
Mereka sudah berada didalam restauran dan segera disambut oleh pemilik restaurannya langsung yang mengetahui kalau tamu yang datang adalah sang empunya gedung.
"Silahkan masuk bapak" kata pemilik restauran yang menyapa Saga dan Angga. Pemilik restauran yang mengikuti langkah Saga dan Angga segera dihentikan oleh Angga "Okey buk, kami cuman mau lihat kondisi didalam restoran, nanti kalau kami mesen makanan akan segera kami panggil" mendengar angga berkata seperti itu pemilik restauran yang adalah seorang ibu-ibu muda dengan dandanan yang modis dan perhiasan yang sangat menyilaukan mata, badan yang gempal dan kulit yang putih.
"Oh iya pak" kata pendek ibu muda yang tersenyum terlebih dahulu sebelum meninggalkan Saga dan Angga yang masih berdiri melihat kondisi dalam restauran. Angga yang sengaja mencari meja kosong segera berjalan dan duduk diujung kanan ruangan padahal tidak susah mencari meja kosong karena meja didalam area lebih banyak kosong daripada berisi. "Banyak juga yang makan disini" gumam Saga yang masih berdiri melihat seseorang yang sangat ingin dia lihat dari arah dekat.
Mendengar perkatan Saga, Angga tersenyum dalam hati Angga berkata "Saga kelaperan kayaknya, sepi begini dibilang banyak"
"Kamu ngapain berdiri disana!" kata Angga kepada pemimpinnya yang sekaligus adalah temannya itu.
"Lah kamu ngapain duduk disini" sahut Saga yang heran sudah mendapati temannya sedang duduk dan bertanya kepada dirinya yang masih berdiri.
"Katanya mau makan, aneh banget kamu hari ini kayak lagi salah tingkah gak jelas. Lagi ngincer siapa?" jawab Angga yang sedikit mengolok temannya dikarenakan Saga tidak pernah punya pacar hingga dirinya berumur seperti sekarang. Saga adalah seorang yang pekerja keras dia berhasil mendirikan sendiri perusahaan dibidang pengelolaan tempat dalam penjualan berbagai macam barang yang dia kelola dari masih sangat nol. Hingga menjadi tempat belanja yang tak tertandingi diluar ataupun didalam negara.
"Iya mau makan tapi duduknya gak disini juga Angga" kata Saga kepada temannya dan melangkah berjalan meninggalkan temannya yang sudah duduk dimeja pilihannya menuju meja yang sudah dia incar dari tadi. Meja yang tepat bersebelahan dengan meja duduk Juni dan dua orang lelaki yang bersamanya.
Angga yang melihat Saga melangkah menuju kearah meja yang dia inginkan terpaksa mengikuti langkah Saga yang sudah duduk menghadap gadis yang menarik matanya. "Kamu disana ngga," Saga menunjuk kearah kursi didepannya seakan memberikan arahan kepada Angga untuk duduk didepannya sebagai tameng penghalang kalau- kalau dirinya mecoba mencuri-curi pandang melihat gadis yang ada dihadapannya.
"Aduhhh ribet banget kamu hari ini" gumam pelan Angga kepada temannya yang sudah duduk dengan terus mengotak-atik ponselnya sambil membuka aplikasi Toko Online yang juga miliknya tanpa memperhatikan Angga yang sudah memasang raut wajah jengkel pada temannya.
"Sejak kapan kamu suka duduk ditengah-tengah begini" lanjut lagi Angga yang benar- benar tidak tahu tingkah temannya yang sedari tadi tidak seperti orang yang dia kenalnya.
__ADS_1
Saga yang tetap berusaha ingin menyembunyikan maksud tingkahnya yang dia juga rasa sangat aneh kepada Angga hanya membalas perkataan an2gga dengan senyuman tanpa kata yang sontak membuat Angga merasa bertambah kesal saat melihat senyuman yang diberikan Saga padanya. "Mau mesen apa? aku pesenin!" kata Angga kepada temannya itu.
"Gak usah lah aku gak mesen apa-apa" jawab Saga yang sedang asik menghadap kearah Angga namun bukan melihat Angga, Saga melihat gadis yang ada dibelakang Angga.
"Tadi katanya laper. Ya sudahlah namanya juga petinggi selalu benar" jawab Angga kepada Saga dengan wajahnya melihat kearah pelayan dan melambaikan tangan kepada pelayan yang sudah melihatnya.
Pelayan yang melihat panggilan tangan Angga segera mendekati Angga dan bertanya apa yang bisa dirinya bantu. Angga hanya memesan segelas kopi dengan tambahan susu kepada pelayan pria tersebut. Pelayan itu bergegas melangkah meninggalkan meja Angga karena memang hanya kopi yang saat itu dipesan oleh Angga. Tak beberapa lama pesanan yang Angga minta sudah dibawakan oleh pelayan yang tadi dipanggil Angga.
***
Dimeja Juni sudah ada Trala, Tomi dan tentunya Juni sedang melihat pesanan makanannya yang baru saja tiba diantar oleh para pelayan.
"Iya tom, disekitaran sini ada toko Ayah Bram" jawab Trala yang berusaha mewakili Juni yang sedang menyantap makannya menjawab pertanyaan Tomi yang juga sedang menikmati makanan yang ada dimeja.
"Jun, toko ayah kamu jualan apa disini? kali aja aku butuh apa yang ayah kamu jual" tanya lagi tomi dengan melepaskan sendok ditangannnya dan menatap kearah Juni.
"Akukan bisa beli sama ayah kamu" lanjut lagi Tomi yang menyamarkan keinginannya untuk sebenarnya ingin jauh lebih dekat dengan Ayah Juni.
Lagi-lagi pertanyaan Tomi dijawab oleh Trala "Kalau gak salah dia jual segala macam barang anak muda merk lokal yang lagi hits dikalang anak jaman sekarang kayak baju, celana, sepatu dll. Iya kan Juni" sambil Trala bertanya meminta pembenaran akan jawaban yang dia berikan atas pertanyaan Tomi kepada Juni.
Tomi hanya bisa menghela nafas panjang dan keras saat itu. Dan Saga yang mendengar suara helaan nafas Tomi merasa sangat lucu dan terus saja tertawa sambil memainkan ponselnya. Angga yang melihat temannya tertawa tanpa ada sesuatu yang lucu terus saja menggeleng-gelengkan kepalanya "Wah, sakit ne orang" gerutu Angga kepada Saga yang tidak didengar oleh Saga karena sedang sibuk tertawa dengan tetap melihat ponsel. Angga tidak tahu kalau Saga mentertawakan orang yang ada dibelakang punggungnya.
__ADS_1
Saga sangat tahu maksud dari lelaki yang sedang bertanya terus kepada gadis yang berhasil mengalihkan pandangannya yaitu Juni, Tomi sengaja bertanya kepada Juni karena ingin lebih dekat lagi tapi selalu diganggu oleh lelaki kemayu yang ada disebelah tempat duduknya. Jelas saja kalau lelaki kemayu itu tidak mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan Tomi.
Tomi yang selalu gagal mendekati Juni dengan segala pertanyaannya yang selalu dijawab Trala sangat kesal dengan Trala yang tepat duduk disebelahnya.
"Jun, nanti malam mau nongkrong di Onyx Club Night lagi gak?" Trala hanya inget dengan tempat itu karena tempat itu sudah menjadi basis mereka berdua antara Juni dan Trala.
Juni yang mengelap bibirnya dengan tisu sudah selesai dengan makanan yang ada dipiringnya. Dengan cepat dirinya menjawab Trala "Ya elah kamu pakai nanyak lagi. Ntar malam jemput aku di apartemen"
Tomi yang mendengar pembicaraan Juni dan Trala segera memotong pembicaraan itu dengan berkata "Aku ikut ya!" pinta Tomi pendek kepada dua temannya itu.
"Dari dulu bilang mau ikut terus tapi yang paling sibuk disini nyatanya kamu sendiri" kata Trala
"Betul" sahut Juni yang juga mendengar perkatan Trala yang memang benar.
"Kalau mau ikut, datang aja. Jangan minta ikut tapi dianya sendiri gak datang" imbuh Juni berucap.
"Maaf dech, aku kebentur sama latihan malam".kata Tomi.
"Iya dech yang sibuk latihan" kata trala
Dari pembicaran Juni dan kawan-kawan Saga hanya mendengar kata tempat Onyx Club Night dengan suara samar-samar yang dia bisa dengar dari arah belakang punggung Angga. Suasana yang tadinya sepi berubah menjadi sangat ramai dan dirinya sudah tidak merasa nyaman dengan keadaan yang seperti itu.
__ADS_1