Viral

Viral
94. Ujian dan Sabar


__ADS_3

...Ujian dan sabar...


...itu satu paket...


Setidaknya bagi Anggrek dalam caption hari ini. Dia tidak perduli Kenzo akan membaca atau tidak, Ken tidak mau merepotkan diri dengan sosial media. Dia suka hidup dalam dunia nyata


*****


Aku mengambil tas dan kunci mobil di laci meja lalu menuju parkiran. Pikiran terasa sesak, Aku memacu mobil dalam kecepatan penuh. Menuju ke arah, Ah aku tak tahu ke arah mana....


Akhirnya sekian menit kemudian aku mempunyai tujuan. Berhenti di restoran Miepa yang sudah selesai. Beberapa pekerja melakukan finishing pada mural Miepa. Spot untuk para pemburu foto instagramable.


Semua meja, kursi, rak dan peralatan penunjang lainnya sudah berada pada tempatnya. Keseluruhan sudah lengkap, Tinggal pelaksanaan dan peresmian.


Semua undangan sudah kami berikan kepada tokoh masyarakat dan pihak yang berkepentingan dengan Miepa. Termasuk surat undangan untuk bapak Walikota Aku berharap terpilih sebagai pemuda inspiratif menjadi pertimbangan beliau berkenan hadir.


Terlebih walikota kami mendukung perkembangan UMKM. Satu minggu lagi Grand Opening restoran Miepa akan dimulai, Acara akan dilaksakan pada hari Selasa. Aku dan team sudah menyiapkan semuanya.


Urusan pribadi dan urusan pekerjaan. Bagi ku dua hal yang berbeda, Apa yang terjadi dengan aku dan Kenzo jangan sampai menjadi kendala dalam urusan pekerjaan.


Aku mendengar derap langkah yang menggema di restoran Miepa. Ketika memalingkan wajah, Netra ku melihat Bian. Dia memasukkan kedua tangannya di dalam jaket lalu berdiri di samping ku.


"Apa kabar mu sekarang?"


"Baik, Tahu dari mana aku disini? tanya ku. Sebenarnya ada jengah di hati mendengar pertanyaan Bian, Karena aku yakin dia mendengar perdebatan dengan Kenzo.


"Feeling, Hmm Kelihatan tidak seperti itu,"


"Baik untuk hal tertentu, Tidak 100 persen tapi akan ku atasi sampai 100 persen," Kali ini aku menjawab sesuai keadaan.


"Pria yang bernasib baik karena kamu mempunyai niat memperbaikinya," ucap Bian yang ku respon dengan diam. Masalah dengan Kenzo belum selesai. Aku tak mau menambahkan dengan menanyakan apa maksud dari perkataan Bian.


"Anggrek, Jaga dirimu jangan membawa kendaraan dengan kecepatan seperti tadi. Saat ini kamu beruntung dalam jam kerja dan sekolah, Jalanan tidak terlalu padat. Aku begitu khawatir tadi saat hendak menyusul mu di parkiran." Bian kembali berkata melihat aku tampak enggan menanggapinya.


Aku tetap diam mengawasi para pekerja yang piawai menggambar mural, Tangan-tangan terampil membuat pekerjaan itu tampak begitu mudah. Pandangan ku terganggu ketika telapak tangan Bian naik turun di depan wajahku.


"Kak Bian!!"


"Iyaaaaaa!!"


"Jahil banget sih!"


"Aku khawatir kamu kerasukan karena diam saja,"


"Aku lagi fokus memperhatikan mereka membuat mural," elak ku.


"Mural mu saat wajah masih chubby, Kamu tampak lebih kurusan sekarang, Kamu masih diet?" Bian memperhatikan wajah dengan seksama.


"Tidak, Aku lebih memperhatikan pola makan saja sekarang," aku masih ingat ketika drop diet sembarangan. Bian lah yang datang dengan segabrek makanan.


"Jaga kesehatan selalu ya, Itu paling utama. Penampilan bisa menyusul. Jangan tampak menarik tapi malah jadi sakit!" Kali ini Bian menasehati tampak seperti mama.

__ADS_1


"Huh, Iya... Kak makasih ya sudah mempermudah pembukaan restoran Miepa. Sangat berarti sekali karena mewujudkan mimpi ku,"


"Iya, Anggrek. Aku juga berharap kamu bisa mewujudkan mimpi ku karena hanya kamu yang bisa."


Aku diam kali ini kami sama-sama terdiam. Takut untuk berbicara. Takut jika hanya memberikan fatamorgana keindahan hubungan yang hanya sebuah ilusi. Sampai akhirnya kami memutuskan meninggalkan restoran Miepa, Kami tetap diam.


...____---_____---______...


H-6 (Rabu) Grand opening


Pagi seperti biasa dalam kediaman keluarga kami. Dimulai dengan sarapan.


"Pa, Ma dan Dewo. Bantu doa ya agar grand opening restoran Miepa lancar,"


"Pasti itu, Nak. Persiapan tinggal berapa persen,"


"Semua sudah selesai, Pa tinggal pelaksanaan," jawab ku merespon pertanyaan papa.


"Mama bangga sama kamu, Nak!"


"Makasih, Ma." Rasa haru menyeruak mendengar perkataan mama.


"Dewo juga seneng kak," timpal Dewo. Tumben adik ku manis sekali.


"Ma, Pa dan Dewo. Anggrek dan Kenzo juga berencana melanjutkan hubungan serius. Ada pembicaraan mengenai lamaran dari Kenzo. Kemungkinan akan dilaksanakan setelah papanya beraktivitas normal,"


Mama dan papa saling berpandangan. Berbeda dengan Adiwarna dan Bian, Aku memang tidak terlalu terbuka dengan hubungan bersama Kenzo. Dua kali kegagalan membuat ku lebih memilih setelah ada kepastian memberitahu kedua orangtua ku.


"Yakin, Pa," jawab ku. Sebuah jawaban yang membentuk pertanyaan dihati.


"Anggrek, Kamu sudah dewasa sekarang. Mama dan papa akan mempercayai keputusan kepada mu," kata mama.


"Eheem, Anggrek sebenarnya papa berbeda partai dengan papa Kenzo. Ada perbedaan pandangan ketika beliau menjabat sebagai wakil walikota periode lalu. Sebagai rakyat papa tidak memilih dia tapi ya jalan kehidupan ternyata kamu justru bersama anaknya,"


"Pa, Belum ada sejarah hubungan anak tidak direstui karena berbeda partai. Jangan aneh-aneh," sanggah mama. Tak urung membuat ku dan Dewo tertawa mendengarnya.


"Papa hanya memberikan pendapat, Anggrek kapan pastinya mereka melakukan lamaran?" tanya papa sambil melirik ke arah mama.


"Ken mengatakan satu bulan tapi masih menunggu papa Ken bisa beraktivitas normal."


Papa dan mama mengangguk mendengar penjelasan yang ku sampaikan. Aku tahu mereka akan meminta penjelasan detail ketika Dewo tidak berada di dekat kami. Pembicaraan yang lebih intens pastinya.


......____----____----____......


Ken, Sampai kapan kamu mendiamkan aku? undangan grand opening restoran Miepa, Sudah aku sampaikan secara pribadi ke tante Melinda sekalian membesuk papamu. Raisa dan Riska juga akan hadir, Apakah kamu tidak akan datang? bukan kah itu akan menjadi tanda tanya.


Aku menekan tombol send pada layar. Tidak kah terlalu kekanakan hal ini. Aku menghela napas sambil tangan ku meraih undangan pernikahan Tania dan Doni, Mereka akan menikah sabtu ini.


Trrrttt.. trrttttt


"Halo, Aku tidak bermaksud mendiamkan mu tapi ada beberapa pekerjaan sedang ku kerjakan. Aku sudah memilih WO. Kamu sedang apa sekarang?

__ADS_1


"Sedang di Miepa, Sayang."


"Oh iya, Lanjutkan pekerjaan mu ya, Bye."


Kenzo menutup telpon sebelum aku sempat menjawab. Dia membalas ku dengan mengatakan sibuk bekerja. Bahkan sama sekali tidak meminta maaf karena sudah berapa hari mengabaikan telpon dan pesan.


Trrrttt.. trrrttt


Kak, Jangan lupa pukul 14:00 ke Sky rooftop. Launching ' your tea'.


Pesan dari Kira membuat ku teringat jadwal hari ini. Pertemanan dengan influencer jarang ku lakukan karena padat aktivitas yang harus dijalankan.


Ketika melihat story circle friend influencer yang ditunjukkan Kira, Menyadarkan mereka saling mendukung. Menurut Kira jika bisa mempunyai teman sesama influencer yang baik dan positif. Mereka akan saling mendukung usaha temannya.


Bukankah aku akan membuka Miepa, Mengapa tidak mendekatkan dan memperluas jaringan pertemanan. Tempat pelaksanaan di salah satu restoran milik Kenzo. Ada desiran di hati, Akankan aku bertemu dengan dia siang ini.


"Ken, Aku ada undangan produk terbaru 'yourTea'. Hari ini di sky rooftop pukul 14:00, Kamu ada di sana ?


"Ada,"


"Oh...."


Kalimat panjang yang hanya dibalas tiga huruf. Ken menguji kesabaran. Aku segera mengambil tas dan mengeluarkan pouch make-up. Undangan yourTea termasuk para beauty blogger. Mereka terkadang seperti barbie berjalan, Sangat cantik. Setidaknya penampilan ku juga harus terjaga.


Aku menggunakan kemeja oversize putih yang ku gunakan sebagai outer, dalaman putih, celana high waist dan stilletto hitam. Tangan ku meraih sling bag lalu membuat rambut ku menjadi cepol kecil. Terakhir aku menggunakan kacamata UV, Cuaca jam dua cukup panas. Simple karena launching 'yourTea' juga temanya santai.


Mata ku melirik ke arloji ketika tiba di Sky rooftop. Pukul 13.45, Acara tidak dilangsungkan diteras rooftop tempat Kenzo melamar ku tapi dalam ruangan.


Netra ku menangkap Kenzo dan beberapa perempuan cantik, Mereka berbincang akrab. Aku meneguk saliva, Dia menjawab singkat pesan ternyata sibuk dengan mereka.


Ruangan rooftop di dominasi hijau dengan ornamen daun-daun teh menghiasi sudut ruangan. Sebagian pojok ruangan di penuhi deretan botol 'yourTea'. Acara kecil salah satu ajang promo produk, Serasi dilakukan di Sky rooftop.


Kenzo melihat kedatangan ku, Aku terdiam di tempat berdiri. Dia melangkah menghampiri dan menggandeng tangan ku.


"Sayang, Lama sekali baru datang. Aku membutuhkan 'bodyguard' saat ini. Mereka membuat ku sibuk sekali dari tadi," jelas Kenzo sambil menggamit lengan ku.


"Sibuk sekali sampai membalas pesan ku saja hanya tiga huruf," ketus ku.


"Sibuk menyiapkan acara ini, Sayang. Seperti kamu ketika sedang menyiapkan acara Miepa. Tentu kamu paham ya, Kan? bahkan kamu tidak sempat membalas pesan ku lagi,"


Aku nyaris tidak percaya. Kenzo membalas ku rupanya. Kami berjalan saling bergandengan tangan, Membuat sebagian besar wajah cantik dan tampan dengan pakaian stylish di ruangan ini menoleh ke arah kami.


Senyum ku melebar, Begitu pula Kenzo. Beberapa perempuan yang tadi berada di dekat Kenzo melihat ku dari atas ke bawah. Menelisik menilai seakan aku kertas ujian.


Ya, Kami tampak mesra. Akur seperti pasangan harmonis menyembunyikan 'sesuatu' yang terjadi berapa detik lalu.


******


Visual Anggrek pergi ke launching 'yourtea'


__ADS_1


__ADS_2