AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Menebus Penyesalannya


__ADS_3

Saga bergegas menuju dalam rumahnya. Saga yang berada diruang tamu membuka jasnya dan menaruhnya disoffa ruang tamu. Dia membuka kerah kemeja sambil berjalan menuju lantai atas kamarnya


Saga memasuki kamarnya dan menemukan Juni duduk diranjang dengan masih menggunakan seragam sekolahnya.


Kekesalahan Saga teredam tak kala melihat wajah sembab Juni yang sudah bisa ditebak hanya dari melihat kalau Juni habis menangis.


Saga menghela napas panjang berusaha mengabaikan dan menghilangkan emosi karena cemburunya. Saga duduk disamping Juni, Juni yang merasakan amarahnya terhadap Saga menggeser duduknya saat Saga tepat berada disampingnya. Saga berpikir Juni jelas sedang marah dengannya.


"Kamu kenapa yank?" tanya pelan Saga kepada Juni yang hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Saga.


"Menurut Om, aku harus senang dengan semua yang Om lakukan sama aku" sambil berdiri, Juni lagi-lagi menunjuk wajah Saga dengan tangannya. Saga melihat pergelangan tangan Juni dan berusaha memegang tangan Juni, tapi Juni malah menampar pipi Saga.


Juni yang menampar pipi Saga lantas menangis karena amarahnya yang sudah dipuncak rasa. Juni duduk diranjang.


Saga masih diam karena tamparan Juni.


Dia memegang pipinya merasakan sakit tapi bukan sakit karena tamparan Juni tapi sakit karena mendengar suara tangis Juni pecah tepat dihadapannya.


Dia merasa sangat bersalah membuat Juni seperti itu. Andai waktu bisa dia ulang, ia akan mengulang kejadian saat digudang karena pikir Saga itu sudah pasti alasan Juni marah dan menampar dirinya.


Saga berbalik arah, keluar dari kamar. Dia membiarkan Juni menangis dalam kamar sendirian. Juni tak juga henti menangis sesegukan.


Saga berjalan menuju ruang kerjanya, dia sudah jelas merasa sangat benci dirinya yang tidak terkendali didepan Juni.


Saga menendang kursi hitam yang ada diruangan itu, namun tangannya juga dengan cepat menggeser lagi kursi hitam ketempatnya semula.


Saga mengambil baju yang Saga juga letakkan diruang kerjannya.


Dia mengganti kemeja kerjanya. Saga duduk dikursi, kepalanya menengadah keatas dengan kedua tangannya memegang keningnya.


Saga memikirkan tentang kesalahan yang sudah dia lakukan terhadap istrinya.


\=\=> CONTOH VISUAL SAGA


__ADS_1


(*P**erkatan Saga dengan dirinya sendiri*...)


"Apa yang telah aku lakukan kepada dia? " tanya Saga dalam perasan bersalah.


"Harusnya kamu gak gitu Sag," lanjut katanya lagi menasehati diri sendiri.


"Pantes aja dia marah, kamu memang pantas dapatkan tamparan" Saga duduk tegak lagi "Harusnya lebih keras lagi" sambil menyentuh pipinya bekas tamparan Juni.


"Kamu memang sialan Saga, udah menikahinya dengan ancaman kontrak kerja ayahnya, sekarang malah berbuat seperti itu" mengingat lagi tentang kenapa pernikahan itu terjadi dan mengingat lagi ciuman pertama Juni yang dia ambil. Tapi dia malah terus tersenyum saat memegang bibirnya, rasa yang dia rasakan saat itu masih terkenang.


Saga berpikir harus melakukan sesuatu untuk menebus penyesalannya. Lama dia duduk dikursi hitam ruang kerjanya seorang diri sambil terus memikirkan cara agar Juni tak lagi marah dengannya. Kadang dia masih duduk dengan posisi yang sama namun terkadang dirinya berdiri sambil terus berpikir keras.


*


*


*


*


dengan masih menggunakan baju terus saja sesegukan.


Tasnya juga masih berada diatas ranjangnya.


Saga kembali lagi ke kamar Juni dengan tangan kirinya membawa baskom kaca dengan sudah ada air hangat didalamnya dan tangan kanan Saga membawa handuk kecil.


Saga melihat Juni sedang tidur, Saga menoleh ke atas melihat jam dinding, jam menunjukan pukul



12 dan Juni sedang tertidur dengan masih baju seragam lengkap menempel dibadannya.



Saga melangkah dan duduk disamping Juni, ia meletakkan baskom kaca disampingnya duduk. Saga mengambil tangan Juni agar ditaruhnya diatas pahanya.

__ADS_1


Ternyata waktu Juni menunjuk arah wajahnya saat sedang berbicara, Saga sudah menemukan memar merah dipergelangan tangan Juni.


Dia sebenarnya mau mengambil tangan Juni untuk lebih melihat pergelangan tangan Juni lebih dekat namun sudah terlebih dahulu mendapatkan tamparan oleh Juni.


Saga merendam handuk kecil didalam baskom kaca. Dia peras handuk itu dan mengompres pergelangan tangan Juni.


Saga masih terus memandangi wajah yang masih saja terisak walapun Juni sudah lelap tertidur. Saga menghela napas merasa bersalah karena sudah membuat bekas luka merah yang sedikit kebiru- biruan dipergelangan tangan Juni dan itu adalah bekas pegangan erat dirinya yang dia perbuat.


Setelah Saga merasa sudah cukup untuk mengompres bagian pergelangan tangan Juni yang .memerah dan sedikit membiru.


Saga membuka meja yang ada didekat ranjangnya, dia mencari kotak P3k.


Saga membuka kotak putih dengan lambang tanda tambah merah itu dan mencari perban putih.


Saga membalutkan perban putih dipergelangan tangan Juni.


Baskom yang masih ada diatas ranjang diletakkan Saga diatas meja. Kotak p3k yang sudah selesai digunakan Saga dikembalikan ke tempat dimana Saga mengambilnya. Saga duduk bersender diranjangnya sambil memandangi wajah Juni yang terlihat sangat polos kalau sedang tertidur.


Dia mengambil ponsel yang ada disaku celananya dan membuka lagi foto masa kecil Juni yang sudah dia foto ulang.


Saga memandangi foto itu sambil terus tersenyum dan terkadang Saga memandangi foto dengan perasaan bersalah pada istri yang sedang berada disampingnya.


\=\=> CONTOH VISUAL SAGA



Saga memgambil tas Juni, dan memindahkannya keatas meja. Sebelum. itu tangan Saga membuka tas Juni dan mencari sebuah spidol warna ditas Juni.


Saga dikagetkan lagi oleh tangannya yang menyentuh sesuatu yang terasa seperti sebuah cincin, benar saja Saga mendapatkan sebuah cincin yang sangat dia kenal berada ditas Juni.


Saga mengambil cincin pernikahannya dengan Juni. Saga merasa agak lega karena Juni tidak membuang cincin itu, maklum pikiran itu sempat terlintas dibenak Saga karena melihat kebencian Juni pada dirinya. Saga mendapatkan benda yang jauh lebih berharga saat dirinya mencari spidol. Tangan Juni dia ambil lagi dan cincin itu kembali saga sematkan ketempatnya semula. Saga tersipu melihat jari jemari Juni terlihat lebih manis lagi setelah cincinnya kembali melingkar.


"Tuch kan, jauh tambah lebih cantik" kata Saga dalam hati.


Saga melihat lagi dan menatap wajah Juni, dia mendekat lagi kearah wajah Juni dan kecupan keningnya mendarat didahi Juni yang masih sesegukan. Saga meninggalakan Juni tertidur pulas disore itu.

__ADS_1


__ADS_2