Viral

Viral
Bab 2


__ADS_3

Dewi biasa nya akan mendominasi permainan kami di atas ranjang, dia akan mendudukan diri nya di atas badan ku.


"biar adk yang bekerja bang" bisik nya di telingaku di selingi gigitan kecil di sana


"abang, sudah lelah bekerja seminggu ini" dengan terus dewi memacu gerakan nya naik turun di selingi goyangan di sana membuat libido ku menaik.


"terus dek aku berbicara parau" menikmati setiap gerakan dan Hentakan yang aku terima. sungguh Dewi adalah pemain yang Handal.


ku usap punggung dewi yang tidak di tutupi benamg sehelai pun. kini dada nya menantang meminta sentuhan lembut jari - jari ku.


semakin ku raba semakin Dewi menjadi Liar. Akhir nya pergaulan kami di akhiri dengan getaran - getaran cinta yang keluar bersama sama.


Dewi terkulai lemas di samping ku dan menidurkan kepalanya di lengan ku. tak berhenti ku ucap kan terima kasih karna Dia selalu mengerti dan memanjakan aku di ranjang.


ku cium pelupuk kepala nya ku usap dengan penuh cinta. Dewi pun balik mencium pipi ku. dan kami tertidur dengan damai sampai saat nya mentari akan menyambut pagi kami.


*****


sebulan yang lalu aku memang sudah bertanya - tanya pada salah satu pengembang perumahan. mengutarakan maksud ku untuk membeli rumah bersubsidi type 30 dengan ada sedikit luas tanah untuk kami memparkir kan roda empat kami kelak.


kini aku mengajak Dewi dan ke dua anak - anak ku untuk mengsurvey lokasi perumahan itu. aku tanyakan pada nya apa kah dia sudi mengisi rumah ini tanya ku.


"Dek ini rumah nya" aku menunjukkan rumah mungil dengan arsitektur minimalis ke kinian.


"adk mau bang" Dewu bergelayut manja di lengan ku.


"rama, suma. suka rumah ini gak sayang" tanya ku pada ke dua buah Hati ku.

__ADS_1


mereka sangat antusias, apa lagi rama.


"papa Rama bisa main sepeda kan di sini" tanya nya


"tentu sayang" aku sambil menuntun anak bujamg ku ke bagian belakang rumah.


"kakak suka " panggil ku pada rama


"iya papa"


Dewi dan anak ku sukma menghampiri aku dan rama.


"nanti kita renov sedikit sedikit ya" aku memberi masukan pada Dewi dan Dewi pun meng iya kan.


"aku sudah tidak sabar melihat rumah impian kita jadi bang" Dewi menggelayut manja di lengan ku.


penuh cinta ku usap pucuk kepala nya dan ku cium kepalanya.


Dewi menatap mata ku dan senyum manis terukir di sana.


jangan tanya kan bagaimana rasa cinta dan sayang ku oada Dewi dan anak - anak ku. andai kan saja aku dapat menggendong rembulan dan mengantongi bintang - bintang akan ku lakukan Demi membuktikan rasa kasih dan sayang ku terhadap istri dan anak - anak ku.


*****


Hujan gerimis menemani malam ini. besok selepas subuh aku akan memacu kuda besi ku membelah jalanan yamg berair dan berlumpur.


maklum jalan menuju perusahaan ku masih belum tersentuh oleh pembangunan, masih berbentuk tanah merah.

__ADS_1


apa bila hujan akan becek dan lincir, sedang kan kemarau debu jalanan siap menghadang.


"mas hujan nya tambah kencang" dewi menelusuri dada ku yang ter buka.


"iya jawab ku" ku kecup puncak kepala nya . kini Dewi bersandar di dada ku.


kami sama sama kelelahan setelah memadu kasih.


Dewi terduduk sembari memegangi selimbut nya yang melorot.


"bang,kenapa kamu tidak cari rumah yang lebih dekat saja dengan tempat kamu kerja" dewi membuka obrolan.


"tempat kerja abang kan di hutan dek, abng tidak mau kamu tinggal di hutan dengan anak - anak lagian di sana tidak ada perumahan" jawab ku


walaupun rumah mertua ku dekat dengan kota tapi asuoan listrik blm samapi di sini. di sini kita masih mengguna kan genset, mau magrib bari di nyalakan sedang kan siang kami hidup tanpa listrik.


"di perumahan sana kan nnti di kota listrik pun akan selalu ada, ya walaupum abang akan sedikit jauh untuk berangkat dan pulang kerja"


Dewi mengecup bibir ku dengan lembut dan kini dia melempar selimbut yang tadi menutupi tubuh lolos kami.


Tidak seperti biasa nya sekarang aku yang mengambil alih kendali di atas ranjang.


rintihan dan desahan Dewi semakin memacu aku untuk menghentakan dan menambah cepat ritme gerakan yang membuat dada ku semakin berdesir.


"Lagi mas, lagi" Dewi seraya mengigit bagian bawah bibir nya. sungguh sensasional sekali.


Dewi di Atas ranjang dengan di luar kamar beda 180 drajat.

__ADS_1


di luar kamar dia akan berubah menjadi ibu yang sangat perhatian. sedang kan di ranjang dia liar tapi itu yang selalu membuat aku ingin pulang untuk meraih sisi liar dewi.


Awal pernikahan kami apa bila di ranjang tentu Dewi selalu malu - malu tidak pernah meminta dia lebih sabar tapi setalah 5 tahun pernikahan kami Dewi bagai kan sosok yang beda dia selalu haus akan permainan ranjang.


__ADS_2