Viral

Viral
9. Liburan


__ADS_3

Ketika mengalami kejadian yang tidak Ku inginkan, alam bawah sadar berharap itu adalah mimpi tapi kenyataan yang ada menyadarkan Ku itu adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus kau alami.


******


Bersama Natasha, Gege, Dewo dan Nando kami bekerjasama membuat content di youtube. Fokus saat ini adalah tempat wisata dengan tema mengusung liburan asyik dengan tetap menaati protokol kesehatan. L


Tempat wisata yang menjadi tujuan kami adalah alam terbuka seperti pantai dan bukit. Ada beberapa guest house yang tidak terlampau jauh dari pantai tapi tetap berjarak dengan pantai.


Dengan lokasi seperti itu kami membuat konten liburan asyik tapi tetap sehat. Pagi sekali kami awali dengan lari pagi menuju pantai, lalu menikmati suasana yang ada sambil menikmati berbagai jajanan pinggir pantai yang sepi pengunjung.


Beberapa penjual tidak menggunakan masker walaupun Aku mencoba memberi pengertian betapa penting menerapkan protokol kesehatan tetapi dia tetap kekeuh. Memang menawarkan apa yang menurut kita baik belum tentu bisa berjalan mulus.


Natasha concern dengan konten kesehatan. Dia memang menerapkan pola hidup sehat. Beberapa tempat di pantai tampak menarik dengan foto ataupun video saat dia yoga atau menyantap makanan sehat. Gege dengan kegemaran foto landscape sedangkan Dewo rusuh minta dibantu untuk content ala bocah.


Mereka adalah orang-orang yang dekat dengan Ku selama ini tetapi kehadirannya tidak pernah Ku rasakan karena hanya fokus pada dua orang. Adiwarna dan Cahya ketika mereka berlalu dalam kehidupan justru Tuhan menunjukkan siapa yang tulus selama ini.


Kami sedang menuju ke sebuah restoran dan menggunakan masker bermotif lucu. Masker ini merupakan dagangan Ku jadi selama liburan kami memakainya.


"Eh, Nggrek itu kan ketan? ". Natasha berbisik di telinga Ku.


"Hah?". Aku masih bingung menafsirkan kata ketan.


"Saudaranya setan"


"Apa? ".


"Kembarannya mantan". Natasha tergelak melihat ekspresi bingung Ku.


Aku melihat Adiwarna keluar dari restoran bersama Cahya. Ekspresi keduanya tidak nyaman dilihat. Entah perasaan Ku saja, mereka seperti dua orang berjalan dengan jiwa dan raga tidak pada tempatnya.


"Hai.. Kak Adi". Teriakan lantang Dewo menyapa Adi membuat Kami bertiga shock. Dasar bocah. Adi dan Cahya berjalan mendekati kami.


"Oh, Anggrek. Selamat ya sekarang sudah populer". Cahya tersenyum sinis, Aku bisa melihat ekspresi emosi tertahan Natasha.


"Biasa saja, Cahya". Aku menjawab datar.


"Iya Anggrek sudah buang siang makanya jadi populer". Aku menyikut Natasha.


"Maksud mu, Apa? ". Cahya mendelik kearah Cahya.


"Buang sesuatu yang tidak penting. Ya sejenis itulah". Natasha berkata santai sambil mengibaskan jari lentiknya ke bahu seakan membersih debu yang menempel.


"Ayo kita masuk, Aku sudah lapar". Aku menyudahi obrolan. Cahya sedang hamil terlalu konyol kalau kami melawan ibu hamil.

__ADS_1


"Iya nih, Aku sudah lapar". Gege mendahului kami melangkah memasuki restoran segera Aku menyusul diikuti Natasha dan Dewo. Dari ujung mata Aku bisa melihat tatapan tidak suka Cahya. Sungguh aneh jika dia merasa tidak suka tapi pikiran itu teralihkan karena Dewo merekam video untuk story.


*****************************************


Aku memantau perkembangan Insight di Instagram ketika ada notifikasi pesan hijau masuk dari Adiwarna.


"Malam Anggrek kalau tidak sibuk tolong balas pesan ini ya ☺"


"Ya"..


" Nggrek gimana penawaran Ku kemarin maaf tapi Aku butuh banget bantuan mu disini"


"*Cari orang lain saja".


" Ya kalau bisa sudah dari kemarin Nggrek tapi yang tahu bagaimana kafe ini berjalan sebelumnya kan cuma kamu, Nggrek".


"Adiwarna, Aku kan gak mungkin kerja sama kamu karena sekarang Aku fokus membangun usaha Ku, fokus memajukan diri Ku dan sekarang pun Aku masih terikat kontrak kerja".


"Aku tidak mengikatmu dalam jam kerja Nggrek tapi bisa dilakukan sepulang kerja".


"Sepulang kerja Aku harus mengurusi kehidupan Ku ya Adiwarna. Kehidupan Ku sekarang bersama keluarga,teman-teman ada yang harus Aku bangun untuk diri sendiri. Aku butuh waktu juga mewujudkan cita-cita Ku".


"Nggrek "


Aku segera memblokir nomor Adiwarna sebelum dia mengeluarkan kata-kata lain. Memang sudah seharusnya menjauh dari orang toksin seperti Adiwarna. Tentu saja dia kesulitan menemukan partner kerja tanpa dibayar walau sekarang dia akan membayar Ku tapi butuh kerja keras membangun usaha di tengah Pademi apalagi untuk kafe yang sudah tutup. Adiwarna berpikir Aku masih mencintai dia dan akan melakukan apa saja.


Apakah pikiran ini karena dia melihat Ku belum mendapatkan penggantinya? atau dia masih mengenal Ku sebagai Anggrek yang dulu. Sekarang Aku berbeda. Keluar dari zona nyaman bersama mereka selama ini menyadarkan Ku bahwa selama ini hanya dimanfaatkan saja.


*****************************************


Video viral Ku sudah digantikan dengan video viral lainnya. Begitulah kehidupan dunia maya, kehidupan Ku dilayar kaca hanya bertahan sebentar. Panggilan menghadiri talk show pun sudah tidak ada lagi begitu pula dengan tawaran iklan tapi di dunia maya nama Ku masih dikenal.


Feed Ku yang dikemas dengan tampilan pastel yang cantik dan pengambilan foto yang estetik dari Gege membuat menarik instagram Ku menarik. Channel Youtube Ku pun ramai dengan viewer begitu pula dengan tiktok. Aku sering kolaborasi dengan beberapa selebgram dari kota lain. Kekonyolan mereka membuat hidup Ku begitu cerah.


Penghasilan Ku melonjak tajam sekarang Aku dan Dewo sudah mempekerjakan admin dan team part time untuk content yang kami buat.


Everyday is holiday ketika banyak hal produktif yang Ku lewati.


******************************************


"Nggrek, ghibah yuk". Natasha berbisik di telinga Ku.


"Social distancing, napa". Aku pura-pura menjauh.

__ADS_1


"Idiihh".


"Tentang apa?". Aku menarik kursi di restoran junkfood yang kami kunjungi siang ini. Natasha sedang mengisi feed dengan tema 'sesekali junkfood kenapa tidak'. Ada- ada saja tema yang dia pilih. Sedikit keluar jalur dari kebiasaan Natasha.


" Tentang Cahya"


"Kenapa Cahya? ".Aku mengernyitkan kening mendengar nama satu ini.


"Dia kan satu club yoga ibu hamil dengan teman Ku. Dia sering cerita Kamu yang bukan-bukan pokoknya omongan yang kurang baik".


" Lha kenapa masih membahas Aku, kurang kerjaan banget. Apa dia niat biar wajah anaknya mirip dengan Ku". Aku terkekeh sendiri membayangkan Cahya yang geli ketika dulu Ku katakan nanti anaknya mirip dengan Ku.


"Sepertinya kehidupan dia monoton karena kata teman Ku. Dia hapal lho seluruh content kita. Kan lucu ya jadi kesannya iri atau semacam itulah".


"Kalau iri kayaknya enggak ya, Apa dia jenuh ya?".


"Iya kali ya, Dia kan tidak ada aktivitas"


"Tapi bukan kah dia rajin mengisi feed instagram dengan foto menarik. Aku kan masih follow dia walau mereka sudah unfollow Aku".


"Haha, kepo atau apa sih. Niat banget masih follow mereka".


"Biarin saja lah mereka juga gak blokir Aku kok".


"Iya mereka maunya kamu tahu diri". Natasha berdecak kesal mendengar jawaban Ku.


"Aku kan jarang juga lihat postingan mereka. Kamu tahu sendiri Aku gak ada waktu melihat kehidupan mereka walau sesekali pernah juga sih".


"Gak menarik, gak penting". Natasha mencomot sedikit-sedikit ayam tepung miliknya.


"Iyalah, Eh kamu gak mau kulitnya". Aku sudah siap mencomot ayam di piring Natasha.


"Singkirkan tanganmu". Natasha menepis tangan Ku yang Ku sambut dengan tawa. Aku merasa diperhatikan tapi ketika menoleh tidak ada yang memperhatikan kami.


************************************************


Kalau masih ditanyakan apakah Aku masih mencintai Adiwarna. Aku rasa dalam lubuk hati yang dalam rasa itu masih ada. Ku biarkan diriku sibuk dalam dunia ini sehingga tidak ada waktu memikirkannya tapi ketika ada waktu senggang di saat Aku sendirian. Bayangan Adiwarna menerobos masuk tanpa permisi.


Lima tahun bersama dengan banyak kegiatan yang kami lakukan membuat langkah Ku dalam menjalani hari mau tidak mau sering teringat kebersamaan saat dengan dia.


Sungguh tidak Ku sangka, Adiwarna tidak mencintai Ku. Dia nyaman dengan Ku sebagai partner kerja seharusnya Aku mendapat bagian dalam usaha yang dijalankan hanya saja saat itu Aku tidak menganggap secara profesional apa yang Ku kerjakan. Berlandaskan mendampingi serta membantu usaha kekasih, Aku melakukan tanpa pamrih.


Selama lima tahun mendampingi Adiwarna tanpa Adi sadari dia mulai bergantung pada Ku. Terbukti dari permintaan dia berapa hari lalu. Aku tanpa Adi bisa menjalani usaha dengan baik hasil dari pemikiran Ku sendiri sedangkan Adiwarna sudah berapa kali meminta Ku kembali ke usahanya dia.

__ADS_1


Sekarang dia sudah menyadari arti keberadaan Ku di sampingnya. Aku yang selama ini tulus mendampingi dan meraih apa yang menjadi impiannya terbuang sia-sia digantikan dengan wanita cantik rupawan seperti Cahya. Dia bisa memandang keindahan Cahya setiap hari tapi kehidupan membutuhkan biaya bukan sekedar pemandangan indan pendamping hidup.


__ADS_2