AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Mengantar kesekolah


__ADS_3

Juni segera berdiri karena merasa sudah waktunya dia harus berangkat kesekolah. TasJuni dipegang oleh Saga, Saga menghentikan langkah Juni yang kan pergi meninggalkan ruang makan.


"Apaan sich!!! lepasin"


"Aku antar kamu kesekolah"


"Ihhhh,,, aku bisa sekolah sendiri. Ngapain Om nganterin aku"


"Emang gak boleh aku anterin kamu, biasanya juga boleh" Saga berdiri dan mengambil kunci mobil disebelah piringnya.


"Aku gak mau dianter, maksa banget"


"Mau kamu ngomong apa, aku tetap antar"


"Gak mau" Juni berjalan meninggalkan Saga yang masih berdiri menghadapnya.


Saga kembali menarik tas Juni, sambil berkata "Aku masih suami kamu sampai detik ini jadi NURUT"


Juni terdiam, mau tak mau dia sudah pasti akan diantar Saga hari itu. Jika sudah Saga berbicara dengan tatapan mata tajam dan dengan sebuah kata diperjelas, Juni sudah tak bisa menolak. Bayangan kontrak sang ayah dan Saga kembali terngiang.


"Ok, ok tapi lepasin Om" Juni bergerak menjauhkan tasnya dari pegangan Saga.


Seorang pelayan datang menghampiri Saga sembari memberikan sebuah tas jinjing kepada Saga. Saga mengambil tas itu dan mengucapkan terimakasi.


"Ayo" ucap Saga kepada Juni yang masih berada didekatnya. Wajah tak ikhlas terpancar dari raut wajah Juni, namum dia tetap mengikuti perkataan Saga.


Dua orang yang berada didalam mobil hanya bisa terdiam satu dengan yang lainnya. Saga disepanjang perjalan mengajak Juni untuk berbicara namun Juni tidak mau menggubris setiap kata yang keluar dari mulut Saga. Juni sengaja memasang earphone di telinganya untuk mendengarkan lagu kesukaannya, itu dia lakukan hanya untuk menghindari mendengar celoteh Saga. Saga yang mendapatkan respons dingin saat berbicara, menghentikan bicaranya dan hanya fokus kedepan jalan.


Lampu merah lalu lintas menyala membuat Saga harus menghentikan laju mobilnya tepat digaris putih aspal. Saga melihat segerombolan anak TK sedang menyebrang jalan tepat didepan mobilnya. Saga memperhatikan cara berjalan dan senyum bahagia dari anak anak yang polos. Anak yg menggunakan seragam sekolah dengan dipandu ibu guru terlihat tak ada beban diwajah mungil. Mereka bernyanyi, bercandabdan ada yang hanya berjalan tanpa suara sambil memeluk boneka didepan dada mereka. Mereka berjalan melewati mobil Saga, tanpa disadari Saga tersenyum hanya melihat kumpulan anak anak lucu.


"Tin tin tin" bunyi mobil yang ada dibelakang mobil Saga, Saga tak menyadari kalau lampu merah sudah berubah menjadi hijau, apalagi dibelakang mobilnya sudah banyak suara terdengar tak sabaran ingin melajukan mobilnya. dan itu tandanya dirinya harus segera bergerak agar pengemudi yg lain tidak marah.


"Yank,, " panggil Saga


Juni tak mendengar karena asik dengan suara musik ponsel yang dia mainkan.


"Juni" mencoba memanggil lagi.

__ADS_1


Saga menarik kabel ponsel Juni dengan pelan sambil menatap tepat dimata Juni yang saat itu langsung menoleh.


"Apaan lagi Om,, " teriakJuni, dia melotot, marah dan merampas kabel yang masih ada ditangan Saga.


"Kita berhenti sebentar didepan itu ya! aku mau beli sesuatu" sambil menunjuk arah tujuan Saga.


"Serah" Juni memalingkah wajahnya dari tatapan Saga.


"Yank,,, bisakan gak pake teriak teriak" ucap Saga


"Dih sapa Om ngatur-ngatur cara ngomong aku. Ya udah langsung aja kesana gak pake debat dulu."


"Iya iyal ucap Saga.


"banyak omong" kata Juni dwngan suara kecil sekwcil kecilnya hingga tak terdengar oleh Saga.


"Apa yank, aku gak denger" ucap Saga padahal saat itu Saga mendengar perkataan Juni walaupun Juni berbicara dengan suara kecil"


"Sekali lagi Om nanyak, aku keluar dari mobil. mening aku kesekolah pakai bis daripada pakai mobil dengerin radio rusak dari tadi"


Saga diam tak menjawab, dia tahu kalau dia menjawab akan membuat keributan antara mereka. Juni akan mempunyai alasan untuk bener benar kesekolah dengan menaiki Bis.


"Kalau Om mau masuk, ya masuk aja sono! ngapain ngajak ngajak aku." ucap Juni


Saga hanya menghela nafas panjangnya, dia kecewa lagi dengan sikap Juni. Tak pernah mau menuruti perkataan Saga adalah hal yang paling membuatnya sedih.


"Ya udah, Tunggu aku didalam mobil. Aku cepat kok"


"Aku cuman punya waktu 7 menit saja" Juni melihat jam mobil didepannya.


"Ok tunggu bentar" ucap Saga sambil berlari masuk kedalam toko. Sebuah toko yang terlihat lumayan besar, yang berada dipinggir jalan. Toko yang menjual semua barang lengkap. Toko yang terlihat kecil dari depan padahal ketika masuk kedalam sungguh sangat luas.


Beberapa menit sudah berlalu Juni didalam mobil sesekali melihat arah depan toko. Dia kesal. Yang ditunggu tak kunjung terlihat.


"Iiihhh,,, dia ngapain sich. Lama amet" Juni melihat jam diponselnya. Dia diam sejenak dan kembali berbicara seorang diri.


"Atau jangan jangan dia sengaja agar aku telat, dari kemarin akukan kasar ma dia" ucap Juni sambil melihat keatas.

__ADS_1


"Apa perlu aku turun disini aja! aku kan bisa naik bus dari sini lagian kalo aku nunggu disini bentar lagi bus juga lewat" Juni membuka pintu mobilnya, Juni yang akan turun dari mobil dikagetkan lagi setelah melihat sosok Saga keluar dari toko. Juni akhirnya masuk lagi kedalam mobil, dia tak mau kalau kalau saat dia tak ditemukan didalam mobil Saga kembali akan menggunakan ayahnya sebagai kelemahan dirinya.


"Ok yank,,, kita berangkat kesekolah, maaf agak lama soalnya didalam pegawainya baru jadi sedikit gak ngerti" Saga berbicara sambil membawa dan langsung menaruh sebuah tas dibawah kakinya.


Juni kembali tak menjawab ucapan Saga. Saga segera menghidupkan mesin mobil dan kembali melajukan mobilnya menuju tempat sekolah Juni. Merekapun sampai didepan gerbang sekolah. Tanpa sepatah kata Juni segera membuka pintu mobil dan ingin segera pergi jaih dari Saga.


Saga kembali menghentikan Juni saat akan keluar dari mobil.


"Jun, tunggu bentar" ucap Saga


"Apalagi sich Om, aku udah telat nech! Om mau aku kena hukum gegara Om ngomong terus" Juni kembali duduk karena tangan Saga menahan Juni dengan memegang kembali tas Juni.


"Ya bentar aja, gak nyampe 2 menit"


"Yach udah cepat, aku kasih waktu 2 menit dari sekarang"


Saga mengambil tas yang tadi dia bawa keluar dari toko.


"Ini, buat kamu" kata Saga.


"Ini apalagi coba!"


"Buka aja yank"


Juni mengambil tas yang diserahkan Saga padanya, Juni membuka tas itu dengan wajah terpaksa. Dia mengeluarkan kotak yang ada didalam tas dan kotak itu sudah jelas berisikan sebuah ponsel, sangat terlihat dari gambar dikotak itu.


"Ini apa? " tanya Juni.


"Itu ponsel yank, aku tadi beliin kamu ponsel. Aku tahu ponsel kamu rusak saat kejadian di gedung dan udah gak bisa diperbaiki lagi makanya aku beliin kamu yang baru"


"Haaaa" ekspresi Juni hanya seolah olah masih meremehkan apa yang Saga lakukan.


Saga meraih tangan Juni dan memberikan sebuah kartu yang belum terpasang sambil berkata "Dan ini kartu kamu yang lama, nanti tinggal dipasang aja"


Juni sontak kaget merasakan tangan Saga yang memegang tangannya. Tangan itu sangat panas, panas bagaikan terbakar api. Dalam hati Juni terdiam sambil berkata "Dia kenapa kok panas banget, sakit? pantes mukanya pucat banget"


"Yank,,, yankk,,, yank kok diam" panggil Saga berkali-kali.

__ADS_1


Juni tersadar dari lamunannya, dengan ekspresi wajah yang baru sadar akan sesuatu.


__ADS_2