AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Agrophobia : Mengenang Awal Trauma


__ADS_3

"Gimana gak ditolak, saingannya kamu. Orang pada milih liat kamu bukannya aku" Angga mengingat lagi kejadian dirinya yang selalu ditolak perempuan hanya gara- gara perempuan yang dia taksir malah naksir Saga. Saga balik tertawa mendengar perkataan Angga yang terlihat langsung memasang wajah sedihnya.


"Puas kamu sag! aku cariin kamu baju baru diluar" kata Angga melangkah menuju pintu kantor Saga untuk keluar mencarikan Saga baju ganti.


"Dihhhh ngambek! bukan salah aku Angga, salah mereka ngapain milih aku padahal udah tahu yang lebih baik itu kamu" Saga berkata seperti itu untuk menghibur temannya yang akan pergi keluar ruangan kantornya mencarikannya seragam baru.


Angga yang mendengar perkataan Saga membuat dirinya tersenyum dan hanya melambaikan tangannya menjawab perkataan Saga yang sangat sweet kepada sahabatnya.


Angga berbalik arah lagi menghadap Saga dan berkata "Kalau kamu berkata manis kayak gitu sama Juni, aku jamin dia pasti bakalan bertekuk lutut sama kamu" setelah Angga berhasil mengatakan hal itu dirinya langsung keluar ruangan Saga.


Saga hanya bisa menatap pintu yang sudah ditutup Angga, bayangan wajah Juni yang sambil tersenyum menghadapnya terlihat dipintu kantornya.


Wajah Juni yang tidak mau Saga tatap berubah menjadi terlihat sangat marah membuat Saga segera memejamkan matanya.


Saga kembali lagi membuka matanya dan tidak ada sosok gambar Juni lagi dipintu ruangan kantornya, yang ada hanya warna putih polos pintu.


Dan Saga tersenyum merasa dirinya akan segera gila kalau terlalu lama seperti itu.


Angga kembali lagi keruangan Saga dengan membawa satu set seragam kerja yang sesuai dengan selera Saga.


Saga mengganti bajunya diruang kantornya sambil bertanya kepada Angga "Ngaa gimana? acara hari ini apa?"


Angga membuka buku agenda kerja milik dirinya yang berisikan semua jadwal acara yang akan Saga lakukan "Jadwal buat meeting hari ini kosong, yang ada jadwal hari ini hanya menghadiri penyerahan beasiswa saja"


"Okelah" kata pendek Saga.


Saga yang berganti baju didepan Angga, membuat Angga penasaran dengan tanda merah kebiru-biruan yang ada didada Saga. Angga mendekat lagi sambil terus memperhatikan dada Saga "Stooop, itu apa Saga?" tanya Angga sambil menunjuk dada Saga saat Saga akan mengancingkan kemejanya.


"Ooo ini! bekas gigitan malaikat asmara" kata sagaa sambil tersenyum mengingat lagi Juni yang membuat bekas didadanya. Saga kembali menutup dadanya dengan mengancingkan kemeja kerjanya.


"Lupakan ngga, lanjut ke agenda hari ini" imbuh Saga

__ADS_1


"Oke, kamu harusnya bahagia dengan sekolah yang kita akan kunjungi?" Angga lagi-lagi ingin membuat sahabatnya itu penasaran akan tujuan hari ini dia kemana.


"Emang sekolah mana yang kita kunjungi hari ini?" tanya Saga yang sudah selesai mengganti bajunya dan duduk dikursi kepemimpinannya sambil melihat laptop hitam miliknya.


\=\=> CONTOH VISUAL SAGA DIKANTORNYA



"Coba tebak kali ini, sekolah mana yang akan kita kunjungi" kata Angga


"Ayolah ini bukan waktunya tebak- tebakan" kata Saga


Angga memberitahukan kalau hari ini giliran Saga mengunjungi sekolah istrinya, mendengar Angga berbicara mengatakan hal tersebut Saga sangat excited terlihat jelas dari lelah yang sedari tadi terlihat diwajah Saga berubah menjadi senang yang tiba-tiba muncul.


"Kita beneran bakalan kesana angga? " tanya Saga


"Lah gimana sich, apa aku pernah bohong masalah jadwal acara kamu" Angga menutup buku agendanya karena hanya itu acara Saga hari ini.Saga sebenarnnya ingin membatalkan semua acara hari ini namun karena ini menyakut dengan istrinya dia malah bersemangat ingin segera mendatangi sekolah istrinya dan bertemu dengan Juni walaupun Juni tidak sepemikiran dengan Saga.


"Sebentar dulu ngga, masalah pengaman gimana?" tanya Saga


"Caranya gimana?" Saga penasaran.


"Kalau dari kita..." kata Angga tapi suara Angga terpotong oleh suara Saga yang menyela pembicaraan Angga


"Nanti dulu ngga, kalau aku sangat percaya pengamanan kita. Maksud aku dari pihak mereka bagaimana?" tanya Saga


"Kalau dari pihak sekolah mereka juga sudah berjanji untuk memperketat agar para siswa tidak mendekat kearah kamu Sag" jelaskan Angga, Angga mendekat lagi kearah Saga dan bertanya "Kamu masih konseling lagi sama psikiater, Sag?"


"Masih, tapi via telepon sekarang. Dokter Boyke bakalan ngamuk kalau aku total berhenti konseling tentang keadaan aku"


"Kamu tahukah tiap minggu dia terus neleponin aku buat melaporkan keadaan terakhir tentang penyakit aku, aku juga sudah siapin obat jadi tenang aja" imbuh Saga

__ADS_1


"Obat sebenernya gak cukup sag, kamu juga harus butuh terapi. Terapi relaksasi, terapi pemaparan (desensitisasi), belum lagi terapi cognitive behavioral therapy (CBT)"


"Wichhh tahu banget ngga" kata Saga sambil tersenyum bangga.


"Serius nech, aku bela-belain juga ikut mempelajari penyakit kamu" kata Angga


"Tenang ngga, terakhir aku konseling sama Dokter Boyke. Aku kayaknya sudah tahu apa yang ngebuat aku tenang kalau dalam situasi tiba-tiba dikerumuni banyak orang" kata Saga sambil memikirkan satu orang yaitu Juni.


"Ooo itu yang sempat kamu ceritakan itu kan" kata Angga


"Iya tapi itu juga butuh pembuktian" kata Saga


"Udahlah gak usah main-main masalah gitu" kata Angga


"Kalau kita gak coba lagi dalam keadan yang sama dan dengan Juni disamping aku, kita gak bakalan tahu apakah pikiran Dokter Boyke dan aku itu benar atau tidak" kata Saga.


"Kalau gak benar gimana? " tanya Angga


"Kan ada kamu yang nolongin aku" kata Saga sambil terus tertawa.


Mendengar perkataaan Saga, Angga merasa dirinya harus bisa membantu sahabatnya yang sudah seperti saudara baginya itu dalam keadan apapun. Angga kembali lagi kemeja kerjanya. Angga duduk dan menatap Saga, Angga mengenang lagi awal trauma dari penyakit yang Saga derita yang sudah dia tahu dari cerita Saga sendiri.


Saga seorang CEO sekaligus pendiri pusat pembelanjaan terkenal punya satu penyakit kecemasan yang bernama agoraphobia. Agoraphobia Saga muncul tiba-tiba ketika dirinya dihadapkan dengan situasi saat dirinya berada ditengah-tengah himpitan orang banyak.


Penyakit ini sudah lama Saga derita, saat Saga masih berumur 10 tahun.


Saat itu adalah saat dimana Saga kehilangan kakek tercintanya.


Saga adalah anak yatim piatu. Dia dibesarkan sedari lahir oleh sang kakek. Kedua orang tua Saga mengalami kecelakaan saat Ayah Saga mengantarkan istrinya yang adalah Ibu Saga ke rumah sakit untuk proses kelahiran Saga. Dalam perjalanan ke rumah sakit, karena hari itu terjadi hujan lebat ayahnya yang ingin segera mengantarkan istrinya ke rumah sakit mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Jalan yang ayah Saga lalui sangat licin hingga dia sendiri tak bisa mengontrol kemudi mobilnya, terjadilah kecelakan tunggal yang membuat kedua orang tua saga meninggal dan satu-satunya yang bisa selamat kala itu tiada lain Saga sendiri.

__ADS_1


Saga tidak dilahirkan dirumah sakit, namun Saga dilahirkan tepat setelah kejadian kecelakaan yang merenggut kedua orang tuanya. Saga sangat ingat tanggal dimana kedua orang tuanya meninggalkannya selama-lamanya. Itu adalah tanggal dimana kakeknya juga meninggalkannya.


Kakeknya merasa sangat terpukul atas kepergian anaknya. Dari saat itu sang kakek sangat menyayangi Saga, beliau berusaha menjadi seorang kakek yang merangakap menjadi ayah sekaligus ibu bagi Saga. Saga juga sangat menyayangi kakeknya.


__ADS_2