
Saga tetap menunggu deiver-online yang sudah dia pesan sambil merasa kedinginan ditengah malam untung saja dirinya tadi sempat memakai jaket coklat sebelum turun dari mobil merahnya. Namun dinginnya malam saat itu tetap dia rasakan.
Mobil driver-online yang dia pesan, akhirnya sudah berada didepan Saga. Saga memasuki mobil dan dengan perasaan senang bercampur bingung dirinya yang akan menyusul keberadaan Juni yang sudah dibuntuti Angga akan menuju kemana karena Angga tidak sama sekali memberikan dirinya kabar tentang keberadaan Juni saat itu.
Saga yang sudah berada didalam mobilnya ditanya oleh pengemudi mobil "Mas, kita mau kemana?"
"Kita sambil jalan saja pak, nanti ditengah jalan aku kasih alamatnya" jawab Saga yang sedang berbicara dengan dipunggungi oleh supir online.
"Ok pak" sahut pengemudi driver-online sambil tangannya menggerakkan laju mobilnya kearah lurus meninggalkan rumah yang baru didatangi Saga.
Masih dalam perjalanan yang entah akan menuju kemana Saga segera menelpon Angga untuk mencari tahu dimana dirinya berada sekarang karena tak ada kabar darinya.
"Halooo Angga? kamu dimana?" tanya Saga kepada Angga yang ada diseberang sana. Saga mendengar suara musik dengam diikuti sorakkan dari orang yang Saga tidak tahu siapa yang bersorak dibelakang Angga.
Angga yang ada diseberang sana mencari tempat yang lebih tenang untuk jelas berbicara kepada Saga yang sudah dia lupakan. Angga yang sedang disuruh untuk membuntuti kemana Juni pergi lupa melaporkan tempat dimana Juni sekarang berada.
"Iya sag, aku lagi ada di Onyx Club Night" Angga sudah berada disebuah lorong digedung itu. Angga berbicara sambil berteriak kepada Saga karena kalau Angga tidak berteriak maka tentu saja Saga tidak akan mendengar. Apalagi malam itu keadaan tempat Angga sedang berada sangat ramai.
"Dimana Sag? disana berisik aku gak denger" Saga akhirnya juga ikut berteriak dan pak supir driver-online melihat Saga dispion depan mobil kemudinya. Saga yang juga melihat dirinya dilihat oleh supir kala itu meminta maaf kepada pak supir karena sudah berteriak didalam mobil.
Saga kembali lagi berbicara dengan Angga yang masih tidak mendengar perkataan yang Angga katakan "Dimana?" suara pelan Saga takut kalau kalau Pak Supir merasa kalau penumpangnya itu sangat berisik.
__ADS_1
"Onyx Club Night" Angga terus berteriak agar didengar oleh Saga.
"Aku sheree tempatnya" imbuh Angga dan segera tanpa basa basi mengirimi lokasinya saat itu kepada Saga yang juga sangat penasaran dengan keberadaan temannya dan apakah temannya berhasil membuntuti Juni yang dia lihat pergi memasuki mobil taksi menuju kemana entah dirinya tidak tahu.
Saga mendapati sebuah lokasi yang menyebut keberadaan Angga saat itu yaitu Onyx Club Night. Saga sempat mendengar dari Juni sewaktu dirinya bertemu Juni untuk pertama kali direstauran kalau tempat itu adalah tempat tongkrongan Juni dan teman-temannya. Tak berpikir lama Saga memberitahukan kepada pak supir driver-online untuk menuju ke Onyx Club Night.
Supir yang sudah tahu alamat itu langsung mengiyakan perkataan Saga. Mobilpun segera bergerak memutar arah menuju ke alamat yang sudah Saga intruksikan.
Saga melihat kearah luar mobil dan menatap gedung gedung pencakar langit yang terlihat sangat indah diterangi oleh berbagai warna lampu. Saga seperti seseorang yang tidak pernah melihat suasana malam diluar jalan yang ramai. Saga terus saja menatap arah luar mobil sambil tak bisa membendung rasa gembiranya karena sebentar lagi akan berjumpa dengan Juni.
Saga mengingat saat dirinya melihat Juni turun dari lantai atas rumahnya dengan tali tambang, saga terus saja tersenyum mengingat kejadian itu hingga dirinya tidak menyadari kalau pak supir yang berada satu mobil dengannya ternyata juga memperhatikannya. Mungkin didalam hati pak supir itu dirinya sedang membawa penumpang yang rada-rada tidak waras karena Saga tersenyum dan sesekali tertawa tanpa ada alasan yang tak pak supir ketahui.
Pengemudi driver-online sudah menggerakkan mobilnya menuju tempat yang Saga inginkan dan akhirnya mereka sudah tiba didepan Club malam yang memang banyak anak muda kunjungi.
Saga melihat sekeliling dan menatap kearah depan Club ternyata banyak sekali orang yang tidak dirinya tahu sehingga Saga merasa agak cemas.
"Pak jangan stop disini, kita stop agak jauhan dikit" pinta Saga kepada pak supir yang memandangnya sedari tadi.
"Ooo okey pak" sahut supir dan mulai lagi menggerakkan mobilnya sesuai dengan perintah penumpangnya, supir memajukan mobilnya menjauhi gerbang club malam. itu.
"Stop pak, kita berhenti disini saja" kata Saga yang sudah merasa lebih enak kalau dirinya berada ditempat itu.
__ADS_1
Pal supir menghentikan mobilnya dan Sagapun turun dari mobil itu setelah selesai dengan transaksinya membayar jumlah total yang harus dia bayar, dan untungnya Saga membawa uang tunai saat itu karena semua kartu-kartu penting berada dimobilnya yang dikendarai Angga.
Saga turun dari mobil dan tidak berpikir untuk langsung masuk kedalam gedung kalau Saga memutuskan untuk langsung masuk kedalam. Dirinya merasa khawatir dengan kondisi tubuhnya jika berhimpitan dengan orang-orang yang tidak Saga kenal dan reaksi tubuhnya akan kembali lagi seperti dirinya sewaktu berada dilift Mentari Departemen Store.
Saga merasa tidak lucu kalau dirinya akan pingsan lagi sebelum dirinya bisa berjumpa dengan Juni. Saga duduk terdiam sesekali menoleh kearah gedung Onyx Club Night dan terus berpikir apa yang harus dia lakukan agar dia bisa masuk tanpa harus merasa cemas saat berhimpitan dengan banyak orang yang tidak dirinya kenal.
***
Angga yang ada didalam club tidak berharap kalau saga akan datang kedalam gedung karena suasana gedung malam itu sangat ramai dan tentunya dirinya tahu Saga tidak mungkin bisa mengatasi reaksi tubuhnya yang akan berhimpitan dengan orang yang tidak dirinya kenal.
Angga yang sudah melihat Juni sedang duduk berbicara dengan temannya yang kemayu terus saja menikmati musik yang sedang dimainkan tanpa terlalu memperhatikan sosok Juni yang disukai Saga karena dirinya berpikir kapan lagi Angga bisa menikmati situasi Club malam yang memang tidak pernah dia kunjungi akibat aktivitas kerjaannya yang membantu Saga.
Setelah beberapa lama Angga dikagetkan dengan sosok Saga yang sudah berada didekatnya yang terus mengerakkan tubuhnya mengikuti irama musik.
"Kok bisa kamu disini Sag?" tanya penasaran Angga yang melihat tubuh temannya baik- baik saja tanpa ada reaksi yang sebelumnya dia lihat.
"Tuch" sahut Saga pendek menyuruh Angga melihat sekelilingnya.
Benar saja Angga melihat banyak sekali bodyguarde yang berada didalam gedung Club untuk memang Saga sediakan menjaga tubuhnya agar tidak terhimpit oleh gerumunan orang. Saga ternyata sudah mengantisipasi kalau- kalau terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan jadi dia menelpon semua pengawal yang ada dikantornya untuk menjaga dirinya malam itu.
"Wahhh hebat, pikiranmu tambah maju kalau berhubungan dengan dia" Angga bertepuk tangan dihadapan Saga dan menunjuk arah Juni yang sedang duduk dengan Trala.
__ADS_1
Saga melihat Juni sedang asik berbicara dengan teman kemayunya.