
Dunia dan kisah di dalamnya
termasuk kisah ku
kisah kamu
kisah dia
Sosial media dan kisah di dalamnya
terlalu banyak kisah
yang tersembunyi
di dalamnya
Caption absurd Anggrek ketika melihat foto Dion yang ganteng, keren dan stylish di sosial media dan foto sepasang suami istri yang tampak mesra dan harmonis di sosial media mereka.
Hanya segelintir orang yang mungkin tahu kehidupan asli Dion. Begitu pula kehidupan sepasang suami istri yang terasa enggan Anggrek menyebutkan nama mereka.
******
Akhirnya kami menemukan tambal ban setelah berjalan dari es kelapa muda.
"Dion, Handphone ku mana?" karena tidak membawa tas. Aku menitip handphone ku dengan Dion.
"Ini, Nggrek. Oh ya Nggrek, Minggu depan aku mau ke Jakarta ikut casting,"
"Casting apa?"
"Film, Sebenarnya aku sudah malas karena sepertinya dunia entertainment bukan untuk ku. Apalagi usia sekarang sudah 24 tahun tapi salah satu kenalan kru iklan yang memberikan informasi. Katanya peran itu cocok untuk ku,"
"Kenapa malas?"
"Kayaknya berat saja sering gagal."
"Memangnya peran apa?"
"Jadi playboy gitu lah,"
"Haha.. Cocok itu menjiwai banget pastinya, Kamu 24 tahun bearti usianya dibawah aku ya? Bukan kah kita tamat kuliah tidak berbeda jauh,"
"Nenek ku memasukkan aku sekolah dasar saat usia lima tahun, Dulunya kan boleh usia segitu sudah SD. Makanya kita selesai kuliah barengan,"
Aku sedikit heran ketika Dion mengatakan neneknya bukan orangtuanya tapi pembicaraan kami terhenti karena ban motor Dion yang bocor selesai dikerjakan. Hari mulai sore ketika kami pulang kembali ke Miepa.
Di parkiran seorang wanita berusia 40an dengan anaknya berusia delapan tahun berdiri seperti menunggu seseorang. Matanya kelihatan menyala ketika melihat kedatangan kami.
"Dion, Kamu tidak baca pesan ibu," Dia berkata ketus saat menghampiri kami. Bahkan ketika aku belum sempat turun dari motor. Ternyata dia ibunya Dion baru saja aku memikirkan orangtua Dion. Langsung ketemu saja dengan ibunya.
"Belum, bu,"
"Jatah bulan ini mana? kamu mentang-mentang sudah kaya. Lupa sama ibu,"
__ADS_1
"Dion belum ke ATM, Bu untuk mengambil uang."
"Sekarang kita pergi ke ATM. Jalan kaki saja kan di seberang ada ATM,"
Aku tercekat dengan pembicaraan Dion dan ibunya. Segera aku turun dari motor dan bergegas masuk ke Miepa. Dari balik jendela aku melihat Dion dan Ibunya pergi ke ATM di seberang ruko.
**********
Kehidupan setiap insan manusia mempunyai kisah sendiri. Aku baru tahu ketika Dion bercerita tentang keluarganya.
Ibunya melahirkan Dion di usia 17 tahun dan lelaki yang seharusnya menjadi ayah Dion entah kemana. Dia bahkan tidak pernah tahu kabar ayahnya.
Dion hanya tahu cerita tentang ayahnya seorang pria blasteran yang tampan. Kelahiran Dion merupakan kemarahan ibunya. Dia membenci Dion karena memiliki Kemiripan dengan bapaknya. Apa ibunya menderita baby blues saat itu? entahlah.
Ibunya meninggalkan Dion dengan kakek dan neneknya. Merantau dan bekerja di kota lain, Kemudian ketika menetap kembali disini. Dia menikah dengan seorang pria dan memulai kehidupan baru tanpa pernah mengajak Dion bersamanya.
Kakek dan nenek Dion bekerja serabutan. Masa kecil Dion dihabiskan dengan mereka. Selama kuliah Dion sambil bekerja. Pekerjaan apa saja dilakoni Dion selagi masih halal.
Ketika Ibunya bercerai dengan suaminya, Dia pulang kembali ke rumah kakek dan nenek Dion membawa dua orang anak dari mantan suami barunya.
Saat kakek dan nenek Dion meninggal. Dion memilih keluar dari rumah tetapi ibunya selalu meminta Dion mencukupi kebutuhan hidupnya. Ibunya tidak memiliki pekerjaan tetap.
"Dia tidak pernah mengasuh ku dari kecil tetapi menuntut membalas budi,"
Pandangan Dion menerawang lalu sedetik kemudian wajahnya kembali ceria.
"Ya setidaknya hal itulah memacu aku bekerja keras. Aku pernah berada di posisi direndahkan karena penampilan dan keadaan ekonomi kakek nenek. Membuat ku sekarang begitu memperhatikan penampilan dan terkadang memaksa kelihatan kaya, Haha,"
"Tapi kamu mau berbagi,"
"Ya ampun ketipu juga,"
"Iya, Hasil jadi manager marketing di hotel sebelum di PHK, Job sebagai MC, Talent dan model hampir ludes semua. Terakhir menggunakan uang hasil PHK kemarin melunasi mobil dan membeli handphone baru,"
Aku mengangguk-angguk mendengarkan cerita Dion.
Tampang mu biasa saja, Nggrek gak usah melas gitu mendengarkan kisah ku."
"Aku gak nyangka saja,"
"Makanya aku pernah bilang menertawakan kesengsaraan hidup terkadang membantu menghilangkan beban."
"Asal tahu tempat saja entar di bilang gila. Pantasan kamu gak gengsi jual frozen food, Sudah biasa kerja apa saja dari SMA ya?"
"Sebenarnya aku sengaja jualan frozen food selain butuh uang supaya diberitakan kayak orang-orang. Tukang sayur cantik, Tukang tambal ban ganteng. Eh gak ada yang yang mau beritain tukang nugget ganteng."
Aku tergelak mendengarkan penuturan Dion, Memang berita ringan seperti itu banyak memancing atensi penduduk negeri ini. Ternyata tergantung rejeki juga untuk bisa terkenal.
*****
Sinar mentari pagi yang mulai menghangat, Aku sudah membuka rolling door menyambut hari. Dua tahun lalu Miepa hanya satu sekarang sudah mempunyai beberapa cabang dan kemitraan di kota lain.
Percintaan ku dua tahun ini memang kandas tetapi tidak dengan kehidupan lain.
__ADS_1
Pagi ini aku bersemangat mengendarai mobil baru ku yang baru tiba berapa hari lalu. Setelah sebelumnya harus bersabar menunggu karena warna yang ku inginkan harus inden dulu.
Hasil kerja keras ku selama dua tahun, Penjualan mobil lama, Arloji pemberian Bian dan tabungan. Akhirnya aku bisa membeli mobil baru lagi.
Hati ku terasa ngilu ketika teringat penjualan arloji dari Bian menyumbang sumbangsih juga untuk pembelian mobil. Ah sudahlah yang bentuk wujudnya berbeda
Aku menepikan mobil di baby shop, Berniat untuk menjenguk putra Natasha dan Gege. Sudah genap tiga bulan Natasha selesai melahirkan, Besok dia akan masuk kembali ke butik.
Terakhir aku menjumpai putra Natasha saat usia 2,5 bulan ketika ulang tahun ku yang ke-26.
Tangan ku sedang memilah pakaian bayi, Ketika Netra ku menangkap bayangan Adi dan Cahya di pojokan baby shop.
Mereka berdua sedang bertengkar, Andai itu orang lain mungkin aku tidak terlalu perduli tapi mereka adalah dua orang yang membelokkan jalan cerita ku.
Suara Cahya melengking tinggi sedangkan Adiwarna hanya diam. Cahya melempar barang yang dibeli ke wajah Adiwarna lalu pergi ke pintu keluar. Sedangkan Adiwarna membayar belanjaan yang dilempar Cahya lalu segera menyusul.
Begitu dramatis kelakuan mereka berdua di tempat umum. Apa sudah kehilangan malu untuk membicarakan di rumah saja.
Aku menajamkan pendengaran sambil berpura-pura memilah pakaian. Perlahan aku merapat ke arah dua orang penjaga baby shop yang sedang membicarakan Adiwarna dan Cahya.
"Kenapa ibu tadi marah?"
"Ibunya tadi sedang memilih jaket di barisan pakaian anak, Suaminya menerima telpon sepertinya dari wanita lain. Ibunya curiga karena suaminya meninggalkan dia saat menelpon.
"Kamu tahu dari wanita lain?"
"Aku tahu saat istrinya mengambil handphone dan memeriksa panggilan terakhir. Dia menelpon ke nomor tersebut dan memaki-maki orang di balik telpon. Jal*ng perebut suami orang,"
"Ih ada pelakor padahal ibunya cantik banget ya, Kasihan ya."
"Iya suami gak tahu diri, gatel masih saja melirik wanita lain. Wajar saja istrinya mengamuk."
Wajar saja istrinya mengamuk? aku mengulang kembali kalimat tersebut. Terasa geli di telinga, Dua tahun lalu Cahya melakukan hal yang sama. Begitu pula Adiwarna.
Entah siapa wanita yang sekarang bermain api dibelakang Cahya. Apa yang pernah ku rasakan mungkin saat ini dirasakan oleh Cahya.
Ternyata Adiwarna belum berubah. Memang ada benarnya jika tidak berjodoh dengan seseorang, Tuhan sudah menyiapkan jodoh yang lebih baik lagi.
Suatu kebetulan atau tidak, Pagi ini menunjukkan kehidupan rumah tangga mereka berdua. Aku tidak mensyukuri yang menimpa mereka karena awet atau tidak rumah tangga mereka. Sudah tidak berpengaruh dalam hidup ku lagi.
Hanya saja aku lebih memahami jika tidak berjodoh dengan seseorang karena Tuhan menyiapkan jodoh yang lebih baik lagi.
Aku hanya perlu menunggu untuk waktu itu datang lagi.
*********
Ah demi kalian otor up dua kali hari ini 😌 Jangan lupakan otor ya, Like vote dan komen 😘
selamat berbuka puasa bagi yang menjalankan
🤗🤗
Otor kasih visual Dion ya.
__ADS_1
Ingat Dion Andreas ya si model iklan deodoran walau cuma figuran bukan Doni si duda keren 😂😌