AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Sosok pria dimasa lalu


__ADS_3

"Hey jun" sapa seorang lelaki tepat disampingnya. Juni menoleh kesamping dan melihat sosok yang dia kenalnya dulu. Sosok yang pernah dia sukai semasa kecil.sesosok yang pernah menjadi cinta monyetnya.


Dia adalah Vee teman kakaknya di Sekolah Menengah Pertama (Lisa), Vee sering sekali bermain kerumahnya untuk mencari kakaknya. Namun setelah mulai beranjak remaja saat itu Vee berumur 16 tahu , Vee pindah sekolah keluar negeri. Dan hari ini adalah hari pertama dirinya berjumpa dengan sosok pria putih tinggi bermata coklat dan berambut coklat itu. Vee Adalah sosok yang termasuk Juni rindukan tapi itu dulu saat dirinya masih kecil sekarang Juni hanya menganggap Vee sebagai kakak saja tidak lebih.


"Kak Vee" Sapa Juni dengan expresi senang. Saking senangnya Vee mencoba memeluk tubuh mungil Juni dan Juni juga karena sudah kangen serta lama tak bertemu dengan sosok pria yang sudah dia anggap kakak itu memeluk balik tubuh tinggi Vee.


"Apa kabar kamu Jun?" tanya Vee


"Baik kak, kalo kakak gimana?" tanya balik Vee


"Sangat baik kok, sendirian aja?" tanya Vee


"Aku kesini sama temen kak, cuman mereka lagi masuk kedalam lagi ambil sesuatu yang tertinggal" jelaskan Juni.


Vee yang merasa sudah lama tidak bertemu dengan Juni yang sudah dia anggap adiknya itu tak sadar terus merangkul pundak Juni. Sesekali tangannya refleks mengacak ngacak rambut Juni karena merasa gemas, Juni masih saja imut seperti dulu. Mereka berbincang saling ingin tahu kabar masing masing, saking lamanya mereka tak berkomunikasi lagi setelah Vee pindah keluar negeri.


Juni kaget mendengar kabar kalau Vee sudah menikah, dan sekarang dia dan istrinya menetap di Thailand. Vee balik kenegaranya hanya karena ingin liburan saja sambil menjenguk salah satu kelurganya yang sedang sakit.


"Dimana istri kakak?" tanya Juni.


"Lagi didalam Juni, aku kesini karena udah janjian mau makan disini" jawab Vee

__ADS_1


"Ooo astaga, banyak banget moment dan cerita yang bikin aku kaget sama kehidupan kakak sekarang"


"Hehehe iya nech! kontak kamu hilang Jun" ucap Vee


"Aku boleh minta kontak kamu gak?" imbuh Vee lagi.


"Boleh lah kak, masak kakak minta kontak aku gak bolehin" ucap Juni tertawa kecil.


Setelah meraka berbagi kontak masing masing, Vee pun meminta ijin untuk terlebih dahulu meninggalkan Juni karena akan mencari istrinya yang menunggu dirinya. Juni yang mengerti hal itu juga menyuruh agar Vee lekas bergegas masuk kedalam gedung agar istrinya tidak menunggu terlalu lama didalam gedung.


Merekapun berpisah dan Juni masih sendiri menunggu para temannya yang sedikit lama.


"Ting Tong Ting Tong" bunyi ponsel Saga berbunyi, Banyak sekali pesan yang masuk di Wa ponselnya.


Saga yang sedang berada diarea parkiran gedung saat itu sangat asik berbincang dengan Angga. Dia mengambil ponselnya disaku jasnya dan membuka Wa miliknya. banyak sekali foto dari nomor yang tidak dia kenal masuk kedalam pesan ponselnya.


Saga membuka pesan dari nomer yang tidak dia kenal. Mata Saga terbelalak kaget, sorotan mata kaget itu berubah memerah. Gigi grahamnya berbunyi, jarinya mengepal. Nomor yang tidak dia kenal itu mengiriminya beberapa foto tentang Juni yang sedang berpelukan dengan sesosok pria, ada juga foto sosok Juni yang kepalanya sedang diacak acak sosok pria dalam foto dan foto istrinya sedang bertukar nomer kontak. Nomor tidak dia kenal itu juga mengirimkan vidio beberapa detik dengan gambar Juni saling mencium pipi kanan dan kiri berpelukan lalu.berpisah. Setahu Saga tidak ada lagi keluarga Juni. Saga berpikir kalaupun teman gak mungkin seperti itu. Amarah Saga memuncak lagi setelah tahu kalau itu terjadi didepan gedung miliknya dan didekat area parkir tempatnya berdiri sekarang.


Angga yang merasa aneh dengan raut wajah temannya itu bertanya "Ada apa Saga? ada masalah? siapa itu yang sms"


"Saga menatap Angga dengan tatapan aneh, tatapan kosong, kecewa, sedih, tak percaya dan yang lebih terlihat itu adalah tatapan marah. Belum pernah sama sekali Angga melihat Saga dengan raut wajah seperti itu. Saga yang tak pernah sama sekali mengexspresikan dirinya dengan wajah mengerikan seperti itu malah memperlihatkan pada Angga kalau Saga juga punya expresi wajah seakan mau menelan orang.

__ADS_1


"Kamu kenapa Saga...?" tanya Angga.


Saga diam beberapa detik dan ponsel yang ada ditangan kanannya dia banting kebawah, untung ponsel itu canggih tidak bisa rusak hanya dengan sekali banting. Angga tambah dibikin kaget lagi. Dalam pikirannya apa yang sebenarnya terjadi tiba- tiba saja Saga berubah seperti itu. Semua pegawai yang melihat itupun terkejut, mereka tak pernah juga melihat bosnya itu bersikap seperti itu.


Tanpa menjawab pertanyaan Angga, Saga dengan penuh amarah pergi ketempat yang ingin dia tuju langsung.


"Sag,,, kamu mau kemana?" tanya Angga berteriak pada sahabatnya yang langsung pergi meninggalkannya tanpa kata.


Saga tak menjawab pertanyaan Angga, dua hanya mengangkat tangan kanannya sambil tetap memunggungi Angga seolah olah Saga mengisyaratkan kalau Angga tak perlu tahu dirinya mau kemana. Angga yang mendapat jawaban itu malah lebih khawatir lagi dengan temannya itu. Dia mengikuti langkah Saga dari belakang namun sebelum.itu dia mengambil ponsel.milik Saga yang tergeletak dilantai.


Langkah Saga terhenti saat melihat sosok yang ingin dia temui saat itu. Saga melangkah lagi mendekat tepat dihadapan Juni, Juni yang kaget karena tiba-tiba Saga yang tak ingin dia lihat ada didepannya.


"Om, ngapain disini?" tanya Juni kesal.


Saga tak menjawab perkataan Juni, dia terus menatap Juni dengan penuh amarah, sorotan mata tajam penuh benci. Tatapan adem dan sunyi dimata Saga berubah total saat melihat Juni. Juni merasa teritimidasi hanya dengan tatapan yang Saga lakukan. Tanpa berbicara sepatah dua patah kata namun sangat menusuk hanya dengan melihatnya saja.


"Om ngapain lihat aku begitu?" tanya lagi Juni.


Saga tetap tak menjawab, tangannya sudah mengepal, kedua alisnya merapat, kedua ujung bibirnya mengangkat keatas. Saga tetap saja menatap tajam Juni.


"Dichhh sumpah gak jelas" kata Juni sambil membalikkan badannya dan akan melangkah meninggalkan Saga yang masih berdiam diri mematung. Dalam benak Juni, dia sudah takut dengan tatapan jahat dari wajah Saga. Untuk pertama kalinya dia melihat wajah dengan tatapan seperti itu. Rasanya hanya dengan melihatnya saja membuat kita merasa ketakutaan. Juni Menghindari tatapan Saga dengan cara berusaha menghindarinya. Namun Saga yang tahu kalau Juni akan pergi darinya melangkah dan meraih tangan Juni dengan kasar. Saga memegang pergelangan tangan Juni.

__ADS_1


__ADS_2