AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Melawan rasa


__ADS_3

Catatan ; Mohon bantuan dengan vote agar bisa tetap semangat berkarya. Like tiap episode. Ingat klik jantung. Folow agar bisa tetap membaca karya ku. dan koment kalau gak suka agar Bis diperbaiki untuk kalian.... Maaf up datenya selalu lama....


Saga yang masih didalam ruangan Cvtv membuka gorden jendela ruang keamanan.


Saga melihat arah luar gedung miliknya.


Langit yang gelap dengan masih dituruni hujan yang deras dibarengi dengan sesekali terdengar suara petir yang menggema diatas gelapnya langit serta disinari lampu langit.


Saga kembali duduk dikursi, pikirannya kembali menerawang tentang kesalahannya yang sudah dia lakukan kepada istri tercintanya.


"Dia pasti tahu" kata Saga sedih dan terus menyesal akan perbuatannya.


"Sudah pasti dia tahu dan sangat kecewa sama aku. Aku minta maaf yank..." lanjut ucap Saga merasa bersalah atas apa yang sudah terlanjur dia perbuat.


"Kamu dimana?" tanya Saga pada dirinya sendiri sambil terus memainkan ponsel miliknya dengan memutar- mutar arah ponselnya. Kepalanya terus saja menunduk dan sesekali memukul-mukul meja dengan keras menggunakan kepalanya.


Saga terus menyalahkan dirinya sendiri karena dirinyalah Juni menghilang. Andaikan saja dirinya tak berbohong dan menggunakan kebohongannya untuk membuat Juni tetap berada disampingnya mungkin ini tidak akan terjadi.


Ingin rasanya Saga bisa berjumpa dengan Juni dan meminta maaf dengan sangat tulus hingga Juni mau memaafkannya serta tetap berada disampingnya. Pikiran akan kehilangan kasih sayang Juni adalah hal yang paling dia takuti.


"Ini memang salahku" ucap Saga lagi.


"Andaikan semua ini tak terjadi" ucapnya terus sambil menepuk -nepuk dadanya agar perasaan bersalah miliknya bisa segera hilang, namun itu bukanlah satu cara yang bisa seketika membuat hatinya merasa baikan.


Saga bangun dari duduknya dan memantapkan diri, bahwa hari itu dia harus melawan rasa takutnya untuk ikut keluar mencari keberadaan Juni.


Saga yang masih sendirian diruang keamanan bergegas melangkah keluar pintu ruang keamanan.


Saga melihat arah luar ruangannya, tidak ada sama sekali pegawainya karena 15 menit yang lalu mereka sudah pulang.


Saga berjalan dengan leluasa menuju lift belakang namun langkah Saga terhenti tak kala mengingat keinginannya yang ingin melawan rasa takutnya. Kalau dirinya ingin melawan rasa takutnya seharusnya dia memilih lift depan yang biasa digunakan para karyawannya, jika dia menggunakan lift belakang akan sama rasanya seperti hari sebelumnya kalau dirinya masih seorang penyakitan yang masih pengecut akan keadannya.


Saga akhirnya berjalan ke arah sebaliknya mencari lift depan. Saga memasuki lift dengan sudah mulai menerka apa yang akan dia lihat nanti dilantai bawah. Pintu lift sudah terbuka, benar saja saat pintu lift terbuka sungguh banyak sekali manusia yang Saga lihat ada didepannya.


Ada orang yang masih berbincang dengan pengunjung lainnya, ada pengunjung yang bersender didinding gedung untuk menunggu hujan reda. Ada juga yang duduk di kursi istirahat pengunjung. Saga masih merasa ketakutan kalau tiba-tiba ada pengunjung yang datang menghimpit tubuhnya.


Saga yang masih ada didalam lift terlihat sangat kaget dan pucat.


Pintu liftpun tertutup namun tangan Saga dengan cepat menghadang pintu agar tak tertutup.

__ADS_1


Saga berusaha keluar dari pintu lift dan masih tetap bersender didinding.


Saga mencari dinding gedung yang tidak banyak pengunjung. Sudah bisa ditebak apa yang sedang Saga alami. Gangguan panik yang dia derita mulai memunculkan gejala-gejalanya. Keringat dingin sudah mulai bercucuran ditubuhnya terutama di wajahnya.


Detak jantungnya mulai tak beraturan.


Dadanya terasa sesak dan mulai sulit bernapas. Tubuhnya terus dia senderkan didinding seolah-olah akan tahu apa yang akan tubuhnya rasakan. Tubuh Saga sudah mulai lemas, kakinya mulai lelah menopang berat badannya sendiri.


Tangannya dia kepal dengan sangat keras sambil terus berkata "Aku harus kuat demi dia" Saga mulai menutup kedua matanya.


Dia berusaha tak melihat arah depannya yang akan membuat dirinya panik.


Satu-satunya yang bisa dia bayangkan untuk menghilangkan langkah rasa takutnya adalah senyum Juni yang ingin sekali dia lihat. Saga membayangkan wajah istrinya ada didepannya dengan senyum khas yang menjadi milik Juni.


Saga mulai terus senyum sendiri sambil masih menutup matanya, tak kala membayangkan wajah istrinya.


Saga yang merasa sedikit tenang kembali membuka matanya setelah mendengar sebuah nada pesan yang terdengar dari ponselnya.


Saga menunduk melihat arah depan.


Dia mengambil ponselnya yang dia letakkan dibalik jaketnya.


Juni meminta tolong padanya, dengan hanya membaca pesan dari Juni, Saga yakin kalau istrinya sedang mengalami kesusahan yang sangat.


Saga tambah panik, pikirannya sudah kemana-mana tentang Juni. Angga ternyata melihat keberadaan Saga yang bersender didinding gedung.


"Kenapa dia kesini" kata Angga sambil berjalan mendekat kearah Saga yang masih terkejut dan terlihat pucat.


"Hey Sag,,,kamu gak apa-apa? ngapain disini? " tanya Angga.


"Hmmmmm bantu aku Angga" kata Saga yang terdengar sangat khawatir.


"Apa?" tanya Angga


Saga kemudian menyerahkan ponselnya agar Angga bisa membaca pesan yang Juni kirimkan untuknya. Setelah membaca pesan diponsel Saga, Angga bertanya "Ini maksudnya apa? "


"Juni mengirimi sebuah pesan dan dia minta tolong," kata Saga.


"Berarti sekarang dia sedang dalam bahaya, kita harus bantu dia sekarang" kata Angga juga ikutan dibuat panik karena membaca pesan dari Juni.

__ADS_1


"Ruang pendingin" kata Saga.


"Maksud kamu juni ada diruang pendingin. kok bisa? " kata angga.


"Ini bukan waktunya buat bertanya, kita harus bergegas mencari dia" kata Saga.


"Coba telepon balik Juni, kita harus pastikan dia sekarang lagi dimana. Ruang pendingin disini banyak" kata Angga.


"Aku udah coba menghubungi dia tapi tak bisa nyambung." kata Saga.


"Ya udah aku akan suruh semua pihak keamanan langsung cari dia diruangan pendingin semua lantai" kata Angga.


"Kamu gak apa- apa aku tinggal disini Sag" kata Angga.


"Gak apa apa, lebih cepat kamu tinggalin aku, jauh akan lebih baik buat Juni" kata Saga. Mendengar perkatan Saga, Angga langsung pergi untuk menggerakkan semua pihak keamanann untuk bergegas mencari Juni disetiap ruangan pendingin semua lantai digedung yang besar itu.


Saga yang masih ada ditempat semula berdiri berpikir sejenak, terakhir salah satu satpam bilang dia melihat Juni dilantai satu sedang mengikuti seseorang.


Dan rekaman Cctv yang ada dilantai atas tidak menemukan jejak Juni ada dilantai atas dan hanya lantai bawah yang belum dia lihat rekaman Cctvnya karena semua kamera dilantai bawah sedang dalam perbaikan.


Saga kemudian berpikir kalau sudah pasti Juni sekarang ada dilantai satu dan dilantai satu hanya ada satu ruangan pendingin yang ada disebelah kiri gedung tepatnya dibelakang salah satu supermarket dilantai bawah.


"Belakang supermarket" kata Saga. Saga melihat tidak ada satupun pihak keamanan yang bisa dia suruh menjaganya dari kerumunan orang agar dirinya bisa keruang pendingin.


Mau tak mau Saga memberanikan diri untuk menerobos pengunjung yang masih banyak didepannya.


Saga menarik nafas panjang dan memejamkan matanya.


Tangan kembali mengepal, langkah kakinya perlahan maju selangkah demi selangkah sambil tetap memejamkan matanya.


Saga berjalan pelan dengan melawan rasa takutnya demi seorang Juni, dia berjalan sudah seperti orang buta hanya dengan sesekali membuka mata untuk melihat jalan. Saga yang berjalan seperti itu sudah pasti banyak menabrak pengunjung yang lain.


"Hey mas,,, kalau jalan pakai mata" kata salah satu pengunjung pria.


"Maaf maaass," ucap Saga dengan masih menutup matanya. Tangannya yang meraba- raba arah depannya memeriksa tak ada pengunjung yang ada didepannya hingga dirinya tak menabrak lagi.


"Sumpah aneh" kata salah satu pengunjung wanita


Saga terus meminta maaf sambil berjalan pelan dengan masih menutup matanya. Pengunjung lain yang ada disana akhirnya memperhatikan Saga karena hanya Saga yang bertingkah sangat aneh. Saga dengan sangat susah payah akhirnya bisa melewati jalan dengan banyak kerumunan pengunjung.

__ADS_1


__ADS_2