
Puji syukur kepada Alloh swt. semua hajat ku berjalan Lancar. setelah perjalanan yang panjang aku akhir nya selesai membangun istana kecil untuk keluarga ku.
"kak, adk . ini kamar kalian ya" aku membuka kan pintu kamar Rama dan Sukma
mereka berteriak bahagia
"hore papa, makasih papa"peluk dan cium aku dapati dari jagoan ku dan gadis kecil ku.
gadis kecil ku memang irit sekali untuk berbicara dia hanya mengikuti apa yang kakak nya laku kan.
"dan ini kamar papa mama" aku membuka pintu kamar ku dan Dewi juga.
"dek , kamu bahagia" tanya ku pada Dewi.
"bahagia sekali bang" Dewi memeluk dan mencium pipi ku.
*****
sebulan sudah kami menenpati rumah baru kami, kadang - kadang dua minggu sekali kalau aku libur kerja, kami akan bergantian menginap di rumab ibu ku atau mertua ku.
malam ini harus nya menginap di rumah ku tapi aku merasakan lelah sekali jadi aku memutus kan Hari ini kami menghabis kan minggu di rumah saja sambil bakar jagung.
jagung yang aku petik dari ladang di kantor.
"bang, tetangga kita bu marni sudah punya mobil lo bang" Dewi sedikit merengek pada ku
"sabar lah dek, aku sedang berusaha mengumpulkan uang untuk roda empat itu" jawab ku
__ADS_1
"tapi jangan kelamaan bang, ntr di susul sama yang lain" Dewi kembali lagi memimta cepat di belikan mobil
aku memijit pelipis ku yang sakig karena Dewi makin ke sini makin komsumtif.
peran nya di kasur pun sudah mulai menurub dia selalu ogah - ogahan aku ajak. padahal dulu saat kami tinggal di rumah mertua sungguh dia selalu meminta pada ku.
kini sudah satu bulan aku berpuasa, meminta pun dia tidak memberikan nya
"dek" aku sambil mengelus pundak nya dan menciumi nya
"apa sih bang,aku lagi malas ini" jawab nya
"sudah satu bulan dek abang berpuasa" aku tidak lelah terus meminta hak ku.
" tunggu ada mobil baru kamu bisa menunggangi ku bang" pinta nya
besok nya aku pergi bekerja , seperti biasa setelah sholat subuh aku pergi. tapi kali ini Dewi tidak membungkus kan nasi untuk bekal aku di sana.
"loh dek, mana buat sarapan ku nanati" tanya ku
"abang bisa beli di sana kan, aku capek bang" kembali dia menjawab
aku pergi dan berpamitan pada nya. tetap dia ketus. kenapa Dewi yang ramah bisa berubah jadi seperti ini.
memang lingkungam komplek di sini seperti itu mereka berlomba - lomba mengumpulkan Harta.
akhir nya aku memutus kan untuk meminjam uang ke perusahaan ku. ini kali pertama aku meminjam biasanya aku akan bekerja keras menabung tapi skr keinginan Dewi sudab tidak dapat di bendung lagi.
__ADS_1
******
seminggu kemudian aku mengajak Dewi dan kedua anak ku untuk memilih mobil.
pilihan nya jatuh kepada mobil mini bus berwarna hitam pekat. aku meng iya kan saja demi kelangsungan keutuhan rumah tangga ku.
"senang kamu Dek" tanya ku pada Dewi
"senang sekali aku bang" kembali aku merasakan Dewi yang manja seperti dulu bergelayut di lengan ku.
"nanati malam bisa dong" tanya ku lagi
"wah bang, kamu belum beruntung aku sedang dapat: jawab nya.
betapa waktu yang tida tepat membelikan mobil untuk Dewi dalam batin ku.
kami pulang dengam mengendarai mobil baru iti, dapat aku lihat tetangga kami memperhatikan kami. terlebih Dewi yang tingakh nya berlebih pikir ku.
dia seprti ingin di akui kalau dia mempunyai kendaraan baru. aku hanya bisa geleng geleng saja.
"paa besok kita kerumah nenek ya" pinta rama pada ku
dan di lanjut dengan Dewi
"iya bang ayo kita ke rumah ibu, ibu pasti senang kita punya mobil"
aku hanya menanggapi dengan hhhhmmmm saja karena aku lelah bsk harus kembali berjibaku dengan pekerjaan di kantor.
__ADS_1