutan,"


"Karena saat ini keberanian ku untuk mengatakan muncul. Aku takut di hari lain. Tidak berani mengatakan,"


Kenzo menarik napas, "Kemarin malam saat kamu datang menemui ku. Disitulah aku melihat tekad mu, Kamu tak akan berhenti mengejar apa yang kamu mau. Saat itu aku mencoba mengalah, Mencium mu dengan rasa sayang yang ku punya. Besoknya aku baru menyadari bahwa kita dua orang yang sama. Dua kutub yang akan menjauh ketika berdekatan,"


Kata sayang yang pertama kali dan terakhir yang diucapkan.


"Jadi semua sudah usai, Ken?" isak ku, Ken memberikan sapu tangan. Dia hendak pindah ke sebelah tapi segera ku tolak. Buat apa dia menghibur hati ini. Aku menghapus air mata, Kalau bukan rasa malu karena di restoran. Tentu air mata ini akan banjir.


"Maaf Anggrek semua sudah usai,"


Ya semua sudah usai, Kami berjalan sampai pintu kamar. Aku membuka cincin berlian yang diberikan Ken.


"Semua sudah berakhir ya Ken, Maafkan jika aku mengecewakan mu,"


"Aku yang harus mengatakan itu, Anggrek. Jangan pernah membenci ku, Datang lah jika kamu membutuhkan bantuan. Aku akan selalu siap untuk kamu, Nggrek,"


********


Aku menangis terisak di kamar hotel, Kali ini hati ku terasa sakit. Kenzo tidak mengkhianati ku seperti Adiwarna, Keluarga Ken juga tidak memandang ku sebelah mata seperti keluarga Bian.


Kami hanya memiliki kesamaan dan karena itulah alasan berpisah.


...Terlambat dan penyesalan...


...satu paket...


Ah seandainya, Aku mengalah dengan ego mengikuti saran Ken tapi terlambat. Aku menangis kembali sampai tanpa sadar terlelap.


Dering telpon lah membangunkan. Panggilan dari Dion. Aku mengangkatnya dan ternyata Dion sudah didepan pintu kamar.


"Kamu menjemput ku?" isak ku, Dion menatap ku.


"Ada apa, Anggrek. Aku menelpon mu dari tadi. Aku khawatir kamu kenapa-kenapa?"


"Kenzo memutuskan ku, Dion...." kembali aku terisak. Dion meraih kepalaku ke bahunya.


"Sudah, Nggrek. Kenapa tiga kali patah hati. Aku selalu menjadi saksi matanya. Apakah sebenarnya aku adalah jodoh mu, Nggrek?" kata Dion yang membuat ku refleks mengangkat kepala dari bahunya.


"Tidak, Dion... kita bukan magnet yang sama,"

__ADS_1


"Magnet? besi berani?" kelakar Dion, Aku tahu dia mencoba menghibur ku.


"Aku mau istirahat dulu, Dion,"


"Jangan Nggrek, Ikut dulu yuk mumpung sudah dk Jakarta. Jadi kamu bisa bersantai tidak memikirkan miepa dan butik. Aku tahu cara bersenang-senang. Mumpung hari ini libur promo film,"


"Baik, Aku bersiap dulu. Jangan masuk tetap diluar kamar!"


...____---____---___...


Aku menggantikan pakaian girly ke kasual. Mencoba mengikuti gaya santai Dion, Ya siang ini Dion mengajak ku ke mall yang tidak jauh dari hotel. Kami lalu ke salon, Dia membelikan tas dan mengajak makan di restoran yang tampak elegan.


"Aissh aktor... Sekarang gaya menghibur mu beda, Kemarin minum kelapa berdua," canda ku.


"Akhirnya kamu bisa senyum juga kan" jawab Dion sambil mengambil telpon yang berdering. Aku bisa melihat wajah panik Dion ketika berbicara di telpon.


"Ada apa, Dion?" tanya ku yang di jawab Dion dengan memberikan layar handphone. Aku terkesiap dengan tampilan layar akun gosip.


Dion Andreas, Aktor tampan pendatang baru membintangi film garapan pertama Arga Danurmaya, sedang ngapain ya? asyik! mimin mau juga senderan bahu sambil rangkulan depan kamar hotel.


"Astaga kebangetan! siapa yang moto dan kirim ke akun gosip?"


"Gak penting siapa yang moto tapi Arga ngamuk. Kamu tahu kan? dia tidak pernah menebar sensasi. Arga indentik dengan prestasi. Dia tidak mau filmnya terangkat karena sensasi pemerannya, Aku harus ketemu Arga. Malam ini sebelum jam 7 malam, Aku jemput ya. Kamu bantu menjelaskan dengan Arga,"


Dering telpon kembali terdengar. Dion mengangkatnya dan memberikan pada ku.


"Arga membutuhkan alasan saat ini juga rupanya!" bisiknya.


Aku mengucapkan salam yang dibalas dengan suara merdu pria di seberang. Ya ampun, Aku bicara dengan idola mayoritas wanita negeri ini.


Lancar sekali aku menceritakan kejadian di balik foto. Sebuah kebetulan Dion datang ketika aku sedang patah hati, Tidak terperinci tetapi cukup menjelaskan ihwal foto.


"Maaf namamu siapa tadi?"


"Anggrek,"


"Oh, Iya,"


Arga berbasa-basi lalu menutup telpon. Aku masih tak percaya berasa mimpi. Dion menepuk pipi, Wajah tampannya mulai berkurang paniknya.


"Nggrek, Aku pulang dulu ya. Nanti ada yang ambil foto kita saat berdua gini. Bisa gosip lagi, Wajah mu gak kentara lho di foto karena sedang berada di bahu. Wajah ku jelas banget,"


"Iya, Dion. Baiknya gitu, Aku gak menyangka kamu sudah jadi aktor beneran,"


"Emang kemarin gak beneran? sampai ketemu sebelum jam tujuh malam ya,"


"Dion, Aku naik taksi online saja. Malah nanti gawat juga kalau ada yang foto kita berdua. Padahal tidak melakukan apapun. Nanti bisa jadi asumsi orang di depan pintu kamar hotel,"


"Oke, Nggrek. Kamu benar juga,"


Dion meninggalkan ku, Kembali sendiri..Kesendirian seperti ini membuat lintasan bayangan bersama Kenzo hadir kembali.


Saat Ken datang mengajak mengikuti event bazar, pemilihan pemuda inspirasi, Tertawa bersama saat mengerjai Cahya, Makan jagung berdua, Touring. Kebersamaan akhir-akhir ini.


Aku cepat-cepat menghapus air mata. Semua terasa hadirnya saat sudah tidak bersama lagi. Hari ini aku menghibur diri dengan belanja skincare, makeup dan dress cantik. Aku merindukan dia, Kebaikan dan keluarganya.

__ADS_1


Semua sudah usai, Lembaran kisah cinta ku kembali kandas ketika tinggal menghitung hari.


******


__ADS_2