AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Mencari Jendela √


__ADS_3

Saga mendengar semua yang dikatakan Juni bahwa dirinya ingin mengambil barang-barang yang ada dirumahnya dan sebagian lagi barang yang ada di apartemennya.


Juni juga mengatakan barang untuk keperluan sekolahnya semua ada di apartemen.


"Kamu bisa ambil itu besok Juni," kata Saga


"Kalo tentang baju, hmm sini ikut aku," lanjut Saga yang menggandengan tangan Juni untuk menuntunnya menuju kamar yang sudah disiapkan oleh Saga agar bisa ditempati dirinya dan istrinya.


Kamar mereka masih menggunakan kamar lama Saga namun sebagian dari kamar itu sudah dirombak menjadi kamar yang terkesan modern dan sangat mewah.


Saga masih menggenggam tangan Juni dan menuntunnya menaiki anak tangga karena kamar mereka berada dilantai dua.


Saga yang sudah sampai didepan kamarnya melepaskan tangan Juni dan membuka pintu kamarnya.


"Tara, silahkan masuk tuan putri. Ini dikamar kita Juni," kata Saga kepada Juni.


Saga memasuki kamar yang akan ditempati Juni dan dirinya, diikuti dengan Juni yang melangkahkan kakinya memasuki kamar.


Juni merasa tercengang melihat kamar yang sangat mewah serta luas milik Saga.


\=\=> CONTOH VISUAL KAMAR SAGA & JUNI



"Ini kamar aku dan kamu jun," kata Saga sekali lagi, yang secara tidak langsung mengatakan mereka akan tinggal satu kamar karena mereka sekarang adalah suami dan istri.


Juni mengelilingi ruangan itu mulai dari kamar tidurnya, kamar mandi tapi Juni tidak melihat sebuah ruangan yang ada dibelakang kamarnya yang langsung tersambung dengan kamar tidur.


Saga hanya mengatakan kalau ruangan yang ada dibelakang itu adalah ruangan khusus untuk lemari baju Juni dan Saga.


Juni yang merasa capek duduk diranjang yang sangat tebal dan hangat, dari kenyaman duduk Juni sudah dipastikan kalau ranjang itu sangat mahal dan terlihat baru karena dari penciuman Juni yang masih merasakan ada aroma pabrik diranjang itu.


"Kamu gak mau lihat ruangan belakang yang adalah lemari baju kamu jun," kata Saga menawari untuk Juni melihat ruangan lemarinya.


"Gak om, aku lelah keliling dari tadi," kata Juni yang memilih untuk tetap duduk diranjang.

__ADS_1


Saga sangat senang dengan jawaban halus yang terdengar dari bibir Juni, sangat berbeda saat Juni masih berada dilantai bawah ketika melangsungkan pernikahan tadi.


Senyum tak kunjung hilang menghiasi bibir Saga hanya karena melihat Juni duduk nyaman diranjang mereka.


"Ooom" panggil Juni


"Iya jun," sahut pelan Saga kepada istrinya


"Disini ada jendela gak oom," tanya Juni sambil tersenyum kearah Saga.


Saga merasa heran karena hal pertama yang juni tanya kepadanya adalah jendela, Saga menjelaskan kepada Juni kalau dikamar itu hanya ada satu jendela dan jendelan itu berada diruangan belakang yang terhubung dengan kamar tidur yaitu dilemari kamar itu.


Juni yang mendengar kalau satu jendela ada ruangan samping tempat lemari pakaian segera berdiri dan menampakan wajah senangnya.


"Dimana itu om?" tanya junj


"Tadi kamu gak mau ke ruangan lemari," kata Saga


"Kan itu tadi om sekarang aku mau" Juni yang berdiri menghampiri Saga dan menggandeng tangan Saga.


Saga sudah seperti orang yang tak bisa berkata kata lagi walau Juni hanya menggandeng tangannya saja.


Saga terus saja tersenyum mendengar perkataan Juni dan perbuatan Juni kepadanya.


Juni yang menggandeng dirinya hingga meminta sesuatu kepadanya terus saja merasa senang hingga jantungnya berdetak tak karuan dan hanya dia yang bisa merasakan perasaan yang sedang dia alami.


"Ya udah, aku ajak kamu kesana" kata Saga mengikuti keinginan Juni untuk melihat ruangan lemari mereka.


Saga melepaskan gandengan tangan Juni dan berbalik menggenggam telapak tangan Juni serta menariknya pelan agar Juni mengikuti langkah Saga yang akan menunju ruangan lemari pakaian. mereka hanya untuk mencari jendela.


Tibalah mereka diruangan lemari pakaian mereka, dan Juni terbelalak melihat isi ruangan itu yang dipenuhi pakaian wanita dan sepatu wanita.


\=\=> CONTOH VISUAL RUANGAN LEMARI PAKAIAN


__ADS_1


"Ini lemari siapa om?" tanya Juni kepada Saga yang melepaskan genggaman tangan Saga.


"Ini lemari kita juni" jawaban Saga melihat tatapan kaget terpancar dari mata polos Juni.


"Kita?" Juni tak percaya kalau ruangan lemari itu lebih besar dari kamar tidur mereka, dan semua isi lemari itu adalah sepatu tas dan pakaian wanita serta baju sekolah yang Juni punyai ada disana.


Hanya saja sedikit sekali pakaian lelaki yang ada disana.


"Om yakin ini lemari pakaian kita" tanya lagi Juni yang merasa aneh karena yang dia lihat itu adalah lemari pakaian wanita dengan isi berbagai macam keperluan wanita.


"Iya aku beliin semua barang wanita dengan ukuran kamu mulai dari sepatu dan baju-baju serta banyak tas memang aku beliin buat kamu" kata saga yang memang sengaja membelikan barang-barang yang ada dilemari pakaian untuk istrinya Juni.


Juni mendekat kearah lemari sepatu dan melihat satu-persatu sepatu itu, dia memang menyadari kalau ukuran sepatu yang ada dilemari itu adalah ukuran sepatunya.


Juni berjalan lagi kearah baju dan mendapati semua baju serta gaun yang tergantung dilemari memang adalah style dari pakaian yang dia sukai.


Juni melangkah lagi membuka laci-laci yang ada dilemari itu dan mendapati sampai pakaian dalam juga Saga persiapkan untuk dirinya dengan ukuran, warna dan style yang Juni gunakan sehari- hari.


"Wahhh, sarap ne om" bukan malah merasa senang dengan semua barang yang ada disana, Juni berkata dalam hati kalau lelaki yang sedang bersamanya diruangan itu rada-rada sedikit tidak waras.


Juni membalik badannya kearah Saga dan memperlihatkan senyum yang paling manis yang dia punya sambil berguman "Om sarap, nech aku kasih senyuman yang paling manis yang aku punya"


Juni mendekatkan diri kearah Saga yang masih berdiam diri penuh dengan senyum yang selalu menghiasi disetiap ujung bibirnya.


"Kamu suka jun," tanya Saga


"Oooo, jelas suka sekali om" kata Juni yang kembali mengandeng tangan Saga.


Saga menatap dalam Juni, dia rasa memang Juni orang yang sangat polos dan lucu. Saking lucunya junj didepan Saga, Saga memeluk erat Juni yang membuat Juni sontak kaget mendapatkan pelukan dari Saga.


"Om aku gak bisa nafas," kata Juni yang membuat saga tertawa mendengar perkataan Juni. Saga kembali melepaskan pelukannya dan mengacak rambut poni Juni dengan pelan.


Saga melangkah lagi kearah jendela yang sangat ingin Juni lihat


"Ini jendela yang pingin kamu mau lihat Juni " kata saga sembari melangkah mendekati jendela dan menunjukannya kepada Juni.

__ADS_1


Juni yang masih terdiam melihat rambutnya diacak oleh suami yang dia panggil om meniup rambut poni panjangnya merasa kesal karena sudah membiarkan Saga memeluknya dan mengacak poni kesayangannya.


Saga kembali membalikkan badannya menatap Juni yang masih berdiri, melihat Saga yang sedang memperhatikannya Juni segera memasang lagi senyuman palsunya dan berjalan mendekati Saga yang berada tepat didepan jendela yang sudah dia ingin lihat.


__ADS_2