AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Aku Bodoh


__ADS_3

"Haloo Bik, bagaimana? udah dapat kabar dari Mang Ujang" tanya Saga.


"Iya Den,,, dia bilang Non Juni sudah dia antar ke Gedung sekitar 4 jam an yang lalu dan dia disuruh pulang sama Non Juni karena kata Non Juni dia yang bakalan langsung mau nganter makanan Den Saga" jelaskan Bik Tika.


"Terus Mang Ujang sekarang dimana?" tanya Saga.


"Mang Ujang masih dijalan karena katanya macet ditambah hujan sangat lebat jadi dia neduh dulu. Mang Ujang tidak melanjutkan perjalanan pulang Den" kata Bik Tika.


"Kalau begitu si Juni dimana ya bik?" tanya Saga.


"Dia belum menemui aku" lanjut Saga.


"Coba Den Saga hubungi Non Juni, soalnya tadi dia sempat Bik Tika lihat cuman bawa ponsel aja" kata Bik Tika.


"Oooh dia bawa ponsel ya?, aku kira gak bawa tahu gitu aku telepon dari tadi" kata Saga.


"Iya den, Non Juni bawa ponsel kok" kata Bik Tika.


"Ya udah Bik,,,. nanti kalau ada kabar dari Juni atau Mang Ujang, kabarin aku ya" kata Saga.


Saga mematikan ponselnya. Dia duduk lemas dikursinya. Saga terdiam dengan tatapan kosong serta pikiran yang hanya tertuju pada Juni seorang. Saga kembali melihat Angga sambil berkata "Ngga,,, bantu aku cari Juni digedung ini" pinta Saga yang terlihat mulai cemas.


"Ada apa ini Saga....? " tanya Angga yang tak mengerti tiba-tiba Saga memintanya untuk membantunya mencari Juni.


"Kata Mang Ujang dia udah nganterin Juni kegedung sekitar 4 jam an yang lalu" kata Saga.


"Tapi kamu tahu sendirikan, kalau dia sampai sekarang gak kunjung datang juga. Aku dah mulai khawatir Ngga" lanjut imbuh Saga.


"Wah gak beres ini,,, ya udah aku coba suruh satpam nyari dia" kata Angga.


Angga keluar dari ruangan, dengan sudah memegang ponsel dan menelepon pihak keamanan gedung untuk mencari Juni. Angga segera memberitahukan ciri -ciri Juni dan tak lupa dia mengirimi foto Juni kepada pihak keamanan gedung. Untung Angga masih menyimpan foto Juni yang dia dapati saat mencari tahu segala macam yang berkaitan dengan Juni agar Saga tak salah orang lagi.


Berbeda dengan Angga temannya yang sudah ikut berusaha mencari Juni bersama pihak keamanan, yang hanya Saga bisa lakukan adalah mencoba menghubungi Juni diruangannya. Saga beberapa kali mencoba menelepon Juni namun panggilan darinya tak dijawab juga oleh Juni. Saga tambah dibikin panik karena panggilan darinya tak kunjung diterima Juni. Saga tetap berusaha mencoba terus sampai Juni menerima panggilan telepon darinya.

__ADS_1


Saga terus memikirkan Juni, namun tak bisa berbuat banyak karena tak mungkin juga buat Saga keluar dari ruangannya tanpa pengawalan dari satpam disebabkan karena penyakit phobianya. Saga cemas, lebih cemas lagi karena tak bisa berbuat banyak. Didalam ruangan, dia seperti cacing kepanasan. Duduk tak enak, berdiripun tak nyaman. Kalau dilihat sudah berkali- kali Saga duduk lalu kemudian berdiri tanpa arah dan tujuan yang pasti didalam ruangan.


"Duh kamu kemana yank" kata Saga, sambil mondar mandir didalam ruangan dengan terus mengacak-acak rambutnya.


Saga merasakan kalau dirinya sangat tidak berguna karena pada saat seperti sekarang dirinya tak bisa berbuat apa-apa. Untuk keluar mencari Junipun penyakitnya seakan menghalanginya.


"Opppsss Cctv...... " kata Saga yang langsung inget mencari Juni melalui Cctv. Saga keluar dari ruangannya dan segera melangkah keruangan CCtv. Untung saja ruangan itu berada masih satu lantai dengan ruangannya.


Saga yang baru saja keluar dari pintu ruangannya berdiri didepan pintu dan melihat Angga yang sedang akan menuju ruangannya.


"Ngga,, gimana ada kabar tentang keberadaan Juni?" tanya Saga


"Anak-anak masih pada nyariin semua di lantai bawah tapi masih belum menemukan Juni" kata Angga.


"Kamu mau kamana?" lanjut imbuh tanya Angga pada Saga yang melihat Saga keluar dari ruangannya


"Aku mau keruangan CCtv, siapa tahu bisa membantu mencari istriku" kata Saga.


"Ya udah ayok langsung kesana" kata Saga.


Saat akan melangkah bersama menuju ruang keamanan, mereka dipanggil oleh seorang karyawan.


"Pak Saga,,,, " panggil salah satu karyawan dengan memegang tas yang berisi rantang.


"Iya ada apa Nita?" tanya saga


"Gini pak,,, tadi ada seorang perempuan jatuhin ini tepat dipintu ruangan pak Saga. " kata karyawan yang bernama Nita.


"Seorang wanita? siapa?" tanya Saga.


"Kurang tahu pak, aku lihat dia menunduk sambil berlarian keluar tanpa menghiraukan saya memanggilnya. Kayaknya dia sedang sedih" lanjut imbuh Nita


Saga mengambil tas berisikan rantang yang sudah berantakan. Saga memperhatikan rantangnya dan dia mengetahui kalau rantang itu adalah rantang dari rumahnya. Angga yang tadinya mendengar cerita dari Nita, langsung mengambil ponselnya.

__ADS_1


Angga segera membuka foto ponselnya dan memperlihatkan kepada Nita apakah foto yang digambar itu adalah orang yang dia lihat menjatuhkan tas berisikan rantang. Nita segera mengiyakan bahwa foto yang sekarang dia lihat adalah wanita yang sudah berlari keluar dari depan pintu ruangan Saga sambil terlihat sedih. Mendengar itu Saga bagaikan tersambar petir.


Saga segera melangkah menuju ruang keamanan untuk melihat rekaman Cctv lantai atas miliknya. Saga ingin memastikan apakah benar Juni sudah sampai didepan pintu ruangannya lalu kembali lagi berlari sambil bersedih. Kalaupun benar apa yang menyebabkan Juni berlari sedih seperti itu. Saga cemas dengan terus kebingungan.


Mereka bersama menuju ruang keamanan yang menyimpan rekaman Cctv semua lantai di Mentari Depatemen Store. Saga yang sudah berada diruangan keamanan segera menyuruh karyawan untuk memutar ulang rekaman disetiap lantai. Khususnya dilantai atas ruangannya. Namun angga tetap memberitahukan kepada karyawan keamanan bagian monitor yang berjaga saat itu, untuk juga tetap fokus mencari orang yang ada di foto yang Angga berikan lewat ponsel kepada karyawan keamanan disetiap rekaman Cctv semua lantai.


Banyak sekali rekaman yang akan mereka lihat jadi mungkin akan membutuhkan banyak waktu yang lama untuk mencari jejak seorang wanita. Apalagi pengunjung yang datang ke Mentari Departemen Store tidak hanya satu atau dua orang tapi banyak orang.


Saga yang terlihat sangat khawatir lebih fokus melihat rekaman dilantai atas kantornya.


Dan Angga tetap membantu karyawan melihat dan memperhatikan rekaman Cctv yang lain agar jejak Juni cepat ditemukan.


"Oohhhh,,, Ini dia" kata Saga menunjuk kelayar monitor. Angga mendekat lagi kemonitor yang Saga tunjuk.


"Coba ulang" kata Saga kepada karyawan monitor. Karyawan memutar ulang kebagian yang ingin dilihat bosnya.


"Ohhhhhh" Saga kaget karena melihat sangat jelas kalau Juni diam sejenak didepan pintu ruangannya. Juni menjatuhkan tas rantang dan kemudian berbalik arah berlari meninggalkan ruangan admin.


"Jangan-jangan Juni...... " kata Angga terhenti dan melihat wajah Saga sudah merasa lebih khawatir lagi.


"Apa mungkin dia mendengar semua pembicaran kita didalam kantor" kata Saga dengan sudah menjambak rambutnya sendiri. Wajah Saga melihat arah atas dan berkata dengan keras "Tidak"


"Sepertinya memang begitu Sag,,, lihat jam dia berdiri disana. Itukan waktu kamu bercerita" kata Angga.


"Ahhhhhhhhhhhh" teriak Saga


"Aku bodoh" lanjut kata saga


"Udah Sag,,, sekarang kita fokus buat cari Juni aja" kata Angga.


"Tapi..... " kata Saga.


"Nanti masalah itu bisa kamu jelasin baik- baik sama Juni, yang lebih penting sekarang adalah mencari keberadaan Juni" ucap Angga.

__ADS_1


__ADS_2