
Saga yang merasa sudah baikkan berjalan perlahan menuju dalam lift yang akan menuntunnya kelantai paling bawah dengan tujuan ingin keparkiran mobilnya.
Saga memutuskan untuk segera pulang karena masih merasa tidak enak badan setelah sesuatu yang dia alami tadi.
Saga yang sudah memasuki lift yang saat itu kosong hanya ada dirinya didalam lift.
Lift itu memang sengaja diperuntukan untuk situasi darurat seperti saat lift yang lain mengalami kerusakan dan untuk berjaga- jaga ada pengunjung yang mengalami kondisi yang tidak terduga seperti pingsan dll.
Saga yang masih bersender dipinggir lift dengan masih merasakan badannya tidak sehat segera menelpon supirnya agar bersiap-siap menyalakan mobilnya karena dirinya akan segera datang keparkiran.
Pintu lift terbuka, bukan karena sudah sampai didasar lantai gedung namun masih terhenti dilantai 3 dan entah dari mana banyak sekali pengunjung yang memasuki lift yang ada Saga didalamnya. Saga dengan sangat kagetnya melihat kerumunan orang yang sudah mengelilinginya.
Di penglihatan saga semua orang berputar, keringatnya kembali mengucur dari keningnya, dadanya terasa sesak seperti orang yang tak bisa bernafas, tubuh saga tersender dan perlahan akan tersungkur kebawah.
Saat akan terjatuh tangannya digapai oleh seorang gadis yang sudah dari tadi melihat keanehan yang saga perlihatkan. Gadis yang memegang erat tangan Saga adalah Juni. Juni juga berada diantara kerumunan orang yang memasuki area dalam lift.
Saga yang melihat wajah Juni berusaha untuk tetap tenang dalam situasi lift yang sudah tertutup dan berjalan.
Juni memegang telapak tangan Saga yang masih menyenderkan tubuhnya didinding lift, Juni menepuk-nepuk pundak Saga yang sudah didekapnya.
__ADS_1
Juni berusaha menolong orang yang sedang merasa tidak sehat.
Saga sudah tak bisa menopang tubuhnya lagi, tubuhnya terjatuh tepat didepan tubuh Juni seolah-olah mereka sedang berpelukan.
Saga sempat merasa jauh lebih baik saat Juni memeluk dirinya.
Penglihatan Saga kembali jelas.
Sesak dadanya tidak dia rasakan lagi.
Rasa tenang yang cukup lama sempat dia rasakan setelah berada didekapan Juni hilang ketika semua orang ribut mempertanyakan keadaanya.
Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sebagian diantara mereka segera memanggil ambulans.
Dan liftpun terbuka, sebagian orang yang ada didalam lift berhamburan keluar dan sebagian orang lelaki yang masih didalam lift membantu mengangkat tubuh Saga untuk keluar dari dalam lift.
Juni yang juga sangat kaget dengan kejadian itu membawa ponsel Saga yang terjatuh didalam lift. Ambulans sudah datang menunggu Saga yang tengah pingsan dibawa keluar oleh beberapa pengunjung Departemen Store.
Satpam yang ada disana juga dibikin kaget karena pria yang pingsan itu adalah pemilik gedung yang adalah bos mereka. Mereka berbondong untuk ikut mengangkat tubuh pemimpinnya. Juni mengikuti kemana arah tubuh Saga diangkat. Saga yang sudah berada didalam ambulans dengan ditemani sosok Juni yang ada disampingnya.
__ADS_1
Juni yang menemani Saga didalam mobil ambulans tidak mengetahui apa yang harus dia lakukan, ingin rasanya dia menghubungi orang yang mengenal lelaki yang sedang pingsan didepannya namun dirinya tidak tahu dari mana harus memulai. Juni ingin membuka posel Saga yang saat itu dikunci.
Pikir Juni mungkin kalau dirinya membuka kunci ponsel tersebut dan mencari panggilan terakhir yang dilakukan oleh Saga lalu menghubungi panggilan terakhir yang Saga hubungi siapa tahu bisa menghubungi orang terdekat dari pria yang masih sedang terbaring pingsan.
Satu persatu jari Saga diambil dan didekatkan ditombol ponsel namum tidak ada satupun jari itu bisa membuka layar ponsel. Juni mendekatkan layar ponsel kearah wajah Saga dan ternyata pria yang sedang pingsan itu menggunakan sidik wajah untuk bisa membuka layar ponselnya sendiri.
"Akhirnya" kata Juni dengan merasa lega bisa membuka layar ponsel untuk menghubungi orang terdekat dari sang pemilik ponsel yang sedang tak sadarkan diri.
Juni segera memainkan jari jemarinya untuk mencari kontak terakhir dan terlama yang Saga lakukan. Juni melibat kalau kontak terlama dan tersering dihubungi itu adalah nama Angga.
"Ini yang paling lama" kata Juni dengan menghentikan jari jempolnya yang sudah menemukan nama Angga. Juni mencoba akan menelepon nama Angga namun saat akan memencet tombol panggil tiba-tiba Juni mendapati sebuah panggilan diponsel yang dia pegang dari seseorang sosok yang dia coba hubungi yaitu Angga.
Dengan segera junj mengangkat panggilan yang Angga lakukan.
"Hallo, kamu dimana Saga?" kata Angga dengan cepat tanpa mengetahui dengan siapa dirinya berbicara.
" Haloo mass" juni berbicara dipanggilan ponsel yang Angga lakukan. Angga mendengar suara seorang gadis yang menyahut dari panggilan seberang merasa sangat kaget.
"Ini siapa?" tanya pendek Angga yang tak tahu dengan siapa dirinya berbicara karena yang terdengar dari seberang sana adalah suara perempuan yang entah tak dirinya tahu.
__ADS_1
Sebelum Juni berbicara dan menjelaskan apa yang terjadi, Juni terlebih dahulu meminta maaf karena sudah menerima panggilan ponsel seseorang tanpa izin terlebih dahulu dari yang punya ponsel karena yang punya ponsel sedang terbaring tak sadarkan diri.