Viral

Viral
64. Aku dan kisah ku yang masih berlanjut


__ADS_3

Aku tidak ingin berpikir hari ini


Aku hanya ingin menikmati hari


Caption Anggrek dengan foto bersama Bian di atas jetski.


********


Kami masih sama-sama diam dalam pikiran masing-masing ketika netra ku melihat ke arah pantai dan mendapatkan ide.


"Kita main jetski yuk, Kak Bian tahu mengendarainya?"


"Iya tahu tapi beneran kamu tidak apa-apa naik jetski? Aku masih khawatir karena rollercoaster kemarin"


"Iya tidak masalah."


"Yakin?"


Aku mengacungkan jempol sebagai jawaban, "Aku shock bukan karena rollercoaster tapi telpon dari papamu." Sebuah kalimat yang hanya terdengar dalam relung hati.


Aku memilih tidak menceritakan penyebab shock saat di wahana permainan kemarin karena ketika mengetahui sumber masalah adalah papanya. Bian tampak tertekan, Aku tidak ingin menambah tekanan lagi kepada Bian.


Tangan ku menyeka keringat yang menetes di kening, Sembari mengarahkan handphone untuk mengambil foto Bian yang membayar biaya sewa jetski di kasir permainan pantai.


Setelah itu barulah aku pergi ke penyewaan yang disediakan pihak pengelola pantai untuk menyewa pakaian renang. Pilihan ku jatuh pada wetsuit, Aku menyewa dua untuk ku dan Bian karena kami memang tidak membawanya.


Bian menghampiri ku, Dia yang selalu santai dengan kaos, jeans dan kets bahkan ketika di pantai. Terpaksa melepaskan sepatunya kali ini karena di lokasi sewa jetski tidak ada jalanan berbatu seperti di pinggir pantai.


"Ini ganti dulu pakaiannya"


"Makasih ya sudah disiapkan." Bian mengacak poni ku.


Petugas permainan pantai senyum-senyum melihat interaksi kami. Setelah mengganti pakaian dengan wetsuit kami siap melaju bersama dengan jetski.


"Yuk kita main sekarang."


"Eh kok cuma satu sewanya?"


"Memangnya kenapa?"


"Aku kan mau juga menaikinya masa harus menunggu, Kak Bian."


"Kamu bercanda, Sayang. Memangnya kita mau kejar-kejaran. Ya kamu ikut di belakang ku, Boncengan."


"Boncengan? Kayak motor saja."


"Pokoknya kamu ikut kemana aku pergi. Jangan terpisah ya, Anggrek sayang."


Dia mencubit hidung ku gemas. Aku hanya manyun, Bukan pertama kali aku mengendarai jetski tapi dia meragukan kemampuan ku. Bian menarik tangan ku menuju jetski yang sudah disiapkan.


"Anggrek pegangan yang kuat."


"Belum jalan kan?" Aku yang masih menyisakan sedikit kesal karena tidak diperbolehkan membawa sendiri menolak untuk berpegangan pada Bian.


"Baiklah kalau itu mau mu."


Pertama Bian membawa dengan santai selanjutnya perlahan lalu dia menambah kecepatan tak ayal membuat ku menjerit dan refleks memeluk kuat pinggang Bian.

__ADS_1


"Sayang, Pelan dikit" Dia hanya menepuk tangan ku yang melingkar di pinggangnya sebagai jawaban. Bian semakin menambah kecepatan. Aku tak menyangka dia akan kembali mengusili ku.


Jetski membelah ombak menimbulkan cipratan yang membasahi kami. Bian piawai mengendalikan permainan di atas air. Sesekali dia menoleh ke arah ku, Dia senang sekali begitupula aku.


Kami menyudahi permainan karena hari beranjak mendekati sore hari. Bian menyempatkan diri menuju ke tempat penitipan barang untuk mengambil handphone dan meminta penjaga pantai mengabadikan foto kami berdua di jetski


Aku menuju ruang ganti sekalian memeriksa panggilan atau pesan penting selama kami bermain di pantai. Jemari ku bergerak di layar handphone lalu membuka sosial media.


Ada yang menandai di sosial media ketika ku buka rupanya Dion. Foto dia dengan frozen food rolade, nugget dan pentol sudah muncul. Aku membaca komentar yang memesan cukup banyak, Mayoritas ibu-ibu muda.


Aku tidak menyangka tawaran iseng pagi tadi langsung dikerjakan Dion. Hal seperti inilah yang membuat ku bahagia, Dari usaha kecil milik ku bisa membantu orang lain.


Sebuah senyuman otomatis terbit di bibir ku, Mengapa takut dengan tekanan Setya. Bukan kah dia berada di luar kota. Masalah ku cuma satu cari tempat usaha baru untuk Miepa cabang utama.


Bahkan seorang Dion masih memiliki jalan ketika berusaha. Mengapa aku tidak bisa?. Aku kembali merasakan energi optimis ketika melihat postingan Dion. Kadang memang perlu berada dalam lingkungan positif sehingga bisa menularkan semangat yang sama.


Setelah berganti pakaian, Aku menjumpai Bian yang sedang menunggu diluar.


********


"Kamu sumringah sekali sayang," Kami melaju kembali bersama mobil pinjaman dari Danar.


"Refreshing membuat pikiran ku segar kembali."


"Iyakah? kalau begitu kita harus sering melakukannya."


"Tentu saja."


Pembicaraan kami terhenti ketika ada notifikasi pesan hijau dari Natasha.


"Nggrek besok ke studio Rian ya, Kita mau foto produk pakaian."


"Untuk apa?"


"Terserah buat apa, Untuk pegang pakaian juga boleh lah. Teman sih minta bantu dicarikan kerjaan."


"Hahaa kasihan amat bawa pakaian. Aku koordinasi nanti sama Rian ya."


"Oke, Makasih Nat." Aku menyimpan kembali handphone didalam tas.


"Ada apa?"


"Natasha mengabarkan besok ada kerjaan di studio Rian. Kami menggunakan jasa model untuk produk pakaian kami yang baru."


"Biasanya tidak pernah."


"Hehee, Iya mencoba saja."


"Besok sebelum ke bandara, Aku mampir."


" Iya sayang."


********************


Pagi kembali membuka hari, Aku bersama Natasha, MUA dan tiga orang talent sudah tiba di studio Rian. Aku yang sedang di luar studio melihat Dion baru tiba dengan motor matic tipe kecil. Tidak seimbang dengan tubuh tinggi atletis Dion.


"Mobil mu mana, Dion?"

__ADS_1


"Hemat bahan bakar, Nggrek pakai motor saja. Irit."


"Astaga, Bagaimana ceritanya beli mobil mampu tapi BBM di irit."


"Cerita kan lagi bokek" Dion nyengir, Aku bisa melihat model produk pakaian kami dari dalam studio kelihatan heboh melihat Dion. Hal yang sama ku rasakan setahun lalu.


Pemotretan berjalan lancar, Aku ketularan keceriaan bersama tiga talent kami yang berusia di akhir belasan tahun dan awal 20an. Mereka lepas dan ceria tanpa beban, Ah menyenangkan sekali.


Bian datang menjelang siang. Dia bersama rubicon Danar menunggu di parkiran studio. Bian tampak suram, Berbanding terbalik dengan keceriaan di dalam studio.


"Nggrek, Aku pamit dulu ya."


"Iya sayang, Hati-hati ya."


"Belum selesai pemotretannya?"


"Belum."


"Aku masuk bentar ya ketemu sama Rian dulu "


"Iya sayang."


Aku melihat Danar di dalam mobil tapi dia tidak melihat ku. Entah apa yang akan terjadi dalam pertemuan keluarga mereka.


Bian keluar dari studio lalu tiba-tiba dia memeluk ku sebentar. Ada kehangatan menyelusup dalam diriku. Bian melepaskan pelukannya, Dia berdiri di hadapan ku.


"I love you, Anggrek Maharani."


"I love you too."


Aku melihat Bian yang berjalan menuju ke arah mobil Danar. Seorang anak yang harus memenuhi ambisi orangtuanya. Bahkan ketika di usia dewasanya dia tidak memiliki kebebasan menjalankan pilihan hidupnya.


"Pacarmu sudah pergi gak usah dilihatin lagi." Tiba-tiba Dion sudah muncul di sebelah ku. Dia dengan santai minum dari tumbler sambil senderan di pintu masuk studio.


"Sebaiknya kalau minum jangan sambil berdiri."


"Aku tadi sedang duduk di situ." Dion menunjuk dengan dagunya, Sofa tamu di bagian depan studio Rian. Sofa yang bersebelahan dengan jendela kaca memungkinkan orang didalam studio melihat keluar dengan bebas.


"Huuhhh." Aku mendengus kesal, Dia mengagetkan ku yang terbawa pikiran memandang Bian barusan.


"Eh Nggrek, Aku gak menyangka bisa melihat secara live adegan romantis haha."


"Kamu sengaja ngintip ya?"


"Ngintip? Gak sengaja melihat kalian tadi, Membuat ku mau buang sial sekarang"


"DIOOONN." Aku menghujani dia dengan cubitan ketika Natasha tiba-tiba muncul.


"Nggrek, Aku baru dapat ide. Melihat Dion sebagai talent. Kita jualan pakaian pria juga yuk?"


"Nah kan, Aku memang menginspirasi orang lain."


"Nanti kita bicarakan ya, Nat." Aku menghindari Dion menjadi besar kepala tapi cara dia memandang hidup dengan optimis membuat pandangan ku sedikit bergeser.


Dari kemarin aku hanya fokus tentang ruko dan Setya. Melupakan hal lain dalam kehidupan, Hidup ku bukan berpusat tentang cerita Bian dan Anggrek tapi masih banyak kisah lainnya.


Aku belum tahu apa yang akan terjadi dalam pertemuan keluarga Bian tapi aku tahu banyak PR yang harus dikerjakan untuk mempertahankan dan membesarkan usaha kecil ku yang ada saat ini.

__ADS_1


Aku dan kisah ku yang akan terus berlanjut.


***********


__ADS_2