Viral

Viral
74. Cerita berbeda dari masa lalu


__ADS_3

Jadikan Miepa


sebagai Mitra penghilang


rasa lapar anda


Sebuah nota dari Rika untuk slogan Miepa di atas meja Anggrek. Meminta persetujuan agar dipasang dalam bio akun Miepa.


******


Aku baru selesai membaca undangan untuk mengikuti bazar kuliner di alun-alun kota. Acara akan dilaksanakan dua minggu lagi. Pandangan ku beralih ke Kenzo yang berada di hadapan ku saat ini.


Daerah kami sekarang memang memasuki zona hijau dan bertahan dari setengah tahun lalu.


"Jadi nanti ada bazar kuliner untuk UMKM di alun-alun?"


"Iya betul tapi masih dibatasi pengunjung yang datang untuk mencegah kerumunan. Kamu bisa ikut, Nggrek?"


Kenzo menjadi ketua panitia pelaksanaan bazar kuliner ini. Sebagai salah satu pemilik restoran yang cukup besar, Kenzo pun ikut serta menggerakkan pelaku usaha kuliner yang terkena imbas pademi ini.


"Kami mau ikut Kenzo jadi untuk biaya keikutsertaan ditransfer di sini ya?"


Aku menunjukkan nomor rekening yang tertera di undangan.


"Betul, Untuk peserta yang menggunakan tenda kerucut atau sanafil maka akan dikenakan biaya tapi peserta yang menggunakan fasilitas standar tidak dikenakan biaya,"


"Kalau begitu kami menggunakan tenda sanafil saja supaya lebih leluasa meletakkan barang,"


"Baik berarti aku akan daftarkan ya untuk keikutsertaan dalam event ini,"


"Iya Kenzo,"


"Anggrek, Aku bisa gak ya meminta bantuan mu?"


"Bantuan apa, Kenzo?"


"Sosial media punya mu mempunyai followers yang banyak. Kamu mau enggak ya untuk mempromosikan acara ini di sosial media milik mu? Dengan tetap menekankan prosedur kesehatan dan 3M."


"Kalau itu bisa membantu kelancaran acara, Aku mau membantu mempromosikan di story ku,"


"Makasih ya Nggrek, Aku tahu story mu berbayar tapi event kali ini kami tidak menganggarkan untuk itu. Jadi aku hanya bisa meminta bantuan mu saja"


"Iya tidak apa-apa. Aku juga senang bisa turut andil membantu sesama pelaku usaha kuliner,"


"Sekali lagi terimakasih ya, Nggrek. Nanti saat mendekati persiapan acara, Kamu mulai promo ya,"


"Iya kabarin saja waktunya,"


*********


Hari-hari ku disibukkan dengan persiapan mengikuti event kuliner bazar di alun-alun. Mengambil foto untuk keperluan memperluas promo ke kalangan mengenai event bazar kuliner.


"Kamu gak harus mengantar jemput, Kenzo. Aku jadi merepotkan saja,"


"Justru aku tidak tahu terimakasih kalau membiarkan mu bolak- balik sendirian. Sedangkan kamu sudah membantu keperluan promo di story mu,"


"Hehe.. Santai saja Kenzo,"

__ADS_1


"Aku kan bukan Adiwarna, Ehem," Kenzo melirik ku jahil. Dia tentu masih mengingat Adiwarna yang sering memanfaatkan ku dulu.


"Heii, Dasar aku batal lho promo di story,"


"Jangan, Ampun Anggrek," Aku tergelak melihat Kenzo pura-pura panik.


*****


Dua wanita di hadapan ku menatap dengan takjub. Sedikit merasa risih dengan tatapan mereka karena dari dulu aku memang tidak nyaman, Jika ada yang memandang wajah terlalu lama.


"Jadi keripik kami akan ikut serta dalam event ini juga ya, Bu?"


"Iya benar sekali, Aku tidak memaksa kalian ikut serta tapi sayang sekali jika tidak memanfaatkan event ini untuk memperluas penjualan. Selama ini bunda Ari dan Bunda Riko hanya menjual di Miepa. Keikutsertaan dalam event ini akan dikenal lebih luas,"


Bunda Ari dan Bunda Riko menatap ku dengan ekspresi bahagia.


"Selama ini kami sudah terbantu dengan bu Anggrek yang mengajarkan mengemas keripik kami dengan kemasan menarik, Mengizinkan menjual di Miepa. Sudah sangat berharga bagi kami, Bu"


Memang aku lah yang mendorong bunda Ari dan bunda Riko untuk mengolah singkong menjadi berbagai varian keripik. Menjual kembali di Miepa tapi sekarang Miepa sudah memiliki cabang yang banyak.


Sudah saatnya mereka juga memiliki pangsa sendiri untuk penjualan secara mandiri. Pelanggan Miepa pun sudah banyak mengenal keripik bunda Ari dan Riko. Aku sudah memberikan jalan tinggal mereka menentukan kemana arahnya. Aku sendiri yakin keduanya bisa menjualnya dengan lebih baik.


Bunda Ari dan bunda Riko menyetujui ide ku dan bersemangat mengikuti event kuliner bazar ini. Aku senang sekali bisa membantu keduanya.


*******


Hari ini pelaksanaan event bazar kuliner. Budi dari Miepa cabang kedua, Ku tugaskan standby di acara bazar untuk meracik mie ayamnya. Rika membantu melayani pembeli yang datang ke stand.


Aku dan Kenzo mengambil foto untuk dokumentasi acara dan menampilkan di story. Bunda Ari dan Riko sudah duduk manis di stand yang tersedia.


"Aku khawatir nanti gak bisa handle dengan benar kalau menjadi panitia karena lapak dagangan ku tidak sepenuhnya bisa ditinggal,"


"Restoran ku sudah memperkerjakan manager jadi setidaknya bisa aku tinggalkan,"


"Aku sudah terbantu sama Rika tapi tidak sepenuh dia bisa kontrol. Apa sebaiknya ada penempatan dengan tugas seperti manager gitu ya,"


"Aku sarankan sebaiknya mempekerjakan tambahan satu orang lagi untuk kontrol, Ehh awaaaaas!"


Kenzo refleks menarik pinggang ku kearahnya ketika seseorang membawa nampan berisi dua piring makanan hampir menabrak ku.


"Lain kali hati-hati ya membawa pesanan orang! Kamu tidak apa-apa, Nggrek,"


"Tidak apa-apa," Aku segera berdiri menjauh dari Kenzo dengan wajah memerah. Bisa jadi tontonan gratis kalau aku masih diposisi yang sama dalam pelukan Kenzo.


"Eh maaf ya, Aku gak sengaja," Kenzo melepaskan tangan dari pinggang ku. Rasanya tidak percaya adegan yang sering ku lihat di drama akan terjadi dalam kehidupan ku.


"Sengaja juga tidak apa-apa, Uhukk..uhukk," Rika pura-pura batuk.


"Iya betul, Ehem..ehemm" Budi menimpali Rika. Aku pura-pura mendelik ke arah keduanya.


"Hust jaman sekarang batuk itu harus sungkan nanti bisa dijauhi orang," Mereka berdua nya hanya nyengir.


Kami sedikit canggung karena kejadian barusan tapi tidak bertahan lama. Aku kembali sibuk membantu melayani pembeli yang datang. Kenzo kembali lagi ke team panitia untuk memantau acara.


Tiga hari pelaksanaan bazar kuliner di alun-alun berlangsung lancar. Antusiasme peserta dan pengunjung membuat acara berjalan sesuai target dari panitia.


Aku juga masih menjajaki tawaran kemitraan dari dua orang pengunjung. Tiga kemitraan yang lalu ku kenal dari rekan Cleo, Sekarang dari dua orang yang belum ku kenal sama sekali.

__ADS_1


******


Kenzo sedang mengantarkan ku pulang setelah acara hari terakhir bazar ke Miepa karena mobil ku berada disana. Hari ini Kenzo memang menjemput di Miepa.


"Nggrek aku mengantarmu pulang, Apakah pacarmu yang kemarin tidak marah?"


"Aku tidak berhubungan dengan dia lagi," Datar suara ku menjawab pertanyaan Kenzo.


"Oh, Maaf ya?"


"Tidak apa-apa kok, Ken"


Anggrek besok malam, Makan bareng yuk di Rosemary anggaplah sebagai ucapan terimakasih ku atas bantuan mu,"


Aku memalingkan wajah ke arah Kenzo. Rosemary dan Kenzo adalah perpaduan kenangan dua orang berbeda dari masa lalu yang menjadi satu.


Rosemary adalah restoran klasik tempat dimana Bian meminta kepastian ku menjadi kekasihnya, Sedangkan Kenzo adalah pria yang memutuskan Cahya. Ketika diputuskan Kenzo lah, Awal Cahya mulai membuka diri kepada Adiwarna.


Tanpa sepenuhnya sadar aku menganggukkan kepala dan mengiyakan ajakan Kenzo. Mobil Kenzo sudah memasuki parkiran Miepa.


"Sampai ketemu besok ya, Nggrek,"


"Iya Kenzo, Hati-hati ya."


Aku melambaikan tangan dan melepas kepergian Kenzo. Ketika berbalik aku menabrak seseorang ternyata Cleo.


"Aduh maaf Cleo, Sakit gak?"


"Enggak apa-apa kok, Nggrek. Dia meringis lalu kembali tersenyum.


"Acaranya sudah selesai, Nggrek?"


"Sudah Cleo,"


"Syukurlah kata Rika, Stand kalian selalu laris."


"Iya,"


"Aku cabut dulu ya, Nggrek. Bye,"


"Iya Hati-hati ya, Cleo,"


Aku memasuki mobil dan bersiap pulang ke rumah. Dua minggu yang melelahkan terbayarkan dengan pendapatan dan antusiasme pembeli.


Besok aku ada janji makan malam dengan Kenzo. Bertahun lalu aku pernah melakukan double date bersama Adiwarna dan Cahya.


Saat itu aku dan Adiwarna sepasang kekasih. Begitu pula Kenzo dan Cahya. Dimasa sekarang Adiwarna justru menikah dengan Cahya dan Aku akan makan malam bersama Kenzo.


Apakah tidak terasa aneh, Seakan di masa lalu Kami merupakan pasangan yang tertukar. Ah aku terlalu jauh berpikir, Padahal hanya makan malam sebagai ucapan terimakasih.


******


Tidak adakah yang menebak Kenzo mantan Cahya😌😌, Aaah kalian selalu teringat Danar 🤫


Otor kasih bocoran Visual Kenzo ya 😌


__ADS_1


__ADS_2