Viral

Viral
95. Persiapan Grand Opening Miepa


__ADS_3

...Melupakan seseorang ternyata tidak mudah...


...tapi aku yakin dengan niat...


...bukan perkara mustahil...


...Sekarang yang menjadi tanya,...


...Sebesar apakah niat ku...


...untuk melupakannya?...


*********


Nindi, Nama perempuan yang sedari tadi berada di dekat Ken. Berapa kali melirik ke arah kami dengan pandangan tak bersahabat.


"Gadis itu melirik mu dari tadi, Ken," bisik ku di telinga Kenzo.


"Heeemmm," Kenzo hanya berdehem, Dia mengiris steak di hadapannya, Lalu Kekasih ku mengunyah secara perlahan. Membiarkan Nindi menatap lekat dari posisinya yang tidak jauh dari kami.


"Gimana sih! Aku pesan medium kenapa jadinya medium well. Coba kamu cicip, Sayang," Ken menyuapkan potongan steak ke mulut ku. Aku melihat ekspresi Nindi yang berubah menjadi angker.


"Iya sayang, Sedikit matang tapi masih terasa lembut kok dalamnya." jawab ku ragu, Sebenarnya aku kurang paham kematangan steak.


Enggak deh sayang, Kematangan ini untuk medium well. Aku harus ke chef bentar. Kamu ikuti acaranya sendirian ya!"


Kenzo berdiri dari kursi lalu berjalan melewati Nindi tanpa menoleh. Aku melihat Nindi sudah berkali-kali merapikan rambut ketika Ken melewatinya.


Tingkat kematangan steak lebih menarik bagi Kenzo ketimbang perempuan cantik rupanya. Aku lalu bergabung bersama para influencer lainnya. Sebagian ada yang ku kenal karena pernah kolaborasi dulunya, Ketika Video ku sedang viral.


Laura dan Angel adalah beauty blogger dan Inka merupakan influencer khusus food halal. Mereka menyambut antusias. Aku duduk di antara ketiganya.


Master of ceremony mulai membuka acara, Suara musik mulai terdengar. Beberapa kameraman dan fotografer mulai mengarahkan ke arah kami. Aku memeriksa draft acara yang diberikan Kira. Tidak terlalu banyak susunan acaranya.


Aku hanyut dalam kemeriahan acara, Obrolan bersama rekan influencer lainnya. Membuka pikiran tentang banyak hal.


"Anggrek sekarang usahanya semakin maju. Outlet Miepa sekarang sudah berada di beberapa tempat," ucap Laura, Bulu mata lentiknya berkali-kali berkedip. Dia sangat cantik dengan riasan yang rapi.


"Iya nih, Keren kamu Nggrek. Kapan mengundang ku? sudah ada sertifikat halal belum?" tanya Inka.


"Eh belum, Aku belum mengurusnya."


Aku baru tersadar mengenai ini, Inka lalu memberikan informasi kepengurusan untuk mendapatkan label halal dari MUI.

__ADS_1


"Oh ya, Selasa depan akan ada grand opening restoran Miepa yang pertama. Lokasinya di jalan sudirman. Menu yang ada jauh lebih beragam, Varian berbagai mie. Ada dari bahan alami juga, berbagai macam frozen food yang bisa di makan di sana. Menu minuman boba pun lebih variasi. Kalian bisa hadir kan?" tanya ku setelah menjelaskan panjang lebar.


"Kalau kamu mengundang kami, pasti hadir," komentar Angel yang disambut beberapa lainnya. Percakapan kami berhenti ketika MC meminta atensi untuk acara utamanya. Pengenalan produk terbaru 'yourTea'.


Kami sudah hampir di penghujung acara ketika Kenzo berjalan menghampiri. Laura berbisik di telinga ku, Rupanya mereka sudah lama mengenal Kenzo.


Menurut mereka, Ken memang ramah tapi belum pernah mereka melihat Kenzo bersama wanita. Ternyata kisah Kenzo dan Cahya setelah berapa tahun tidak banyak di kenang orang.


Aku juga baru tahu Kenzo merupakan tipe pria yang menempatkan posisi atas untuk para wanita lajang, Di kota kami. Apakah aku beruntung karena dia memilih ku?


"Selera Ken rupanya sesama pengusaha juga pantasan dia tidak pernah menoleh ke kita, eh kita. Canda ya Anggrek," komentar Angel yang di sikut Laura. Aku hanya tertawa merespon Angel. Aku tahu dia hanya bercanda.


Ah Laura dan Angel, Bulu mata kalian yang lentik dan melambai itu akan menjadi penilaian seorang Kenzo, Ketika menjadi kekasihnya. Mungkin ken akan membawa penggaris untuk mengukurnya. "batin ku, Sebuah pikiran usil melintas begitu saja.


Menghadiri undangan produk ini selain berguna untuk sosial media ku, Poin lainnya aku mendapatkan koneksi untuk kepengurusan sertifikasi halal dan promo restoran Miepa.


Kehadiran serta eksistensi mereka dalam dunia digital menjadikan kehadiran mereka, Sebagai ajang promo untuk restoran ku.


********


H-5 Grand opening (Kamis)


Aku meminta Nando melakukan kepengurusan sertifikasi halal. Selanjutnya aku mulai sibuk bersama Rika di team dapur Miepa dan ke tempat Mila untuk urusan frozen food.


"Kabar ku baik, Gimana kabar calon manten. Masih kerja saja. Cuti dong," jawab ku sedikit heran melihat Doni masih mengantar stok daging ayam.


"Sudah cuti kok, Aku ke sini hanya mengantar nota untuk pembelian ke kantor kalian. Tadi melihat mu disini, Jadi sekalian mampir. Undangan sudah diterima?" tanya Doni.


"Sudah, Selamat ya!" ucap ku tulus.


"Iya makasih. Kamu kapan menyusul, Nggrek?"


"Do'akan saja secepatnya," aku tersenyum canggung teringat Doni pernah meminta ku untuk menjadi pasangannya. Ternyata Tania lah yang akan menjadi ibu Jeno, Putra Doni.


"Moga cepat menyusul. Jangan lupa hadir di acara kami ya,"


"Siap, Sampaikan salam ku ke mama dan Jeno ya,"


"Baik, Nggrek."


Doni berlalu dari hadapan aku dan Mila. Tidak lama lagi dia akan menjadi pasangan halal Tania. Teringat Tania aku baru tersadar belum ke butik untuk memastikan keberangkatan ke Jakarta. Menemukan supplier kain yang di rekomendasi papa Natasha.


Aku harus menemui Natasha untuk berdiskusi mengenai ini. Semakin hari kesibukan ku di butik tambah berkurang, keberuntungan bagi ku Natasha bisa menghitung secara profesional. Mengenai pembagian pendapatan kami.

__ADS_1


Trrttttt.. trrtttt


Aku meraih handphone dalam tas dan melihat panggilan telpon dari Bian.


"Halo,"


"Anggrek,"


Ya, Kak Bian. Ada apa?"


"Selasa grand opening restoran Miepa, Bukan?"


"Iya benar, kak,"


"Apakah, Kamu sudah memesan untuk jasa dokumentasinya?"


"Hmmm, Nando dan Andi yang melakukan kepengurusan susunan panitia pelaksanaan. Termasuk untuk jasa dokumentasi,"


"Boleh aku minta job ini, Nggrek!"


"Tapi, Kak Bian. Ini sudah aku serahkan ke team, Nanti akan ada double pemesanan kalau tidak satu jalur,"


"Kamu owner, Kamu punya kuasa. Aku sudah memenuhi permintaan mu mengenai restoran Miepa. Banyak keringanan yang ku berikan, Kenapa hanya satu job saja. Kamu keberatan memberikan pada ku, Nggrek?"


"Kak Bian mengenai ini...."


"Aku membutuhkannya, Nggrek. Permintaan mengenai sewa restoran dan renovasi sudah aku penuhi. Aku ingin sekali terlibat dalam 'karyamu, Nggrek, Benarkah kamu tidak mau memberikan aku kesempatan?"


"Baiklah, Kak Bian akan ku sampaikan ke Nando dan Andi,"


"Makasih, Anggrek Maharani."


Aku menutup telpon dari Bian. Jujur saja aku menghindari mengurus dokumentasi, Karena sudah menduga ini akan terjadi.


Ada tawa di hati ketika mendengarkan dia beralasan membutuhkan pekerjaan. Kembalinya Bian dalam keluarga sudah menandakan finansial Bian telah pulih. Entah kenapa Bian masih suka berada di sini dengan mobil tuanya.


Apa dia nyaman ketika orang memandang dirinya sebagai individu tanpa bayang-bayang keluarganya. Entahlah kadang sukar menebak pikiran orang.


Aku kembali memikirkan grand opening nantinya. Kenzo dan keluarganya akan hadir dalam acara, Aku jelas tidak mau Bian berada di sana. Apalagi sebagai pemilik restoran. Aku akan lebih disorot, Sisi hati ku yakin Bian penasaran dengan keluarga Kenzo.


Hati ini masih sukar menyingkirkan Bian secara langsung. Ketika aku mencoba perlahan menempatkan Bian di masa lalu tapi dia tetap disini.


Bian selalu hadir dalam setiap kesempatan, Ternyata bukan perkara mudah menyingkirkan anggota keluarga Prasetya dalam hidup ku. Mereka telah menanamkan akar dalam kehidupan ini. Tidak semudah itu mencabutnya.

__ADS_1


***********************


__ADS_2