AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Kemarahan Lisa


__ADS_3

"Aku tahu bapak pasti bingung dan aku tak bisa menceritakan asal muasal kenapa aku harus melakukan ini tapi aku cinta dia sejak pandangan pertama dan aku akan melakukan apapun agar dia bahagia" Saga terlihat berbicara sungguh-sungguh dari hati.


Pak Bram merasa heran tapi dibalik keheranannya itu Pak Bram melihat diwajah Saga ada suatu hal yang membuat Saga harus melakukan itu dan Saga yang dia lihat sangat benar benar tulus menyayangi Juni. Serta dari perkataan Saga, Pak Bram tahu kalau sebenarnya Saga sudah pernah bertemu dengan Juni sebelumnya.


Pak Bram walaupun tidak mau menjadikan Juni sebagai syarat yang diajukan Saga namun jika melihat lagi sorot pancaran tulus seorang Saga setidaknya dia merasa sedikit agak lega karena Saga menikahi Juni bukan sekedar syarat namun memang terlihat jelas kalau Saga memang mencintai Juni.


Pak Bram ingin lagi bertanya kepada Saga cerita yang sebenarnya seperti apa, namun Saga tidak mau bercerita nanti kalau dirinya sudah siap untuk bercerita dan jujur pada Pak Bram saga akan menceritakan semuanya.


Pak Bram tidak lagi berusaha mencari tahu yang sebenarnya, dirinya lebih memilih untuk percaya kepada calon mantunya.


Saga yang berbicara meyakinkan ayah mertuanya itu membuat Pak Bram yang awalnya tidak setuju dengan pernikahan juni akhirnya mencoba untuk berdamai dengan keadaan dan mencoba menerima kalau anaknya yang paling bontot akan menikah.


Namun Pak Bram memastikan kepada Saga untuk tetap membiarkan Juni bersekolah dan tidak melakukan apa- apa kepada Juni sebelum Juni selesai bersekolah.


Saga mengerti apa yang dimaksud dari pembicaraan Pak Bram, bibirnya menyanggupi kata- kata Pak Bram yang terdengar tidak ingin kalau Juni berbadan dua sebelum Juni selesai bersekolah.


Saga tidak diperbolehkan berbuat apa-apa namun jari tangan Saga sudah menyilang dibalik punggung Saga yang artinya Saga tidak akan tahu apa yaang akan terjadi nanti kedepannya jadi dia berbohong kepada Pak Bram untuk menyanggupi permintaan Pak Bram.


Apalagi pikir Saga kalau nanti Juni dan dirinya adalah suami istri jadi tidak mungkin kalau tidak ada niat dari Saga melakukan hal tersebut.


Pak Bram yang sudah lama berada dan berbincang dengan Saga memutuskan untuk undur diri. Pak Bram berpamitan kepada Saga dan calon mantunya itu tak lupa mengingatkan Pak Bram untuk mengambil kado yang dia akan berikan untuk Juni pakai dihari pernikahannya nanti. Pernikahan itu sudah di bicarakan oleh kedua belah pihak dan akan berlangsung pada malam hari.


Akhirnya Pak Bram pergi dari kediaman Saga sambil membawa surat kontrak yang sudah ditanda tangani Saga dan membawa kotak kado yang entah Pak Bram tidak tahu isinya apa.

__ADS_1


Saga mengantar calon mertuanya itu kedepan pintu rumahnya. Dan melihat mobil yang dikendarai Pak Bram hingga sampai menghilang dari pandangannya.


*


*


*


Dikediaman Juni masih ada seorang Mami Sintia dan Juni yang sedang membicarakan keterpaksaannya menikahi Pak Saga karena takut akan hal yang dilakukan oleh ayahnya. Mereka berbicara sambil sesekali bersedih dan menangis. Dibelakang mereka tak mereka ketahui sudah berdiri Lisa yang mendengar semua pembicaraan mereka. Lisa sangat marah mendengar kalau Saga yang menjadi calon tunangannya akan menikahi Juni yang adalah adiknya sendiri.


"Apa? kamu bilang apa tadi" tanya Lisa kepada Juni yang membuat mami dan adiknya terkaget kaget dengan teriakan dari belakang punggung Juni.


"Lisa" Mami Sintia kaget mendapati Lisa sudah berdiri sambil melotot marah kearah Juni. Mami Sintia sudah bisa menebak kalau Lisa sudah mendengar semua pembicaraan dirinya dan Juni yang akan menikah dengan Pak Saga.


"Aaaaaahhh lepas kak. Aku bisa jelaskan semuanya" kata Juni yang merasa sangat kesakitan oleh ulah Lisa yang sudah menjambak rambutnya hingga dirinya menunduk menatap lantai.


"Lisa lepasin, apa yang kamu lakukan dengan adik kamu" Mami Sintia menengahi kemarahan Lisa yang sudah menyakiti adiknya sendiri.


Lisa mendengar perkataan maminya tapi tak dihiraukannya kemuadian Lisa mendorong kepala Juni yang masih menjambak rambut Juni dan menghempaskan kepala Juni tersungkur dan membentur soffa alhasil kening seorang Juni memerah dan benjol.


"Apa yang kamu lakukan Lisa? " Mami Sintia berteriak menghampiri Lisa.


"Mami masih saja belain anak haram ini" teriak Lisa kepada maminya yang jelas membuat maminya marah dan menampar pipi kanan Lisa.

__ADS_1


"Kamu itu, kalau gak kamu yang selingkuh semua gak bakalan kejadian seperti ini. Ini semua salah kamu dan kamu malah menyalahkan adik kamu yang hanya berniat membantu" Mami Sintia sudah hilang kesabaran menghadapi Lisa yang sudah tidak bisa maminya kenali sebagai anak sopan lagi.


"Aku udah jelasin mami, Saga itu tidak pernah tertarik sama aku dari awal ketemu. Dia itu selalu nanyakin Juni si manusia haram ini" kata Lisa sambil menangis dan terisak berteriak histeris tidak menerima apa yang sudah dirinya dengar.


"Ini pasti gara-gara Juni yang sudah merayu Saga" imbuh Lisa yang tetap menyalahkan adiknya atas apa yang sudah terjadi dengannya.


"Sumpah kak, aku gak tahu bentuk rupa Pak Saga kayak gimana? jadi gimana mungkin aku bisa merayu teman dari ayah" jelaskan Juni sambil duduk tersungkur dan tangannya memegang kening yang sudah dia rasa benjol.


"Kalau kamu gak ngerayu Saga kenapa sekarang yang menikah sama dia itu kamu bukan aku" kata Lisa.


"Mana aku tahu, tanya sama Pak sagaa" jawab Juni yang merasa kesal karena kakaknya terus saja menyalahkannya atas apa yang tidak dirinya perbuat. Juni hanya berusaha menyelamatkan nasib ayahnya sehingga mau menikahi Pak Saga namun Juni juga lupa akan sosok Lisa yang tentunya akan marah mendengar kalau yang menikah nanti Juni bukan dirinya.


Mendengar perkataan Juni, Lisa menjadi sangat marah dia melangkah menghampiri Juni dan hendak menjambak rambut Juni lagi.


"Stop Lisa" kata Mami Sintia yang menghentikan langkah Lisa menghampiri Juni, namun Lisa yang sudah sangat marah dengan perkataan Juni tidak lantas mendengar perkataan ibunya.


Dirinya sudah seperti orang yang akan terlihat menghabisi seseorang.


Dia berlari menghampiri Juni dan benar saja tangannya sudah berhasil meraih rambut Juni dan menariknya lagi hingga Juni merasa kesakitan dan menangis.


Mami Sintia tak henti- henti mengatakan kepada Lisa untuk berhenti dari perbuatannya yang menyakiti fisik adiknya namun Lisa tak mendengar.


Tangan kanan Lisa yang sudah menarik rambut Juni, di ikuti dengan tangan kirinya yang mengambil pas pot kecil yang ada dimeja dan tangan kirinya sudah hendak memukul kepala Juni.

__ADS_1


__ADS_2