Viral

Viral
89. Aku tahu


__ADS_3

...Aku membenci keadaan ini...


...keputusan akan menyakiti...


...salah satu dari mereka...


...******...


Aku tahu dia tidak baik-baik saja


Aku tahu dia sedang terluka


Aku tahu keadaan hatinya sedang kacau


Aku tahu cinta ini masih ada untuknya.


Aku tahu dia pulang kembali ke kota ini hanya untuk menemui ku, Mengatakan bahwa dia berhasil mengatasi semua masalah yang ada.


Ya, Aku tahu...


Aku hanya tidak tahu bagaimana harus bersikap, Dia datang ketika aku sudah terikat.


Aku menghargai kepercayaan yang diberikan oleh Kenzo. Memegang dengan segenap jiwa kepercayaan itu dan belajar mencintai Kenzo, Hanya bibir ini belum sanggup untuk mengatakannya kepada pria di depan ku sekarang.


Netra ku menatap pedih Bian, Dia datang pada saat tidak tepat. Setegas apapun dia meminta, Tidak mungkin aku mengkhianati Kenzo dengan alasan karena kekasih yang pergi telah kembali.


"Kamu darimana dengan Ken?"


"Dari makan siang, Kak"


"Makan siang dimana?


"Memangnya, Kenapa? kak Bian sudah makan siang belum?" aku mengalihkan pembicaraan.


"Belum,"


"Aku buatkan mie kuah daging pedas ya? kali ini resep ku sendiri."


Dia tersenyum tipis, Menyenderkan diri di kursi. Ketika hendak keluar, Aku menoleh kembali hanya untuk mendapati Bian tertidur pulas di sofa. Aku mengurungkan niat turun ke lantai bawah membuat mie kuah dagingnya, Kembali lagi ke meja kerja.


Aku memperhatikan dari meja kerja. Melihat dadanya turun naik perlahan, Kepalanya menyender di pinggiran sofa. Terdengar dengkuran halus, Begitu lelah kah?


Dia sama sekali tidak kelihatan seperti pria yang sama berapa hari lalu. Pria yang berkata tegas dan percaya diri pada setiap kalimatnya. Hari ini dia lebih mirip seperti bocah kecil yang tertidur karena lelah bermain.


Dia tampan sekali saat tidur. Tampak tenang dan menyenangkan untuk dilihat. Netra ku berhenti pada arloji miliknya, Dia belum memberikan arloji milik ku.


Seharusnya aku bersyukur Bian tidak mengungkit kelakuan ku yang lalu. Mau ditaruh dimana muka ini.


Aku melanjutkan pekerjaan, Memulai rincian biaya untuk rencana pembukaan restoran Miepa. Penambahan produksi akan menambah biaya lainnya. Otak dan tangan ku bergerak bersamaan saat ini.


Memeriksa laporan dari mitra, Nota dan keseluruhan laporan dari Nando.


Dulu aku bekerja sebagai accounting di perusahaan telekomunikasi. Sepanjang hari hanya bekerja, Akhir bulan terima gaji. Tak peduli kondisi perusahaan jungkir balik yang penting tanggal 25 saldo masuk rekening. Menghabiskan bersama teman-teman sekedar hangout atau karaoke.


Eh iya aku baru menyadari sudah lama tidak hangout. Aku jadi ingat pesan dari Kira ada undangan, Dari salah satu minuman teh yang sering ku endorse. Mereka launching produk baru dan mengundang influencer. Mungkin aku bisa mempertimbangkan untuk bergabung.


"Anggrek, Mie kuah daging pedas buatan mu mana?" entah kapan Bian terbangun, Posisinya kembali duduk normal.


"Aku urung membuatnya kamu tertidur tadi,"

__ADS_1


"Siapa yang tertidur, Aku? kamu salah tadi hanya mejam bentar kok," Dia tertawa membuat ku segera bergegas berdiri untuk mengambil pesanan Bian. Terlalu berbahaya melihat senyum dan tawa Bian untuk hatiku.


Aku telah kembali lagi membawa pesanan Bian dan segelas minuman dingin. Dia menghabiskan dengan lahap, Tidak lama kemudian ada ketukan di pintu.


Cleo, Gadis hitam manis dengan rambut hitam mengkilat itu melemparkan senyum penuh arti. Tubuh ku menegang, Waspada.


"Kamu mau melaporkan apa lagi?" aku berkata sinis, Bagaimana pun rasanya gondok dengan ulah Cleo. Bahkan dia melaporkan sampai urusan pribadi ku pada Bian.


"Saya mau melaporkan kepada Pak Bian mengenai biaya renovasi restoran,"


"Kenapa harus di ruangan ku?"


"Anggrek mau ikut? kami akan pergi meninjau lokasi yang akan kamu sewa?" Cleo mengabaikan pertanyaan ku. Dia bahkan merespon dengan intonasi biasa saja. Tidak terganggu dengan kalimat sinis ku.


"Tidak perlu!"


"Kamu seperti ponakan ku, Anak Diandra. Ngambek gak mau ikut kalau lagi kesal,"


Cleo tertawa mendengarnya. Demi harga diri karena tidak mau dianggap kekanak-kanakan. Aku akhirnya menerima tawaran mereka.


Rasanya ingin menjerit karena sandal jepit ku mendadak putus. Sepatu flat dan kets lupa dibawa. Padahal tadi diajak keliling pasar sandal jepit ini baik-baik saja.


Bian memperhatikan ketika aku menggunakan sepatu hak ku, Si stilletto dengan hak runcing ciri khasnya. Aku tahu ada seulas senyuman ketika dia melihat ku menurun tangga, Pelan dan teratur. Sedikit menganggu kelincahan bergerak.


"Kamu kenapa senyum-senyum?"


"Memangnya tidak boleh?"


Aku cemberut dan segera membuka pintu mobil Cleo. Memilih duduk di kursi penumpang belakang, Bian menyetir mobil dan Cleo duduk didepan. Kami menuju ke calon restoran baru Miepa.


......______-----_____......


Bukan salah Kenzo juga karena mau makan bersama keluarganya, Maka Kenzo menyarankan menggunakan penampilan tersebut. Sedangkan saat ini aku sedang meninjau lokasi pemugaran eks restoran milik Bian.


Aku melipat rok di sebelah paha, Menggenggam erat agar tidak melayang tertiup angin. Bayangan Marilyn Monroe dengan scene rok terbang yang melegenda melintas di pikiran.


Netra ku membulat ketika menuju ke dalam bangunan yang sedang di renovasi. Tumpukan papan, Karung semen, Kaleng cat dan entah apalagi. Dengan stilleto ini seakan aku sedang di permainan game melewati rintangan.


Cleo berjalan di depan ku, Bian yang berada dibelakang tiba-tiba berjalan di depan. Dia menjulurkan tangannya, Aku sempat termangu menimbang menyambut atau tidak.


"Hak sepatumu mempersulit untuk masuk, Anggrek. Aku hanya mau bantu," tangan ku menyambut uluran tangan Bian.


Aku berkata dalam hati, "Maafkan ya, Ken."


Kami memasuki ruangan demi ruangan yang sebagian sudah selesai. Penempatan furniture dan interior yang akan digunakan mulai terbayang di pikiran.


Sekuat tenaga aku menahan air mata. Malu dengan Bian jika menangis, Ada haru yang membuncah, Sebentar lagi restoran pertama ku akan selesai. Dari sebuah booth mungil di pelataran minimarket. Sekarang menjelma menjadi restoran. Memang masih menyewa tapi inilah langkah yang berhasil ku capai.


BRAAAK..


Suara barang jatuh mengagetkan ku, Seorang pekerja bangunan tak sengaja menjatuhkan kayu. Dia Berkali-kali minta maaf, Aku baru tersadar masih bergandengan tangan. Segera ku tarik tangan ku dari genggaman Bian.


Trtrrtttt.. Trtrrtttt


Dering telpon menyelamatkan ku dari tatapan Bian ketika aku menarik tangan dari genggamannya. Setidaknya mengangkat telpon bisa jadi alasan.


"Siang, Kak. Maaf menganggu," ada emosi dalam suara Nando di seberang telpon.


"Iya, Nando. Ada apa?"

__ADS_1


"Tadi saya kirim pesan ke Kak Anggrek tapi belum ada balasan,"


"Oh iya sedang melihat pengerjaan renovasi restoran yang baru disewa. Ada apa Nando?" Kedua kalinya aku menanyakan hal yang sama.


"Mitra kita di kota G yang baru bergabung. Menawarkan kemitraan ke orang lain tanpa memberitahu kita, Nando baru menerima laporannya"


"Lho bagaimana bisa terjadi? kamu tahu darimana?"


"Kak Anggrek buka saja pesan dari saya. Ada foto dua tempat menggunakan nama Miepa tapi bukan berasal dari kemitraan kita. Saya sudah cross check melalui nomor handphone. Mereka mendapatkan kemitraan dan penggunaan nama dari pak Andre, Mitra kota G,"


"Ini gak bisa di diamkan, Nando. Besok kita harus bertemu dengan pak Andre,"


"Baik, Kak."


Aku memasukkan handphone ke dalam tas baru dari Kenzo. Masalah datang kembali, Barusan merasakan langkah kemajuan usaha.


"Ada apa, Anggrek?" aku menatap Bian setelah memikirkan akhirnya aku menceritakan kabar dari Nando. Bukankah selama ini Bian juga sudah mengetahui keseluruhan usaha ku.


"Aku tahu akan terjadi. Perjanjian dengan mitra mu lemah. Kemarin aku sudah meminta Cleo untuk membantu mengurus kemitraan dengan dua orang yang kalian temukan di bazar. Hanya kabar kemarin membuyarkan konsentrasi ku,"


Kabar yang dimaksud Bian pasti mengenai kabar lamaran dengan Kenzo.


"Iya besok aku akan menemui pak Andre,"


"Aku temani ya?"


"Tidak perlu, Kak. Bersama Nando saja,"


"Kamu harus serius menyikapi hal ini. Miepa sekarang sudah merupakan brand. Kalian harus menerapkan sistem waralaba. Penggunaan nama sebagai bentuk kesepakatan berlandaskan perjanjian hukum. Bukan hanya bermodalkan sekedar kepercayaan,"


"Iya, Aku hanya bermodalkan kepercayaan,"


"Kelemahan mu adalah menjalankan dan membesarkan usaha tapi tidak membangun perlindungan kuat. Mulai sekarang sistem Miepa harus dirubah, Masih ingat bukan ketika pesohor negeri ini harus melewati proses hukum berbelit hanya untuk mempatenkan nama usaha warung makannya,"


"Iya aku ingat, Kak. Dua tahun Miepa berkembang seperti ini. Diluar dugaan ku tapi dengan adanya hal seperti ini justru menjadi titik mengetahui apa yang perlu diperbaiki."


Kembali kejadian setaon lalu ketika orang yang ku sebut 'plankton' berencana menarik bang Ipul. Membuat ku sadar bang Ipul adalah pondasi utama. Sejak saat itu aku mengambil privat dengan berapa chef. Meracik sendiri menu khusus.


Sekarang Miepa bukan hanya menu ayam tapi ditambah berbagai menu dengan kaldu daging berbagai macam rupa. Sebuah masalah terkadang membuat diri tersadar, Akan suatu hal lainnya yang tersembunyi.


"Iya, Sayang. Pulang dulu yuk sepertinya rok mu tidak bersahabat disini."


Aku melirik ke bagian bawah dan melihat rok putih ku di sisi lain mulai terkena debu. Semakin di kibas justru semakin lengket debunya.


"Husstt.. husstt jangan di kibas. Aku gak nyaman melihatnya berkibar. Sudah.. sudah pulang yuk, Sayang." Ya ampun aku lupa bukan Marilyn Monroe. Nyaris mengibarkan rok ku.


Hati ku berdesir, Bian enggan menanggalkan panggilan sayang itu.


Aku tahu biarlah waktu akan menjawab semuanya. Aku harus menyelesaikan urusan ku dulu. Seperti yang pernah aku pernah katakan, Hidup ku bukan berputar pada hubungan saja tapi tentang masa depan yang meminta untuk dirajut.


********


Selamat membaca,😘🥰❤


Bagaimana suasana mudik? kalau sekarang uda gak bisa ya tapi sebelum tanggal ini. Banyak juga yang mudik.


Otor kangen sama sodara yang gak bisa mudik. Jadi mudiknya kelar lebaran.. Gpp lah yang penting silahturahmi tetap jalan.☺


Semoga juga diberikan kesehatan sehingga bisa silahturami selalu. Kita pun demikian ya silahturami online diudara 🤗😍

__ADS_1


__ADS_2