
Hidup adalah pilihan
aku telah menerima dia
memilih dari dua orang dengan
menawarkan asa yang ada
Apakah Aku harus bertahan pada pilihan ini
mengikuti kata hati
atau beralih pada pilihan lain
mengikuti pikiran rasional dan keinginan
*******
Setelah makan kami memilih untuk melanjutkan kebersamaan dengan mengunjungi pantai yang tidak terlalu jauh dari warung seafood. Melanjutkan pembicaraan tentang keluarga Bian.
"Papa tetap bersikeras aku menikah dengan Tasya karena pernikahan ini akan memperkuat posisi aku dan mama berada dalam keluarga Danny Anugrah."
Kami menyusuri pinggir pantai menikmati percakapan dengan hembusan angin dan sentuhan ombak yang sesekali datang menghampiri kaki telanjang kami.
"Kalau papa mu bersikap demikian. Bagaimana dengan mamamu?"
"Mama menginginkan aku bahagia dengan cara ku sendiri. Beliau menyerahkan segala keputusan kepada ku." Angin pantai memainkan anak rambut Bian menciptakan desiran di hatiku.
"Siapa yang meminta perjodohan ini, Bian?".
__ADS_1
"Tasya, Dia menyukai ku. Seorang gadis yang diperlakukan seperti tuan putri sedari kecil. Dia masih keluarga kakek Danny Anugrah. Gadis yang terbiasa mendapatkan apa yang dia mau. Dia sebenarnya baik tapi tidak sudi mendapat penolakan"
Ada nyeri di hati ku mendengar penuturan Bian. Cemburu kah ini?. Bian bukan cucu kandung Danny Anugrah berbeda dengan kakak kembarnya yang mamanya merupakan putri dari Danny Anugrah. Hal ini lah yang mendorong papa Bian meminta dia menerima Tasya.
Aku menyimpulkan papanya menginginkan Bian diterima dalam keluarga besar Danny Anugrah. Berarti selama ini mereka belum terlalu dianggap sebagai keluarga besar. Apakah benar dugaan ku ini? Aku ingin bertanya tapi terasa sungkan.
"Dulu saat aku kecil selalu menjadi pertanyaan kenapa Kak Danar dan Diandra sangat disayang kakek dan nenek. Mereka sering menghabiskan liburan dan berjalan bersama tapi sejak aku tahu siapa wanita di foto keluarga kakek dan nenek. Aku tahu mereka cucu kandung dan aku bukan."
"Bagaimana dengan keluarga mamamu."
"Aku dekat dengan keluarga mamaku. Kakek nenek pihak mama berasal dari kota ini. Ruko di jalan sudirman dulunya tanah kakek nenek yang diwariskan ke mama lalu oleh papa dibuatkan ruko . Masa kecil ku ketika liburan sekolah sering dihabiskan di kota ini."
"Sekarang tinggal dimana kakek nenek dari mama mu?".
"Saat aku SMA, Nenek, kakek dan kakak mama meninggal karena kecelakaan mobil. sejak mereka meninggal aku jarang kembali ke sini. Ketika papa dan kak Danar membuka usaha di sini. Aku bisa kembali lagi dan bertemu perempuan yang ku sukai."
"Maaf"
"Menyayangi tulus tanpa syarat." Aku mengulang kembali perkataan akhir Bian.
"Iya berbanding terbalik dengan keluarga kakek Danny Anugrah. Tanpa sadar perjodohan yang mereka atur melukai hatiku dan mama. Seakan sebuah syarat agar aku dan mama diterima sepenuhnya dalam keluarga besar mereka."
Bian menghentikan langkah dan menatap ku. Pandangan matanya tampak terluka. Tentu saja pernikahan mamanya selama 27 tahun. Merawat Danar dan Diandra anak dari suami dan istri pertamanya, Laura putri Danny Anugrah. Tinggal berdampingan selama 27 tahun tapi belum sepenuhnya dianggap sebagai keluarga.
"Mereka takut jika menganggap kami sebagai keluarga Danny Anugrah maka ada harta yang akan jatuh kepada ku. Makanya aku tidak mau bergabung di perusahaan kakek tapi mengelola usaha yang murni dari harta pernikahan orangtua ku."
"Complicated"
"Papa tetap lah papa kandung Danar dan Diandra. Kekayaan keluarga kami juga milik kakak kembar. Akhirnya aku memilih melarikan diri ke kota ini. Membangun usaha sendiri dan menolak perjodohan dengan Tasya."
__ADS_1
"Tapi Danar mengikuti mu." Aku teringat sama Danar yang berada di kota ini.
"Aku sudah katakan berkali-kali dia abang yang protektif". Danar tertawa kecil begitupula aku.
"Kak Danar konyol yang seharusnya dikhawatirkan adalah dia yang masih melajang di usia kepala tiga."
"Kak Danar kebanyakan bersenang-senang. Kekasih dia yang dulu pernah ku suka ketika mengetahui aku bukan cucu kandung Danny Anugrah. Menolak ku mentah-mentah dia memilih mendekati Kak Danar."
"Dia sangat cantik" Aku tak bisa menyembunyikan perasaan insecure dengan wanita yang pernah di impikan Bian.
"Tapi kamu mengagumkan ku, Sayang. Kamu tangguh, lucu dan menyenangkan."
"Tunggu.. Tunggu. Lucu?"
"Iya kamu menarik sekali, Sayang. Aku akan mempertahankan mu, Anggrek Maharani tapi bisakah kamu bertahan untuk ku?"
Bian merapikan anak rambut ku yang ditiup hembusan angin membuat jantung berdegup dengan kencang. Dia yang menarik hatiku tapi sekali lagi aku harus bertahan akan rintangan kehidupan.
"Aku akan mencobanya, Bian." Akhirnya aku mengeluarkan kata yang memang mewakili perasaan ini. Aku akan mencoba untuk bertahan.
"Terimakasih Anggrek Maharani atas kesempatan yang kamu berikan. Aku tahu kau wanita hebat yang ku pilih, Aku mencintai mu."
Aku akan mencoba bertahan setidaknya satu kepingan puzzle sudah mendapatkan kejelasan. Aku harus menghadapi kepingan lainnya lagi.
Langit di pantai mulai berubah menjadi jingga. Angin mulai mereda dan aku tahu sekali lagi kehidupan cinta ku harus di uji.
Satu hari kembali terlewati lagi dengan kisahnya sendiri.
*********
__ADS_1
❤❤❤❤❤❤ love author untuk para readers 🤗