AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Lagi Lagi dan Lagi


__ADS_3

Saga dan Angga yang masih mengelilingi gedung tak merasakan kalau jam sudah menunjukan pukul 14.30. Karena keasikkan mengelilingi gedung miliknya Saga lupa kalau mereka belum sama sekali mengisi perutnya. Tidak hanya Saga, Angga juga merasa tidak lapar karena terlalu sibuk bekerja dilapangan dengan Saga.


Dari arah belakang, Saga tidak menyadari kalau para karyawan Saga sudah mengikuti mereka dengan membawa berkas laporan dari stand stand yang mereka kelola untuk memberikan laporan bulanan kepada Saga.


"Pak, bulan ini penjualan stand di bagian XXX (merek sebuah brand) mengalami kenaikan yang signifikan dari bulan kemarin" kata seorang kepala stand brand XXX.


Saga menoleh kearah dimana kalimat panjang itu terucap, dia kaget melihat sudah ada beberapa lagi karyawan yang sudah berbaris dibelakang Angga.


"Ohhh, kalian kapan datang" kata Saga


"Tadi pak" jawab serempak para kepala stand gedung Mentari Departemen Store.


"Kayaknya kalian sudah semua makan siang,. jawabnya semangat sekali" kata Saga.


Para kepala stand yang mendengar perkataan Saga malah tertawa, mereka yang awalnya merasa tegang berubah menjadi rileks.


Saga kembali berjalan mendekati stand area brand AAA.


"Kalau stand ini bagaimana? " tanya Saga.


Kepala stand yang mendengar brand AAA disebut langsung menjawab Saga dengan santai.


"Iya pak, penjualan brand AAA masih sama tidak ada perubahan dengan bulan yang kemarin" kata kepala brand AAA.


"Kok bisa, tidak ada peningkatan" tanya Saga.


"Iya, kita sudah dua bulan tidak ada promo untuk brand AAA. Berbeda dari dua bulan yang lalu penjualannya sangat naik karena ada banyak promo di dua bulan yang lalu" kata kepala brand AAA.


"Angga minta tolong dicatat dan bulan ini harus diadakan promo discount untuk barang yang sudah lama" kata Saga.


Angga mencatat setiap kata yang diucapkan oleh Saga tidak terkecuali.


"Ya udah, untuk laporan brand yang lain bisa tolong ditaruh dimeja saya, nanti saya akan periksa dulu" kata Saga.


"Kalian boleh bubar dan kembali bekerja seperti biasa" imbuh Saga.

__ADS_1


Para karyawan yang berbaris mengikuti langkah Saga akhirnya membubarkan dirinya setelah mendapatkan intruksi dari Saga seperti itu. Termasuk semua satpam yang Saga juga suruh untuk kembali menjaga gedung.


Saga menatap arah depannya dan berdiri tepat disebuah restauran yang mengingatkannya akan perjumpaan pertamanya saat melihat Juni berada disebuah restauran. Saga yang melihat restauran itu merasa sangat lapar.


"Angga aku lapar,,, kita masuk yuk" ajak Saga. Saga berbicara sambil menghadap arah restauran dan memunggungi Angga yang masih berdiri dibelakangnya.


"Kita gak jadi nungguin kiriman makanan dari rumah?" tanya Angga.


"Udah laper, lagian Mang Ujang lama banget ngirim makanan ke sini" kata Saga sembari memegang perutnya


Angga mendekat dan berbisik kepada Saga, Angga berkata kalau Mang Ujang lagi dalam perjalanan kekantor. Angga juga mengatakan kalau Mang Ujang sedang bersama Juni yang juga ikut mengirim makanan ke kantor. Mendengar perkataan Angga sontak Saga kaget dan segera berbalik badan menghadap Angga.


"Apa benar Juni ikut kesini mengantarkan makanan buat aku" kata Saga.


"Iya, aku dapat kabar dari Bik Tika" kata Angga.


"Kenapa Bik Tika gak bilangin langsung ke aku" kata Saga.


"Emang kamu bawa ponsel sag?" tanya Angga.


"Ya udah kita balik lagi ke kantor, kita tungguin sampai Juni datang" kata Saga.


"Gak jadi makan, katanya laper" ucap Angga mengingatkan ucapan Saga sendiri yang ingin makan direstauran yang terlihat sepi.


"Heheh,,, gaklah istri lagi kesini bawain makanan ngapain suami makan diluar" kata Saga.


"Cihhhh" Angga mendengar perkataan Saga merasa geli. Baru tadi Saga ingin makan direstauran namun tiba-tiba berubah lagi karena mendengar Juni akan membawakannya makanan.


Baru saja langkah mereka akan menuju kembali lagi kekantor tiba-tiba sontak sosok Lisa sudah ada didepan Saga. Lisa tersenyum gatal melihat Saga.


"Ooppssss,,, ada lagi pengganggu datang" kata Saga kepada Angga. Angga hanya tertawa pelan melihat Lisa dengan penampilan yang sangat cantik dan menggoda malah dikatain sebagai wanita penganggu oleh Saga sendiri.


"Masss Saga" panggil Lisa sambil berlari dan memeluk tubuh Saga.


"Lisa,,, ingat ini tempat umum, lepasin aku. Aku gak mau ada orang yang bakalan salah paham tentang kita" kata Saga.

__ADS_1


"Biarin ajalah Mas, aku kangen sama Mas Saga. Saat Mas pulang dari rumah ayah, aku selalu ingin ketemu Mas Saga." kata Lisa.


"Ingat Lisa,,, aku udah jadi istri adik kamu" kata Saga


"Udah jangan terus berkata seperti itu. Aku gak keberatan kalau Mas Saga sudah jadi suami Juni, aku tetap cinta Mas Saga" kata Lisa yang terus bergelantungan dilengan Saga. Juni mencium terus tangan Saga. Saga yang tak suka tangannya dicium menepis tangan Lisa yang memegangnya.


"Lisa lepasin, jangan seperti ini" kata Saga meminta Lisa melepaskan gelayutan tangannya. Lisa menjatuhkan dirinya didekat Saga. Lisa pingsan. Lisa lemas. Tubuhnya terjatuh dan tetap bersender dikaki Saga. Saga yang tak tahu apa yang terjadi hanya mencoba menolong Lisa. Saga menunduk, ia akan memapah Lisa untuk duduk dipinggir tempat kursi peristirahatan yang tersedia digedung itu.


"Angga, tolong bantu aku gendong Lisa" kata Saga yang meminta bantuan kepada Angga. Lisa yang matanya terpejam karena pingsan membuka sebelah matanya melihat Angga sedang mendekat ingin menggendong tubuhnya yang terjatuh.


"Ahhhhhhh perutku sakit" teriak Lisa, Lisa tersadar dengan sendirinya tanpa diberikan bantuan apa-apa oleh Saga dan Angga. Saga yang akan melepaskan tangan Lisa segara Lisa rangkul dan peluk erat.


Saga menyadari ada sesuatu yang salah disana, dia tahu kalau Lisa hanya berpura- pura saja. Saga sedikit kesal dibuatnya. Dia pikir Lisa beneran pingsan tapi ternyata itu hanya akal licik seorang Lisa.


Saga melepaskan pelukan tangan Lisa dan menghempaskan tangan Lisa dengan berkata "Dasar perempuan sinting"


Saga tanpa banyak berkata lagi, melangkah meinggalkan Lisa yang masih duduk dilantai tengah gedung.


"Mas Saga,,, bantu aku. Perutku sakit" teriak Lisa yang melihat Saga melangkah menjauhi dirinya.


"Sini aku bantuin gadis cantik" kata Angga yang masih ada didekat Lisa. Lisa melihat Angga dengan tatapan marah mendengar Angga berbicara seperti itu padanya. Lisa berdiri dengan sendirinya dan berkata "Ogah". Lisa menepuk nepuk roknya yang pendek untuk membersihkan dirinya dari debu lantai yang sebenarnya tak ada.


"Aku bantuin bersihin roknya" kata Angga sambil ikuttan menepuk rok pendek Lisa.


"Ihhhh,,, apa-apain sich lu, tangan luu kotor" kata Lisa yang menjauhkan pahanya dari tangan kotor Angga.


"Kok marah,,, aku cuman pingin bersihin rok kamu" kata Angga.


"Gak butuh" jawah singkat Lisa.


Angga yang juga kesal melihat tingkah gatel Lisa kepada Saga berniat ingin mengganggu wanita itu. Dia harus memberikan pelajaran kepada Lisa agar tak ganjen lagi.


"Sini aku bisa bersihin seluruh kotoran didiri kamu. Jangankan hanya rok, tubuh kamu bisa aku bersihin" kata Angga yang kembali mendekatkan tangannya ditubuh Lisa.


"Ihhhhh dasar pembantu sinting" kata Lisa marah kepada Angga dan berlalu meninggalkan Angga seorang dirinya dengan senyum kemenangan dari dirinya yang berhasil membuat Lisa marah dengan sikapnya.

__ADS_1


"Dasar cewek gatel, udah tahu Saga adik iparnya malah di embat juga" kata Angga sambil tertawa melihat Lisa pergi dari pandangannya. Angga kembali melanjutkan langkahnya menyusul Saga yang terlebih dahulu pergi meninggalkannya sendirian.


__ADS_2