AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Melihat Barang Jatuh √


__ADS_3

"Siapa dulu dong Saga" Saga menjawab Angga dengan kalimat penyombongan dirinya. Sambil melangkah tak menghentikan kakinya melewati lorong kamar hotel yang bernuansa warna kuning yang mendominasi.


"Terus sekarang langkah kamu selanjutnya apa lagi Angga?" tanya Angga yang berada disamping Saga sambil terus megikuti langkah dari temannya itu.


Saga menghentikan langkahnya setelah mendengar pertanyaan dari Angga "Sebentar dulu, kayaknya aku punya rencana cadangan yang baru aku pikirkan"


"Apa itu?" Angga penasaran dengan rencana selanjutnya yang Saga akan lakukan setelah menangkap basah calon tunangan yang memang tidak dia inginkan dalam satu kamar dengan seorang pria yang adalah pacar dari Lisa yang sudah tiga tahun menjalin kasih.


"Kamu ikut aja" Saga kembali memalingkan pandangan wajahnya dari menatap Angga kearah depan dengan melangkahkan kakinya yang panjang.


Angga kembali mengikuti Saga sambil berkata "Kemana Sag? aku harus tahu kamu mau kemana"


"Udah ikut aja!" kata Saga kepada Angga santai terasa penuh dengan ketenangan.


Mereka sudah berada diparkiran hotel Garden City saat Angga membuka pintu mobil depan berniat akan mengemudikan mobil merahnya milik Saga. Saga yang melihat Angga sudah membuka pintu mobil depan dan segera menghentikan Angga yang akan duduk dikursi mobil merahnya.


"Eitsss Angga stop" Saga menghentikan Angga saat akan duduk dimobil merah milik Saga.


"Kenapa Sag? kamu lupa sesuatu?" sahut Angga yang sontak mengurungkan diri untuk duduk dikursi mobil.


"Gak ada lah, kali ini biar aku yang didepan. Kamu dibelakang aja cukup menikmati pemandangan jalanan. Aku yang bakalan nyupirin kamu" Saga tersenyum penuh semangat dengan perkataannya.


"Dih! tumben amet abang supir mau nyupirin anak buah" Angga meledek temannya yang sudah berhasil membuat dirinya tidak akan menjadikan Lisa sebagai calon tunangannya.


"Nikmati ajalah Ngga" sahut Saga pendek.

__ADS_1


Saga melangkah menuju kemudi mobil dan anggapun bertukar posisi kali ini dirinya memilih duduk dibelakang karena dirinya memang tidak terlalu nyaman kalau duduk disamping berdampingan dengan pengemudi mobil.


Angga memang seperti itu dari dulu tidak pernah mau duduk didepan berdampingan dengan pengemudi mobil siapapun itu.


Sagapun mulai menghidupkan mesin mobilnya dan perlahan dirinya menggerakkan laju mobilnya. Angga hanya mengikuti kemana Saga akan membawa serta dirinya, walaupun sebenarnya dirinya sangat penasaran akan tujuan selanjutnya Saga sampai Saga terlihat sangat bergembira.


\=\=> CONTOH VISUAL MOBIL SAGA



Ditengah perjalanan, Saga sesekali mengingat tentang kejadian dirinya yang sudah memergoki Lisa dengan pacarnnya. Saga tak henti terus tersenyum hingga membuat Angga yang ada dibelakang dirinya terus melihat Saga dan bertanya


"Kamu kenapa Sag? dari tadi aku perhatiin kamu tersenyum sendiri, tertawa sendiri" tanya Angga heran melihat temannya yang sudah seperti orang tidak waras.


"Mana aku tahu, aku cuman denger kamu marah-marah saja dari luar" ungkap Angga yang hanya terdiam diluar kamar hotel sambil terus mendengarkan akting dari sang sahabat.


"Sumpah kamu itu kayak sudah professional, berbakat banget buat dapat Oscar" imbuh Angga yang baru mengetahui bakat terpendam dari Saga sambil ikut tertawa.


Saga hanya bisa tertawa puas mendengar lagi-lagi Angga memuji dirinya dengan bakat terpendam dirinya.


"Sag, aku baru inget sama lelaki yang sedang ada bersama Lisa tadi" kata Angga.


"Pacarnya Lisa maksud kamu?" tanya Saga


"Iya pacarnya Lisa, kalau gak salah aku sempat liat dia beberapa kali di Mentari Departemen Store" Angga memberitahukan kalau dirinya mengingat pacar dari si Lisa dan beberapa kali sempat melihat pria itu.

__ADS_1


"Siapa dia? kok kamu baru ngomong sama aku sekarang?" Saga menghentikan mobilnya tepat diperempat jalan karena lampu merah menghentikan laju mobil mereka.


"Aku juga baru inget Sag, kalau gak salah dia itu anak dari Pak Wijaya. Anak sulung Pak Wijaya, kalau gak salah namanya itu bayu. Bayu wijaya" jelaskan Angga kepada Saga yang melihat dirinya dispion depan mobilnya.


"Berarti Bayu itu adalah anak sulung Pak Wijaya yang mulanya akan dijodohkan oleh orang tua mereka masing-masing" Saga akhirnya mengerti akan apa yang terjadi saat itu.


"Bingo, tepat sekali. Pikiranmu sama dengan apa yang aku pikirkan" Angga membenarkan perkiraan yang Saga katakan sama dengan apa yang Angga pikirkan.


Saga menggerakkan laju mobilnya setelah mendengar beberapa klakson dari mobil yang ada dibelakangnya. Saga melaju kencang menuju arah rumah pak bramanto. Mobil Saga bergerak perlahan menyusuri tiap rumah diperumahan Elit Jagaraya mencari-cari letak rumah Bramanto karena dirinya hanya sekali datang kerumah Bramanto itupun saat siang hari. Karena Saga datang pada malam hari jadi dirinya masih meraba-raba letak rumah Bramanto malam itu.


Saga mematikan mesin mobilnya setelah merasa yakin kalau dirinya berada didepan rumah Pak Bramanto. Saga menghentikan mobilnya agak jauh dari pintu gerbang rumah Bramanto. Saga membuka shitbelt nya dan berkata kepada Angga yang saat itu bersiap-siap untuk ikut turun dari mobil.


"Angga, kamu diam dimobil saja, biar aku yang turun sendirian" pinta Saga pada Angga yang mendengar perkataan Saga langsung mengurungkan niatnya untuk turun dari mobilnya saat itu.


"Siap pak bos" Angga menggapai ponsel yang ada dibalik jasnya dan didalam mobilnya dirinya membuka layar kunci ponselnya kemudian jari jemarinya mengotak atik layar ponsel mencari aplikasi game onlinenya. Angga memainkan game online sembari menunggu kedatangan Saga kembali kedalam mobilnya.


Saga turun dari dalam mobil merahnya dan berjalan menuju gerbang rumah Bramanto. Saga yang sudah berada digerbang rumah Bramanto meniatkan diri untuk segera melangkah menuju pintu rumah Bramanto.


Namun saat dirinya akan melangkah meninggalkan gerbang rumah Bramanto, Saga melihat sebuah tas jatuh dari atas kamar. Saga melihat lagi setelah tas jatuh giliran sebuah jaket hitampun kembali jatuh dan tak beberapa lama tali tambang pun dijatuhkan oleh seseorang dari atas.


Saga sempat penasaran siapa yang sudah menjatuhkan tas, jaket, serta tali tambang dari atas lantai kamar yang masih menyala. Saga yang malam itu mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam rumah Bramanto, dirinya memilih untuk sejenak melihat sesuatu yang membuatnya tertarik tentang apa dan siapa yang sudah menjatuhkan barang-barang yang sudah berada diatas rumput.


Saga memundurkan langkahnya, bersembunyi dibelakang pagar sembari tetap melihat keatas mencari tahu siapa gerangan yang berada dikamar lantai atas dari rumah Bramanto malam itu.


Saga masih melihat dan terus memperhatikan apalagi yang akan jatuh dari atas kamar itu.

__ADS_1


__ADS_2