AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Kecoak


__ADS_3

Juni mengambil gelas yang ada disamping tangan kanannya dan meminum jus mangga yang ada digelas yang sudah dia pegang.


Juni melihat sekitar restauran yang tadinya agak senggang menjadi terasa sangat ramai.


Juni memperhatikan kalau meja mereka berada ditengah-tengah keramaian restauran thailand yang saat itu mereka bertiga kunjungi.


"Tom, besok bantu aku ngomong sama pak Zaki kalau aku gak ikut latihan" Juni mengalihkan pandangannya kepada Tomi yang masih menyantap makanan yang ada di mejanya.


Tomi yang sangat merasa senang dengan perkataan Juni yang berbicara kepadanya segera melihat Juni dan mulai berbicara namun lagi-lagi Trala menghentikan Tomi yang ingin berbicara dengan berkata kepada Juni mewakili Tomi yang ada disampingnya "Tenang aja Jun, si Tomi pasti bakalan bantu kamu. Tomi kan baik. Iyakan Tomi" Tomi yang sudah sangat kesal dengan perkataan Trala yang selalu membuat dirinya tidak bisa berbicara leluasa dengan gadis yang ada dihadapannya menginjak kaki Trala hingga teriakan dari mulut Trala tidak bisa ditahan.


"Auuuuuuu sakit" teriak Trala yang keras.


"Kamu kenapa Trala " tanya kaget Juni mendengar suara teriakan Trala yang tiba-tiba tanpa ada angin dan hujan sontak berteriak.


Untuk memyamarkan perbuatannya yang dia sengaja kepada Trala, Tomi berpura- pura berkata "Maaf Trala, ada kecoak dikaki aku jadi aku injak tapi malah kaki kami yang kena" Tomi dengan terus melihat kearah bawah seakan mencari-cari kecoak yang menjadi alasannya agar Juni tidak mengetahui perbuatan yang dia sengaja akibat kekesalannya dengan Trala.

__ADS_1


Trala yang mendengar kata kecoak langsung mengangkat kedua kakinya karena kecoak adalah binatang yang paling dia benci dan takuti "Mana kecoakn mana?" Trala terus saja bertanya dengan suara keras tidak mempedulikan kalau dirinya saat ini masih jadi pusat perhatian semua pengunjung yang ada direstauran itu.


Juni dan Tomi hanya bisa melihat sekeliling dan mendapati kalau semua orang memang melihat kearah meja mereka. Tomi menunduk, merasa kalau Trala hari itu membuatnya menjadi agak malu.


"Sssttttt" Juni menyuruh Trala diam agar tidak mengeluarkan suara yang membuat mereka diperhatikan. Juni juga melihat kearah orang yang masih memandang mereka dan segera mencakupkan kedua tangan didadanya dan tak lupa mengucapkan permohonan maafnya karena mengganggu kegiatan mereka direstauran.


Junipun tak luput mengucapkan permohonan maaf kepada Saga yang juga memperhatikan meja mereka. Bukan karena alasan teriakan Trala tapi memang Saga dari awal sudah memperhatikan Juni yang ada dimeja mereka. Saga tersenyum melihat Juni berbuat seperti itu. Angga melihat senyum Saga tersungging dibibir pahit Saga merasa lebih heran lagi, bagaimana tidak Saga yang tidak pernah tersenyum selama dirinya mengenal bos sekalian temennya itu tiba-tiba bisa tersenyum karena seseorang. Angga baru mengetahui kalau maksud Saga ketempat yang tidak dia sukai dan duduk dimeja yang dipenuhi oleh orang yang tidak dia kenalnya adalah sosok gadis yang membuatnya tersenyum saat itu.


"Oooooooo gitu rupanya" kata Angga kepada Saga yang masih melihat Juni walaupun Juni sudah tidak melihatnya lagi.


Saga yang merasa kalau Angga sudah mengetahui maksud hatinya segera memberikan kode dengan mengacungkan jari telunjuk menempel dibibirnya kepada Angga agar Angga tidak berisik dan diam sejenak. Angga hanya tertawa melihat Saga dan terus menikmati kopi yang masih ada digelasnya. Saga sebenarnya sudah merasa tidak nyaman karena situasi yang sangat ramai direstauran itu.


Saga yang entah penasaran karena sesuatu yang dia lihat dimata Juni merasa ingin bertahan sejenak dalam keramaian didalam tempat makan itu. Dia terus memaksakan diri dan mengatakan kepada Angga untuk sebentar lagi bertahan direstauran itu.


"Selamat siang Pak Saga, mohon maaf kami mengganggu" tiga orang sosok pegawai Saga memberi hormat kepada Saga yang sedang duduk dimeja.

__ADS_1


"Kami ada perlu sebentar tentang laporan kontrak yang sepertinya akan berakhir bulan ini, karena mereka tidak bisa memperpanjang kontrak dengan syarat baru yang kita ajukan" salah satu pegawai itu berkata kepada Saga.


Ketiga pegawai itu berdiri disamping Angga sehingga Saga tidak bisa melihat lagi kearah belakang punggung Angga. Tidak lagi dirinya bisa melihat sosok gadis yang hari itu membuat dirinya penasaran akan rupa cantik sosok Juni.


Saga yang terpaksa membuka lembaran laporan yang pegawainya serahkan saat itu, sebenarnya bisa saja pegawainya itu menyerahkan laporannya yang masih tentang masalah perpanjangan kontrak toko-toko yang ada dibawah naungan Saga namun Saga memang sangat susah ditemui jadi mereka memutuskan untuk menghampiri Saga dan Angga didalam restauran


"Bukannya laporan ini katanya sudah ada dimeja saya" kata Angga yang mengingat kalau tadi kepala bagian perkontrakan mengatakan hal itu.


"Yang diserahkan pak kepala itu bagian kontrak yang baru dan akan diperbaharui dan ini yang tidak setuju dengan syarat baru dari pihak kita pak" kata salah satu karyawan Saga yang berbicara kepada Angga yang bertanya kepada mereka bertiga.


Mentari Departemen Store adalah salah satu pusat pembelanjaan terbesar yang kepemilikannya dan CEOnya adalah Saga. Pusat pembelanjaan ini melakukan kerjasama dengan pihak lain yang ingin juga menjual beberapa barang yang mereka jual ditoko-toko yang Saga kelola tentunya dengan syarat yang juga menguntungkan kedua belah pihak. Kerjasama Saga tidak hanya didalam negeri tapi sudah merambah keluar negeri.


"Pak kepalanya kemana sekarang? kenapa kalian yang menyerahkan ini" tanya Saga kepada pegawai yang berbicara mewakili ketiga orang yang masih berdiri rapi dihadapannya.


"Mohon maaf Pak Saga, Pak Kepala sudah pulang tadi karena istrinya saat ini sedang melahirkan jadi dia menyuruh kami untuk menyerahkan langsung kepada bapak" jelaskan salah satu karyawannya yang memberitahukan dimana keberadaan kepala bagian perkontrakan saat itu.

__ADS_1


Saga yang juga ikut senang dengan kabar tersebut meminta Angga untuk mengirimkan perlengkapan bayi dan beberapa makanan untuk kepala perkontrakan yang sedang dalam kebahagiaan menyambut anak mereka. Angga yang juga mendengar kabar bahagia itu langsung mengiyakan perintah bosnya dan segera menulis dibuku catatan agenda dirinya.


Saga menyuruh salah satu karyawannya itu untuk segera menaruh laporannya dimeja sekertarisnya yaitu Angga. Setelah selesai dengan hal tersebut saga menyuruh ketiga orang itu untuk kembali lagi kekerjaan mereka masing-masing. Para pegawai Saga pun melangkah meninggalkan bosnya dengan masih memegang laporan dengan intruksi akan ditaruh dimeja pak Angga.


__ADS_2