AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Ac Apartemen


__ADS_3

Juni tak menjawab perkataan Saga, dia lebih memilih diam sejenak.


Juni saat berbicara dengan Saga terlalu banyak diam dan berpikir, dirinya bengong seperti memikirkan sesuatu.


Disatu pihak dia tidak mau mengikuti pinta Saga namun dipihak lain dia takut ancaman Saga akan menjadi kenyataan.


Dirinya boleh saja bersedih tapi Juni paling tidak suka kalau melihat kedua orang tuanya tidak bahagia apalagi karena perbuatannya.


Juni seakan berada diruang gelap tanpa cahaya dan udara.


Melihat dirinya tak bisa, sedangkan bernapaspun terasa susah baginya.


Setelah terlalu lama diam memikirkan apa yang harus dia lakukan


"Yank" panggil Saga yang masih menatap Juni dengan melihat wajah Juni yang terasa berat sekali memilih pilihan yang sangat mudah dari dirinya.


Juni tersadar dari lamunannya, dia mau tidak mau segera mengikuti Saga, tanpa banyak kata Juni memilih tidur berdampingan dengan Saga dalam satu ranjang.


Pilihan Juni sudah dia pertimbangkan, Juni berpikir hanya sekedar tidur bersebelahan saja jadi tidak akan terjadi apa-apa dengannya.


Saga yang melihat Juni pasrah tidur disebelahnya merasa sangat bergembira karena setidaknya dia sudah bisa satu ranjang dengan Juni walaupun Saga menggunakan ancamnya lagi kepada Juni.


Mereka akhirnya berbaring satu ranjang berdua dan keberhasilan Saga membuat Juni bisa tidur disebelahnya adalah usaha dirinya untuk menjinakkan Juni sebagai istrinya.


Hanya selang beberapa menit Juni yang sudah merebahkan tubuhnya disamping Saga, tertidur dengan pulas mungkin karena efek kelelahannya hari itu.


Berbeda dari Juni, Saga tak bisa lekas tidur walaupun Juni sudah tertidur. Malam itu Saga lupa membawa obat tidur yang biasa dia gunakan jika kesulitan tidur. Saga yang merasa kegerahan karena Ac di apartemen Juni tidak menyala, membuka bajunya sebelum dia tertidur. Dia melihat Juni tidur dengan rambut masih basahnya.


Saga tak nyaman melihat istrinya tidur dengan keadaan seperti itu.


Saga memperhatikan juni yang tertidur dalam keadan rambut basahpun masih terlihat sangat pulas namun pikir saga tidak akan baik bagi kepala juni kalau tidur dengan rambut basah.


Saga beranjak dari kasurnya dan menghampiri meja rias juni untuk mencari-cari pengering rambut Juni.


Meja rias yang penuh dengan laci, Saga buka satu persatu namun tak lantas Saga dengan mudahnya menemukan peralatan yang biasa juga dia gunakan untuk mengeringkan rambut.

__ADS_1


"Dimana ditaruh pengering rambutnya sama Juni, masak pengering rambutpun Juni gak punya?" Saga bertanya seorang diri sambil tangannya terus saja membuka dan mengotak- atik meja rias Juni.


Saga yang tak menemukan pengering rambut milik Juni didalam laci, terdiam sejenak dan memperhatikan lagi seluruh ruangan kamar Juni.


Dia berbalik lagi memfokuskan meja rias yang sudah dia lihat namum tetap tak melihat benda yang dia cari.


Kaki Saga merasakan ada sebuah kotak yang tidak sengaja dia tendang dibawah meja rias.


Saga menunduk melihat kotak apa yang sudah dia tendang.


Saga mengambil kotak yang berwarna merah muda dengan dihiasi pita putih diatas kotak.


Diambilnya kotak tersebut dan ditaruh diatas pahanya.


"Apa ini?" tanya Saga sebelum membuka kotak yang sudah dia dapati dibawah meja rias milik Juni.


Saga membuka kotak yang lumayan cukup besar, Saga merasakan seperti mendapatkan jakpot setelah menemukan pengering rambut yaang sudah susah payah dirinya cari.


"Akhirnnya ketemu juga" kata Saga dengan suara yang agak pelan karena tidak mau membuat suara keributan yang membuat Juni terbangun dari tidurnya yang pulas.


Saga mengangkat pengering rambut yang ada dipaling atas kotak tersebut, saat pengering rambut itu sudah terangkat kabel dari pengering rambut Juni tersangkut disebuah album foto. Album foto itupun mau tak mau ikutan terangkat dan terjatuh dilantai.


Saga penasaran dengan isi foto album yang sudah ada ditangannya.


Siapakah gerangan yang ada difoto ini, itulah pertanyaan pertama yang seharusnya tidak perlu ditanyakan lagi karena sudah pasti milik Juni. Album foto itu berada di apatermen Juni pastilah foto Juni yang menghuni album foto itu.


Saga membuka album foto itu dan dirinya tersenyum melihat isi album foto itu adalah foto masa kecil Juni.


Lembaran pertama dari album itu sudah berhasil membuat Saga penasaran ingin tahu bentuk dan wajah Juni sedari kecil, apa masih sama atau Juni terlihat lebih imut jaman dulu.


Foto Juni yang tersimpan dialbum yang dipegang Saga merupakan foto Juni sejak baru lahir, album itu adalah pemberian sang ayah yang sengaja mengumpulkan foto Juni sedari lahir untuk dijadikan sebuah kenang- kenangan.


Dan foto itu merupakan hadiah ulang tahun Juni tahun lalu, saat dia berumur 17 tahun karena Saga melihat ada sebuah potongan kertas kecil dengan tulisan ucapan ulang tahun Juni disertai pesan kalau ayahnya dibantu oleh Mami Sintia sudah berusaha mengumpulkan foto-foto Juni dan dijadikan kado.


Sangat manis pemberian kedua orang tua Juni dihari yang menandakan Juni sudah beranjak dewasa.

__ADS_1


Album itu sangat berharga buat Juni terbukti dari bentuk album yang seperti tidak pernah sering dibuka.


Masih sangat baru dan cara Juni menaruhnyapun dibawah meja rias seolah-olah tidak akan ada yang bisa menemukan kotak berisikan album foto itu.


Kalau tidak karena kegigihan dan kebetulan Saga mencari pengering rambut mungkin saat ini dia juga tidak bisa menemukan pengering rambut tentunya tidak akan menemukan album milik Juni juga.


Saga tersenyum layaknya orang yang tidak waras karena melihat kelucuan Juni waktu kecil.


"Juni juni, disini kamu lucu dan imut sekali tapi" Saga melihat lagi Juni yang sedang tertidur dan melanjutkan kembali kata- katanya yang terpotong "Sekarang kamu tambah imut kok"


Lembar per lembar album foto Saga buka dengan expresi wajah yang tersenyum dan sesekali Juni juga tertawa melihat ada beberapa foto Juni yang dia lihat sangat lucu.


Diantara lembaran foto yang saga buka, Saga menemukan foto Juni saat masih kecil dengan kondisi telanjang dan menangis.


Foto itu membuat Saga tak bisa menahan tawanya.


Dengan pikiran jahilnya Saga mengambil ponselnya dan mefoto ulang foto Juni yang berhasil mengocok perutnya.


Pikir Saga mungkin suatu saat akan menggunakan foto itu mengerjai Juni saat Juni mengerjainnya terlebih dahulu.


Saga yang berhasil memfoto ulang foto Juni mengingat lagi apa maksud dan tujuan awalnya mencari pengering rambut.


Saga melipat kembali lembar per lembar album foto agar tetap terlihat rapi.


Dirinya menaruh kembali album Juni ke posisi semula, walaupun Saga tak tahu posisi semula album itu seperti apa.


Saga meletakkan saja dengan perlahan album itu kembali kekotak.


Kotak itu dia taruh dulu diatas meja, kalau nanti sudah selesai menggunakan pengering rambut maka barulah dirinya akan meletakkan kembali kotak kado itu.


Saga beranjak dari kursi meja rias Juni dan menghampiri Juni, tawa Saga saat melihat album fotopun tak berhasil membangunkan Juni dan itu adalah pertanda Juni tertidur sangat pulas.


Karena Saga tak kunjung bisa tidur, Saga mencoba berusaha mengeringkan rambut Juni yang masih basah dengan pengering rambut yang ada ditangannya.


Setelah hampir 20 menit mengeringkan rambut Juni, rambut Junipun sudah kering dan itu tampak membuat Juni tidur lebih nyaman lagi dari sebelumnya.

__ADS_1


Saga sangat senang, dirinya terus saja tersenyum melihat wajah juni yang polos bisa dia pandang.


Saga memperhatikan lagi kening milik Juni dan menemukan bekas kebiru-biruan disana, karena Juni menghapus make up nya jadi Saga baru tahu ada bekas kebiruan dikeningnya. Saga tak tahu apa yang menyebalkan kening Juni seperti itu. Saga mencium bekas lebam yang ada dikening Juni dengan lembutnya.


__ADS_2