AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Angga Yang Memperhatikan


__ADS_3

*


*


*


"Selamat datang Mas" sapa Rose kepada dua pengunjung yang baru datang ke tokonya


Saga dan Angga tersenyum kepada Rose mendengar sapaan wanita itu.


"Ada yang bisa saya bantu Mas?" lanjut Rose bertanya maksud kedatangan mereka ke toko.


"Gini mbak, dia lagi mau nyari bunga" tunjuk Angga kearah Saga yang sedang melihat- lihat bunga disekitar toko. Semua bunga yang dia lihat sangat segar. Harum toko itu tercium sangat tajam perpaduan dari berbagai macam wewangian bunga yang jadi satu.


"Ooh iya mas, buat siapa yach kalau boleh tahu?" tanya Rose.


Saga melihat lagi kearah karyawan toko bunga yang sedang bertanya "Buat istri aku mbak" sembari menoleh lagi mencari bunga yang ingin dia beli "Kira-kira mbak ada masukan gak bunga yang cocok diberikan kepada istri tercinta" lanjut Saga berkata


"Kalau buat istri..." Rose menghentikan sejenak perkataannya dan mencari bunga yang pas buat istri. Rose mengambil beberapa pilihan bunga dan menaruhnya dimeja agar Saga bisa melihat dan memilih mana bunga yang dia inginkan.


"Ini ada mawar merah, mawar pink, tulip dan ada anyelir juga" kata Rose sambil menderetkan bunga diatas meja agar Saga bisa memilih deretan bunga lambang cinta.


"Anda mau yang mana?" lanjut tanya Rose kepada Saga yang memperhatikan bunga pilihan Rose yang dijejerkan diatas meja.


"Hmmm, Angga menurut kamu aku pilih yang mana?" tanya Saga kepada Angga yang sedang melihat Rose berbicara dengan sangat lembut. Angga sedari tadi hanya memperhatikan Rose karena wajahnya sangat sesuai dengan tipe wanita idaman dari Angga. Wajah cantik. Mata minimalis. Senyumnya sangat manis. Rambut hitam dan panjang. Cara Rose berbicara paling membuat Angga terdiam sejenak. Dalam hatinya dia berkata "Wahhhhhh, sempurna"


"Angga" panggil Saga mengganggu Angga yang sedang menikmati wajah dari Rose si penjaga toko bunga.


"Iya Saga,, aku gak terlalu tahu masalah bunga. Kamu minta pertimbangan sama mbak ini aja".tunjuk Angga sambil memperlihatkan senyum termanis yang dia punyai. Rose hanya tersenyum dengan mata yang menghilang, ketika dirinya tersenyum membuat Angga tambah merasa damai melihat Rose saat itu.


"Oke mbak, menurut mbak aku harus pilih yang mana?" tanya Saga kepada Rose.


"Biasanya orang ngasih mawar merah buat para istrinya" kata Rose.


"Tapi sekarang terserah pilihan hati Mas saja maunya yang mana" lanjut imbuh Rose.


Saga mengambil contoh bunga yang sudah dijejerkan diatas meja oleh Rose, ia hanya mengambil dua saja jenis bunga. Bunga mawar merah dan bunga anyelir.


Saga mencium bunga itu satu persatu seakan mempertimbangkan lagi pilihan terakhir yang akan dia beli.

__ADS_1


Angga sama sekali tidak merespon apa yang Saga lakukan yang dia fokuskan adalah memandangi Rose yang sedari awal sudah membuat matanya terus saja tertuju padanya.


Saga menyodorkan bunga mawar merah yang ternyata menjadi pilihannya saat itu "Aku ambil ini mbak" kata Saga.


Rose mengambil bunga mawar merah yang menjadi pilihan Saga "Anda mau berapa tangkai bunga mawarnya?" tanya Rose.


"Aku minta 100 batang mawar merah. Aku mau mbak bikinin bucket mawar isinya 99 tangkai" jelaskan Saga


"Terus yang satu batang lagi" tanya Rose


"Aku bawa biasa aja nanti" kata Saga.


"Ya udah, anda silahkan duduk dulu mas


saya akan merangkai dulu buket mawarnya" kata Rose dengan segera mengambil semua mawar merah yang ada di vas yang khusus hanya meletakkan bunga mawar merah saja.


Saga duduk disamping Angga yang sedari tadi sudah duduk sambil memperhatikan pegawai Toko The Rose.


Rose yang sedang serius merangkai mawar merah menjadi sebuah buket bunga yang cantik ditanya oleh Angga yang sudah tertarik dengan dirinya "Mbak, namanya kok sama kayak nama tokonya?".tanya Angga


"Ooh,, itu kebetulan toko ini punya saya mas" jawab Rose


"Ooo pemiliknya" kata Angga menoleh kearah Saga. Saga hanya melihat temannya yang sedang membuka percakapan dengan wanita yang bisa membuatnya tertarik.


"Udah hampir 6 tahun mas" jawab Rose sambil terus saja merangkai mawar merah yang menjadi pesanan Saga.


"Wah lama juga ya!" kata Angga


"Iya mas, semoga bisa bertahan terus soalnya disini toko bunga udah banyak bermunculan" kata Rose


"Ya semoga mbak, saya doakan biar bisa aku berlangganan disini" kata Angga. Saga hanya bisa tersenyum melihat temannya yang sedang beraksi mencari tambatan hati.


Rose terlihat sangat muda dan belia. Mungkin kalau dilihat dari wajahnya, wanita itu baru berusia 21 tahun.


"Sudah jadi mas buket mawarnya" kata Rose menoleh kepada Saga yang sedang duduk disamping Angga.


"Cepetnya" kata Saga sambil bangun dari duduknya dan mengambil buket bunga yang diserahkan Rose padanya, ia melihat buket bunga besar yang berisi 99 tangkai bunga mawar merah yang dijadikan satu.


Buket cantik yang dikemas dengan wrapping putih serta kain jaring dipinggir bunga. Hiasan pita merah juga tak luput menghiasi pegangan tangkai buket terlihat sangat cantik dipandang mata.

__ADS_1


"Bagus" kata Angga


"Mbak aku mau dong setangkai mawar putih" lanjut imbuh Angga.


"Ooh boleh mas, tak ambilin dulu ya!" kata Rose yang segera melangkah mengambil setangkai bunga mawar putih untuk Angga.


Melihat pemilik toko sudah melangkah mengambil mawar putih, Saga melihat Angga dan bertanya "Buat apa bunganya?"


"Ada dech, mau tahu aja" kata Angga sambil sudah mengambil dompetnya dan membuka dompet bersiap ingin membayar.


Rose yang sudah datang dengan sudah membawa mawar putih yang berada ditangannya segera menyerahkan mawar putih kepada Angga.


Angga mengambil setangkai bunga mawar putih dan meletakkannya dulu dimeja sambil dirinya bertanya "Berapa mbak?" tanya Angga


"Itu Rp xxx" jawab Rose memberikan harga setangkai bunga mawar putih yang dia jual.


Angga segera mengambilkan uang sejumlah yang disebutkan Rose dan menyerahkannya langsung kepada Rose.


Rose tak lupa mengucapkan terimakasi kepada Angga.


"Kalau aku berapa mbak?" tanya lagi Saga yang juga harus membayar buket bunganya.


"Kalau itu harganya Rp xxx. xxx" jawab Rose. Saga juga segera membayar sejumlah yang disebutkan Rose dengan tunai.


Toko The Rose tidak menerima pembayaran dengan kartu, jadi Saga hanya bisa mengeluarkan uang tunai dari dompetnya.


Rose juga tidak lupa mengucapkan banyak terimakasi kepada pengunjungnya hari itu yaitu Saga dan Angga.


Saga dan Angga berbalik arah untuk segera keluar dati toko bunga karena sudah mendapatkan apa yang mereka cari.


Saga sudah membawa buket bunga dan setangkai bunga mawar merah yang tak dihias. Mereka keluar toko bersama. Rose yang menyadari kalau setangkai mawar putih yang dibeli Angga belum Angga bawa. Rose memanggil Angga yang masih berada didalam tokonya.


"Masss, mawar putihnya" teriak Rose.


"Angga menoleh kearah balik punggungnya dimana ada Rose yang memanggilnya "Buat mbak saja, karena sudah menjadi mawar putih yang paling cantik ditoko ini" kata Angga memuji dengan gombalan.


Rose yang mendengar itu tidak bisa berkata apa-apa hanya terdiam dan bengong. Saaat Saga dan Angga membuka pintu toko tiba- tiba mereka berpapasan tepat dipintu toko dengan 5 orang anak yang semuanya memasuki area dalam toko bunga


"Mama"

__ADS_1


"Mama"


"Mama" teriak anak-anak didalam toko dengan serentak.


__ADS_2