
...Dia begitu tenang...
...sebuah ketenangan...
...seakan tak akan pernah...
...ada riak didalamnya...
...Apakah ketenangan akankah abadi?...
*********
Aku sedang terbuai dalam mimpi ketika dering telpon terus menerus berbunyi tanpa henti. Siapakah yang menelpon? sepenting apakah? bahkan nyawa pun belum genap terkumpul ketika mengangkatnya.
"Halo,"
"Masih tidur calon biniku,"
"Masih!"
Asem Dion kemarin dia bilang mantan terindah sekarang calon bini. Bisa-bisanya dia menelpon jam segini. Aku mematikan handphone tanpa ampun. Bukan Dion namanya kalau menyerah, Dia terus menelpon tanpa henti.
"Apa sih Dion?" aku melirik jam di layar handphone, Pukul 03:15.
"Aku syuting bareng idola mu, Arga Danumarya!!"
"Apa!!!"
"Tidur gih katanya mau tidur. Bye,"
"Tidak... tidak. Kantuk ku sudah hilang. Gimana ceritanya?"
"Haha, Nah kan. Iya ternyata pemeran utamanya adalah Arga. Kami akan mulai syuting nantinya, Ini baru pulang dari nongkrong bareng Arga dan pemeran lainnya,"
"Ahhh aku mau,"
"Mau sama aku? akhirnyaaaa,"
"Mau ketemu, Arga"
"Sama aku aja, Nggrek. Tidur lagi sono, Aku mau kasih tahu itu aja, Nggrek. Senang banget seakan keajaiban bisa syuting sama mereka,"
"Semakin ajaib jika kamu pertemukan aku dengan Arga,"
"Jadi pacar halu aja di sosial medianya, Hahaa. Pusing aku tiap saat di akun Arga Danurmaya ada namamu. Sekarang tidur lagi sono, Aku juga ngantuk berat nih,"
"Eh tunggu dulu, Orangnya gimana sih? cool atau konyol kayak kamu juga,"
"Cool kayak aku dong, Hahaa. Aslinya low profile sih kayaknya emang gitu karakternya. Nggrek, Aku mau tidur dulu ya. Ngantuk berat nih,"
"Oke, Met tidur Dion. Selamat ya untukmu, Semoga sukses,"
"Makasih.. Nggrek,"
__ADS_1
Terkadang keajaiban terjadi berkat kerja keras juga. Dion sudah puluhan kali casting walaupun versinya adalah ratusan. Akhirnya dia mendapatkan peran menjadi pemeran pembantu pria utama. Bahkan bersama aktor idola wanita negeri ini.
Sebuah hal yang memang sepantasnya diterima Dion. Ada kebaikan tersembunyi dalam dirinya, Apa yang diterima Dion bisa jadi dari doa tulus orang yang telah dibantu Dion selama ini.
Sama halnya aku, Pengkhianatan Cahya dan Adi justru membelokkan jalan hidup ku. Dulu aku mengejar karier di kantor tapi ketika video viral meledak. Membuat memutar otak untuk memanfaatkan penghasilan dari video yang memberikan ketenaran sesaat.
*****
Pagi dengan matahari yang hangat, Aku dan Cleo sedang meninjau lokasi sebuah restoran yang terbengkalai di jalan sudirman. Butuh biaya besar untuk memugarnya.
"Sepertinya aku harus menunda membuka restoran Miepa, Butuh biaya besar untuk membiayai keseluruhan. Bisa saja aku mengajukan pinjaman tapi untuk sekarang rasanya aku menunda dulu,"
"Kamu menyukai lokasi dan restoran ini?"
"Iya tapi pihak pemilik pasti keberatan jika aku menyewa dan meminta perbaikannya,"
"Kita bisa melakukan negoisasi, Setidaknya mencoba dulu,"
"Apakah aku bisa berbicara langsung dengan mereka?"
"Sayangnya mereka menyerahkan semuanya ke aku sebagai perantara."
"Oh begitu,"
Rencana ku ke depannya membuka restoran Miepa yang bukan saja menjual mie dengan segala varian tapi keseluruhan produk Miepa di jual menjadi satu. Bersama Kenzo membuka pikiran ku lebih luas lagi.
Berapa hari kemudian Cleo memberi kabar, Bahwa pihak pemilik bangunan eks restoran tersebut setuju dan menyepakati untuk merenovasi bangunan. Dia juga sepakat untuk memberikan kemudahan membayar sewa melalui cicilan dua tahun ke depan. Perjanjian sewa akan dilakukan secepatnya.
Dari relasi Cleo juga aku mendapatkan kemudahan pembelian mesin untuk pembuatan mie dan nugget. Termasuk keringanan dalam harga dan pembayaran. Dalam segala hal relasi Cleo yang luas banyak membantu mengembangkan usaha milik ku.
*********
Riska dan Raisa mengatakan dapur rumah Kenzo adalah ruangan paling privacy di rumah dia. Tidak seperti dapur rumah orangtua mereka yang bebas untuk digunakan.
"Kak Anggrek noleh dikit dong," aku yang mengiris bawang merah tersenyum kearah handphone Raisa.
"Upload di story ya, Kak." Riska sumringah ceria melihat aku dan Kenzo yang sedang memasak.
"Kalian ganggu saja di dapur, Keluar dulu" Kenzo mengusir kedua adiknya. Keduanya keluar sambil cemberut karena terusir dari dapur.
Setelah sekian lama akhirnya kami selesai memasak dan menyajikan hasil masakan. Kedua adik Kenzo melotot kaget melihatnya.
"Jadi kalian tadi di dapur hanya masak ini?"
"Bahkan seorang pemilik restoran besar dan juragan mie ayam menyajikan masakan rumahan dengan menghabiskan banyak waktu di dapur, Luar biasa,". Raisa pura-pura menggeleng gusar.
"Kalau hanya ini aku bisa masak dalam waktu kurang satu jam,"
"Sebenarnya kalian ngapain saja di dapur? Mencurigakan"
"Sudah nikmatin saja," Kenzo dan aku tertawa melihat ekspresi keduanya.
Kami memasak sayur lodeh, ikan asin, lalap dan sambal. Memang bukan durasi masak yang lama tapi banyak yang kami bicarakan di dapur. Tentang sebuah rencana ke depan.
__ADS_1
Tak ayal juga menu sederhana kami habis dalam sekejap. Rasa lapar dan makanan rumahan memang pasangan yang tepat.
Bersama Raisa dan Riska, Aku sering menghabiskan waktu bersama. Ke salon, belanja bareng bahkan menonton drama Korea bersama.
Aku tidak memiliki adik perempuan dan hal ini menjadi menyenangkan. Apakah ini yang dirasakan oleh Dewo saat bersama Bian?
Seperti yang Kenzo utarakan sebelum komitmen ditetapkan. Kami saling mengenal lebih dekat lagi, . Dia mengenalkan ku ke keluarga, teman dan lingkup sosialnya.
Selama ini belum pernah ada wanita yang dikenalkan Kenzo dalam keluarga dan pertemanannya. Kedatangan ku bersama Kenzo, Membuat mereka menganggap kalau aku orang istimewa dari Kenzo.
Tanpa pernah ada ucapan kata cinta dan sayang dari bibir Kenzo. Semua berjalan teratur seakan sesuai dengan tahapan yang direncanakan.
"Nggrek,"
"Iya.. Ken,"
"Aku sudah memikirkan setelah berapa waktu berjalan dengan mu. Kamu bisa menjadi partner dalam hidup ku,"
"Hmm..,"
"Kamu seorang pekerja keras bisa menjadi teman berbagi pikiran, Kakak yang baik untuk adik-adikku. Semua yang ada dalam dirimu mencerminkan tipe pasangan ideal yang aku impikan selama ini,"
"Apakah seperti itu penilaian mu?"
"Iya, Anggrek. Bagi ku hubungan adalah komitmen jangka panjang. Bukan hubungan dua orang saja tapi lebih dari itu,"
"Dalam pandangan mu seperti apa, Ken?"
"Sebelum memulai komitmen bersama, Banyak hal yang harus disiapkan. Dari segi finansial, Pengaturan kehidupan saat berumah tangga juga perjanjian pra nikah,"
"Perjanjian pra nikah?"
"Ya betul kita memiliki harta sebelum menikah, Nggrek karena itulah perjanjian pra nikah diperlukan. Kedepannya juga kita akan membicarakan mengenai posisi mu sebagai ibu, Apakah pengasuhan anak kita akan dibantu oleh babysitter selagi bekerja atau ada opsi lainnya,"
"Ya aku paham saat ini sebagian besar hari ku dihabiskan dengan bekerja,"
"Iya benar semua akan di siapkan jadi setelah komitmen berjalan tidak ada keterkejutan lagi,"
"Terkadang rencana bisa tidak sesuai ketika diterapkan lho, Ken. Apalagi dalam kehidupan rumah tangga,"
"Jika direncanakan pun bisa membuat keluar jalur apalagi jika tidak direncanakan,"
"Kamu mau semua sudah ada gambaran sebelum memasuki hubungan yang lebih serius, Ken?"
"Iya benar, Anggrek. Aku dan kamu memiliki kesibukan yang sama. Jadi setidaknya kita memiliki rencana seperti apa ke depannya,"
Kenzo begitu teratur, sistematis dan tenang. Dia menginginkan semua teroganisir sempurna sebelum melangkah.
Sebenarnya ada yang mengganjal, Dia mengatakan ingin memiliki hubungan serius. Sampai detik ini Kenzo tidak pernah mengatakan mencintai ku. Ah mungkin usia kami yang dewasa sudah tidak membutuhkan hak itu lagi.
Apakah aku yang terlalu berlebihan? bukankah yang dia inginkan pernikahan yang ideal. Tidak perlu hubungan berliku dengan sejuta janji. Kenzo membutuhkan sebuah hubungan ideal dengan segala hal yang pasti.
******
__ADS_1
Aku hadir lagi ❤❤❤❤❤
Selamat membaca☺