
"Sebelumnya aku minta maaf sekali yah, selama ini aku juga sadar kalau cara aku menikahi Juni dengan mengancam ayahnya yang sekarang adalah ayah mertuaku yang ada dihadapanku" kata Saga mengawali pembicaraan yang akan dia katakan.
"Kamu cerita ajalah Nak, Ini ada apa sebenarnya?" tanya Ayah Baramanto yang sudah penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Saga.
"Kamu ada masalah sama Juni?" imbuh tanya Bramanto yang melihat Saga sangat terlihat serius.
"Gak yah, gak ada apa-apa" kata Saga.
"Terus?" tanya ayah mertuanya yang sudah mulai tegak duduk ingin mendengarkan semua dari Saga.
"Gini, sebenarnya ini semua hanya salah aku dari awal" kata Saga. Setelah mengatakan itu Saga mulai menceritakan awal perjumpaannya dengan Juni yang masih dia ingat dirinya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Juni disebuah restauran yang masih berada dikawasan gedung miliknya.
Saga juga menceritakan bagaimana Juni sempat menolongnya saat penyakit agrophobianya kumat dilift.
Juni juga sempat membawa dirinya kerumah sakit.
Saga menceritakan lagi tentang dirinya yang juga salah menerima informasi tentang anak Bramanto yang ternyata bukan ada satu tapi dua orang anak perempuan.
Kembali lagi Saga menceritakan tentang salahnya juga, yang sudah mengira kalau Junilah yang akan dijodohkan oleh Bramanto.
Makanya dia berbuat curang dengan menghubungi Pak Wijaya agar membatalkan perjodohan anaknya dengan anak Bramanto, yang dia kira adalah Juni dengan imbalan kontrak yang tak dibayar sesenpun selama 5 tahun.
Juga Saga menceritakan tentang ancaman kontrak yang sengaja dia lakukan karena sudah pasti jika dia berkata jujur kepada Pak Bramanto, mungkin ayah mertuanya akan berpikiran aneh- aneh dan tentu tak akan lagi mempunyai kesempatan menikahi Juni yang tak lain adalah adik dari Lisa yang sudah dia putuskan dengan alasan perselingkuhan. Walaupun nyatanya perselingkuhan itu benar adanya.
Pak Bramanto mendengarkan saja tanpa menyela perkataan Saga, Saga juga tak lupa memberitahukan kepada ayah mertuanya kalau dia benar- benar mencintai Juni hingga berbuat curang seperti itu walaupun berbuat curang tak meski dianjurkan dan dibenarkan sebagai alasan untuk menikahi Juni.
"Yah, aku sungguh minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan tapi dilubuk hatiku yang paling dalam aku benar- benar mencintai Juni terlepas cara salahku menikahinya" kata Saga sudah menunduk dan siap mendapatkan kemarahan dari ayah mertuanya.
__ADS_1
Ayah Bramanto menepuk pundak Saga dengan pelan sambil berkata "Nak, ayah sudah tahu"
mendengar perkataan Ayah Bramanto, Saga mendadak kaget dan menatap lagi wajah Bramanto yang sudah menatapnya sedari tadi.
"Maksud ayah?" tanya Saga.
"Ayah sudah tahu setengahnya dari cerita kamu" kata Ayah Bramanto.
"Aku gak ngerti yah, maksud ayah gimana? " tanya Saga lagi dengan serius.
Kini giliran Ayah Bramanto yang bercerita kalau sesudah Saga dan Juni menikah, dirinya yang penasaran kenapa sosok Pak Wijaya yang mendadak membatalkan perjodohannya dan juga Saga yang tak mau bercerita tentang apa yang terjadi sebenarnya kembali dirinya harus mencari tahu kebenarannya.
Masalah satu persatu yang dia alami membuat dia mulai bertanya kepada Pak Wijaya sendiri kenapa membatalkan perjodohan sepihak melalui supir padahal hubungan mereka sebelumnya tak ada masalah apa-apa. Dan akhirnya Pak Bramanto mendapatkan cerita dari Pak Wijaya bahwa semua itu karena Saga yang sudah menyuruhnya dan memberikan iming-iming pembebasan biaya kontrak.
Ayah Bramanto memilih untuk diam saja setelah mengetahui kebenaran dari Pak Wijaya dan menunggu agar Saga jujur akan hal itu kepadanya. Ayah Bramanto juga diam karena melihat Saga terlihat sangat tulus mencintai Juni.
Namun selebihnya Ayah Bramanto mengaku baru tahu kejadian yang sebenarnya terjadi setelah mendengar cerita dari Saga sendiri. Ayah Bramanto juga maklum dengan kesalahpahaman yang sudah Saga lakukan karena memang tidak ada seorangpun yang tahu kalau dirinya mempunyai dua anak perempuan salah satunya Juni.
"Aku beneran minta maaf yah" kata Saga
"Ya udah lupakan, yang penting sekarang Nak Saga sudah jujur sama ayah, dan yang terpenting sekarang kamu bahagia sama Juni" kata ayah Bramanto.
Mendengar perkataan Ayah Bramanto yang tidak sama sekali mempermasalahkan semua yang terjadi, Saga merasa sangat beruntung mendapatkan ayah mertua yang sudah baik dan mengerti apa yang sudah Saga lakukan walaupun tak semua orang bisa memahami semua perbuatanya tapi Ayah Bramanto malah membuat Saga merasa tambah bersalah.
"Yah,,, " kata pelan Saga memanggil ayah mertuanya.
"Kenapa lagi Nak? " kata ayah Bramanto
__ADS_1
"Ada satu lagi yang harus aku bilang sama ayah" kata Saga.
"Duhhh, ini ada apalagi nak?" tanya Bramanto.
"Hmmmmmmm gini yah, " Saga yang ragu lagi akan menceritakan hubungannya dengan Juni seperti apa.
"Ayah dengerin kamu cerita" kata Bramanto.
Saga memulai menceritakan bagaimana sikap awal Juni setelah menikah dengannya, tapi tak semua Saga ceritakan karena Saga berpikir itu masih privasi hubungan Juni dan Saga. Saga hanya menceritakan bagaimana penolakan yang dilakukan Juni.
"Masak Juni bersikap seperti itu" kata Bramanto.
"Iya yah tapi...... " kata Saga terhenti
"Tapi apa lagi" tanya Bramanto.
"Aku malu kalau harus cerita yah" kata Saga
"Duh kamu tuch nak, dari tadi bikin kejutan terus kalau cerita" kata Bramanto.
"Okelah" Saga memberanikan lagi bercerita kepada Ayah Bramanto kalau junj sudah tidak lagi menolak dirinya kerena kejahilannya yang sudah mengerjai Juni saat Juni mabuk dipantai. Mendengar cerita bagian itu, Ayah Bramanto malah tertawa tak henti-henti.
"Dan Juni percaya itu terjadi? " tanya Ayah Bramanto.
"Iya yah, makanya aku jadikan itu buat bikin Juni sedikit jinak" kaya Saga.
"Kamu itu ya!" kata Bramanto yang tak henti tertawa hingga terbatuk- batuk.
__ADS_1
"Maaf yah" kata Saga.
"Gak Nak, bukan salah kamu juga, harus berbuat seperti itu, ayah kenal sama Juni dia kalau sudah tak suka sama orang akan menunjukannya pada orang itu dan kamu memang sesekali harus ngerjai dia" Ayah Bramanto malah mendukung Saga melakuakan hal-hal seperti itu untuk anaknya yang sedikit bandel.