
...Aku selalu berpikir...
...semua sudah usai...
...tapi sepertinya...
...tidak bagimu...
...Semakin aku menjauh...
...semakin kamu mendekat...
...bagi ku kisah kita sudah usai...
...bagimu ini hanya perpisahan sementara...
******
Sore berganti malam, Aku sudah menyelesaikan urusan di Miepa, Booth dan butik. Bergegas pulang ke rumah. Masih ada waktu untuk makan malam, Setiba di rumah segera mandi dan berganti pakaian. Semua sudah duduk di meja makan.
"Anggrek, Jadi untuk besok kita pergi terpisah?" papa menanyakan sambil meletakkan iga sapi ke mangkoknya
"Jangan terlalu banyak nanti tensi mu naik," mama mengingatkan papa.
"Iya, pa dan ma. Nanti ada briefing sedikit semacam pengarahan untuk peserta dan penerima penghargaan,"
"Kamu ke salon gak, Nggrek?"
"Kak Anggrek, Emangnya mau manten ke salon segala, Haha" Dewo ketawa ngakak.
Dia masih tak terima kakaknya yang berusia 26 tahun dikategorikan pemuda. Bagi anak usia 17 tahun mendengar usia 26 tahun berasa sudah tua banget. Padahal bagi aku sih berasa masih muda saja.
"Husst gak boleh sama kakakmu gitu. Eh tapi Dewo benar juga Mama sudah pengen kamu jadi pengantin. Dari kakek mu, Doni sudah memiliki calon ya?"
Aku menghela napas dalam hitungan detik, Mama bisa berubah pikiran dengan cepat. Membela ku diawal tapi mendukung Dewo di akhir.
"Iya sama Tania, Teman Anggrek juga. Mereka berkenalan saat acara ulang tahun Anggrek,"
"Kamu di salip lagi sama teman?"
"Tidak, Ma memang Anggrek tidak mempunyai hubungan sama Doni. Tania sudah menanyakan lewat Natasha.
"Lain kali terima saja yang sudah siap menikah,"
"Sudah, Ma. Lebih baik makan dulu, Rejeki Anggrek masih di lain. Jodoh nanti bisa datang juga tidak perlu dipaksakan begitu," papa menengahi sambil menambah iga di mangkok. Membuat mama kembali mengomel khawatir tensi papa naik.
Perhatian seorang mama memang beda, Marah dan mengomel karena sayang. Aku membantu mama membereskan meja makan dan dapur. Setelah itu kembali ke kamar.
******
Aku meletakkan vitamin dari Bian di atas nakas. Ketika hendak mengambil piyama tidur, Netra ku melihat di gantungan jaket hitam milik Bian. Jaket yang diberikan saat aku kedinginan dan untuk pertama kali hari itu Bian mengutarakan perasaannya.
Aku teringat sesuatu, Segera kaki ku melangkah ke arah kamar. Mengetuk tak sabar pintu kamar Dewo.
"Ada apa, kak?" aku masuk ke kamar sambil menyerahkan jaket milik Bian.
"Ini untuk mu punya kak Bian,"
"Wah keren ini, Jaket impian Dewo. Limited edition,"
"Dewo kamu ya yang suka kasih tahu Bian? kegiatan kakak,"
"Gak ah, GR banget kan Dewo gak banyak tahu kerjaan kakak. Memang kak Bian suka tanya kabar kakak, Dewo beritahu saja kakak sibuk. Eh tapi Dewo kasih tahu besok kakak dapat penghargaan,"
"Ih kamu kok ember banget,"
"Sengaja karena kalo buka obrolan pakai nama kak Anggrek balasannya cepat. Dewo masih suka sharing mengenai kamera dan aplikasi,"
"Jangan terlalu banyak cerita deh tentang kakak,"
"Ya deh, Iya"
Aku berlalu dari kamar Dewo, Bian masih mencari tahu tentang ku. Untuk apa? kadang percuma memblokir akun sosial pribadi miliknya. Dia bisa menggunakan akun fake untuk memantau sosial media ku.
__ADS_1
****
Aku masuk ke kamar kembali dan meraih handphone karena ada notifikasi pesan masuk dari Kenzo.
"Malam, Nggrek. Sedang sibuk, kah? besok pagi pukul 06:30 aku jemput ya?"
"Enggak kok, Ken. Baru mau tidur, Iya aku tunggu,"
"Oke, Nggrek. Pakai kemeja putih ya,"
"Memangnya ada dress code?"
"Enggak ada tapi pakai saja ya,"
"Oke, Kenzo,"
"Bye, Anggrek. Tidur gih biar besok bisa seger kembali,"
"Bye juga Ken. Makasih ya,"
*******
Senin pagi aku sudah melaju bersama Kenzo, Dia juga menggunakan kemeja putih yang sama. Di balai kota sudah mulai ramai. Tenda putih terpasang memanjang. Sound sistem dan prasmanan sudah rapi di sisi panggung.
Beberapa orang ASN menyambut kami. Banyak yang kenal dengan Kenzo karena dia mantan anak pejabat kota.
Aku berpisah dengan Kenzo. Bergabung bersama orang-orang yang menerima penghargaan yang sama. Kami diarahkan ke ruangan untuk briefing. Dua panitia acara memberikan draft kegiatan acara.
Selanjutnya kami diarahkan menuju ke kursi penerima penghargaan. Aku berkenalan dengan beberapa penerima penghargaan dengan latar berbeda.
Bapak walikota dan perangkat kepentingan lainnya sudah berada dalam posisi mereka. Begitu pula pembaca acaranya yang sudah mulai membuka acara.
Acara dimulai dengan doa lalu kata sambutan. Dilanjutkan dengan pidato dari bapak Walikota. Puncak acara lalu penyerahan penghargaan untuk tokoh pemuda-pemudi inspiratif tahun ini.
Aku menerima penghargaan dari bapak Walikota dengan rasa terharu. Perjalanan dua tahun dengan berbagai drama didalamnya, Seakan mendapatkan siraman kebahagiaan pada hari ini.
Acara diakhiri dengan doa serta foto bersama penerima penghargaan dan Walikota. Setelah selesai pengambilan foto dokumentasi. Dilanjutkan dengan makan bersama yang telah disediakan panitia. Ternyata dari restoran Kenzo pantasan saja dia datang.
Seorang pegawai dari restoran mengambil foto aku dan Kenzo menggunakan handphone milik Kenzo.
"Selamat, Anggrek ya" mama dan papa menyalami dan memeluk ku.
"Iya makasih ya mama dan papa, Nanti mama langsung pulang atau gimana?"
"Papa langsung pulang, Nggrek. Masih ngantor lagi nanti papa akan mengantar mama dulu,"
"Anggrek juga nanti mau lanjut kerja barengan sama teman yang jemput tadi, Anggrek titip mama ya plakat dan piagam penghargaannya.
Kenzo menghampiri kami dan berkenalan dengan papa dan mama. Dia bicara dengan papa ketika mama berbisik.
"Kamu gak kapok dengan cowok ganteng nanti gagal lagi, lho,"
"Mama, Itu kan teman Anggrek,"
Ya ampun Mama tega amat sama anak. Aku menggerutu dalam hati.
*******
Aku dan Kenzo kembali melaju dalam mobil menuju Miepa. Ada yang dari tadi mengganjal di hati ku.
"Ken, Kok hanya kita yang menggunakan kemeja putih? kebanyakan menggunakan batik, Aku pikir memang harus menggunakan kemeja putih,"
"Sengaja biar beda, Supaya kita saja yang kembar menggunakan kemeja putih"
"Ya ampun, Ken. Niat banget kamu tampil beda,"
"Haha, Gak apa-apa kan?"
"Enggak sih,"
"Nggrek, Malam ini aku ulang tahun. Gak banyak sih mengundang teman hanya yang dekat. Berenam saja, Kamu datang ya,"
"Aduh aku malu ah,"
__ADS_1
"Ngapain malu baru saja dapat penghargaan tokoh inspiratif tahun ini, Nanti aku jemput ya,"
"Baiklah,"
Kenzo mengantarku ke Miepa, Dari parkiran aku melihat Rika dan Cleo. Mereka menghampiri ku dan mengucapkan selamat. Begitu juga pegawai yang lainnya.
"Kak Anggrek, Ada toko bunga mengantarkan buket bunga jadi Rika suruh tarok di ruangan kak Anggrek,"
"Oh iya, Dari siapa?"
"Ada di kartunya, Kak.. Kak!" Rika tampak ragu ketika melihat ku hendak ke atas.
"Ada apa?"
"Ehh... Ehhh... Bunganya itu lho, Kak. Ya udah Kak Anggrek lihat sendiri deh,"
Rika tidak melanjutkan kalimatnya, Aku mengerutkan kening memang ada apa dengan bunganya. Tangan ku membuka pintu ruangan, Sejurus kemudian aku terperangah melihat ruangan ku berubah menjadi taman bunga.
"Tuh kan buket bunganya banyak banget," Rika yang mengikuti di belakang menunjuk ke arah ruangan. Dia lalu berbalik kembali lagi untuk bekerja
Di setiap sudut ruangan ku dipenuhi buket bunga anggrek pink, Ada beberapa mawar. Sofa, meja, kursi, lantai dipenuhi dengan bunga. Dengan segera aku mengambil kartu pengiriman di buket bunga.
Tangan ku mengenggam kartu ucapan, Kali ini dia dengan dengan terang menuliskan namanya.
...Selamat untuk penghargaannya...
...Sebagai Pemuda Inspiratif Kota...
...Dari Bian Prasetya...
Tangan ku meraih kartu ucapan yang lain. Kali ini ucapannya membuat desiran darah ku mengalir cepat. Sebuah rasa yang pernah hadir dan belum pergi seutuhnya, Menyeruak kembali.
...You are my Inspiration, Anggrek...
Kartu berikutnya hanya bait dari lagu lama 'Chicago'. Bian memang sering memutar lagu lama di mobil antiknya.
Aku langsung terduduk dengan tubuh lemas. Dia masih belum melepas ku.
Baby, You're the meaning in my life
You're the inspiration
You bring feeling to my life
You're the inspiration
Kasih, engkaulah makna dalam hidupku
Engkaulah inspirasi
Kau hadirkan perasaan pada hidupku
Engkaulah inspirasi
Wanna have you near me
I wanna have you hear me say it
No one needs you more than I need you
Ku ingin kau selalu di dekatku
Ku ingin kau mendengar ku mengatakannya
Tak ada yang lebih membutuhkanmu daripada aku
*********
Cari lagu terbaru yang nyangkut sama cerita tentang sosok yang menjadi inspirasi dalam hidupnya gak otor temukan.
Pas ketemu yang pas banget lagu lama dari Chicago ini, cocok lah ma Bian yang suka sama berbau lama kayak mobilnya 😄.
Sabar ya Kenzo, Jangan sampai gigit jari karena gak pernah ditanyain. Sini sama otor aja 😌😌
__ADS_1