
Saga mendekat lagi kearah Juni, dia bingung apa yang akan dia lakukan setelah semua yang dia inginkan selalu berhasil diganggu oleh orang. Saga mengambil lagi bajunya dan memakai bajunya kembali.
"Yank, ponsel kamu mana? " tanya Saga kepada Juni yang masih menunduk merasa malu.
"Buat apa Om? tanya Juni
"Aku mau cash, biar bisa kamu gunakan" jawab Saga
"Di tas Om" sahut Juni dengan menunjuk arah dimana letak tasnya.
Saga berjalan mengambil tas Juni dan membuka tas untuk mencari ponsel Juni. Saga terus saja memegang arah depan celananya seakan memberikan kekuatan dan kesabaran kepada dedek miliknya untuk terus berdoa dan berusaha lain kali. Saga mengambil cashan dilemari kecil yang memang sudah disediakan oleh hotel. Saga mengisi baterai ponsel Juni.
"Yank udah makan? " tanya Saga yang melihat Juni tetap duduk tak bergerak diranjangnya. Saga berusaha mencairkan suasana setelah apa yang mereka sudah lakukan.
"Belum Om" jawab Juni. Saga melepas ponsel Juni dimeja dan segera mendekat kearah Juni. Saga mengambil tangan Juni dan menariknya untuk berjalan kearah mejanya. Juni hanya mengikuti tarikan tangan Saga. Saga menggeserkan kursi dan menekan pundak Juni untuk duduk dikursi yang sudah dia geserkan untuk Juni.
Saga melihat makanan ada diatas meja dan segera menggeserkan piring untuk berada didepan Juni. Makanan yang hanya untuk satu orang. Saga mengalah walaupun sebenarnya dia juga sangat lapar.
"Makan Jun,,, " kata Saga.
"Om udah makan?" tanya Juni.
"Belum, aku gampanglah nanti bisa dirumah" kata Saga.
"Hmmmm kita makan bersama aja! Mau gak Om?" tanya Juni masih dengan raut wajah malunya.
Saga yang mendengar perkataan Juni sangat merasa terkejut karena untuk pertama kalinya Juni mengajaknya makan bersama. Dengan satu piring. Saga berkata kepada Juni dirinya mau makan jika Juni menyuapinya Juni tanpa ragu segera mengambil sendok dan menyuapi Saga dengan suapan pertamanya.
Saga sudah seperti suami yang paling beruntung karena untuk makan saja dilayani oleh istri sendiri. Saga ingat kalau ponselnya sempat berdering dan dia belum tahu siapa yang sudah memanggilnya karena Saga tak pernah memegang ponsel.
"Yank bentar, aku mau ambil ponsel" kata Saga yang menahan tangan Juni untuk menyuapinya
Saga berlari mengambil ponselnya dan segera membuka riwayat panggilan. Saga ingin tahu siapa yang sudah mencoba menghubunginya beberapa kali. Ternyata panggilan itu dari Ayah Bramanto.
"Yank, aku keluar sebentar, aku mau nelpon seseorang. Kamu lanjut aja makan setelah itu kita pulang" kata Saga.
"Iya Om" jawab Juni lebih menjadi sangat penurut.
Saga keluar dari kamar hotelnya dan berdiri dilorong depan kamarnya. Dia mencoba menghubungi lagi ayah mertuanya.
Tak butuh waktu lama, panggilan dari Sagapun diterima oleh ayah mertuanya. Saga terlebih dahulu meminta maaf kepada ayah mertuanya karena sempat tak mengangkat panggilan dari Ayah Bramanto karena tidak tahu Ayah Bramanto menelponnya. Ayah Bramanto tak mempermasalahkan hal itu.
__ADS_1
"Nak,,, kamu dimana? " tanya Ayah Bramanto.
"Aku masih dihotel yah" jawab Saga.
"Kamu belum pulang Nak" kata Bramanto.
"Belum yah, lagi bentar" kata Saga.
"Juni sendirian dong dirumah?" tanya Bramanto
"Gak yah,,. Ini aku lagi sama dia dihotel, tadi kebetulan ketemu sama dia disini" kata Saga.
"Ayah mau ngomong sama Juni?" lanjut tanya Saga
"Gak perlu Nak, ayah tadi nelpon kamu cuman mau bilang kalau Mami Sintia kangen sekali sama Juni" kata Bramanto.
"Ya udah yah kalau begitu nanti aku ajak Juni kerumah ayah kalau dia mau nginep gak apa-apa yah tinggal tunggu jawabannya aja" kata Saga
"Beneran Nak" kata Bramanto
"Iya yah,,,. nanti lagi bentar aku kesana habis pulang dari hotel" kata Saga.
"Ayah mau dibawain apa?" tanya Saga.
"Ya udah sampai jumpa dirumah sana yah" kata Saga
"Iya Nak" kata Bramanto mengakhiri panggilan telepon mereka.
Saga kembali lagi memasuki kamar hotelnya.
Saga melihat arah meja makan dimana terakhir kali dirinya melihat Juni disana namun tak dia lihat lagi sosok Juni ada disana.
Saga melihat sekeliling kamarnya dan tak mendapati Juni dikamarnya.
Suara shower dari kamar mandi terdengar dan disana Saga baru menyadari kalau Juni ada dikamar mandi.
Saga memilih untuk tidur sambil terus memainkan ponselnya.
Saga membuka game online sambil menunggu Juni keluar dari kamar mandi.
Juni keluar dari kamar mandi dan melihat Saga yang sedang asik memainkan ponselnya.
__ADS_1
"Om kita kapan pulang, ini sudah jam 17.00" kata Juni sambil melihat jam dinding yang menempel diatas didinding hotel.
"Yank kamu mau langsung pulang, ayo kalau gitu" kata Saga segera mengiyakan keinginan Juni tanpa mendengar dahulu jawaban Juni.
"Tunggu aku disini," lanjut kata Saga yang menyuruh Juni untuk duduk dan menunggu Saga.
"Om mau kemana? " tanya Juni.
"Gak kemana-mana yank" kata Saga.
Saga segera mengambil semua perlengkapannya Juni seperti Tas dan ponsel yang sudah dia masukkan kembali kedalam tasnya Juni.
Saga juga tak lupa mengambil tas yang berisikan dengan peralatan golf miliknya yang bersender dibawah ranjang.
Tak lupa dompet dan ponsel milik dirinya, dia letakkan dimasing-masing saku celananya.
Juni melihat Saga sungguh sangat bersikap hangat padanya. Itu yang membuat Juni kadang tersenyum melihat Saga memperlakukannya dengan sangat manis.
"Udah semua" kata Saga sambil terus melihat sesuatu yang mungkin saja tertinggal olehnya.
"Sini Om tas aku biar aku bawa sendiri" kata Juni mengulurkan tangannya.
"Gak usah yank, aku bisa bawain kamu sampai keparkiran" kata Saga
"Tapi kita pulang naik taksi ya yank. Aku gak bawa mobil kesini" lanjut imbuh Saga.
"Tadi om kesini pakai apa? " tanya Juni.
"Tadi aku dianter Mang Ujang tapi Mang Ujang aku suruh pulang duluan" kata Saga.
"Astaga, ya udah mau gimana lagi om daripada pulang jalan kaki" kata Saga.
"Ya udah ayok berangkat kalau gitu" kata Saga.
Saga berjalan didepan Juni seolah menuntun Juni untuk mengikutinya karena tak mungkin juga untuk dirinya melalui jalan utama yang biasa digunakan keluar dan masuk setiap pengunjung. Saga menuntun Juni untuk melewati jalan belakang, jalan yang dia gunakan masuk kedalam hotel. Saga hari itu tidak menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu seperti yang sudah- sudah. Pikirnya mungkin nanti dia tinggal berhubungan dengan pihak manajer hotel saja.
"Om kita kok lewat belakang gak lewat depan" tanya Juni.
"Nanti aku jelaskan yank" kata Saga.
Juni hanya mengikuti langkah kaki Saga menuju kemana. Mereka akhirnya sudah berada diparkiran. Saga melihat sekeliling parkiran dan belum ada taksi yang biasa nongkrong disana. Juni dan Saga menunggu jika nanti masih tidak ada taksi yang lewat satu-satunya jalan adalah menghubungi Angga dan meminta bantuannya untuk menjemput Saga dihotel citylink.
__ADS_1
"Mas Saga" sosok suara yang sudah terdengar familiar ditelinga Saga dan Juni. Dari arah belakang Lisa menggandeng tangan Saga. Lisa gelendotan dilengan Saga. Sontak Saga kaget. Junipun merasa kaget tiba-tiba kakaknya sudah ada disamping Saga dengan memeluk tangan suaminya.