AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Tak peduli


__ADS_3

"Auuuuuu Om sakit" ucap Juni yang merasa kesakitan karena pegangan tangan Saga begitu keras.


Saga menarik tangan itu agar mengikutinya, mencari mobil miliknya. Tas belanjaan yang Juni pegang terjatuh.


"Om sakit,,,.kasar banget sich" ucap Juni sambil mencoba melepaskan pergelangan tangannya.


Saga tak peduli dengan apa yang Juni ucapkan saat itu, bahkan Saga juga tak peduli kalau saat itu banyak mata yang sedang melihat dirinya memperlakukan gadis dengan seragam sekolah seperti itu.


"Om lepasin gak! sakit" ucap lagi Juni. Saga tetap dia sambil terus menarik tangan Juni.


"Om,,punya telinga gak. Aku kesakitan. Lepasin" kata Juni lagi yang tidak dihiraukan Saga.


"Diam" teriak keras Saga tepat di wajah Juni.


Juni bertanya tanya dengan dirinya sendari kalau lelaki yang sedang memegang tanganya ini apakah sosok yang sama dengan suaminya, sangat berbeda. Saga yang sedang berbuat kasar dengannya adalah sosok yang berbeda. Dia orang lain atau mungkin aku yang gak kenal Saga yang dulu. Saga kenapa tiba-tiba berbuat kasar seperti ini. Apakah cinta dan sayang yang dia katakan bohong karena kalau dia cinta tak akan mempermalukan aku seperti ini didepan umum. Apa yang sebenarnya terjadi padanya, dia seperti.ingin memakan orang dan korbannya sudah pasti aku.


Juni menangis, air matanya mengalir dengan sangat deras dan Saga tak peduli itu. Amarah dan cemburu membuatnya tak sadar kalau sudah menyakiti Juni lagi.


Langkah Saga terhenti saat melihat Angga ada didepannya. Saga juga melihat disekelilingnya kalau banyak sekali orang yang sedang melihat kejadian itu. Bahkan sebagian besar orang disana memvidiokan kejadian dirinya yang sedang menyeret gadis remaja.


"Kali ini jangan cegah aku Ngga" kalimat yang terucap dari Saga untuk Angga.


"Sag sadar, bisa dibicarakan baik-baik" jawab Angga sambil memberikan ponsel milik Saga. Saga mengambil ponsel itu dan pergi dengan masih menarik pergelangan tangan Juni. Juni hanya bisa menangis.


Saga memaksa Juni masuk kedalam mobil miliknya. Tanpa kata hanya dorongan agar Juni masuk kedalm mobil tanpa melawan.


"Kamu kenapa sich Om, jahat banget. Aku salah apa lagi" ucap Juni sambil terus terisak.

__ADS_1


Saga mendekat memakaikan sabuk pengaman pada Juni, Dia terdiam sejenak didalm mobil. Saga memukul mukul kemudi mobil dengan tangannya. Juni histeris melihat apa yang sedang Saga lakuakan.


"Kamu gila Om" teriak Juni sambil menangis, tangis Juni lebih melihatkan dirinya kecewa, sedih dan marah.


"Diam kamu" ucapan keras dan terdengar kasar dari mulut Saga. Saga mengontrol lagi emosinya agar dia tak marah ditempatnya berada sekarang, walaupun mereka berada didalam mobil tapi mereka masih berada dikawasan parkiran gedung. Saga menyalakan mobilnya dan segera melaju pergi meninggalkan gedung.


Masih diarea parkiran, tepat didekat kejadian ada sosok wanita dengan baju dres berwarna merah.


Wanita itu sengaja bersembunyi dibalik mobil putih, wanita yang sedari tadi tertawa puas melihat apa yang sedang dia saksikan.


Tidak lain dan tidak bukan adalah sosok Lisa. Lisalah yang sengaja diam- diam memfoto dan memvidiokan Juni saat bertemu dengan Vee. Dia sengaja mencari adegan yang pas untuk dia kirim ke Saga.


Dan dirinya merasa dangat beruntung datang kepusat pembelanjaan hari itu karena bisa mendapatkan cara yang tak terduga dan tak direncanakan untuk berusaha memisahkan adiknya dan Saga. Walaupun dia tahu kalau pria yang diajak berbicara itu adalah Vee teman lama dirinya dan dengan itu dia sengaja memanfaatkan kejadian tersebut.


Menurut penglihatannya cara itu cukup efektif buktinya dengan hanya sebuah foto dan beberapa detik vidio bisa membuat Saga menyeret istrinya masuk kedalam mobil dengan sangat kasar.


"Aku sudah bilang, jangan pernah mengambil apapun yang sebenarnya akan menjadi milik ku" kata sarkis Lisa berbicara dengan dirinya sendiri.


Angga yang masih ada ditempat itu melihat kalau Lisa sangat senang dengan apa yang sudah terjadi. Angga sudah bisa menebak kalau Lisalah yang ada dibalik murkanya Saga.


"Dasar wanita liar, tega banget ma adiknya" umpat Angga. Angga melihat lagi disekelilingnya mencari cara agar bisa membalas Lisa yang sudah mengadu domba sahabat dan istri sahabatnya itu. Angga melihat sebuah ember yang berisi air. Air yang digunakan untuk membersihkan kuas bekas cat.


"Harus aku kerjain kamu, biar sadar" kata Angga sambil mengambil ember yang dipenuhi air. Angga membawa ember tersebut dan berdiri tepat dibelakang Lisa. Tanpa berpikir panjang ember yang berisi air itu dia siram ke kepala Lisa hingga saat itu Lisa basah.


"Hey apa ini" kata Lisa yang melihat dirinya basah disiram.


"Makan tuch!" ucap Angga

__ADS_1


"Dasar kurang ajar berani beraninya seorang pelayan berbuat seperti ini padaku" kata Lisa.


"Dichhhhh,,,, bye" kata Angga singkat. Angga gak mau berdebat panjang lebar dengan wanita yang jelas jelas gak bakalan kalah kalau ngomong. Lebih baik dia pergi dengan hasil yaitu sudah balas dendam daripada nanti dia kalah berbicara dan tak berbuat apa apa.


"Luu mau kemana pelayan?" teriak Lisa kesal karena dirinya basah kuyup tanpa bisa membalas pelaku.


Angga hanya melambaikan tangan tanpa menoleh kebelakang. Lisa merasa sangat malu karena disana, setelah kejadian Saga dan Adiknya dirinyalah yang menjadi pusat perhatian. Semua mata tertuju pada dirinya yang basah oleh air kotor. Lisa tanpa pikir panjang karena tak mau dilihat oleh orang segera masuk kedalam mobilnya dan memutuskan segera pengin dari area kerumunan orang itu. Karena sudah tak ada tontonan lagi kerumunan pengunjung gedung bubar dengan sendirinya.


Dari arah dalam gedung muncul Tomi yang juga heran karena diluar gedung sangat ramai. Dia melihat sekeliling dan melihat titik tempat dimana dia meninggalkan Juni namun tak ada sosok Juni yang dia jumpai. Dia hanya menemukan Trala dengan tatapan diam, sebelum dirinya datang Trala sudah ada disana. Tomi mendekat kearah Trala yang berdiri diam mematung.


"Hey, mana Juni? kok aku gak lihat dia" tanya Tomi.


"Ehmmmmm,,, Aku juga baru sampai Tom. Aku belum lihat juga" jawab Trala.


"Terus ini sedang ada apa? ramai begini." tanya Tomi.


"Gak tahu, aku juga penasaran" singkat Trala.


"Telpon Juni gich! sapa tahu dia nunggu kita disuatu tempat sekitar sini" kata Tomi.


"Gak usah lah, kayaknya dia udah pulang" kata Trala.


"Darimana tahu, dia udah pamit sama kamu. kok gak nungguin aku" kata Tomi.


"Dich!!? siapa Luu harus pakai izin segala. Kalo orang lagi perlu masak nungguin Lu balik baru pulang. lagian Lu kemana aja ngambil tas belanjaan lama banget" kata Trala.


"Lah kok ngamuk! Kalo gak gegara ini, kita dach pulang dari tadi" kata Tomi sambil menyerahkan tas belanjaan yang tertinggal milik Trala.

__ADS_1


Trala mengambil tas belanjaannya dan mengajak Tomi untuk pulang, Dan akhirnya merekapun memutuskan pulang berdua dengan taksi yang saat itu ada diarea parkir.


BUTUH SUPORTS DENGAN LIKE, RATE DAN KOMENT YG NGEBENERIN Y......!!! MAKASIII


__ADS_2