Viral

Viral
77. Penghargaan Pemuda-Pemudi inspiratif


__ADS_3

.


.


.


.


.


Kosong caption Anggrek hari ini tapi percayalah tidak dengan hatinya.


****


Langit cerah dipenuhi bintang yang berlomba berpendar menunjukkan cahaya yang berkelip. Memudarkan hati yang sempat kacau karena ulah Cahya.


Mobil Kenzo melaju kembali di jalanan. Aku melihat ada senyum lebar di wajah Kenzo.


"Kenapa kamu tersenyum? Gara-gara Cahya Aku nyaris melakukan perkelahian di muka umum,"


"Hehe, Aku masih teringat wajah Adiwarna tadi. Ekspresinya kacau, Dia melihat kejadian di depan toilet tapi cuma mengawasi saja dari tempatnya,"


"Mengawasi mantanmu supaya gak berulah ya, Ken"


"Iya mantan mu mengawasi istrinya ya, Nggrek. Biar gak buat keributan,"


"Haha, Aku bahkan sampai lupa alasan kenapa bisa bertahan lama dengan Adiwarna sampai lima tahun,"


"Sama, Aku juga. Bisa jadi karena kita lebih muda dulunya jadi cara berpikir memilih pasangan pun berbeda,"


"Iya juga, Apakah mereka saling menyesal sekarang?" aku merujuk pada pernyataan Cahya yang menyatakan tidak menginginkan Adiwarna lagi.


"Entahlah coba kamu hubungi mantan mu untuk menanyakan apakah dia menyesal menukar seorang Anggrek dengan Cahaya,"


"Aku masih waras untuk melakukan itu,"


Kami saling pandang lalu menertawakan mereka yang pernah membuat kami terpikat.


Aku tahu kalimat sakti yang menghentikan Cahya berulah. Dia takut ketika Kenzo mengancam akan melaporkan ke Bima agar Cahya di blacklist dalam daftar pengunjung.


Rosemary termasuk restoran bergengsi untuk ukuran kota kami. Sosialita di kota ini sering mengadakan acara di sana. Tentu saja Cahya tak mau eksistensi hilang jika dilarang mengunjungi Rosemary.


"Nggrek, Mau makan jagung bakar di pinggir jalan gak? Langit cerah banget, Sayang untuk dilewatkan,"


"Dengan pakaian ini?"


"Memangnya kamu mau ke rumah dulu untuk berganti pakaian,"


"Hmm boleh lah tapi gak lama ya,"


"Tergantung juga kalau kamu makan sebiji-biji pasti bakalan lama,"


"Bisa sampai subuh kalau gitu,"


Kenzo menepikan mobilnya tidak jauh dari pedagang jagung bakar yang mangkal. Dua buah bangku diletakkan di bawah pohon.


Aku duduk sendirian di bangku sambil menunggu Kenzo memesan jagung bakarnya. Ketika kembali dia menyampirkan jasnya ke tubuh ku, Kembali lagi kejadian ini mengingatkan ku pada Bian.

__ADS_1


"Makasih ya,"


"Iya aku berasa aneh saja menggunakan di sini,"


Abang jagung bakarnya datang. Tak Ku sangka dia menggoda kami dengan mengubah sedikit lagu seniman legenda Indonesia, Alm Benjamin Sueb. Lagu yang sering diputar kakek dan nenek di rumah mereka.


...Aduh emak asiknye...


...Duduk dua duaan, kaye nyonye dan tuan...


...Di gedongan...


Wajah ku dan Kenzo memerah terlebih beberapa remaja yang sedang nongkrong tidak jauh dari kami, Ikut bernyanyi. Detik itu juga aku dan Kenzo bergegas masuk ke dalam mobil.


"Gara-gara ide mu, Ken."


"Aku enggak tahu, Si abang bakalan iseng gitu godain kita."


"Jagungnya gimana nih?"


"Makan dalam mobil saja," Kenzo masih menyisakan tawanya karena ulah abang jagung bakar.


Aku sudah tiba kembali di rumah. Berada kembali di atas ranjang dengan boneka pisang. Sama sekali tidak menyangka, Malam ini Kenzo akan membicarakan pengajuan ku sebagai pemuda inspiratif kota.


Terlebih hal tidak terduga juga terjadi. Akhirnya bisa membalas Cahya walau awalnya hanya iseng menggodanya. Aku sama sekali tak menyangka, Dia akan mengamuk.


Sambil tersenyum aku tertidur. Satu hari kembali terlewati lagi.


*******


Seperti yang Kenzo sampaikan mereka akan mengevaluasi kelayakan untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Aku tidak paham pastinya yang menjadi standar mereka.


Jika tidak mendapatkan penghargaan juga tidak menjadi persoalan bagi ku. Pertanda ada yang lebih pantas untuk mendapatkannya.


Ingat booth pentol jadi teringat pembicaraan dengan Nando. Dia sudah memegang keseluruhan cabang Miepa dan menjaga kemitraan dengan mitra Miepa.


Hari-hari berikutnya aku lebih sering mendampingi Nando untuk menentukan ritme tugas yang tepat. Sejujurnya kami baru sama-sama belajar tapi semakin hari mulai mendapatkan arah yang tepat untuk melakukan kontrol keseluruhan.


Hari ini ketika sedang di Miepa, Kenzo datang berkunjung. Dia memesan mie kuah daging, Mengingat betapa kritisnya Kenzo dengan masakan membuat aku turun langsung untuk membuat pesanan Kenzo.


"Enak, Anggrek. Tekstur mienya beda, Kalian membuat sendiri mienya?"


"Iya betul, Kami membuat mie sendiri. Sekarang Miepa juga memproduksi mie dari bahan alami tapi masih terbatas hanya ada di cabang sini.


Beberapa menu andalan Miepa sekarang adalah hasil aku kursus privat dengan beberapa chef. Setelah berapa kali trial barulah aku percaya diri untuk menjualnya.


"Aku selalu menyukai wanita yang bisa memasak,"


"Iya rata-rata wanita bisa memasak hanya membedakan, Apakah istimewa atau tidak rasa yang mereka masak,"


"Enggak juga sih, Beberapa teman perempuan ku tidak suka masak. Cahya termasuk juga tidak menyukai memasak. Dia bahkan tidak tahu nama bumbu dapur,"


"Kamu tahu darimana, Ken?"


"Cahya sendiri yang mengatakannya. Aku suka memasak, Nggrek. Ketika menikah nanti aku akan mencari wanita yang suka memasak juga. Seru kan ya sama-sama di dapur meracik makanan keluarga,"


"Iya," aku menjawab singkat.

__ADS_1


"Anggrek, Aku mau mengantar ini," Kenzo memberikan amplop dengan logo dari instansi.


"Apa ini?"


"Buka saja dulu," aku membuka amplop dan membaca surat yang menerangkan bahwa aku terpilih sebagai 'Pemuda-pemudi Inspiratif Kota'.


"Eh beneran nih, Jadi nanti hari senin ini aku akan mendapatkan penghargaan? kriterianya apa sih Ken,"


Aku sedikit shock, Bahagia, Terharu campur aduk menjadi satu.


"Sumbangsih sama masyarakat salah satu faktor penilaian. Usaha frozen food mu membantu perekonomian lingkungan sekitar yang terkena imbas pademi, Pegawai yang kalian rekrut juga seperti Bang Ipul merupakan orang-orang yang awalnya terkendala ekonomi,"


Kenzo mengelap mulutnya "Bunda Ari dan Riko yang awalnya menjual singkong kemudian kamu berikan modal. Sehingga bisa diolah menjadi keripik dengan harga jual lebih tinggi. Bahkan mereka juga bisa membayar tetangga sekitar,"


"Kalian mencari tahu?"


"Bukan aku tapi ada team khusus untuk itu. Masih ada indikator tapi aku tidak paham sepenuhnya. Apalagi sekarang Miepa sudah memiliki banyak cabang. Hari senin nanti aku jemput ke balai kota,"


"Aduh jantung ku jadi berdebar,"


"Ada tanggung jawab untuk sebuah penghargaan tapi Nggrek, Aku juga kemarin mendapatkan penghargaan untuk restoran gitu. Kadang ada beban takut mengecewakan orang-orang yang sudah terbentuk pemikiran akan standar restoran,"


"Iya kadang penilaian orang menentukan sikap kita ya. Padahal seharusnya tidak seperti itu ya,"


"Iya, Eh aku pamit dulu ya," Kenzo melihat ke arah arlojinya.


"Iya, Hati-hati ya Kenzo. Makasih ya sudah mengajukan sebagai pemuda inspiratif,"


"Kamu memang menginspirasi kok, Nggrek. Aku juga terinspirasi dengan kamu koq, Nggrek. Dari dulunya jualan keripik bungkusan Adiwarna di kampus bisa punya usaha sendiri dan banyak cabang sekarang,"


"Banting aja.. Banting, Awalnya memuji diakhir kamu ingetin jaman dahulu kala," Aku mengerut antara malu dan kesal. Kenzo memang paling ingat di jaman itu.


"Haha, Jangan marah ntar cepet keriputan. Skincare kalian kan mahal,"


Kenzo dan Lexusnya berlalu dari hadapan ku meninggalkan rasa bahagia. Kerja keras dua tahun ini akhirnya ada yang menghargai. Dalam hati aku memang tidak terlalu berharap tapi ketika terpilih, Kebahagiaan itu tetap ada.


*****


Papa dan mama membaca surat undangan penerimaan penghargaan sebagai Pemuda Inspiratif kota dengan wajah bahagia. Mereka tampak terharu.


"Apa gak ketuaan umur 26 tahun masih disebutkan pemuda pemudi. Sebagian orang sudah jadi emak-emak itu,"


"Dewo!! Pemuda itu usia 16-30 tahun, Kakak masih masuk kategori lah," aku melempar bantal kursi ke adik ku yang menangkapnya sambil cengesan.


"Papa dan mama nanti akan hadir sebagai tamu. Kita pergi barengan atau gimana?"


"Anggrek pergi lebih awal, Ma karena ada briefing dikit dengan panitia acaranya,"


"Oh gitu, Baiklah. Jangan lupa berdoa selalu, bersyukur dan tingkatkan sedekah ya, Nggrek,"


"Baik pa dan ma,"


Aku lalu memasuki kamar dan meletakkan surat undangan tersebut di atas meja. Setelah drama dua tahun ini akhirnya senin ini ada yang membuat hati ku begitu bahagia.


********


Aku juga bahagia dengan komen, like dan Vote dari kalian 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2