Viral

Viral
Pernikahan (Hari Ku)


__ADS_3

...Aku memejamkan mata...


...memusatkan semua pikiran dan hati...


...ucapan ijab qabul menggema...


...menggetarkan kalbu...


...Sah......


...Aku membuka mata, Inilah hari ku......


*****


Akad Nikah


Aku berada pada sebuah masa yang di nanti dalam hidup. Masa dimana semua akan merubah hari ku, saat ini, nanti dan sampai kemudian hari.


Hari ini...


Semua kata cinta yang pernah terucap di 'ikat' dalam ucapan ijab qabul.


Dua raga, Dua jiwa sekarang berada dalam satu naungan bersama.


Kita pernah berlabuh di tempat yang salah, lalu 'arah' menunjukkan 'jalan'. Kita kembali bersama kali ini untuk menetap.


Aku dan kamu adalah kita. Bertemu sebagai individu bebas, Sekarang berada dalam indahnya ikatan pernikahan. Tanggung jawab baru tersemat dalam kehidupan.


Sekarang aku berada dalam tanggung jawab mu, Kekasih hati. Seorang pria yang akan menjadi 'teman' dalam kehidupan.


Akhirnya aku telah merapikan 'puzzle kehidupan' bersama Bian. Menciptakan sebuah puzzle utuh dalam pernikahan.


...__---___-----___...


Resepsi


Para bridesmaid menggiring setiap langkah, Natasha, Nadia dan Tania. Mereka lah yang menemani sebagian hari ku.


Aku menghampiri Bian. Dia tampak megah dan gagah, Untuk pertama kali aku memberi salam pertama dengan takzim pada seseorang yang sekarang menjadi suami ku.


Pancaran netra bening itu memandang lekat netra ku yang berkaca-kaca.


"Aku mencintaimu, Anggrek," dia berbisik mencuri kata dari bidikan kamera dan pandangan semua orang.


Aku membalas dengan senyuman karena tahu kami dalam sorotan. Semua terfokus pada raja dan ratu sehari.


Selanjutnya kami sungkem dengan kedua orangtua masing-masing, Aliran air mata papa dan mama. Kata-kata dari papa Setya dan mama Lusi membuat jantung ku seakan berhenti berdetak.


Mereka mengucapkan kata yang sama, "Selamat bergabung dalam keluarga kami, Anggrek,"

__ADS_1


Kemudian kami berdua menyalami para generasi di atas kami, Lalu beralih ke generasi yang lebih muda. Terakhir tentu saja teman-teman kami, Circle friends aku dan Bian yang hampir sama.


Dari akad nikah di masjid dalam perumahan bukit asri hijau, Kami pindah ke gedung pernikahan dengan lokasi yang sama. Kali ini aku dan Bian mengganti pakaian yang dikenakan saat akad nikah.


Netra ku memindai papan bunga, Ucapan dari keluarga Kenzo menyita atensi. Kenzo telah mengirim pesan memastikan dia dan keluarganya tidak bisa hadir karena ada acara keluarga. Catering sudah diserahkan ke managernya.


Di resepsi dengan tema semi outdoor, Rancangan gaun Zanna lebih simpel. Gaun pernikahan ku memiliki potongan A-line. Zanna menambah sentuhan aplikasi bunga brokat dan payet rumit. Tatanan mahkota mungil dari desainer terkenal yang dipilih Tania, Memberi kesan anggun dan mewah.


Undangan telah tersebar dari relasi bisnis, mitra, teman dan sahabat kami. Sebagian besar di dominasi oleh undangan keluargaku karena resepsi di Jakarta akan di dominasi oleh keluarga Bian.


Berbagai macam sajian tertata apik di meja prasmanan. Aku memang tak salah pilih untuk kateringnya.


Lantunan suara penyanyi yang membawa lagu cinta, Seakan menghanyutkan undangan pada keindahan, Pertautan dua anak manusia dalam mahligai pernikahan.


Sebagian tamu menikmati acara dengan venue, Menghadap hamparan rumput dan pemandangan bukit hijau. Sebagian di dalam gedung, Cuaca cerah seakan merestui pernikahan kami.


Tiang-tiang tenda yang dibalut dengan kain tile dan rangkaian bunga, Nuansa putih berpadu warna dusty, rose dan hijau menciptakan nuansa klasik dan romantis.


Di beberapa sudut acara titik pengamanan ekstra di tempatkan, Undangan belum banyak tahu mengapa banyak pengamanan pada acara pernikahan ku.


Bisa jadi mereka berpikir seorang selebgram menikah, Maka harus ada pengamanan ekstra. Biarlah...


Resepsi kali ini menyesuaikan dengan kebiasaan di keluarga dan kota kami. Minggu depan akan di langsungkan menurut keluarga Bian.


Acara berlangsung dari siang sampai menjelang sore. Di penghujung acara ketika undangan di luar keluarga sudah pulang. Keluarga kami berkumpul, Tidak lama kemudian keluarga Bian pamit kembali ke hotel. Sekarang kami menuju ke rumah ku.


...___----____---___...


Tidak ada cerita bridal style karena keluarga besar ku masih betah berkumpul di rumah. Bisa bayangkan jika itu kami lakukan, Bisa heboh paman, kakek, nenek, sepupu. Oh tidak....


Beruntung Bian adalah fotografer pernikahan di daerah ku, Setidaknya dia tahu kebiasaan di sini.


"Sayang," pelan suara Bian tapi sukses membuat ku menoleh kaku. Dia menarik stool mendekat ke kursi meja rias. Aku bisa mencium aroma menenangkan milik Bian.


"Besok pagi kita baru ke resort ya?" tanya dia yang semakin mendekat ke arah telinga ku. Hembusan hangat napas Bian membuat seluruh tubuh berdesir. Aku tahu maksudnya.


"Iya, Sayang, Kakek dan nenek tidak pulang hari ini. Mereka masih capek setelah acara,"


"Berada di dekat mu dalam kamar ini membuat ku...." ucap Bian kali ini dia mencium lembut pipi ku lalu mengecup pelan-pelan wajah ku.


"Iya sayang, Kamu mau sekarang? karena..." jelas ku menggantung.


Aku tidak mungkin menolaknya karena dia suami ku tapi aku malu meneruskan karena sahabat ku sudah mengingatkan tentang ini. Malam tadi mereka datang ke rumah berbagi tentang 'pertama' yang dilakukan.


"Sebaiknya ketika rumah tidak ada tamu dari pihak keluarga lagi. Sumpah, Beneran aku menimbulkan kegaduhan ketika melakukan pertama kali, karena Doni sudah tidak sabar lagi," kata Tania dengan wajah merah padam. Si duda keren itu memang pantas di maklumi. Sudah lama 'istirahat' dari olahraga halal.


"Aku menundanya sampai semua keluarga kami pulang, Kami melakukan saat honeymoon, Untung saja karena aku menjerit ketika pertama kali melakukannya," Sambung Natasha.


"Aku dan Rian langsung ke hotel kelar acara, Keluarga kami memahami itu," sahut Tania tenang.

__ADS_1


"Lalu....," Bian melepaskan kapas pembersih wajah. Membuyarkan lamunan ku tentang percakapan malam tadi. Bian menggenggam tangan ku, Tangan satu lagi dia gunakan mengangkat tubuh ku dari kursi.


"Sayang, Pagi kita berangkat ke resort karena kakek dan nenek meminta diantar pulang pagi sekali," rayu ku. Saat ini aku sudah melingkarkan tangan ku di leher Bian.


"Ehmmm...," Bian melangkah kaki ke arah ranjang ku meletakkan diriku di sana.


Dia lalu naik di ranjang yang sama menyelipkan sebelah tangan di pinggang. Tangan satu lagi menelusuri gaun ku.


"Ritsleting di mana sih sayang, Kenapa di drama mereka mudah membukanya?" keluh Bian yang memancing tawa ku.


"Kalau kamu terlatih justru aku curiga sudah terbiasa melakukannya," Aku bisa melihat netra itu tampak gemas.


"Baiklah, Aku yang akan berganti pakaian. Pakaiannya kamu tarok di mana, Sayang?" tanya Bian.


Dengan sigap aku membuka lemari, Mencari pakaian Bian yang sudah dititipkan Cleo pada mama. Pertama kali aku menyiapkan kebutuhan suami ku.


"Makasih, Sayang,"


Aku mencoba tidak menoleh tapi dia sengaja mendekat. Membuat diri ini tertahan di dinding, Iya Bian berganti pakaian di hadapan ku. Aku mencoba memalingkan wajah.


Jantung berdetak cepat ketika sixpack Bian terlihat sekilas. Menimbulkan desiran yang meremang di seluruh tubuh.


"Aku menggoda mu saja, Besok kita akan bebas di resort ya. Setelah mengantar keluarga ku pulang. Kita langsung ke sana!"


"Iya, Kak,"


"Apakah kamu akan tidur dengan gaun ini? sini aku bantu," dia membalikkan tubuh ku perlahan. Kali ini dia berhasil membuka ritsleting. Tubuh ku sedikit bergetar.


Home dress kekinian sudah ku kenakan, Alih-alih menggunakan lingerie. Panggilan tante ima untuk makan malam. mempercepat aku mengganti gaun dari bantuan Bian.


"Aku baru tahu 12 jam itu akan selama ini, kepala ku menjadi pusing" kali ini dia mengeluh tapi suara di luar kami berisik dengan kehebohan keluarga ku.


"Kamu pusing karena lapar ya, Kak Bian kesayangan?"


"Di drama romanntis gak begini," kata Bian lalu dia melirik ke ranjang "kenapa ada boneka pisang di atas ranjang kita?"


"Oh itu kesayangan ku, Sayang. Biasa di jadikan guling," jawab ku sambil melihat boneka pisang yang menemani setiap malam.


"Apakah tidak terlalu banyak dua pisang di ranjang? pisang ku lebih menarik lho dari boneka mu!".


"Kak Bian...."


******


Visual nikahan Anggrek dan Bian untuk yang tidak bisa hadir.



__ADS_1




__ADS_2