AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Memikirkan keadaan juni.


__ADS_3

Dikediaman Saga, Bik Tika yang masih didapur memantau chef untuk membuat bubur untuk Juni.


Bik Tika : "Kayaknya buburnya sudah jadi, coba diperiksa dulu chef" kepada cheff dapur.


Chef : "Bentar dulu Bik Tika, aku cek dulu" sambil membuka tutup panci


Bik Tika : "Gimana cheff,, Udah belum?" sambil melihat expresi wajah chef yang mencicipi bubur buatannya untuk Juni.


Chef : "Udah Bik,," sembari mengangkat jempol miliknya kepada Bik Tika.


"Bik Tika : "Ya udah,,, matiin aja kompornya, tinggal kita hidangin aja"


Chef : "Siap Bik" sambil mengambil mangkok untuk menyajikan bubur.


Chef yang sedang menyajikan bubur untuk Juni dibiarkan saja oleh Bik Tika dengan kegiatannya. Dirinya mengambil gelas dan menuangkan susu juga untuk Juni.


Bik Tika menyiapkan nampan dan meletakkan mangkok bubur dan segelas susu diatas nampan tak lupa dia juga menaruh obat demam yang biasa dia minum untuk diminum Juni.


Setelah merasa sudah siap karena mengingat Saga tak mengijinkannya untuk turun naik kelantai atas demi kesehatannya juga dia menyuruh seorang pelayan mengantarkan bubur buat Juni ke kamar atas.


z


z


z


z


z


z


Saga dan Angga sudah sampai didepan pintu kantor. Saga langsung duduk dikursinya. Raga saga memang ada dikantor tapi pikirannya tetap memikirkan Juni yang mungkin masih terbaring sakit dikamar.


Saga mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Bibik Tika yang ada dirumah, mencari tahu keadaan Juni. Saga sedikit kecewa karena Bik Tika memberitahukan bahwa Juni masih tertidur. Mendengar itu Saga tetap meminta tolong kepada Bik Tika untuk tetap menyuruh pelayan memeriksa keadaan Juni didalam kamar setiap waktu.


Saga mematikan ponselnya dan menghela nafas panjang. Tangannya memijat keningnya yang terasa berat. Saga menyenderkan punggungnya dikursi. Wajahnya menatap tajam arah atas ruangan kerjanya. Dia masih tak menyadari kalau diruangan itu tidak hanya ada dirinya namun masih ada Angga yang juga ada didalam ruangan kerjanya yang menatap Saga dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


"Saga kalau masih mikirin Juni mening pulang gich! Percuma dikantor kamu juga gak bakalan konsen sama kerjaan" kata Angga.


"Kalaupun bisa mening tadi aku gak kekantor aja Angga" kata Saga.


"Juni mintanya aku gak disampingnya, dan itu yang bikin aku bungung. Aku pingin banget kalau lagi dalam keadaan beginilah, aku ada terus disamping dia tapi dianya malah gitu" lanjut imbuh Saga.


"Terus sekarang maunya kayak gimana?" tanya Angga


"Aku harus berusaha konsen buat kerja, walaupun udah pasti gak bakalan bisa tapi aku bakalan sibukin diri" kata Saga. Saga mengambil berkas yang sudah menumpuk seakan meminta untuk segera ditandatangani oleh Saga. Angga yang melihat Saga sudah sibuk mengambil dan membuka beberapa berkas yang memang harus diperiksa terlebih dahulu oleh Saga sebelum ditandatanganinya memilih juga untuk ikut tenggelam dalam kerjaannya.


"Angga, jadwal kita hari ini apa aja?" tanya Saga yang masih memeriksa berkas yang menumpuk didepannya.


Angga kembali lagi membuka buku agenda kerja dirinya, dia membuka lembar perlembar catatannya dan membaca catatan paling akhir jadwal Saga.


"Hmmmm,,, kita hari ini tidak ada jadwal dengan orang penting. Meeting juga gak ada." kata Angga sambil tangannya memutar-mutar pena ditangan kanannya.


"Palingan kita nerima laporan dari karyawan gedung aja sambil keliling meriksa gedung kayak biasa" lanjut imbuh Angga.


Angga menutup buku agenda kerja miliknya dan menaruhnya lagi diatas mejanya. Saga yang masih melihat berkas laporan perusahannya menutup kembali berkas yang dia sudah selesai periksa dan ditanda tanganinya.


Saga melihat jam ditangannya lagi dan kembali mengambil ponselnya. Lagi lagi Saga menelpon Bibi Tika untuk mengetahui keadaan Juni padahal belum 30 menit yang lalu dirinya menghubungi Bik Tika tapi sekarang dia kembali mencoba menghubungi orang rumah. Saga yang menghubungi Bik Tika tidak mendapatkan jawaban dari bibiknya itu. Saga mencoba lagi, lagi dan lagi tapi tetap saja panggilannya tak di jawab oleh Bibik Tika.


Saga tak menjawab perkataan Angga namun dia mendengarkan sahabatnya itu. Ponselnya kembali Saga letakkan lagi dimejanya. Saga kembali melanjutkan pekerjaannya yang membuka berkas miliknya satu persatu yang belum selesai semua dikerjakan.


Waktu berjalan sangat cepat tak terasa siang itu sudah menunjukan pukul 14.00. Waktu makan siang para karyawan kantor.


"Saga, kamu mau makan apa? " tanya Angga yang biasanya akan membelikan makanan untuk Saga makan diruangnya.


"Gak ngga, aku lagi gak niat makan" kata Saga.


"Kenapa? kamu belum makan dari tadi pagi sag" kata Angga.


"Gimana aku bisa makan kalau aku gak tahu kabar Juni dirumah" kata Saga.


"Duh,,, temen aku sejak kapan berubah jadi bucin gini" kata Angga.


"Ya udah, coba kamu telepon lagi Bik Tika tapi aku yakin Juni pasti udah baikan" kata Angga.

__ADS_1


"Semoga ngga" kata Saga sambil mengambil lagi ponselnya dan mencoba menghubungi Bik Tika lagi. Kali ini percobaan awal dirinya menghubungi Bik Tika langsung direspons dengan jawaban oleh bibiknya. Saga langsung menanyakan kabar istrinya dan kali ini begitu sangat lega dirinya karena mendapati kabar kalau Juni sudah tak demam lagi.


Bik Tika mengatakan kalau dirinya sempat masuk kedalam kamar Juni dan mendapati Juni masih terbaring diranjang. Dia mengecek suhu tubuh Juni dengan hanya menggunakan tangannya tanpa sepengetahuan Juni karena Juni masih lelap tidur.


Mendengar kabar dari Bibik Tika, Saga yang merasa cemas sedari berangkat kerja hingga sampai sekarang merasa tidak khawatir lagi. Dia sedikit lega mendengar kabar terakhir Juni. Saga yang sudah mendapatkan kabar baik dari Juni mematikan sambungan telepon dengan bibiknya


"Gimna saga? " tanya Angga penasaran tentang kabar Juni juga


"Udah gak demam lagi kata Bik Tika" jawab Saga.


"Sukurlah Juni udah gak apa-apa lagi" sahut Angga yang merasa senang juga.


"Iya,,, aku juga bisa fokus kerja lagi" kata Saga. Saga menutup berkas yang baru dibuka dirinya, dan berdiri menghadap Angga yang masih duduk dihadapannya.


"Angga, kita keliling gedung yuk" ajak Saga.


"Lahhhh,, kerjaan depan aku belum selesai terus berkas yang kamu periksa emang udah selesai semua diperiksa" tanya Angga.


"Gampanglah kalau masalah berkas ntar tinggal lanjut diperiksa lagi" kata Saga.


"Ohhh iya, sekalian kamu coba telepon Mang ujang suruh dia bawa makanan kekantor buat kita, aku lagi pingin makan masakan rumah" lanjut Saga.


"Okelah kalau begitu. Kebetulan aku juga pingin makan makanan rumah, bosen juga makan makanan luar" jawab Angga.


"Telepon langsung ngga,,, " kata Saga.


"Siap bos" sahut Angga.


Mereka akhirnya keluar dari ruangan kantor. Seperti biasa dijam jam seperti itu semua karyawanya yang lain sedang istirahat makan siang. Saga dan Angga mengelilingi gedung dengan hanya didampingi beberapa satpam untuk selalu waspada menjaga Saga. Saga melihat sekelilingnya dan hanya mendapati beberapa satpam.


"Lho karyawan yang bawa laporan pada kemana?" tanya Saga.


"Lagi makan siang mungkin Sag,,, " jawab Angga.


"Perlu aku panggilin semua biar langsung menghadap" imbuh lanjut Angga.


"Gak usah lah ngga, kasihan mereka juga butuh makan. Kita keliling coba keliling berdua ajalah" jawab Saga.

__ADS_1


Angga hanya tersenyum menjawab perkataan saga yang kebetulan menghadap dirinya saat berbicara. Angga mengikuti kemana langkah kaki Saga dan satpam pun juga mengikuti dua bosnya itu.


__ADS_2