
Juni mengambil ponsel yang sudah diberikan oleh Tomi, dengan cepat jari tangan Juni sudah mengotak- atik ponsel Tomi. Ia mengirimi sebuah pesan kepada Trala tanpa sepengetahuan Tomi. Juni memberitahukan Trala kalau dirinya sudah berada direstauran hotel bersama Tomi dan sedang makan.
"Jun,, kamu tadi gak mesan makanan?" tanya Tomi yang melihat Juni sedang asik memainkan ponsel miliknya.
"Aaaaa,,, aku cuman mesan minuman aja kok Tom," kata Juni.
"Terus, aku makan sendiri dong ini!" kata Tomi.
"Kan aku lagi sama kamu. Berarti kamu gak makan sendiri" kata Juni.
"Tahu gitu aku mesan minuman aja tadi" kata Tomi.
"Udah makan aja! Kamu harus punya jantung yang kuat buat nerima sesuatu yang mendadak" kata Juni.
"Maksudnya" tanya Tomi.
"Udah cepetan habisin makanannya, bentar lagi kita ke lantai atas. Kita ketemu sama temen aku" kata Juni yang mendapatkan kabar dari Trala kalau dilantai atas persiapan kejutan sudah siap. Juni mengatakan kepada Trala untuk menunggunya sekitar 15 menit lagi karena Tomi baru saja menyantap makanan yang dipesannya. Setelah merasa sudah cukup mengabari Trala, Juni menaruh ponsel Tomi dan meminum minuman yang sudah dia pesan. Juni juga tak lupa menghapus riwayat pesannya agar Tomi tak tahu. Juni melihat Tomi yang melahap makanan dipiringnya segera berkata "Habisin Tom"
"Jun, kita bakalan ketemu temen kamu yang mana? Sopan gak kalau aku ikut kesana? Akukan gak kenal sama temen kamu" kata tomi sambil terus mengunyah makanannya.
"Siapa bilang kamu gak kenal?" kata Juni membuat Tomi mendadak melotot kearahnya.
"Emang aku kenal? " tanya Tomi.
"Kenallah, makanya aku ajak kamu buat nemuin dia" kata Juni.
"Sumpah aku penasaran. Siapa sich? " tanya Tomi.
"Makanya cepetan habisin itu makanan, dia udah nungguin kita dikamarnya" ucap Juni.
Saking penasarannya Tomi dengan cepat menyantap makanan yang ada dipiringnya. Dia tidak berpikir kalau saat itu, dirinya akan diberikan surprise. Minuman junipun sudah hampir habis.
Tanpa lama-lama piring yang ada didepan Tomipun bersih tanpa ada sisa makanannya.
"Udah Jun," kata Tomi
"Kamu penasaran banget kita bakalan ketemu sama siapa dilantai atas" kata Juni sambil tertawa kecil.
"Iyalah, habisan kamu gak langsung bilang kita bakalan ketemu siapa" jawab Tomi.
"Ayo dong! " ajak Tomi.
__ADS_1
"Kamu gak minum dulu Tom,, " kata Juni.
"Ooops lupa,,, " Tomi mengambil gelas minumannya dan meminum minuman dengan cepat.
Juni yang melihat Tomi minum dengan cepat berkata "Tom, pelan- pelan"
"Biar cepet" kata Tomi.
Minuman yang ada digelaspun sudah kosong, Juni menyuruh Tomi untuk menunggunya sebentar dimeja. Sementara dia, segera berjalan menuju kasir untuk membayar pesanan yang telah mereka habiskan. Juni sengaja tak mengajak Tomi berjalan ke kasir karena jika Tomi ikut ke kasir otomatis Tomi tahu kalau saat itu Juni membayar menggunakan uang bukan kupon gratis seperti yang dia katakan.
"Ayo Tom" ajak Juni yang sudah membereskan pembayaran dikasir.
*
*
*
Dilorong kamar hotel masih duduk jongkok seorang Saga mencoba menghubungi Juni, ia yang berpikir kalau mungkin saja saat itu ponsel Juni sudah aktif.
"Mas Saga" panggil suara wanita yang sudah pasti memanggil namanya karena saat itu hanya dirinya yang berada dilorong. Saga menoleh ke arah suara yang memanggil namanya dan disana dia mendapati seorang yang sudah lama tak dia temui.
Dia tak peduli kalau Saga sudah berstatus tidak single lagi.
"Ooh kamu Lisa" kata Saga datar.
"Iya mas,, udah lama kita gak jumpa. Aku kangen sekali dengan Mas Saga" ucap Lisa sumringah.
"Sedang apa kamu disini" tanya Saga.
"Aku sudah seminggu disini, kamar aku dilorong sebelah. Aku lihat sosok seperti Mas Saga, jadi aku mendekat kesini, ternyata memang benar Mas Saga yang duduk disini" kata Lisa.
"Ooo" hanya kata itu yang terucap dari Saga karena memang dia tak peduli sama sekali dengan mantannya yang sekarang menjadi kakak iparnya itu.
"Mas,,, " kata Lisa.
"Ada apa Lisa" kata Saga yang sudah beranjak berdiri dari duduknya di lorong.
"Aku kangen mas" kata Lisa.
"Maaf Lisa, kamu sudah tentu tahu kalau sekarang aku sudah menikah dengan Juni, jadi aku minta kamu lupakan semua yang pernah terjadi dengan kita dan memang tidak pernah ada yang terjadi dengan kita" kata Saga.
__ADS_1
"Aku gak bisa lupain Mas" kata Lisa.
"Bisa ataupun tidak kamu harus melakukannya karena kita sekarang adalah keluarga. Aku sudah menjadi iparmu" kata Saga kepada Lisa.
"Tapi Mas,,," belum selesai Lisa berkata, Saga sudah berbalik menghadap pintu kamarnya. Saga membuka pintu kamar dan akan berjalan masuk kedalam kamarnya meninggalkan Lisa.
Langkah Saga terhenti tepat digaris pintu kamar setelah dua buah tangan milik Lisa melingkar dipinggang Saga. Tangan Lisa memeluk pinggang milik Saga. Saga sontak kaget karena tak menyangka Lisa yang susah tahu dirinya sudah menikah dengan adiknya berbuat seperti itu.
"Apa yang kau lakukan Lisa" kata Saga berusaha melepaskan tangan Lisa yang sangat erat memeluk pinggangnya.
"Aku kangen Mas, aku ingin tetap seperti ini" kata Lisa.
"Kamu itu gila ya!" kata Saga.
"Iya aku gila, gila karena kamu Mas " kata Lisa.
Saga terus saja berusaha melepaskan pelukan Lisa dari badannya tapi memang saat itu Lisa sangat erat memelukan tangannya dipinggang Saga. Ingin rasanya Saga memaksa kasar Lisa agar mau melepaskan tangannya dari badannya tapi tak dia lakukan karena itu juga tak akan baik kedepannya bagi hubungan keluarga yang baru terjalin.
Juni berjalan menyusuri lorong kamar hotel, mencari kamar yang sudah Trala beritahukan. Juni kaget melihat pemandangan didepannya. Sosok perempuan sedang memeluk pinggang pria dari arah belakangnya. Juni yang melihat dari jauh merasa kalau dirinya kenal dengan sosok perempuan itu. Mata juni mengecil memastikan kalau penglihatannya benar. Dan memang yang dia lihat itu adalah sosok Lisa kakaknya sendiri. Lisa memeluk erat pria. Pria yang membuat Juni penasaran tak menampakkan wajahnya yang Juni lihat hanyalah pakaian yang digunakan pria itu.
Dalam hati Juni berpikir jika dirinya lewat didepan Lisa sungguh sangat tidak terlihat mengenakkan. Apalagi dirinya saat itu sedang bersama Tomi sudah pasti Lisa akan berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya dan Tomi. Daripada Lisa berpikir yang tidak- tidak tentang dirinya dan tentu saja menghindari mulut Lisa yang membicarakan kalau dirinya sudah menikah dengan Saga lebih baik Juni memutuskan untuk menghindari Lisa sementara. Juni berbalik menghadap Tomi dan berbicara agar mereka tidak melewati lorong itu karena Juni menjelaskan kalau lorong itu sedang ada dua pasang yang dimabuk asmara. Tomi yang juga melihat adegan mesra itupun memikirkan hal yang sama untuk lebih baik mencari jalan yang lain dan tak mengganggu pasangan lain.
Saga yang sudah berhasil melepaskan tangan Lisa dari pinggangnya berbalik arah lagi kehadapan Lisa. Saat Saga berbalik arah, dia sekilas melihat Juni dari kejauhan, orang yang dia rindukan ada dihotel yang sama dengannya. Saga kembali melihat sosok yang dia sangat kenal dan benar saja memang itu adalah istrinya sedang berbicara dengan seorang pria yang juga dia kenal.
"Sedang apa Juni disini bersama bocah ingusan itu" kata Saga dalam hati. Dirinya kesal karena setahunya Juni mengabarinya bahwa dirinya sedang bersama teman direstauran tapi sekarang Saga melihat Juni sedang dilorong hotel bersama Tomi.
Juni dan Tomi berjalan melangkah meninggalkan tempat dimana mereka melihat dua pasang pasangan sedang memadu kasih. Saga berusaha ingin mengejar Juni dan Tomi tapi dihadapannya masih ada penghalang yang harus dilewati dulu.
"Lisa,, stop. Jangan seperti ini" kata Saga.
"Mas Saga, aku masih cinta sama kamu" kata Lisa.
"Hati aku sudah ada yang punya dan tak bisa lagi kelain hati, apalagi berlabuh ke kamu" kata Saga.
"Mas Saga, aku..." Lisa ingin berbicara lagi kepada Saga namun Saga dengan cepat pergi berlari meningalkannya tanpa menggubris perkataan yang akan diucapkan Lisa.
"Mas Saga" Lisa terus saja memanggil Saga namun Saga tak sama sekali memperdulikan Lisa yang masih berada didepan kamarnya. Lisa ditinggalkan lagi oleh Saga. Lisa sangat kesal, dia sudah berpikir kalau itu adalah takdir lagi untuk mereka dipertemukan oleh Tuhan namun Saga masih sama seperti dulu tak pernah menyadari kalau Lisa ada disammpingnya.
"Kamu susah sekali aku dapatkan Mas" kata Lisa dari raut wajah yang memelas didepan Saga berubah menjadi wajah yang sangat marah dan jengkel.
"Ini semua gara- gara si Juni" kata Lisa lagi yang terus menyalahkan Juni tentang semua yang terjadi dihidupnya.
__ADS_1