
...When you're gone - Avril Lavigne...
...When you're gone...
...The pieces of my heart are missin' you...
...When you're gone...
...The face I came to know is missin', too...
...When you're gone...
...The words I need to hear...
...To always get me through the day...
...And make it okay...
...I miss you...
Ketika kau pergi
Seluruh hatiku merindukanmu
Ketika kau pergi
Wajah yang mulai ku kenal juga hilang
Ketika kau pergi
Kata-kata yang perlu ku dengar
Untuk membuat ku mampu melewati hari
Dan membuatnya baik-baik saja
Aku merindukanmu
**********
Hari ini ulang tahun ku yang ke-26. Perayaan ulang tahun yang jauh berbeda dengan dua tahun lalu.
Aku merayakan di cafe Black and White bersama keluarga, teman dan perwakilan pegawai di cabang Miepa, Booth pentol, Frozen food dan butik. Pegawai yang tidak datang dipesankan menu yang sama dari kafe karena selama pademi, Pengunjung cafe tetap dibatasin jadi tidak semua bisa hadir.
Di hari ulang tahun sosial media Anggrek juga memberikan challenge ke follower berupa video ucapan ulang tahun. Untuk video paling menarik akan memenangkan hadiah yang telah ku siapkan.
Keluarga berkumpul dalam satu meja, Aku tahu Dewo kehilangan sosok Bian. Berkali-kali dia menanyakan alasan mengapa kami berpisah. Hanya dia yang perduli karena papa dan mama menyerahkan semua keputusan pada diriku.
Disudut kemeriahan acara ulang tahun ku. Natasha dan Gege sedang bersama buah hatinya, Natasha menimang putra mereka dengan penuh kasih.
Di samping Natasha ada Nadia yang sedang hamil. Dia sesekali mengelus perutnya dan Rian dengan telaten mengambil makanan yang ada untuk Nadia.
Ketika netra ku menangkap sosok Tania. Kening ku berkerut melihat Jeno berada dalam pangkuan Tania. Ada apa dengan mereka? Dimana Doni? setelah sebelumnya dia memberikan ku hadiah lalu menghilang.
"Nggrek, Video dong untuk story," Atensi ku teralihkan dengan panggilan dari Dion.
Aku melambaikan tangan dalam video story di akun Dion tapi untuk berikutnya aku menggerutu kesal. Dion menutup ku dengan menampilkan wajahnya sebesar layar. Dia memang narsis bahkan di hari ulang tahun ku tetap dirinya harus dominan di story.
Aku menghampiri Nadia dan Natasha. Menimang buah hati Natasha yang lucu dengan pipi bulat merah seperti tomat.
"Dion sini, Tolong foto kami ya!"
"Itu siapa?" Nadia bertanya karena memang dia belum pernah ketemu dengan Dion.
"Temanku,"
__ADS_1
"Ganteng banget ya, Calon pacarmu?" Aku melihat Natasha menyikut lengan Nadia. Sejak aku putus dengan Bian, Natasha berulang kali menyatakan perasaan tidak enak hati. Dia memang mendorong ku menerima Bian saat itu.
"Bukan, Udahan yuk. Cheers!"
Sebuah foto dengan senyum cerah di dalamnya, Seakan semua baik- baik saja. Aku mengupload di sosial media keceriaan hari ulang tahun ke-26.
Dulu aku berpikir putus cinta kedua kali akan membuat ku tak akan bangkit lagi ternyata aku salah.
Matahari tetap terbit dari timur dan tenggelam di barat. Apa yang terjadi dalam hidup ku tak akan menunda dunia berjalan.
Tak perduli apa yang terjadi dengan hatimu, kehidupan terus bergulir. Meratapi nasib hanya membuat tertinggal. Aku hanya perlu melangkah atau memaksa untuk terus melangkah.
***********
Hari pertama dalam usia ke 26 tahun, Aku berada di butik bersama Tania. Ketika gadis berambut sebahu itu mengalihkan kesibukannya dari memeriksa pesanan online lalu menghampiri ku.
"Anggrek, Kemarin di acara ulang tahun mu ada anak kecil yang gemesin banget. Dia menghampiri ku meminta diambilkan kue,"
"Oh ya," Aku mengerutkan kening karena Jeno pernah melakukan hal yang sama pada ku dulu tapi aku menahan diri tidak berkomentar banyak. Seakan tidak melihat kejadian Tania memangku Jeno kemarin.
"Ternyata papanya ganteng banget, Tinggi dan atletis. Jadi aku dapat info dari pegawai frozen food kamu, Si Mila kalau Papanya Jeno duda ya? Duda keren,"
"Iya benar dia duda dan Jeno diasuh oleh papanya. Mama Jeno sudah menikah kembali, Sekarang mamanya di Bandung,"
"Doni mantan kamu ya, Nggrek,"
"Dia pernah mendekati aku tapi cuma itu kok gak lebih,"
"Sayang banget ya kamu enggak mau padahal kelihatan baik. Kata pegawai frozen food mu, Dia baik dan sopan. Sekarang usaha peternakan ayamnya semakin besar dan Doni menjadi pemasok hampir semua restoran, pasar, supermarket."
"Kenapa, kamu suka?"
"Ah enggaklah cuma nanya," Wajah Tania merona merah. Membuat perasaan ku tidak nyaman tapi bagaimana pun juga aku yang menolak Doni.
Sekarang juga aku tidak yakin dengan perasaan Doni walau mama Doni memberi salam pada ku kemarin lewat mama.
"Siap Anggrek,"
****
Aku ke Miepa dan bertemu dengan Cleo, Pemilik ruko. Dia hitam manis dan ramping, Berambut sebahu hitam mengkilat, Gesture tubuhnya anggun dan menarik.
"Hai, Anggrek maaf aku tidak sempat datang ke acara mu kemarin tapi aku sudah membelikan sesuatu untukmu. Semoga suka ya,"
"Ah merepotkan saja, Cleo Terimakasih banyak ya,"
"Iya, Santai saja. Aku pergi dulu ya." Dia menepuk lengan ku lalu berlalu.
Setelah urusan menyebalkan dengan Bu Lisa, Akhirnya aku bertemu pemilik ruko yang baik. Cleo membantu mengembangkan usaha ku. Mengajarkan tentang kemitraan, Dia tidak pernah pelit berbagi pengetahuan.
Memang tidak memiliki hubungan dengan Bian lagi usaha ku berjalan lancar. Ruko yang dibeli Setya dari bu Lisa tidak digunakan. Si plankton pun tidak pernah datang kembali untuk mengambil pegawai ku.
Trrtttt.. trrtttt
Telpon dari Kira membuyarkan pemikiran ku tentang Setya.
"Halo kak Anggrek,"
"Iya kira, Ada apa?"
"Kak Anggrek aku sedang memeriksa video challenge yang menarik,"
"Iya aku sudah lihat, Gak menyangka antusiasme yang ikutan pada seru semua,"
"Kak tapi ada satu yang membuat kira sangat tertarik karena videonya beda sampai Kira tidak sabar menunggu harus bertemu dengan kak Anggrek untuk menunjukkannya,"
__ADS_1
"Oh ya memangnya video tentang apa?"
"Dia enggak buat video lucu tapi seperti video perjalanan waktu atau kenangan gitu,"
"Perjalanan waktu?"
"Hmmmm awal aku tertarik karena dimulai dengan menampilkan arloji yang sering kak Anggrek gunakan,"
"Hah!"
"Iya tapi sekarang arloji itu gak pernah kakak gunakan lagi,"
"Coba tolong kirimkan videonya sekarang juga, Kira"
"Baik, Kak"
Apakah arloji saja yang kebetulan sama tetapi selain arloji itu limited edition, Arti arloji itu hanya aku dan Bian yang tahu.
Aku memutar dengan tak sabar video yang dikirimkan Kira. Backsound When you're gone dari Avril Lavigne mengiringi video yang sedang ku putar.
Sebuah video yang diawali dengan arloji yang pernah ku miliki pemberian Bian di telapak tangan seseorang. Selanjutnya dia menggunakan arloji tersebut di pergelangan tangannya yang telah terpasang arloji yang sama. Aku tahu itu arloji punya ku dan satu lagi punya Bian.
Dilanjutkan kolase foto semua tempat yang pernah kami kunjungi, Sebuket bunga anggrek berwarna pink dan ditutup foto sepasang tangan dengan arloji yang sama di dashboard mobil. Foto yang pernah ku ambil di hari kami memutuskan menjadi sepasang kekasih.
Hanya pergelangan tangan seseorang tapi semua sudah menunjukkan siapa yang mengirimkan videonya. Dia yang mengirimkan video ucapan selamat ulang tahun dan ternyata dia lah pembeli jam tangan ku, Bian Prasetya.
Napas ku tertahan dia pemenang lelang ketika aku menjualnya di aplikasi jual beli preloved. Syarat dari e-commerce tersebut dimana barang harus dikirimkan ke mereka untuk diverifikasi, Membuat ku tidak memperhatikan alamat pemenang lelang.
Ternyata Bian menggunakan nama lain saat itu. Netra ku menatap barisan huruf di video, Menimbulkan goncangan di hati.
...Selamat ulang tahun pemilik arloji...
...saat ini aku akan menyimpannya...
...suatu hari nanti akan ku kembalikan...
...kepada pemilik aslinya...
lantunan suara Avril Lavigne mengalun indah.
We were made for each other
Out here forever
I know we were
Yeah, yeah
And all I ever wanted was for you to know
Everything I do, I give my heart and soul
I can hardly breathe, I need to feel you here with me
Kita diciptakan untuk saling melengkapi
Disini selamanya
Aku tahu memang demikian
Dan yang aku inginkan adalah agar kau tahu
Segalanya yang aku lakukan, aku rela memberi hati dan jiwa ku
Aku sulit bernapas, aku membutuhkan mu disini bersamaku
__ADS_1
*******